NovelToon NovelToon
I LOVE MY UNCLE

I LOVE MY UNCLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812
New Adult romance
WARNING!!! Sebelum baca siapkan hati, karena dijamin bakal kesel, baper, tegang dan lain lain.

Setting di London.
Jovanka adalah seorang gadis manja, ia memiliki paman bernama Jody yang begitu sangat menyayangi dirinya sejak kecil. Entah hanya sebuah perasaan sayang terlalu besar atau apa, membuat Jovanka sering merasa cemburu jika sang paman dekat dengan wanita lain.

Hingga suatu ketika karena akal bulus seseorang, membuat Jovanka dan Jody mengalami tragedi satu malam. Jovanka yang tidak ingin Jody merasa bersalah pun memilih pergi, tahu jika tidak mungkin baginya bisa bersama adik sang mamah, meski bunga-bunga cinta tumbuh di hatinya.

Namun, siapa sangka dibalik itu semua, Jovanka tidak tahu kalau Jody ternyata bukanlah adik kandung sang mamah. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Baca selengkapnya di sini.



Pict from Pinterest editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Balasan

Thalia melompat kegirangan di rumah sederhananya, rencana yang di anjurkan Rose sukses besar. Thalia duduk di sofa ruang tamunya seraya memeluk bantal, ia tersenyum bahagia karena bisa menyelematkan satu-satunya mata pencahariannya.

"Aiden Linch! Memangnya tante Livia pernah ya ngajarin kamu buat kejam dengan wanita, hah! Ingat, Thalia ini seorang wanita, model adalah satu-satunya mata pencahariannya. Jangan seperti itu! Ingat jangan seperti itu!" omel Jovanka memberi nasehat dengan menyangkut pautkan nama Livia agar Aiden melunak.

"Jo! Kenapa membela dia, sih? 'Kan kamu nggak tahu bagaimana kinerja dia, kita butuh model yang profesional dan berkompeten, bukan macam gadis ini," ucap Aiden dengan sedikit nada cibiran untuk Thalia.

"Wahai sahabatku tersayang, mungkin dia tidak bermaksud untuk tidak bersikap profesional, mungkin ada suatu hal yang memang membuatnya terlambat. Apa kau sendiri sudah menanyakan alasannya?" tanya Jovanka seraya menepuk-nepuk bahu Aiden.

"Tentu saja aku su-" kata Aiden terhenti. Ia memang tidak sempat menanyakan alasan keterlambatan Thalia karena sudah terlanjur kesal.

"Hishh ... kamu belum menanyakan rupanya. Jadi saranku, berilah dia kesempatan kedua, jika memang dia mengulang hal yang sama kedua kalinya, maka kau baru bisa menggantikan dia dengan model lain," saran Jovanka. Ia melirik Thalia yang sedari tadi hanya memperhatikan dan mendengarkan ucapannya.

Thalia terlihat mengangguk penuh harap, matanya berkaca-kaca seakan tengah menanti sebuah jawaban yang menyangkut hidup dan mati dirinya.

Aiden mendengus kesal, ditatapnya Thalia yang berdiri di hadapannya. Ia tidak menyangka akan di ceramahi ganti oleh Jovanka, padahal biasanya dialah yang menceramahi gadis itu.

"Baiklah-baiklah, aku beri kau kesempatan kedua. Tapi jika kau-" Aiden mengiyakan, tapi ucapannya terhenti ketika sebuah pelukan merengkuh tubuhnya.

"Terima kasih ... terima kasih. Aku tidak akan melupakan kebaikan Anda," ucap thalia secara impulsif memeluk Aiden dengan senyum yang mengembang.

Jovanka yang melihat pemandangan itu pun sedikit tercengang, tapi ia langsung menahan tawanya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain di sudut lobby itu.

"Hei! Terima kasih ya terima kasih, tapi tidak usah peluk-peluk!" protes Aiden.

Thalia yang tersadar langsung melepas pelukannya kemudian mengucapkan kata maaf berkali-kali seraya membungkukan badannya, kemudian ia berterima kasih pada Jovanka karena sudah mau membantunya mendapatkan pekerjaannya lagi.

