NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Tidak perduli, kamu istriku atau bukan. Kelakuanmu sudah keterlaluan, Vin. Kamu sudah lancang memindahkan semua pakaian istriku ke gudang!" pekik Rian dengan emosinya.

"Aku juga istrimu. Pakaianku berhak--"

"Stop, Vin. Aku capek. Aku mau istirahat. Besok, kita pergi ke kantor temanku yang mau membeli semua asetku. Akan ku buktikan jika semua yang aku ucapkan benar. Dan urusan pakaianmu, sudah aku bilang, aku akan meminta Bibi membereskannya!" titah Rian berjalan menuju pintu kamar.

"Kamu mau kemana, Mas? Aku belum selesai bicara, Mas! Jangan potong ucapanku! Dan kamu mau tidur di kamar sebelah meninggalkanku di kamar ini sendiri, Mas! Kamu benar-benar keterlaluan!"

"Sudahlah, Vin. Aku sudah mengizinkanmu tinggal di sini bukan berarti kamu bisa hidup bebas di rumahku."

"Keterlaluan kamu, Mas. Kamu selalu menomer dua kan aku! Padahal, aku sedang mengandung anakmu, Mas! Anak kandungmu!"

"Tidak perlu teriak-teriak! Aku tahu, kamu mengandung anakku, tapi aku benci dengan sikapmu yang cemburu berlebihan seperti ini. Kamu sudah membongkar semuanya, Vin! Kamu penyebab aku dan Aya berpisah!"

"Aku? Kamu salahkan aku, Mas? Jelas-jelas bukan aku saja yang salah, tapi kamu juga salah, Mas!"

"Lama kelamaan aku malas berdebat denganmu, Vin! Lebih baik aku membereskan beberapa pakaianku. Kita berjaga-jaga jika esok kita di usir dari rumah ini," jawab Rian.

"Keterlaluan kamu, Mas! Intinya aku tidak mau rumah dan mobilku di jual, Mas. Semua itu milikku, dan kamu bisa ambil semua hartamu yang ada di Aya. Dia tidak pantas mendapatkan apapun darimu! Memberikan anak saja tidak bisa dan dengan santainya dia merampas hartamu!" sindir Vina yang lagi dan lagi membuat emosi Rian semakin berkobar.

Rian mengepalkan tangannya erat. Lalu membuka pintu kamar dan keluar.

'Mau Aya hamil atau tidak, aku tetap mencintainya!' batin Rian masuk ke dalam kamarnya yang ditempati olehnya dan Aya. Dia mengunci rapat pintu kamar tersebut agar Vina tidak bisa masuk.

Ke esokkan hari.

Sesuai ucapannya, kini Rian dan Vina tengah di perjalanan menuju kantor Pras.

"Mas, kamu benar mau gadai mobilku ke temanmu? Ini mobil kita satu-satunya loh! Mobilmu saja, sudah hilang. Lalu, kalau aku atau kamu mau pergi, mau pakai apa? Dan bagaimana reaksi ibu?" tanya Vina sambil mengerucutkan bibirnya.

"Please! Di pagi yang cerah ini, aku tidak mau bertengkar denganmu. Masalah kendaraan ... kamu bisa pakai taksi online, angkutan umum masih banyak di luar sana, Vin. Masalah ibu, biar jadi urusanku!"

"Tapi, Mas. Aku gak terima mobil kesayanganku di gadai. Kita pikirkan cara lain aja, ya? Semisal pinjam uang ke temenmu atau ke bank?" saran Vina.

"Jika aku pinjam uang ke bank. Aset apa yang akan ku jadikan jaminan, Vin? Rumahku dan rumahmu akan aku jual ke temanku. Dan semua itu masih kurang untuk menutupi kerugian. Atau, aku jual saja mobilmu?"

"Jangan jual, Mas! Cukup di gadai saja." cegah Vina pasrah, "Berarti, sekarang kita jadi miskin, Mas?" keluh Vina lagi membuat Rian menatap wajah Vina sekilas.

"Kamu menyesal menikah denganku, Vin?" tanya Rian.

"Nasi sudah menjadi bubur, Mas. Menyesal atau tidak, aku tidak bisa berbuat apa-apa!"

"Oh, jadi kamu menyesal. Baiklah, kalau kamu menyesal, kamu boleh ceraikan aku dan kamu bisa cari pria yang kaya raya di luar sana dengan catatan setelah anakku lahir, aku yang merawatnya!" ucap Rian tegas.

"Aku cinta kamu, Mas. Mana mungkin aku menyesal menikah denganmu! Aku shok aja, roda memang berputar. Kemarin kamu berada di di atas, sekarang kamu sudah di bawah aja!"

