NovelToon NovelToon
SUAMI KITA BERSAMA

SUAMI KITA BERSAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:173.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wanda Handayani

Chevani Agra
Seorang janda beranak satu yang diceraikan oleh suaminya tanpa sebab.
Menjadi janda bukan lah satu hal yang menyenangkan apalagi dia harus mengurus seorang anak dan nenek reot yang mulutnya pedas bak cabe rawit.
Saban harinya ia bekerja sebagai babu dan tukang cuci dengan gaji tak seberapa, hingga suatu saat ia dipertemukan kembali dengan mantan suaminya melalui sebuah cara yang sakitnya melebihi perceraiannya kala itu.

Bagaimana kisahnya?
Yuk mampir 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanda Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUSU PAGI BUTA

“Ya ampun Nurma, kenapa bisa jadi begini?” Pak Rao meraih tubuh istrinya yang terkulai lemas di atas lantai kemudian membawanya ke sebuah garasi di sebelah rumah dan kami mengikut dari belakang.

“Apa boleh kami ikut ke rumah sakit?” Kataku takkala kami telah menginjakkan kaki di dalam garasi.

“Boleh.”

Melalui persetujuan dari Pak Rao akhirnya kamipun beringsut ke dalam mobil kemudian melesat membelah keriuhan malam di Kota Batam. Sungguh aku menyesal sekali sudah datang kesini, gara-gara kami Bu Nurma jadi pingsan.

“Sebenarnya apa yang sudah terjadi?” Suara dari arah jok kemudia membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh ke sumber kemudian perlahan-lahan mulai bercerita tentang apa yang sudah terjadi sebenarnya. Tak hanya untuk malam ini, aku juga membahas tentang pertemuanku dahulu di rumah Pak Reno bersama Ratna dan bagaimana ceritanya kami dapat sama-sama bekerja sebagai tukang cuci di sebuah bar.

“Andai saja nak Chevani datang suwaktu acara pernikahan Ratna, pasti kamu tak akan merasa tertipu begini,” Sang sopir memberi komentar takkala aku telah selesai bercerita.

“Iya pak kala itu aku sedang tidak berada di sini.” Kataku berbohong.

Sebenarnya Ratna sudah mengundangku namun aku izin untuk tidak dapat menghadiri acara penikahannya karena sedang dilanda kesenduan. Kala itu Hero baru saja menghilang setelah dia melayangkan sebuah surat perceraian padaku. Aku tak kuat, untuk makan saja aku tak selera apalagi harus sampai pergi guna memenuhi undangan temanku itu.

Jadi sampai sekarang aku tidak tahu bagaimana perawakan tajuk hati si Ratna bahkan rumahnya saat ini pun aku tak tahu. Hanya saja suwaktu kutanya, dia menjelaskan bahwa suaminya adalah seorang kuli bangunan. Mereka belum memiliki anak karena usia pernikahan mereka juga baru menginjak delapan bulan, persis seperti usia Pricilia anakku saat ini. Pernah suatu hari aku memaksa diri untuk berkunjung ke rumahnya, namun ia tak mengizinkan dengan dalih suaminya adalah seorang introvert berat terhadap wanita asing. Aku sungguh ingin kala itu, namun mau bagaimana lagi? Aku bukan siapa-siapanya yang bisa dengan leluasa mengetahui seluk beluk kehidupan wanita itu. Kalau suwaktu SMA dia selalu terbuka, mungkin setelah menikah ada beberapa hal yang tak mau dan harus ia sembunyikan dari siapapun. Wajar-wajar saja karena akupun sering seperti itu, menurutku tak semua hal harus kita ceritakan kepada orang lain sekalipun orang itu adalah orang terdekat kita.

“Jadi selama ini Ratna adalah orang kaya yang menyamar menjadi miskin. Tapi buat apa?” Neni menepuk-nepuk dadanya kasar, Kinan tampak kaku melihat wajah mamanya yang tegang itu.

“Entahlah nak. Bapak akan segera urus semua ini.” Pak Rao tampak lebih tenang ketimbang Bu Nurma tadi, mungkin karena ia adalah seorang lelaki jadi mentalnya pasti lebih kuat ketimbang kaum hawa.

...***...

22:00 WIB

“Hoaaaam.” Kinan menguap dahsyat, matanya merah menahan kantuk.

“Eum bagaimana jika kita pulang saja? Lagipula ada sudah ada yang menjaga mama Ratna di sini.” Kepekaan Elin terhadap Kinan membuat ia membuka suara.

“Baiklah.”

Akhirnya kami bertiga ditambah dengan Kinan dan Pricilia pun undur diri dari kamar guna menemui Pak Rao di luar. Bu Nurma sudah sadarkan diri tadi dan saat ini dia tertidur karena efek tubuhnya yang masih sangat tak berdaya.

“Pak.” Panggilku pada seorang lelaki yang tengah duduk di bangku yang menempel pada dinding kamar. “Sudah malam dan kami izin pamit pulang dulu ya.”

“Wah cepat sekali?”

“Iya pak karena besok kami harus bekerja lagi.”

“Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati ya.”

Aku, Neni dan Elin menjabat tangan Pak Rao kemudian mencium punggung tangannya. Paras pria itu tampak sangat sayu serta mata yang sedikit kemerahan, mungkin kantuknya belum juga hilang.

