Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lemah
"Rama, sudah ku katakan padamu, jangan pernah menyentuh Kiara, saya tidak suka jika ada tangan lain yang menjamahnya!" Tarman terlihat emosi, ia benar-benar tak ingin jika pria mokondo itu mendekap Kiara.
"Apaan, sih--Pak? Kamu ini kenapa? Kenapa larang saya?! Bapak punya hubungan apa dengan Kiara?!" ujarnya sengit.
Rama tak ingin kalah dengan Tarman yang sudah ikut campur urusannya dengan Kiara.
Sudah cukup lama ia menunggu sang mantan pulang, dan saat momen itu sudah didepan mata justru sang Kades mengajaknya untuk ribut.
Tarman yang juga merasakan rindu setengah mati, tak ingin diam saja. Ia merasa jika dirinya juga berhak atas Kiara. Apalagi ia juga mengeluarkan banyak uang demi gadis tersebut.
"Bukan urusanmu! Dan saya katakan jika kamu jangan menyentuhnya!" balas Tarman dengan sengit, sepertinya mereka sedang bertengkar hanya untuk memperebutkan sebungkus apem saja.
"Kamu memang cari masalah dengan saya, Pak!" Rama yang sudah habis kesabarannya, tanpa ragu melayangkan tinjunya ke wajah Tarman.
Buuuugh
"Aaaaargh..." Pekik Tarman kesakitan, lalu sempoyongan.
Tak ingin harga dirinya diinjak, ia membalas tinju ke wajah Rama. Lalu keduanya terlibat baku hantam.
Melihat hal tersebut, Kiara berdecak kesal. "Bisa berhenti, gak?! Kalau gak.bisa aku tinggal!" ancamnya dengan tatapan tajam. Ia berkacak pinggang menatap keduanya.
Mendengar ancaman Kiara, keduanya mendadak berhenti berkelahi, lalu saling melepaskan cengkramannya masing-masing.
"Tapi..,"
"Gak ada tapi-tapian, kalau mau masih saya layani, maka jangan ada yang ribut!" ancam Kiara sekali lagi.
Tarman dan Rama terdiam. Meskipun mereka tidak setuju, tetapi hati mereka sudah terikat, dan harus terpenuhi segala hasrat yang menggebu.
Kiara berjalan masuk ke teras, lalu duduk dikursi dengan santai. Ada rasa bangga dihatinya saat ia diperebutkan seperti itu, seolah merasa jika dirinya adalah seorang yang paling diratukan, namun hal itu adalah sebaliknya, ia adalah yang dihinakan, karena menjadi piala bergilir.
"Siapa yang mau saya layani terlebih dahulu, maka harus memiliki uang lima juta," ucap Kiara dengan entengnya.
Sontak saja hal itu membuat Rama terkejut. Ia tidak memiliki uang sebanyak itu, darimana ia harus mendapatkannya?
Akan tetapi berbeda dari Tarman pria itu justru tersenyum bangga, sebab uang sebesar itu adalah hal paling kecil. Sebab kucuran dana desa dari pusat yang diperuntukkan untuk membenahi jalan dan juga fasilitas desa lainnya dapat ia gunakan untuk bersenang-senang bersama Kiara.
"Tenang, Sayang. Kalau uang segitu mah, gampang." Tarman mengeluarkan ponselnya, lalu mengetik angka yang merupakan nomor dompet digital sekaligus nomor ponselnya.
Ting
Sebuah notif masuk dengan cepat dilayar ponsel, Kiara tersenyum dengan puas. Semudah itu mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat, ditambah lagi tidak ada unsur pemaksaan, semua mereka lakukan karena dasar kerelaan.
"Kamu dengar--Bukan, Bang Rama? Kalau Pak Tarman yang memiliki uang, maka sebaiknya abang pergi tinggalkan rumah ini. Nanti kalau udah dapat uangnya baru datang kemari," Kiara menatap pria tersebut satu dengan intens.
Rama seolah tidak terima. Bagaimana ia mendapatkan uang tersebut dalam waktu singkat, sedangkan ia tidak bekerja.
"Ki...," pulanglah, Bang. Aku ada urusan," usirnya dengan kasar.
Sedangkan Rama terlihat mulai goyah, ia merasa jika Kiara mempermainkan perasaannya.
"Aku juga ingin kau layani hari ini, aku tidak bisa pergi tanpa meninggalkan kenangan yang paling berkesan." Rama menolak untuk pergi, ia harus mendapatkan miliknya.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