Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cuma teman
"Hai Nat." Sapa sahabat Nathan yang baru saja sampai di restoran milik dirinya.
"Hai bro. Kok lama sih?" Tanya Nathan yang kemudian bangkit dari duduknya, lalu mereka bersalaman dan berpelukan.
"Maaf yah, gue baru aja dari rumah sakit. Anak sulung gue sedang dirawat karena kemarin kecelakaan."
"Terus bagaimana kabarnya? Kok lo nggak ngabarin sih? Padahal lo tahu kalau gue sedang berada di Bali."
"Gue kira lo sibuk dengan pertemuan bisnis lo. Kan biasanya lo selalu sibuk. Tapi keadaan anak gue sudah mau baik kok. Nanti sore dia sudah boleh pulang."
"Gue cuma ada pertemuan satu hari aja dan itu juga kemarin. Kalau hari ini dan beberapa hari ke depan gue free." Sahut Nathan.
"Berarti setelah ini lo memang murni mau liburan di sini?"
Nathan menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan Daniel.
"Oh iya tumben banget. Pasti ada sesuatu. Biasanya mana ada orang super sibuk kayak lo akan menyempatkan liburan sampai beberapa hari lagi. Ada apa ini? Apa gue ketinggalan berita nih?" Tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.
"Eh, ini ada dua gelas minuman. Lo sama siapa di sini?" Tanya Daniel ketika melihat ada dua gelas di atas meja yang ditempati oleh Nathan.
"Tentunya sama seseorang yang spesial,"jawab Nathan sembari tersenyum.
"Aku jadi penasaran sama perempuan yang mampu menaklukkan hati seorang Nathan yang dari dulu hatinya udah kayak batu aja kerasnya."
"Tenang saja nanti gue kenalin ke lo, sekarang dia lagi ke toilet."
Beberapa menit kemudian Perlita pun kembali dari toilet dan langsung menuju mejanya bersama Nathan.
"Perlita."
"Kak Daniel."
Perlita dan Daniel saling menatap yang membuat Nathan merasa heran melihat kedua orang tersebut yang ternyata saling kenal.
"Kalian saling kenal?" Tanya Nathan yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Kenal lah bro. Ini Perlita sahabat istri gue. Perlita inilah yang dulu selalu menemani gue dan istri gue kalau lagi kencan."
"Jangan bilang kalau?" Daniel berbisik sambil menatap Nathan dan Nathan menganggukkan kepalanya mengiyakan dugaan Daniel
"Ternyata dunia ini terlalu sempit yah. Gue nggak nyangka kalau kalian berdua ini sedang menjalin hubungan." Kata Daniel lagi sambi tersenyum.
"Maksudnya kak?" Tanya Perlita sambil menatap Daniel dengan keheranan.
"Kamu malah seperti gadis polos lagi Perl. Udah ngaku aja lah sama kakak. Kenapa harus di tutup tutupi sih? Kamu itu sudah seperti adik perempuannya kakak dan Nathan ini adalah sahabatnya kakak."
Nathan saat ini sudah ketar-ketir karena temannya yang menyangka dirinya dan Perlita menjalin hubungan spesial. Padahal dirinya dan Perlita hanya sebatas teman saja saat ini.
"Ngaku? Memangnya apa yang aku tutup tutupi sih kak?"tanya Perlita dengan dahi berkerut.
"Hubungan kamu dan Nathan ini. Kalian pacaran kan?"
"Ha, kakak Daniel ini ada-ada aja sih. Aku dan kak Nathan ini hanya berteman kok kak. Karena kami sedang berdua di restoran ini jadi kakak menyimpulkan kalau kami punya hubungan lebih begitu? Ada-ada aja sih kak. Masa udah salah paham aja sih."
Mendengar ucapan Perlita membuat Daniel menatap ke arah Nathan dan Nathan hanya menggeleng dengan pelan.
Melihat Nathan menggeleng dengan pelan, Daniel pun paham kalau saat ini temannya lah yang jatuh cinta kepada Perlita tapi Perlita malah biasa saja. Daniel tentu merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Sekalinya jatuh cinta malah cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi Daniel akan membantu Nathan untuk mendapatkan hatinya Perlita. Daniel merasa Nathan dan Perlita akan cocok menjadi pasangan.
