Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan Semester
Rasa itu masih ada kapan akan pergi dari hati sanubari
Seminggu sejak kejadian itu, Gea sedikit mengubah dirinya lebih ceria, walau hatinya masih berduka. Tak ingin menghubungi Dio sana, takut mendapat kecewa dan terluka.
Semangat mengikuti ujian semester, berjalan dengan semangat. Melupakan rasa duka yang sempat menoreh di hatinya.
Sreetttt...
" Astaghfirulloh.... " hampir terjungkal ke depan. Seseorang sengaja menabrak bahunya.
" Nisa.... " teriak Gea kecang, sampai mahasiswa lain menoleh pada mereka.
" Napa hah... ?" Nisa melotot beranjak pergi meninggalkan Gea yang geram menatapnya.
Dasar anak, tetep aja gak berubah.
Gea berjalan menuju ruang ujian,untung tak satu ruang dengan Nisa. Selesai ujian ke kantin kampus selalu nunggu Frans dan Dev.
" Hai, lagi nunggu Frans ya? " ada cowok maco tiba- tiba datang dan duduk di sebelahnya.
Gea menoleh " hemm " melanjutkan minumnya.
" Kenalin Aldi jurusan bahasa " mengulurkan tangannya.
" Gea " menjabat tangan Aldi.
" Pacarnya Frans ya? "
" Bukan, temen aja"saut Gea.
"Berarti masih ada kesempatan dong gue ? Tapi kog seperti lengket kayak perangko gitu sama Frans. Semua mahasiswa takut deket kamu! "
" Napa.. gigit ya? " tersenyum.
" Enggak, cuma takut ama cowok lo! "
" Baguslah... " cuek tak nanggepi Aldi.
Nih anak cuek banget, bikin penasaran aja, batin Aldi.
" Lo tadi gimana ujiannya?" basa basi.
Gea tak memandang Aldi " Lancar" lanjutin minumnya.
" Liburan semester mo kemana nanti?" tetep berusaha sok akrab.
Gea mengangkat bahunya "gak tahu belum ada rencana " mulai gerah dengan Aldi.
" Ikut gue yuk? camping? "
Gea memandang tajam pada Aldi, kemudian mendengus kasar.
" Ogah, gak suka! "jawabnya.
Beberapa saat ngobrol, Frans yang sudah datang dari tadi, melihat mereka dari jauh.
Ngobrol sama siapa tuh Gea, sok akrab banget. Awas ya kalau sampai Gea kenapa - napa, batin Frans geram segera meghampiri.
" Heh... siapa kamu, ngapain deket-deket cewekku? Mau cari gara-gara sama aku hah... ?" ucap Frans dengan nada tinggi ke Aldi.
" Ye e lah, sabar brow, gue cuma ngobrol sama cewek lo. Siap tahu nyangkut juga di hatinya ha...ha.. " Aldi berdiri dan berlalu pergi.
" Awas kamu ya, kuperhitungan ama kamu, ingat ituuu !!! "teriak Frans tak di gubris sama Aldi.
" Sudah-sudah Frans, kita juga cuma ngobrol kog, ngapain sih emosi kayak gitu? " Gea meraih tangan Frans buat duduk.
" Kamu gak di apa-apa in kan Beb?" mencium tangan Gea mesra.
" Idih Fras, kebiasaan deh" berusaha melepaskan tangannya.
" No ..no.. ini hukuman buat cewekku yang deket ama cowok lain. Gak boleh lepas ! "Frans semakin mempererat tangan Gea dan terus menciumnya.
Posesif banget nich belum juga jadi pacar hedehh...batin Gea.
" Iya-iya gak akan lagi, lagian kamu lama amat sih? "
" Hem.. "terus cium tangan Gea tidak menjawab pertanyaannya.
" Frans, Frans..? Denger gak sih? Jangan gitu dong malu dilihat orang ih.. " Gea mulai risih dengan kelakuan Frans.
" Ohh.. oke ..oke Baby, tapi jangan ulangi lagi ya ? Pleasee... aku takut kehilangan kamu! " menatap Gea berharap.
" Iya.. iya.. memang aku mau kemana kalau kamu terus begini? "kasihan melihat wajah temannya itu. Apa yang dirasakan dia juga tidak tahu. Frans tetap belum melepas tangan Gea.
Gea mendekat dan memeluk Frans sebagai sahabat. Seperti anak kecil yang takut kehilangan ibunya Frans membalas memeluk Gea dengan erat tak mau lepas.
