NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat hidup pelit sudah mati malah sebaliknya.

Tangan Abi bergetar tubuhnya terasa lemas seketika, dan Hp di tangannya langsung terjatuh tanpa sengaja.

"Ibu...tidak, ini tidak mungkin, ibu tidak mungkin meninggal, ya Tuhan!" ucap Abi dengan rasa sesak di dada dan perasaan yang hancur berkeping-keping serta rasa kehilangan yang amat sangat.

"Kenapa ibu harus pergi sekarang Bu, Abi belum ketemu sama ibu, Abi belum bisa membahagiakan ibu, kenapa ibu enggak tunggu Abi sukses dulu, kenapa!!!" jerit isi hati Abi, dia merasa perjuangannya selama ini sia-sia, usahanya menikahi anak orang kaya adalah untuk menjadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan ibunya, namun belum juga sukses malah ibunya sudah meninggal duluan.

Abi memejamkan matanya, tangannya mencengkeram seprei dengan kuat, air matanya tiba-tiba berlinang dan bibirnya bergetar.

Setelah perasaannya sedikit membaik Abi bangkit dari ranjangnya, dia pun kembali mengambil hp nya yang terjatuh dan kemudian menghubungi Bu Kokom.

Tak berapa lama kemudian sambungan pun terhubung.

"Halo" sapa Abi.

"Alhamdulillah ya Allah akhirnya kamu nelpon juga Abi, aku sampai pusing sendiri bagaiamana caranya supaya bisa bicara sama kamu!" ucap Bu Kokom yang langsung mengeluh setelah mendengar suara Abi.

"Memangnya kenapa Bu Kokom, bukanya nomorku selalu aktif?!" tanya Abi yang merasa bingung.

"Aktif-aktif kepalamu itu, sudah ratusan bahkan ribuan kali aku telepon sms, sama sekali nggak kamu balas,,sekali nyambung di angkat wanita terus ngomel-ngomel tidak karuan tau nggak!" adu Bu Kokom pada Abi.

"Tidak mungkin bu, aku tak pernah ada pesan dari Bu Kokom apa lagi panggilan tak terjawab, setiap hari aku selalu ngecek dan enggak ada sama sekali notifikasinya!" balas Abi dengan yakin.

"Demi Allah aku tidak berbohong Abi, saat ibumu kritis di rumah sakit aku menelepon Hp kamu dan malah di maki-maki sama orang yang mengaku istri kamu, tapi aku sudah bilang juga kalau ibumu sedang kritis, entah kabar itu di sampaikan sama kamu atau enggak aku juga enggak tahu!" jawab Bu Kokom dengan tegas.

"Apakah Wulan yang mengangkat, jadi Wulan tahu kalau ibuku sakit dan tak mau memberitahuku!" ucap Abi dalam Hati sembari menahan emosi dalam dadanya.

"Maaf Bu, mungkin aku yang teledor, Bu Kokom apa kabar yang ibu sampaikan benar adanya, apa ibuku beneran meninggal bu, tolong jawab!" desak Abi.

"Ibu kamu sedah tenang di alam sana, sudah di kuburkan para tetangga dan warga lainya!" jawab Bu Kokom dengan perasaan yang masih dongkol sama Abi, andai mereka sedang berhadapan saat ini mungkin Bu Kokom sudan menghantam kepala Abi dengan martil dan mengeluarkan isi otaknya.

"Ibu...maafin Abi bu, maafin Abi....!" ucap Abi yang kembali bersedih dan merasa kehilangan.

"Maaf-maaf, sekarang baru tau menyesal, kemarin-kemarin kemana aja kamu, dasar anak durhaka kamu Abi, kamu enggak tahu seberapa menderitanya ibu kamu selama Dewi pergi, dia hidup sendirian kedinginan, kesakitan, kesepian, nangis batin setiap hari, kalau aku enggak kasihan sama ibu kamu mana mau aku ngurusin dia!" oceh Bu Kokom, dan Abi pun terdiam menyesali perbuatanya.

"Maafkan Abi Bu Kokom, Abi memang anak yang tidak berbakti, Abi salah!" ucap Abi tak berdaya.