"Nanti malam main ke rumahku yah, kita barbequen an di rumah. Selagi masih di Bali juga."
"Kalau aku sih ayo aja, kalau kamu gimana Perl?"
"Boleh kak."
Setelah asyik mengobrol Daniel pun pamit kembali ke rumah sakit untuk menjemput anaknya yang akan pulang ke rumah.
"Kita pulang yuk kak. Aku mau istirahat. Kan nanti malam kita akan ke ke rumah kak Daniel."
"Ya udah yuk." Nathan dan Perlita juga meninggalkan restoran tersebut. Nathan mengantarkan Perlita terlebih dahulu ke hotel tempatnya menginap.
○○○○○
Sepulang dari rumah sakit, Vito dan Ariana langsung pulang ke kontrakan mereka untuk mandi dan mengambil pakaian ganti, karena malam ini mereka akan menginap di rumah orang tua Vito. Setiap satu bulan sekali, orang tua Vito selalu mengadakan acara kumpul keluarga di rumahnya. Tujuannya supaya mereka saling bertemu dan tahu kabar mereka masing-masing.
Vito adalah anak ke tiga dari empat bersaudara. Vito memiliki satu orang adik yang saat ini sudah bekerja di cabang rumah sakit milik orang tua Nathan yang berada di kota sebelah. Hal ini menyebabkan adik perempuan Vito harus ngekos di dekat rumah sakit tempat dirinya bekerja. Satu lagi kakak perempuan Vito yang tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya. Sedangkan yang tinggal di rumah orang tua Vito adalah kakak laki-lakinya dan keluarga kecilnya. Hal inilah yang membuat Vito dan Ariana tidak tinggal di rumah orang tua Vito. Ditambah lagi Ariana juga tidak suka tinggal bersama banyak orang.
Ini adalah pertama kalinya bagi Ariana datang dan menginap di rumah orang tua Vito. Ada rasa deg-degan di hati Ariana saat ini. Apalagi dirinya hanya bertemu saudara-saudara Vito saat di pernikahannya saja. Sedangkan kalau Papa mertuanya sudah jelas kurang menyukai dirinya..
Sesampainya di rumah orang tua Vito, Ariana dan Vito langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka dengan lebar.
"Akhirnya kalian sampai juga. Semuanya saat ini sudah datang. Ayo masuk! Riana ayo kita ke dapur, bantu-bantu buat nyiapin makan malam."
Dulu di rumah orang tua Vito ada lima asisten rumah tangga, sedangkan sekarang kehidupan keluarga Vito yang tidak seperti dulu lagi membuat Mama Vito terpaksa hanya mempekerjakan satu asisten rumah tangga saja.
"Iya Ma." Jawab Ariana mengikuti Mama mertuanya ke dapur. Sementara Vito menuju kamarnya yang ada di lantai dua untuk meletakkan tas pakaian mereka.
"Ayo sini Riana. Langsung gabung aja sama kakak-kakak kamu."
Ariana menyapa para kakak iparnya yang sibuk menyiapkan makan malam. Ada yang sibuk membuat masakan, ada yang sibuk mencuci piring, dan ada juga yang sibuk menyiapkan piring untuk mereka makan. Pokoknya mereka semua tidak ada yang menganggur.
"Riana, tolong gantiin dulu kakak goreng ikan ini! Kakak mau ke kamar mandi sebentar, kebelet banget."
Ariana tentu saja tersentak kaget mendengar ucapan kakak iparnya yang bernama Vina. Vina adalah kakak pertama Vito atau anak sulung mertua Ariana.
"Eh, iya kak."
"Hati-hati, jangan sampai gosong yah ikannya.
Dengan hati yang berdebar Ariana melanjutkan menggoreng ikan yang saat ini sudah berada di kuali. Ariana yang tidak pernah masuk dapur tentu saja tidak tahu cara menggoreng ikan, apalagi minyak nya juga meletup-letup membuat Ariana berteriak.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu