NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rizal Lee

"JAMBREEEEET..... TOLONG!!!!" Terdengar suara teriakan seseorang minta tolong.

Sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang melaju cepat. Rizal yang sedang menikmati semangkok mie ayam langsung menghentikan aktivitas makannya. Seketika ia refleks berlari dan melayangkan tubuhnya ke udara, menendang dua orang yang duduk di atas motor itu.

Dan...

Bruuukkk...

Dua orang penjambret itu terjatuh bersama motornya. Kemudian mereka berdua bangun lalu menyerang Rizal. Perkelahian pun tidak bisa dielakkan. Perkelahian antara dua orang penjambret dengan Rizal.

Ciyat...

Beeegg... Beeg...

Duugh... Dug... Begg...

Braaak... Bruuuk... Bruuuk....

Gedubrak....

Ciyat....

Blesss... Weeerrrr....

Gedubrak.. Dubrak... Dubrak...

Hiyaaaat....

(Ini Author lagi ngapain sih... bukan lagi nge-beatbox ya... tapi sedang menggambarkan sebuah perkelahian.)

"Awaaaaaas!!!" Teriak Aya ketika melihat salah seorang di antara dua penjambret itu mengeluarkan senjata tajam lalu mencoba menyerang Rizal.

Dengan gesit Rizal menghindar dari serangan itu lalu menangkap tangan penjambret itu dan memelintirnya hingga senjata tajam milik penjambret itu terjatuh ke tanah.

Lalu dengan satu tendangan pamungkas Rizal berhasil mengalahkan kedua penjambret itu. Perkelahian tidak seimbang dua lawan satu ini dimenangkan dengan sangat mudah oleh Rizal. (Author: Kang Rizal pokoknya aku padamu lah❤️❤️😘).

Orang-orang mulai berdatangan dan berkerumun.

"Bakar aja!!!"

"Bakar..!!"

"Hajar aja biar mampus!!!"

"Dasar penjambret... mampus loh... mampus!!"

"Bakar...!! Bakar!!"

"Mampusin aja!!"

"Hajar biar kapok!!!"

"Jambret biadab!!"

Dan masih banyak lagi teriak-teriakan lainnya yang berisi caci maki dan sumpah serapah dari massa kepada dua orang penjambret itu. Bahkan massa yang mulai tersulut emosi sudah bergerak akan menyerang keduanya. Beberapa dari mereka malah sudah maju untuk sekedar mencicipi memberikan bogem mentah kepada kedua penjambret itu.

"STOP... HENTIKAN!!!" Rizal pasang badan melindungi penjambret itu dari amukan massa yang mungkin saja akan terjadi.

"Bapak Ibu semuanya, tolong jangan main hakim sendiri... biar bagaimana pun dua orang ini adalah manusia biasa seperti kita, memiliki keluarga yang mungkin sedang menunggu di rumah. Mungkin saja benar kedua ini adalah penjahat tetapi pasti ada sesuatu yang mendasari mereka melakukan ini. Karena beratnya tuntutan hidup dan lemahnya iman membuat mereka terpaksa melakukan ini... jadi tolong jangan main hakim sendiri!! Lebih baik kita serahkan saja kepada yang berwajib agar dua orang ini mempertanggung jawabkan perbuatannya." Rizal menceramahi massa agar lebih tenang. (Tuh kan... aku padamu lagi kang❤️❤️😍😘😁).

"Weh ga bisa!! Penjahat kaya gitu harus dilenyapkan dari muka bumi ini biar kapok ga akan ada lagi yang berani jadi jambret, jadi begal dan sebagainya!!" sahut salah seorang dari kerumunan massa itu.

"Iya betul... mampusin aja!!" Teriak yang lainnya.

"Setuju!!" Beberapa massa malah ikut mengompori.

"Tenang... tenang dulu... kalau Bapak-Bapak sekalian main hakim sendiri itu berarti apa bedanya Bapak-Bapak semua dengan kedua penjahat ini... bahkan itu berarti Bapak-Bapak lebih jahat karena sudah menjadi pembunuh. Dan lagi nanti malah Bapak-Bapak semua yang bakal masuk penjara... kalau Bapak-Bapak sampai masuk penjara kasihan keluarga di rumah, Pak!!" Rizal mencoba menenangkan massa.

"Ya sudah kalau gitu kita bawa ke kantor polisi saja," ucap salah seorang dari massa yang berkumpul.

"Iya setuju!"

"Setuju!"

"Setuju!"

"Alhamdulillah... itu memang yang terbaik Bapak Ibu sekalian... silakan Bapak Ibu bawa kedua orang ini ke kantor polisi terdekat... maaf saya tidak bisa ikut mengantar ke kantor polisi karena saya sedang buru-buru," seru Rizal.

"Bu, ini kalung dan tasnya." Rizal menyerahkan kalung dan tas kepada si ibu korban penjambretan.

