NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Makam Leluhur yang Terlupakan

Kegelapan yang menyambut Xiao Yuan saat ia jatuh ke dalam celah tanah itu bukanlah kegelapan biasa. Itu adalah kegelapan yang memiliki bobot, seolah-olah ia sedang tenggelam dalam cairan kental yang terbuat dari kenangan dan debu ribuan tahun. Di atas sana, sayup-sayup ia masih mendengar teriakan marah Ling’er yang tertahan oleh raksasa tulang penjaga makam, namun suara itu segera lenyap, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.

Tubuh Xiao Yuan menghantam lantai batu dengan dentuman keras. Tulang-tulangnya yang memang sudah retak akibat kutukan iblis terasa seperti hancur menjadi bubuk. Ia terbatuk, dan darah yang keluar dari mulutnya kini berwarna ungu pekat, berpendar redup di tengah kegelapan.

"Apakah... ini akhirnya?" bisik Xiao Yuan pada kesunyian.

Pandangannya kabur, namun perlahan-lahan, bola-bola api biru muncul satu per satu di sepanjang koridor luas tempat ia terdampar. Api itu membakar di atas obor-obor perunggu yang berbentuk cakar naga. Cahayanya menyinari sebuah aula bawah tanah yang sangat megah, begitu luas hingga ujungnya tak terlihat oleh mata telanjang. Di dinding-dindingnya, terdapat jutaan relief yang menceritakan sejarah penciptaan dunia, di mana naga-naga purba adalah penguasa mutlak sebelum mereka dikhianati oleh para dewa langit.

"Selamat datang, keturunan yang berlumuran darah," sebuah suara bergema. Suara itu tidak datang dari telinga, melainkan bergetar langsung di dalam sumsum tulang belakang Xiao Yuan.

Xiao Yuan berusaha mengangkat kepalanya. Di ujung aula, duduk sesosok raksasa yang mengenakan zirah perang yang sudah berkarat dan hancur di banyak bagian. Sosok itu bukanlah makhluk hidup, melainkan kerangka raksasa yang masih memiliki sisa-sisa daging kering yang menempel pada tulangnya. Di tangannya, ia memegang sebuah pedang yang panjangnya mencapai sepuluh meter.

"Siapa... kau?" tanya Xiao Yuan sambil berusaha duduk, meski setiap gerakannya adalah siksaan.

"Aku adalah Jenderal Naga Sayap Hitam, penjaga ke-72 dari Makam Leluhur. Aku telah menunggu di sini selama sepuluh ribu tahun, menunggu seseorang yang memiliki bau Naga Hitam dan Naga Langit secara bersamaan," sosok kerangka itu berdiri, menciptakan guncangan hebat di seluruh ruangan.

Xiao Yuan memaksakan senyum sinis di wajahnya yang berdarah. "Jika kau menunggu seseorang untuk kau bunuh, maka kau sedang beruntung. Aku sudah setengah mati."

Jenderal Naga itu melangkah mendekat. Setiap langkahnya membuat debu-debu sejarah beterbangan. Ia berhenti tepat di depan Xiao Yuan, menatap tanda ungu di dada Xiao Yuan dengan rongga mata yang gelap namun penuh otoritas.

"Kutukan iblis rendahan, Tanda Buruan Surga, dan sumsum naga yang belum sempurna... Kau adalah kekacauan yang berjalan, wahai anak muda. Bagaimana bisa seseorang dengan kondisi sehancur ini masih memiliki niat membunuh yang begitu murni?"

"Karena dunia... belum membayar hutangnya padaku," desis Xiao Yuan. "Wanita itu... Ling'er... dan dewa-dewa sombong di atas sana... mereka harus melihat dunia ini terbakar sebelum aku mati."

Jenderal Naga itu diam sejenak, lalu tawa yang terdengar seperti gesekan batu besar pecah di aula itu. "Bagus! Keinginan untuk membalas dendam adalah satu-satunya hal yang bisa membuat jiwa naga tetap utuh di tengah kehancuran. Namun, tubuhmu saat ini hanyalah wadah bocor yang tidak akan bertahan lebih dari satu jam."

Jenderal itu mengangkat pedang raksasanya, namun bukan untuk menyerang. Ia menghujamkan pedang itu ke lantai batu, dan seketika, sebuah kolam di tengah aula yang tadinya kering mulai terisi oleh cairan berwarna hitam keemasan yang kental.

"Itu adalah Sumsum Esensi Leluhur. Ini adalah darah dari sembilan naga purba yang gugur dalam perang besar. Masuklah ke sana. Jika jiwamu cukup kuat untuk menahan rasa sakitnya, kau akan mendapatkan tubuh baru yang bahkan dewa langit pun akan gemetar melihatnya. Tapi jika kau gagal, kau akan menjadi bagian dari kolam itu selamanya."

Xiao Yuan menatap kolam itu. Ia bisa merasakan aura yang sangat kuat keluar dari sana, aura yang seolah-olah bisa menghancurkan gunung dengan sekali tekan. Di saat yang sama, ia merasakan getaran di atas sana Ling’er dan pasukan Sekte Awan Langit mungkin sedang mencoba mencari jalan masuk.