"Dulu waktu masih sama Dewi, ibu kamu selalu sehat dan bahagia, meski dia selalu mengeluh kasihan melihat menantunya bekerja keras demi dia, uang yang kamu kirim itu saja enggak cukup buat beli obat ibu kamu tau nggak!, buat makan Dewi harus banting tulang, sedang kamu di sana ngapain Abi Haaaaaahhhhh!!!" teriak Bu Kokom kesal.

"Jadi selama ini, Dewi dan ibu telah banyak menderita, aku tidak tahu kalau hidup mereka seperti itu, aku tidak tahu kalau Dewi telah bekerja banting tulang buat ibu, tapi aku malah di sini menghianatinya demi ambisiku jadi orang kaya, tapi semua sudah terlanjur terjadi, aku tidak boleh gagal!" ucap Abi dalam hati, pikirannya sedang berkecamuk.

"Abi...halo....Abi kamu masih di sana...halo!" panggil Bu Kokom yang merasa tak ada suara di hp nya.

"Ah i..iya bu saya masih di sini" jawab Abi yang tersadar dari lamunannya.

"Abi ini terus gimana, ibu kamu mau di tahlil kan atau enggak?" tanya Bu Kokom pada Abi.

"Mau....mau Bu, tolong urus semua keperluannya, saya akan kirimkan uangnya ke rekening Bu Kokom sekarang juga, nanti kalau kurang ibu langsung sms saja" ucap Abi pada Bu Kokom.

"cih...lihatlah betapa mulianya anak kamu Bu Raminah, selama kamu hidup dia pelit soal uang giliran sudah mati dia enggak sungkan lagi mengeluarkan uang buat kamu, hahahaha sungguh anak yang berbakti!" sindir Bu Kokom pada Abi dan kemudian mematikan sambungan secara sepihak.

"Bukan begitu Bu...halo...halo bu Kokom!" bantah abi pada Bu Kokom namun sudah di tutup duluan.

Kemudian Abi pun langsung membuka M-banking nya dan mengirimkan uang 3 juta rupiah kepada Bu Kokom untuk selamatan atau tahlilan ibunya yang sudah meninggal.

Trink!

Notifikasi masuk ke hp Bu Kokom, sejumlah uang telah masuk ke rekeningnya dari Abi.

"Dasar bocah tengik, anak durhaka, kamu pasti akan celaka tau nggak!!!" oceh Bu Kokom sembari memaki-maki hp nya.

"Eh bu kokom kenapa marah-marah terus dari tadi?!" tanya Bu Mila tetangga Bu Kokom yang sama-sama masih berada di rumah Bu Raminah bersama ibu-ibu lainya mempersiapkan untuk acara tahlillan nanti malam.

Untung saja banyak warga yang datang melayat sehingga banyak beras serta barang-barang sembako yang lainya yang bisa di gunakan untuk acara nanti malam.

"Gimana enggak marah, enggak setres lihatlah, dapat transferan 3 juta dari Abi, hebat banget kan dia, saat ibunya masih hidup saja kirim 1 juta pakai makian pakai ocehan teriakan belum kata-kata kasar sama Dewi dan ibunya, giliran sudah meninggal gampang banget kirim 3 juta, bayangkan coba bu ibu, siapa yang enggak gedek sama ni bocah hah!!!" adu Bu Kokom dengan penuh emosi.

"Astagah, tentu saja Bu Kokom, aku kalau jadi Bu Raminah itu Abi sudah aku kutuk jadi batu kayak malin kundang biar dia kapok!" sahut ibu-ibu yang ada di rumah bu Raminah.

"kalau aku yang punya anak seperti Abi, aku cekik dia biar mati sekalian, buat apa punya anak yang enggak berbakti dan nyusahin gitu, buang-buang tenaga saja!"

"wow kalau aku tak telen mentah-mentah tak masukkan ke perut lagi biar enggak jadi anak!"

"Buang saja anak model begitu adopsi anak permpuan yang lebih mengerti dan bisa merawat kita!"

Ucap para ibu-ibu saling bersahutan dengan pendapat masing-masing menanggapi sikap Abi pada keluarganya, intinya tidak ada seorang ibu yang mau punya anak tidak berbakti seperti Abi.

JANGANKAN KELUARGA, ORANG LAIN PUN BISA MENILAI.

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!