Setelah ritual salam-salaman selesai akhirnya kami pun beringsut ke luar serta memesan kendaraan online untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku dan Elin menuju arah Timur sedangkan Neni beserta putranya mengambil jalur Selatan. Sudah tidak ada angkutan umum kalau jam segini, jadi lebih baik kami memakai jasa driver online saja.

...***...

“Ma ma ma ta ma la.” 30 menit berlalu dan selama itu jugalah telingaku mendengar suara ocehan dari Pricil. Tumben sekali bocah satu ini belum tidur.

Aku menarik kenop pintu dari luar kemudian menyembulkan diri ke dalamnya. Tidak ada tanda-tanda nenek lampir itu di sini, mungkin dia sudah tidur.

Ceklek.

Aku membuka pintu kamarku sendiri kemudian menutupnya kembali rapat-rapat. Rasanya aku ingin segera tidur sebab banyak sekali hal-hal melelahkan yang kulalui di hari ini. Namun seketika pikiranku berlabuh pada bilik tempat biasa aku membersihkan diri, aku jadi teringat kalau aku dan Pricilia sama sekali belum mandi sedari sore tadi. Belum lagi debu-debu suwaktu aku mencari pekerjaan tadi, pasti badan kami saat ini sudah seperti pisang goreng yang dilumuri oleh tepung, tepung asap kendaraan maksudnya.

Dengan rasa malas yang masih senantiasa menyambangi diri, aku membangkitkan tubuh enggan. Kakiku terseok-seok seperti mau patah. Pricilia juga sekalian kubawa ke bilik kecil, mandi bersama adalah hal yang sudah lumrah kami lakukan.

Tidak usah bersih-bersih sangat, tujuh menit saja sudah cukup. Aku melilitkan handuk putih di tubuhku kemudian handuk kecil untuk Pricilia. Ahiya aku hampir lupa, dulu jika aku sudah berpenampilan bikini seperti ini pasti Hero langsung menggodaku. Entah itu memulainya dari sebuah gombalan dan berakhir dengan sentuhan atau malah langsung nyosor tanpa permisi, yang jelas penampakan seperti ini sangat digemari oleh Hero. Hahaha aku jadi teringat papa dari anakku itu.

“Kita pakai baju dulu ya sayang.” Aku mengusap-usap lembut perut Pricilia dengan handuk. Anak ini masih terlihat ceria saja sedari tadi.

Setelah semua selesai aku pun langsung menghamburkan diri ke atas ranjang. Pricil kuletak di sebelahku kemudian sebuah guling besar menjadi penghalangnya agar tidak jatuh ke lantai.

“Selamat tidur anak mama.” Sebuah ciuman hikmat mendarat di dahi dan kedua pipi anakku. Aku mematikan lampu kemudian memejamkan mata untuk menemui alam mimpi.

...***...

“Chevani!”

Dor dor dor.

“Che! Bangun kamu!”

Aduh! Siapa sih yang masih pagi buta begini sudah membangunkan orang tidur.

Aku mengerjap-erjapkan mata dan mencoba menilik jam yang tercantel pada dindimg kamar. Pukul empat tepat.

Astaga!

“Sebentar.” Kataku seraya membangkitkan tubuh dan menuju pintu.

Ceklek.

“Mama? Ada apa?” Oh ternyata itu si nenek lampir. Mau apa dia subuh-subuh begini?

“Buatkan aku susu hangat, sekarang!”

HAH? Apa aku tidak salah dengar?

“Susu hangat? Kenapa mama minum susu jam empat subuh begini?” Tanyaku terheran-heran. Mata wanita itu terlihat bugar berarti ia memang sudah bangun sedari tadi, tumben.

“Jangan banyak tanya, cepatlah!”

“Kenapa sampai harus membangunkan orang yang masih tidur? Bukannya mama bisa membutnya sendiri.”

“Hei! Kau ini mau jadi anak durhaka ya?”

“Heum baiklah ma.”

Aku segera beringsut ke dapur guna memenuhi perintah gerandong satu ini. Ya Tuhan lucu sekali permintaannya. Padahal dia memiliki kaki yang bisa dibawa ke dapur sana, jadi mengapa harus membangunkan aku dan membuat repot? Ck! Sungguh aku masih ngantuk sekali.

...***...

Bersambung

Like & comment

Semoga kalian sehat selalu 🤗

1
it's me oca -off
yuhu kok bisa ya
Sri Mulya
Lanjut Thor semangat
Novie Louretta
tertarik karena judulnya "aneh"...tapi ini sudah tahun 2022 lho, kok belum ada kelanjutan ceritanya 🙂🙃🙃
Novie Louretta
namanya...Chevany, artinya apa thor..?
Sitty Aisyah
kaka ayo up lagi kaa... selalu menunggumu
itin
bacaan diatas umur rata rata karna banyak diwarnai kekerasan 🤭
Wichan606
semnagat up
Fauzan Abdillah
waaaaaa.....abis thor !!!!!
masukin pavorit ah...biar tak lupa...
Fauzan Abdillah
bagi aku, bagus...
Fauzan Abdillah
sama demian....hidup tdk bnyk rintangan....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁😁astaga !!!! malu donk !!!!
Fauzan Abdillah
kurasa itu Hero....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁....
Fauzan Abdillah
dapat rezeki nih..cuci mata 😁😁😁
Fauzan Abdillah
iaa...dia sapa y..?
namax yg hero kok dibenci amat ?
Liliani Luky
kita menunggu kelanjutan nya kakkkk
Sumi Ati
lanjut thor
Liliani Luky
next thorrr...
TK
next Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!