"Terima kasih banyak yah Mas... terima kasih."

"Iya sama-sama Bu... kalau saya boleh memberi saran sebaiknya ibu jangan memakai perhiasan terlalu mencolok karena itu akan mengundang kejahatan atau ibu berhijablah agar perhiasan ibu tidak tampak terlihat orang lain." Ceramah Rizal.

"Iya Mas... terima kasih sarannya... ini jadi pelajaran buat saya... terima kasih yah."

"Iya sama-sama, Bu."

Massa sudah mulai membubarkan diri, beberapa orang dari mereka membawa kedua penjambret itu ke kantor polisi.

Mata Rizal mencari-cari keberadaan istrinya. Terakhir tadi Aya duduk di bangku panjang milik penjual mie ayam, namun karena kericuhan tadi, bangku panjang itu pun sudah hancur tidak terbentuk.

"Pak, apa lihat istri saya?" tanya Rizal psda penjual mie ayam.

"Oh... Mbak yang tadi itu istrinya yah,Mas? Kirain pacarnya," jawab penjual mie ayam.

"Ke mana yah?.. Oh... Mas itu Mbak nya di sana," kata penjual mie ayam lagi.

Rizal mengarahkan matanya ke tempat yang ditunjuk oleh penjual mie ayam. Aya sedang berdiri di bawah pohon jambu, agak jauh dari tempat kejadian perkara, tangannya sedang memeluk batang pohon jambu. Rizal berjalan menghampiri Aya.

"Is--istri ga papa kan? ga kenapa-kenapa?!" tanya Rizal. Aya malah menangis meraung memukul dada Rizal.

"Huuu... Huuu... Kenapa kamu gitu sih?!" kata Aya sambil menangis tersedu-sedu.

"Me--memang saya kenapa, Istri?" tanya Rizal bingung.

"Kenapa harus berantem sama penjambret itu... untung menang... kalau kamu kalah gimana... Huuuu... Huuuu." Aya terus menangis.

"Ta--tapi saya kan baik-baik saja."

"Huuu... Kalau tadi jambret itu berhasil menusuk pisau itu ke kamu, terus kamu mati gimana??! Huuu...Huuu..." Aya menangis sambil memukul-mukul Rizal.

"I--iya ma--maafkan saya yah Istri," ujar Rizal sambil mengelus puncuk kepala Aya yang tertutup jilbab.

"Kita kan baru empat hari menikah, kalau kamu sampai kenapa-kenapa masa baru empat hari aku udah jadi janda," ucap Aya dengan terisak.

Aku juga ga mau mati konyol kali, baru empat hari menikah dan belum ngapa-ngapain juga. Gumam Rizal dalam hati.

"I--iya maafkan saya yah Istri... sa-saya baik-baik saja... saya melawan jambret itu karena saya merasa bisa melawan, saya kan dari kecil sudah belajar silat , jadi Insyaallah saya mampu... ma--masa ada orang kesusahan kita diam saja ga menolong," tutur Rizal.

"Iya tapi ga begitu cara menolongnya, kamu kan bukan Jet Lee!"

"I--iya saya bukan Jet Lee atau Bruce Lee tapi Rizal Lee... Hehehe..." Canda Rizal dan dibalas cubitan mesra dari Aya.

"Ngomong-ngomong mie ayamnya belum dibayar. Yuk lah dibayar dulu sekalian pengen minum... aku jadi haus lihat kamu tadi jadi Jet Lee," seru Aya sambil menarik tangan Rizal.

Setelah mereka membayar mie ayam dan duduk sejenak untuk minum melepas dahaga, mereka melanjutkan berjalan kaki ke terminal.

"A--apa saya boleh menggandeng tangan Istri?" tanya Rizal dengan ragu-ragu. Aya hanya diam saja tidak menjawab.

"Ka--karena ini kan kota besar, khawatir banyak orang jahat," imbuh Rizal.

"Boleh... nih gandeng aja!" ujar Aya seraya menyerahkan tangannya dan Rizal menyambut dengan menggenggam tangan Aya dengan hangat. Senyum manis mengembang dari bibir keduanya.

Mereka pulang ke kota S menggunakan bus. Genggaman tangan mereka masih belum terlepas ketika menaiki bus. Aya yang tidak bisa menahan kantuknya, lalu tertidur bersandar di bahu Rizal dengan tangan yang masih di genggam erat oleh Rizal.

 

Ehemmm... Ciye... Ciye....

 

 

 

 

 

 

Ga bosen-bosen untuk ingetin pijit jempolnya. Biar author amatiran ini lebih semangat. Komen juga ya meski hanya komen "lanjut" sudah bikin author berbunga-bunga loh. Apalagi ditambah ngasih vote 😊. Terima kasih selalu setia mengikuti novel dengan cerita sederhana ini. Love U.

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!