NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Reinkarnasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21.

Ibukota.

Tibalah bagi Eleanor dan James akan melangsungkan pernikahan mereka, dan saat ini mereka sedang melakukan foto prewedding.

Beberapa foto mengenakan gaun pengantin, yang telah di siapkan Olivia saat Eleanor sebelum kembali ke ibukota.

Sesi pemotretan berlangsung setengah hari, membuat Eleanor sangat lelah. Ia tidak menyangka pernikahannya dengan James, telah di atur oleh Ibunya tanpa sepengetahuannya.

"Putriku sangat cantik, gaun yang telah ku pilih sangat sesuai dengan bentuk tubuh dan warna kulit kamu!" Olivia tersenyum memandang Eleanor yang telah selesai melakukan sesi pemotretan prewedding.

"Terimakasih, Ma!" ucap Eleanor, lalu memeluk Ibunya dengan erat.

"Tentu saja yang terbaik untuk putriku satu-satunya!" Olivia membalas memeluk Eleanor dengan erat.

Eleanor tersenyum bahagia. Saat ia memikirkan kehidupannya ketika bersama Richard, sungguh sangat bodoh sekali dirinya.

Ia menghabiskan semua waktu dan energinya untuk pria, yang tidak pernah menghargai apa yang telah ia lakukan pada pria itu.

Kini ia akhirnya dapat mengulang kehidupannya kembali, dan memperbaiki kesalahan yang telah ia lakukan, menikah dengan pria yang benar-benar mencintainya.

Hari H.

Eleanor bagaikan mimpi, ia selalu tersenyum sepanjang sesi pernikahannya. Dan perkataan lantang dari Pendeta mengatakan, kalau ia telah sah menjadi istri dari James Sebastian, membuat Eleanor seperti berada di atas awan.

Gumaman dan tepuk tangan saksi dan undangan, yang menyaksikan pernikahannya terdengar begitu riuh sekali.

Kecupan James pada bibirnya terasa hangat, membuat dirinya terasa semakin serasa seperti bermimpi. Senyuman manis James membuat dadanya berdebar-debar bahagia.

Olivia menangis saat melepaskan Eleanor akan naik ke dalam mobil pengantin, yang akan meluncur menuju rumah pengantin baru Eleanor.

Eleanor tidak kalah menangis begitu bahagianya, karena Ayahnya yang sakit-sakitan datang juga ke pernikahannya, dengan terpaksa memakai kursi roda, dan penyangga infus di bantu oleh perawat pria.

Mobil pengantin meluncur menuju rumah pengantin baru, yang baru di beli James hadiah pernikahannya untuk Eleanor.

Sebuah Mansion kecil yang sangat mewah, lengkap dengan para Pelayan, yang telah berbaris menyambut mereka di teras Mansion.

"Selamat datang Nyonya Sebastian, kami siap melayani anda!" sahut mereka serentak, sembari menundukkan kepala, menunjukkan rasa sopan santun mereka kepada majikan mereka.

"Terimakasih!" jawab Eleanor tersenyum ramah memandang satu persatu Pelayan James, untuk mengenali wajah mereka.

Ini rumahnya mulai sekarang dan selamanya bersama dengan James. Ia tersenyum senang melangkah masuk ke dalam ruang utama Mansion, yang terlihat begitu mewah.

Dan kamar pengantin baru, sepertinya hasil kerja para Pelayan. Kamar dihias layaknya menyambut pengantin baru. Kelopak mawar merah tampak bertaburan di atas tempat tidur king size.

Eleanor nyaris tertawa melihat kamar pengantin, yang tidak pernah ia bayangkan akan di dekorasi, dengan penampilan romantis seperti itu.

"Kenapa?" tanya James dari belakang Eleanor.

"Kamu yang memiliki ide ini?" tanyanya menunjuk ke arah tempat tidur.