----
" Beb gimana ujianmu? "Frans mulai tenang, tapi belum melepaskan pelukkannya.
" Oh, lumayan lancar lah Gea gitu ?" mencubit lengan Frans agar segera melepasnya.
" Syukur deh, maaf ya Beb sikapku tadi kamu gak marah kan? "Frans lumayan tenang bisa kontrol dirinya.
" Enggak pa-pa , kamu kenapa sih boleh ku tahu alasannya? "
Menghela napas sesaat" Aku baru saja punya teman yang baik kayak kamu, aku gak ada lagi yang lain buat bermanja Beb, ortuku juga kamu tahu sendiri mereka sibuk cari duwit saja " melanjutkan.
" Aku gak mau kamu jauh dari aku, apapun itu, aku nyaman saja jalan ama kamu Beb. Gak perduli kamu suka apa tidak"
" Enak banget kamu? Rugi di aku dong? "kata Gea pura-pura.
" Emang kamu rugi apa jalan ama kamu? Paling aku cuma minta cium, itu juga gak di sini dan ini ! "Frans menunjuk jarinya di pipi dan bibir Gea.
" Hai, jangan macam-macam ya Frans" Gea mencubit pinggang Frans agak keras kemudian berlari ke arah luar kampus.
" Sayang... tunggu aku.. Beb.. awas ya kalau ketangkep, habis kamu" berlari nyusul Gea.
Seperti biasa Drans selalu Mengantarkan Gea pulang dengan selamat ke kos nya. Setelah itu menghubungi Devan untuk menyusun rencana setelah mereka selesai ujian.
"Dev kamu dimana sekarang " tanya Frans.
***
Seminggu setelah ujian...
" Beb kamu liburan mau ke mana? Pulang lagi? "tanya Frans.
" Gak tahu nih galau lagi dong kalau aku pulang !"Gea cemberut.
"Eh.. jangan manyun gitu ?Jadi pengen nyium nich. Ya udah kita main di villa keluarga ku ya? Mau? "😘
Gea melotot tajam " Mesum deh... kamu gak ada acara memangnya? "
" Gak tahu dong kita juga udah gede, masak ama keluarga terus nempel di ketek? "😁
'" Ih.. jorok kamu ya ?"Gea nonjok lengan Frans.
" Devan mana kog tumben gak barengan?" celingukan melihat sekeliling.
" Ngapain cari kunyuk itu? Jangan macem-macem lagi! " menatap tajam ke arah gadisnya.
" He.. he.. enggak Frans cuma satu macem, kumat nih !" cuek tak pedulikan Frans.
" Besuk ku jemput ya, kita ke villa bisa ajak teman kos mu itu, gede kog villanya !"
" Ku tanya dulu dech mereka, mungkin juga punya acara ! "
" Pokoknya kujemput besuk gak ada penolakan titik! " ucapnya tegas.
" Maksa amat sih. Oke.. oke.. sayangku....! " godanya.
" Apa kamu bilang? coba ucap lagi? " tatap melotot gak percaya.
" Gak ada yang di ulang, titik...! "
" Ye.. bales nih awas ya, habis kamu nanti " ucap Frans mesra gak melepaskan tangan Gea.
Sejujurnya Gea senang dengan ajakan Frans. Sedikit banyak dapat mengurangi gundah hatinya yang belum sembuh.
Frans juga ngerti hati Gea belum bisa move on dari sahabatnya di kampung.
Walaupun mereka tidak pacaran tapi mereka saling menyayangi, dan dia sadar tak mungkin bisa menggeser nama seseorang yang lama dekat dengan gadisnya.
Makanya dia ingin menyembuhkan duka hatinya dulu, biar kembali ceria gak murung. Mengajaknya berlibur dengan teman-temannya agar dapat melupakan.
***
***Ketika hati rapuh apa dayaku.
Kekuatan yang biasa tempatku berlabuh, kini tak bisa ku sentuh.
Andai aku dapat menjadi burung yang siap dengan sayapku untuk melindungimu, akan kulakukan bidadariku.
Kau ibarat bunga yang tumbuh diantara duri - duri tajam.
Siap dengan wangimu yang menebarkan pesona.
😍😍😍😍
****
Jangan lupa like & vote nya
biar author semangat nulis 🤗
🌸🌸🌸🌸🌸***
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