"Hah ... aku tidak menyangka, di kota yang begitu keras ini masih ada seseorang yang baik seperti wanita itu. Lain kali aku harus berterimakasih kepadanya," gumam Thalia setelah mengenang pertemuannya dengan Aiden dan Jovanka.

Setelah mendapatkan bukti nyata atas perbuatan Alice, sore itu Jody di temani Albert serta dua pengacara pribadi Albert dan Jody, mereka pergi ke kediaman Alice. Tak lupa mereka juga mengajak paksa pelayan yang memasukan obat ke dalam minuman Jody.

"Hoho ... nak Jody, ada angin apa sehingga membawamu kesini?" tanya Duan sedikit keheranan karena Jody datang kesana beramai-ramai.

"Ada yang perlu saya bicarakan dengan Anda tentang masalah putri Anda," jawab Jody sopan tanpa mengurangi rasa hormatnya pada orang yang lebih tua darinya itu.

"Oh, tentu." Duan menginteruksi salah satu pelayannya untuk memanggil Alice.

Mereka duduk di ruang tamu yang cukup besar, bagaimanapun Duan adalah seorang pengusaha sukses. Tidak heran jika rumahnya cukup megah bagai istana. Tapi jika di bandingkan dengan kediaman lama Michelle yang pernah Jody tinggali, kediaman Duan hanya separuhnya.

"Nona, tuan besar meminta Anda untuk turun kebawah." Seorang pelayan menyampaikan pesan Duan.

Alice yang tengah duduk di depan meja riasnya pun tidak terlalu memperhatikan. "Ada apa papa menyuruhku turun?" tanya Alice kemudian.

"Ada seseorang tamu yang ingin bertemu dengan Anda," jawab pelayan itu.

"Tamu? Siapa?" tanya Alice dalam hati.

"Katakan pada Papa, aku akn turun sebentar lagi," titah Alice.

Pelayan itu mengangguk dan membungkukan badannya kemudian meninggalkan kamar Alice.

Di ruang tamu, Jody terlihat tenang. Ia duduk menyilangkan kakinya seraya menyesap teh yang di sajikan untuknya. Sama halnya dengan Albert, ia juga tampak begitu tenang, tapi matanya menatap tajam pada Duan yang terlihat gusar.

Beberapa menit kemudian, Alice terlihat menuruni tangga. Senyumnya merekah ketika tahu siapa yang datang, di lihatnya Jody yang duduk santai dengan cangkir di tangannya. Alice berlarian kecil segera mendekat ke ruang tamu, tapi setibanya di sana ia terperangah karena melihat pelayan suruhannya malam itu juga hadir disana, terlihat jelas air muka ketakutan tersirat di wajah pelayan yang sedari tadi menundukan kepalanya.

"Ada apa, Ayah?" tanya Alice dengan nada sedikit gugup.

"Duduklah disini," pinta Duan menepuk sofa empuk sebelahnya.

Alice duduk di sebelah Duan dengan perasaan gugup dan takut yang berkecamuk. Jody yang melihat kedatangan Alice terlihat tetap tenang seakan tidak terjadi apapun. Sedangkan Albert yang tampak menatap dengan tatapan jijik ke arah putri satu-satunya keluarga Duan.

"Jadi, karena kau sudah datang, sepertinya aku tidak perli berbasa-basi lagi," ucap Jody, ia memang terkenal dengan perangainya yang tenang.

Albert menjentikan jarinya, memberi isyarat kepada pengacaranya untuk mengeluarkan bukti-bukti kelakuan tak bermoral Alice yang ditujukan kepada Jody. Sebuah amplop coklat besar di sodorkan kemeja tepat di hadapan Duan, tak lupa pengacara Jody juga menyalakan laptop yang ia bawa, memutar sebuah video rekaman di Hotel sebagai barang bukti lalu mengarahkannya kehadapan Duan dan Alice.