"Hem, tapi tadi kamu bilang, nasi sudah menjadi bubur, kan? Itu artinya, kamu menyesal menikah denganku? Jujur saja, Vin!"

"Lupakan saja, Mas. Aku tidak menyesal." jawab Vina, 'Karena aku akan memaksa Aya mengembalikan semua harta yang di berikan Mas Rian untuknya. Dan setelah itu, hidupku akan berubah lagi. Aku dan Mas Rian tidak akan jatuh miskin lagi!' batin Vina sambil tersenyum sinis.

Melihat senyum tipis dari Vina, Rian terkekeh. 'Kita lihat saja, nanti. Sampai kapan kamu bisa bertahan dalam situasi ini, Vin. Akan ku buat hidup kita se menderita mungkin!' batin Rian membelokkan mobilnya. "Kita sudah sampai. Sekarang, kita turun!" titah Rian.

"Mas, sebelum kita turun. Aku tanya lagi, kamu yakin menggadaikan mobil dan menjual semua asetmu? Tapi, kenapa aku jadi ragu. Apa temanmu bisa di percaya?"

"Kamu ini dari tadi yakin, yakin, yakin, terus. Jika kita tidak yakin, perusahaanku akan bangkrut dengan hutang yang banyak. Lalu, polisi akan menangkapku. Kamu mau, aku di tangkap polisi dan di penjara. Kamu mau, anak kita lahir tanpa di dampingi aku? Kamu mau, anak kita menjadi bahan cibiran karena ayahnya seorang napi? Coba, kamu pikirkan lagi, Vin." ucap Rian yang mendapat gelengan kecil dari Vina.

"Tidak mau, Mas. Aku tidak mau menjadi istri napi." jawab Vina.

"Ya sudah. Kalau kamu tidak mau mempunyai suami seorang napi, sekarang kita turun dan jual semua aset yang kita punya untuk menutupi semua kerugian perusahaanku."

'Terpaksa aku harus merelakan rumah dan mobil mewahku. Daripada anakku terlahir tanpa Ayah. Aku juga tidak mau kebangkrutan Mas Rian sampai tercium awak media. Bisa-bisa Aya melihat dan menertawakan kehancuran Mas Rian!' batin Vina membuka pintu mobil.

Rian dan Vina turun dari mobil. Mereka berjalan masuk ke dalam kantor besar.

"Saya dan istri saya mau bertemu dengan Bapak Prasetya!" ujar Rian di hadapan penjaga resepsionis.

"Apa bapak sudah membuat janji?" tanya wanita cantik penjaga resepsionis.

Rian mengangguk, "Sudah!"

"Silahkan, bapak ke lantai 20. Ruangan Bapak Prasetya ada di lantai 20!"

"Terimakasih!" jawab Rian kemudian melangkahkan kakinya menuju lift dan mengabaikan Vina yang tengah berjalan di belakangnya.

'Ish, Mas Rian tidak peka. Masa istri lagi hamil di tinggal sendirian!' kesal Vina dari dalam hati.

Setelah mereka sampai di lantai 20. Mereka langsung mengetuk pintu ruangan CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang konveksi terbesar.

Tok ... Tok ....

"Masuk!" titah seseorang dari dalam ruangan, membuat Rian langsung membuka pintu ruangan CEO tersebut.

Vina menatap setiap sudut ruangan yang terlihat mewah dan rapi. 'Wah, ruangannya mewah sekali. Aku yakin, teman Mas Rian orang yang sangat kaya!' batin Vina.

"Hei, Pras! Masih ingat denganku?" tanya Rian basa basi.

"Eh, kamu Rian kan? Aku tidak mungkin melupakanmu! Oh, iya. Silahkan duduk! Mau minum apa? Biar aku suruh OB buatkan untukmu dan siapa dia?" tanya Pras dengan tatapan mengejek.

Melihat tatapan mengejek dari sahabatnya, seketika Rian menginjak sepatu Pras keras.

"Aw!" pekik Pras, membuat Vina menatap heran Pras.

1
Jetty Eva
kalimat beulang...DI SATU SISI...🙄🙄🙄
Jetty Eva
ini cerita sampai sejauh ini hanya muter" di sini saza ..aya rian ktm beratem ga da yg lain...
Jetty Eva
astagaaaa...apa wanita serendah itu..?? knapa mau nolong sih..CINTA BOLEH BODOH JANGAN...👹👹👹
Jetty Eva
RIAN LELAKI PENGECUT..HIDUP DIBAWAH KETEK 'MAKX
Lidya Langit
Luar biasa
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
Amilawati
muak aku bacah cerita yg perempuan ya TDK punya hrga diri/tolol
block ajah la
Amilawati
karakter Aya yg menjijikan bukan karakter pelakor ya
Amilawati
semoga Aya matiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!