Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 - Menyetujui
Rara menyandarkan tubuh nya,Hilang sudah nafsu makan pada diri nya,sejenak ia berfikir,sementara Rans tampak menikmati makanan nya sembari menunggu Rara berfikir.
"Berapa lama kami akan berpura - pura menjadi pasangan ?." Tanya Rara.
"Setengah tahun atau lebih,tapi kurang dari setahun Nona."Balas Rans.
"Bagaimana ini,apa yang harus ku lakukan,ini sangat menyebalkan,percuma saja menolak."Balas Rara.
"Baiklah,aku mau,tapi aku ingin ada surat pernjanjian tentang semua yang akan di berikan Pak Rehan setiap bulan nya pada saya dan juga aku punya satu permintaan."Ujar Rara.
"Silakan!,Katakan saja."Balas Rans.
"Sama seperti keinginan ku saat kontrak pacaran,aku tak ingin ada yang tahu soal hubungan saya dengan pak Rehan,cukup keluarga saja,dan pernikahan,aku juga hanya ingin sederhana saja,dihadiri hanya keluarga."Ujar Rara.
Rans tersenyum dan mengangguk. "Baiklah nona,nanti saya akan bicara dengan Bos,jika dia menyetujui nya saya akan menemui anda lagi untuk masalah kesepakatan ini."Jawab Rans dan Rara mengangguk.
"Saya permisi Dulu Nona."Kata Sekretaris Rans dan Rara mengiyakan,menatap di meja makan masih begitu banyak makan yang tersisa..
Dengan sedikit tidak bersemangat memikirkan kesepakatan itu. ia menghubungi Rini untuk datang bergabung dengan nya,karena sayang jika harus menyia - yiakan makanan nya.
•••
Sore Hari.
"Gak nyangka Ya Ra,orang seperti pak Rehan bisa melakukan hal begini,membayar orang untuk menikah dengan nya,padahal kalau menikah dengan mu tanpa pura - pura.juga gak akan rugi kan,kamu baik,cantik,mandiri,hemat,sayang keluarga,kurang apa lagi coba." Tutur Rini sembari berjalan ke arah halte bersama Rara,karena mereka baru saja pulang bekerja.
"Entah lah Rin,aku lagi sedih."Balas Rara.
"Aku temani ya,nginap di rumah mu?." Tanya Rini menawarkan diri untuk menemani Rara yang sedih.
"Bener nih?." Tanya Rara.
"Iyaaa."Balas Rini tersenyum.
Rara pun mengiyakan,namun saat hampir sampai di halte,Rara di samperin Sebuah mobil yang adalah mobil Rehan,Rara dan Rini menatap mobil itu,bukan Rehan yang turun,tapi Rans.
"Nona,Bos Rehan meminta saya mengantar anda pulang,Hari ini Bos Rehan akan lembut dan tak bisa mengantar anda pulang ,Silakan Nona!." tutur Rans. Rara mendekati mobil itu,membuka pintu mobi,memastikan tidak ada Rehan berada di dalam nya.
Rara pun tak menolak lagi dan mengajak Rini untuk naik,karena tidak ada Rehan,ia pun sedikit lebih nyaman dan juga menghemat ongkos bus.
"Terima kasih."Balas Rara dan Rans mengangguk.
Pertama kali Rini merasakan naik mobil mewah milik bos mereka,tidak di pungkiri ia merasa sahabat nya sangat beruntung jika menikah dengan Rehan,ia pun berharap mereka akan menjadi pasangan yang sesungguh nya.
Tidak ada percakapan di dalam mobil,semua terdiam. Rara dan Rini terdiam karena merasa canggung dengan ada nya Rans di antara mereka.
Sesampai di rumah.
Rara dan Rini turun dari mobil dan Rans pamit dan akan kembali ke kantor,tidak lupa Rata dan Rini mengucapkan terima kasih.
"Gila ya,mobil mewah dan enak banget di dalam nya,tapi rasanya mau bernafas aja takut aku Ra dimarahi pak Rans."Tutur Rini tertawa saat Mobil Rans berlalu pergi jauh meninggalkan mereka.
"Lebay."Balas Rara dan merangkul sahabat nya untuk masuk ke dalam rumah.