Duan maupun Alice terkejut melihat rekaman cctv itu. Duan terkesiap tidak menyangka jika putrinya bisa melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu, tadinya Duan pikir pesta itu hanya untuk menarik perhatian pemuda yang di sukai putrinya, tapi siapa sangka jika putrinya malah hampir melakukan hal gila di luar nalar. Alice juga terkesiap sama halnya dengan ayahnya, bedanya ia tidak menyangka jika rencananya yang gagal sekarang malah ketahuan.

"Apa-apaan ini, Alice!" geram Duan mengeraskan rahangnya.

"Pa, ini tidak benar! Ini pasti fitnah!" kilah Alice ketika melihat amarah di wajah ayahnya.

PLAKKk

Sebuah tamparan mendarat di sisi wajah Alice, kini tampak begitu jelas kulit wajah yang putih mulus itu tercetak bentuk telapak tangan yang merah. Alice sudah hampir menangis ketika ayahnya mendaratkan sebuah tamparan yang begitu keras.

Jody tetap terlihat tenang melihat adegan itu, ia malah dengan santai menyesap kembali tehnya, baginya itu malah belum seberapa dengan rasa sakit yang dirasakan gadis kesayangannya akibat perbuatan Alice. Albert sendiri juga sudah tidak heran menyaksikan adegan seperti itu.

"Kurung Alice di kamarnya! Jangan biarkan dia keluar!!" perintah Duan yang murka, kepada pelayan rumahnya. Sebagai seorang pengusaha yang terhormat ia juga merasa malu mengetahui kelakuan putrinya. Pria paruh baya itu sampai memijat keningnya karena merasa tertekan dan syok dengan apa yang di lakukan putrinya.

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

...Jangan lupa Like koment di tiap bab ya .....

...Terima kasih😘😘...

1
Sari Ana
kalau kisah tentang orang tuanya jovanka itu,, judulnya apa thor??
.: chasing past love, Kak
total 1 replies
Mumu Mujayanah
ku baca ulang g bosen 😄😄🤣
.: makasih🥰🥰
total 1 replies
Mumu Mujayanah
suka ceritay bgus bgt
Diah Mitha
hadeehh si luna udah punya warisan langsung dari ibunya 😂
Qaisaa Nazarudin
Apay kasusnya selesai gitu aja,Hanya dgn ancaman gitu,Menurut ku Alice cewek yg nekat,Aku pasti setelah ini dia akan melakukan yg lebih parah lg,Tanpa memikirkan resikonya,Percaya deh..
Qaisaa Nazarudin
Thalia adalah strinya Aiden nanti kan??👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos kau Alice,Target mu sudah dibawa kabur,Biasanya rencana jahat mmg selalunya gagal Tapi berhasil ke org yg tepat,Biasanya yg ku baca di mana2 novel kan gitu 😂
.: wkwkwkwkw
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pastinya ubat perangsang,Di sini kan Jo dan Jody melakukannya sampai Jo bisa hamil..
Qaisaa Nazarudin
Ingin menjodohkan kamu dgn anaknya,,Ternyata CEO yg sukses dlm bisnis TAPI Bodoh dan gak Peka dlm soal hati dan perasaan,ckck 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Masih aja gengsi yg di gedein,Ego nya terlalu tinggi,.
Qaisaa Nazarudin
Ke london ngejar2 Jo tapi malah nikah dgn org lain,Aiden..Aiden..😅
Qaisaa Nazarudin
Ih pantesan Aiden bilang ke Malik kalo Susan itu tukang malak 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jody juga punya rasa yg sama tapi Jody takut mengungkapkan nya, mungkin dia pikir dia hanya paman angkat, Ortunya Jo sudah banyak menolongnya, Jadi dia merasa gak pantas aja sama Jo..
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Jo kan 😂
Qaisaa Nazarudin
Di novelnya Malik dan Susan aku gak liat dan tak tau wajahnya Aiden, Nih baru nongol babang Aiden..👏🏻👏🏻👍🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pertama kali ketemu novel yg pameran utamanya visual nya emang cantik..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aiden kakaknya Susan kah?
susi 2020
🥰🥰🥰😍
susi 2020
😍😍🥰😘
susi 2020
😍😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!