"Tidak, Butler mungkin yang memiliki ide tersebut, untuk menyambut kita!" James melingkarkan tangannya ke seputar pinggang Eleanor, dari belakang tubuh mungil Eleanor.

"Hmm.. cukup bagus, ide yang tidak buruk, aku menyukainya, terlihat begitu romantis!" kata Eleanor sembari tersenyum senang.

James mengecup tengkuk Eleanor lembut, ia juga senang melihat kamar mereka yang bernuansa romantis. Butler sangat tanggap mendekorasi kamar pengantin.

Sementara itu di sisi lain Ibukota.

Richard akhirnya sampai di kamar hotel, yang ia sewa untuk sementara beberapa hari ke depan. Ia akan melunakkan amarah Eleanor, agar dapat ia bawa kembali ke kotanya.

Yang Richard tidak sadari, ternyata Melanie juga menyusulnya ke Ibukota. Melanie tidak akan menyerah mendapatkan Richard, dan ia akan melakukan apa pun untuk menyingkirkan Eleanor dari antara mereka.

Dengan koneksi yang ia miliki, Melanie mengetahui hotel yang Richard booking. Dan, ia pun membooking kamar tidak jauh dari kamar Richard.

Richard yang tidak tahu seperti apa Melanie yang sebenarnya, tidak mengetahui kalau wanita, yang menurutnya ia anggap hanya sebatas adik saja, memiliki banyak koneksi untuk melakukan sesuatu yang ia perintahkan.

Melanie yang ia tahu hanya wanita lemah, yang cenderung membutuhkan bantuan darinya. Melanie sedari dulu sudah begitu terobsesi padanya, yang sangat ingin menjauhkan Eleanor dari Richard.

Bersambung.....

1
Ning Suswati
dasar manusia iblis, gk ada yg bener, maunya enak sendiri, opsesi, rakus, tamak, apalagi y🤔
Ning Suswati
masa cuma sekretaris mau minta dijemput mantan bos, emang ada apa2nya kali y🤔
Ning Suswati
ceritanya jadi kaya anak2 TK, saling hujat
Ning Suswati
iiiikkkkkhhhh jadi ikutan emosi, tadinya melani sekarang diana, ceritanya jalan di t4, gk maju2
Ning Suswati
kok banyak manusia2 berhati iblis dan tak tau diri
Ning Suswati
jadi ceritanya kaya orang kampungan, memalukan katanya konglo kok jadi kongkalikong, masa sdh pakaian pengantin berdebat gk habis2,
Ning Suswati
kapan pesta nya mulai, masa pestanya konglomerat tdk ada pengamanan khusus, kaya orang kampung pengantin berdebat dg manusia2 sampah, dilayani
Ning Suswati
kan udah pakaian pengantin, kok jadi kaya kampungan gitu,
Ning Suswati
kayanya si pembaca diajakin jadi gila juga kayanya, kok gk abis2 melani2 melulu kaya dikampung aja ketemuan terus
Ning Suswati
kemana aja pengawal james, kok keadaan genting begini, masih main sandiwara2an apa drama komedi y, bikin mual aja jadinya
Ning Suswati
kan ada undangn, tanya dong mana kartu undangannya, kok melani bikin ribut dilayani, apa gk malu2in tuh
Ning Suswati
aq suka semuanya lancar, emang enak diabaikan, nikmatin aja tuh si melaninya kan sdh sah
Ning Suswati
menangislah darah sekalian richard syukurin dikadalin jalangkung, gk nyadar2, ya begitulah laki2 pecundang
Ning Suswati
panaaaaassss, gol gol gol yeeeee
Ning Suswati
taaadaaaa mantap jiwa, jgn sampai babang richard mengganggu malam.pertama sang pengantin baru
Ning Suswati
sosor terus jame
Ning Suswati
😭😭😭
Ning Suswati
dasar pengganggu, main nyosor aja
Ning Suswati
aq jadi bingung, kan sdh meninggal kok, hidup lagi
Ning Suswati
masih nyimak ,tapi bingung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!