"Aku tidak punya pilihan lain," gumam Xiao Yuan.

Dengan sisa tenaganya, ia merangkak menuju tepi kolam. Setiap inci gerakannya meninggalkan jejak darah. Ia teringat wajah Yun’er, wajah ayahnya yang sekarat, dan wajah ibunya yang terkurung di Alam Atas.

"Untuk kalian... aku akan merangkak keluar dari neraka ini sekali lagi!"

BYUR!

Xiao Yuan menjatuhkan dirinya ke dalam kolam esensi naga.

Seketika, jeritan Xiao Yuan yang memilukan memenuhi seluruh makam bawah tanah. Rasanya bukan seperti masuk ke dalam air, melainkan masuk ke dalam logam cair yang mendidih. Cairan hitam keemasan itu mulai masuk melalui pori-pori kulitnya, merobek meridian yang sudah hancur, dan membakar setiap sel di tubuhnya.

Di dalam kolam itu, Xiao Yuan melihat visi masa lalu. Ia melihat bagaimana naga-naga dikhianati, bagaimana sayap mereka dipatahkan oleh dewa-dewa yang mereka percayai. Kemarahan kolektif dari bangsa naga menyatu dengan amarah pribadinya.

"AAAGHHHH! BERIKAN AKU KEKUATAN! BERIKAN AKU SEMUANYA!" raung Xiao Yuan di dalam air.

Tanda Buruan Surga di dadanya mulai retak. Kutukan iblis yang ia ambil dari Yun’er mulai ditelan oleh esensi naga yang jauh lebih purba dan lebih kuat. Rambut putihnya yang panjang mulai berganti warna, bukan lagi putih, bukan lagi ungu, melainkan hitam legam dengan kilauan perak yang dingin. Kulitnya yang pecah-pecah mulai tertutup oleh sisik-sisik halus yang hampir transparan, namun sekeras berlian dewa.

Sementara itu, di atas tanah, Ling’er sedang berdiri di depan celah yang mulai tertutup. Wajahnya penuh dengan amarah yang tak terkendali.

"Gali tempat ini! Aku tidak peduli berapa banyak murid yang mati, temukan dia!" teriak Ling’er kepada pasukannya.

Namun, tiba-tiba, bumi di bawah kaki mereka bergetar dengan frekuensi yang sangat berbeda. Bukan getaran gempa bumi, melainkan seperti detak jantung raksasa yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.

"Apa ini?" bisik Ling’er, wajahnya memucat.

Dari dalam celah tanah, sebuah pilar cahaya hitam-emas melesat ke langit, membelah awan dan menembus hingga ke lapisan atmosfer tertinggi. Tekanan energi yang keluar dari sana begitu dahsyat hingga semua murid Sekte Awan Langit di sekitar tempat itu jatuh berlutut, tak mampu menahan otoritas yang luar biasa.

Dari dalam cahaya itu, sesosok bayangan perlahan melayang naik.

Itu adalah Xiao Yuan. Namun, dia tidak lagi terlihat seperti manusia. Ia mengenakan zirah hitam legam yang terbentuk dari energi naga yang memadat. Di punggungnya, bukan hanya satu, tapi sepasang sayap naga transparan yang berkilauan perak muncul. Matanya kini sepenuhnya berwarna emas murni tanpa pupil manusia, memancarkan cahaya yang bisa menembus jiwa.

Xiao Yuan menatap Ling’er dari ketinggian. Suaranya kini terdengar seperti guntur yang tenang. "Ling’er, kau mencariku?"

Ling’er melangkah mundur, belati perak di tangannya gemetar. "K-kau... apa yang kau lakukan di bawah sana? Kekuatan ini... ini tidak mungkin!"

"Kau bicara soal kemungkinan," Xiao Yuan mengangkat satu jarinya ke arah langit. "Dulu aku adalah naga yang kau cabut sayapnya. Hari ini, aku adalah bencana yang akan menghapus namamu dari dunia ini."

Xiao Yuan mengayunkan tangannya, dan sebuah tebasan energi yang tidak terlihat namun menghancurkan menyapu seluruh pasukan Sekte Awan Langit di depan mata Ling’er, mengubah mereka menjadi debu dalam satu kedipan mata.

Ling’er yang kini sendirian, menyadari bahwa ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk menang. Namun, dengan senyum gila, ia merobek jimat di lehernya, sebuah jimat pemanggil yang terhubung langsung dengan Kaisar Langit. "Jika aku tidak bisa memilikimu, maka biarlah seluruh dunia ini hancur bersamamu!" seru Ling’er. Gerbang langit terbuka, dan sebuah wajah raksasa muncul dari balik awan, menatap ke arah Xiao Yuan dengan niat membunuh. Di saat yang sama, Xiao Yuan merasakan bahwa tubuh barunya ini memiliki satu kelemahan fatal: ia hanya punya waktu satu jam sebelum esensi naga purba itu membakar jiwanya sendiri.

Bersambung....

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!