Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sentuhan
Sebelum membaca, Please klik tombol Like juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌹
***
Dave menyunggingkan senyumnya dan berjalan mendekat kearah bathup, menatap wajah wanita cantik yang sedang memejamkan matanya sembari merilekskan tubuh diatas bathup, tubuhnya tertutup busa-busa sabun dan nampak leher jenjang berwarna putih langsat disertai percikan air yang menempel pada tubuhnya.
Dave menyingkap lengan kemejanya, memasukkan tangan kanannya kedalam bathup dan bermain-main didalam bathup yang entah apa saja diperbuatnya sehingga membuat wanita cantik yang ada didepannya kini mendesah mesrah.
"Dave, hentikan." Pekik Raina yang masih memejamkan matanya
"Kau menikmatinya bukan?"
"Dave, cukup." Pekiknya yang sudah tidak tahan lagi dengan permainan Dave
Dave tersenyum puas setelah berhasil menjahili wanita cantik yang ada didepannya dan mencopot seluruh pakaian yang digunakannya dan ikut masuk kedalam bathup.
"Dave, apa yang kau lakukan?" Teriak Raina membuka mata saat menyadari jika tubuhnya sudah ditindihi
"Aku hanya ingin mandi bersamamu."
"Dave, jangan begini aku malu." Raina menutup mulutnya saat Dave menggesekkan sesuatu dibawah sana
"Beberapa kali aku sudah melihatnya bukan?"
Pipi Raina bersemu merah, Dave mendudukkan tubuhnya dibelakang tubuh Raina dan menggosok punggungnya dengan lembut dan sesekali mengecup dan menghisap leher jenjang Raina.
"Dave, apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya membantumu menggosok punggung."
"Kau tidak menggosoknya Dave."
"Aku menggosoknya tapi juga menikmatinya." Kekeh Dave
Raina mendengus kesal saat dirinya ingin sekali merilekskan tubuh, ada saja yang mengganggunya dan siapa lagi kalau bukan Tuan Dave Grissham.
"Dave apa yang kau gosok itu, jangan menggosok diarea sana." Pekik Raina
"Aku hanya menggosok bagian favoritku, yang ini." Dave meremas sesuatu dengan tangan kanannya
"Dan yang ini." Tangan kiri Dave menggosok sesuatu yang berada diarea bawah
"Sudah sudah, aku mau membilas tubuhku saja." Raina hendak berdiri
"Mau kemana, kau belum memandikan aku?" Dave menarik tangan Raina
Mau tidak mau Raina harus menurutinya dan memandikan baby besar yang sangat manja duduk didepannya dengan mengerlingkan sebelah matanya dengan nakal.
"Setelah mandi, kita akan ke rumah sakit dan aku akan melamar mu didepan kedua orangtuamu." Bisik Dave
"Benarkah?" Wajah Raina tampak antusias
"Benar, apa kau sudah mencintaiku?" Tanya Dave
Raina hanya diam dan tidak menyahuti ucapan Dave, dirinya masih bingung dengan perasaan yang ada didalam hatinya, terkadang dia sangat kesal, terkadang rindu, terkadang cemburu bahkan jengkel dengan ulah Dave yang selalu menjahilinya.
"Aku tau, kau tidak perlu tergesa-gesa." Dave mengusap lembut pipi Raina
"Cukup aku yang mencintaimu, kelak kau akan mencintaiku juga."
Raina tersenyum dan Dave segera menggendong Raina menuju shower dan membilas tubuh mereka berdua.
☘️Ruang makan☘️
Nampak semua pelayan sedang sibuk menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan majikannya dan juga asisten Leo. Kepala pelayan Sumi benar-benar menyiapkan bahan-bahan makanan dengan sangat hati-hati dan teliti mengingat Mood tuan muda yang sangat bagus hari ini, setelah mendengar kabar tersebut dari asisten Leo, para pelayan bergegas untuk memberikan dan menyiapkan hidangan semaksimal mungkin.
"Semoga tuan muda sangat suka dengan hidangan malam ini, jarang sekali Mood tuan muda bagus seperti ini." Bathin kepala pelayan Sumi
Kepala pelayan Sumi berjalan kearah dapur dan memeriksa beberapa bahan makanan yang bagus dan sehat untuk di olah, setelah semua beres kepala pelayan Sumi memantau seluruh pekerjaan pelayan.
Dear Readers, jangan lupa yang untuk selalu mendukung karya Author ini, tanpa kalian Author tidak ada apa-apanya. maka jangan lupa untuk selalu support, Like, Komen dan Vote ya!
Happy Reading 💕
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa