NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Di sebuah dermaga pribadi yang tersembunyi dari hiruk-pikuk kota, sebuah mobil SUV hitam berhenti dengan mesin yang tetap menderu. Bayu keluar dari pintu penumpang belakang sambil mendekap sebuah selimut hangat berisi nyawa kecil yang masih sangat rapuh.

​Di hadapannya, Tuan Narendra sudah menunggu dengan sorot mata yang dingin. Seolah bayi itu bukanlah cucunya, melainkan hanya sebuah pion dalam permainan kekuasaan.

​"Kerja bagus, Bayu. Saya akan memastikan kamu baik-baik saja. Silakan kamu pergi dari sini dan ini... saya sudah menyiapkan semua identitas palsu untukmu." ujar Tuan Narendra dengan nada datar, sambil menyerahkan sebuah map berisi berkas identitas baru dan sejumlah uang.

​Bayu menyerahkan bayi yang tak berdosa itu ke tangan Tuan Narendra. Ia menerima map tersebut dengan tangan yang sama sekali tidak gemetar. Tak ada sedikit pun rasa bersalah di wajahnya.

​"Baiklah, Om. Kalau begitu saya permisi! Kini tugas saya sudah selesai untuk membalas wanita itu dan membuat Devano tidak bisa lagi kembali padanya." ucap Bayu sambil tersenyum penuh kemenangan. Baginya, melihat kehancuran Devano adalah hadiah yang jauh lebih besar daripada uang.

​Tuan Narendra menatap bayi di pelukannya sejenak, lalu beralih pada Bayu yang hendak melangkah pergi. "Ingat, Bayu. Sekali kamu menggunakan identitas ini, kamu tidak pernah ada di Indonesia. Jika Devano menemukanmu, saya tidak akan bertanggung jawab."

​Bayu hanya melambaikan tangan tanpa menoleh, lalu menghilang ke dalam kegelapan malam. Tuan Narendra kini memandangi bayi mungil itu dengan senyum sinis.

​"Maafkan Kakek, Kecil." bisik Tuan Narendra tanpa emosi. "Tapi darah Narendra tidak boleh bercampur dengan kelas rendahan seperti ibumu. Kamu akan tumbuh jauh dari sini, di tempat yang tidak akan pernah bisa ditemukan oleh ayahmu yang lemah itu."

​Di Rumah Sakit...

​Suasana semakin mencekam. Devano yang masih terduduk lemas di lantai koridor tiba-tiba merasakan ponselnya bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tidak dikenal:

​“Devano, jangan mencari yang sudah hilang. Fokuslah pada masa depanmu sebagai pewaris tunggal! Lupakan dia dan ibunya! Bayi itu sudah tiada. Jika kamu ingin melihatnya untuk yang terakhir kali, datanglah ke dermaga sekarang.”

​Mata Devano membelalak. Ponsel di tangannya terjatuh hingga layarnya retak. Kalimat "bayi itu sudah tiada" menghantam jantungnya seperti palu godam. Ia segera teringat pada Bayu—satu-satunya orang yang tahu celah keamanan di rumah sakit ini.

​"BAYU!!!" raung Devano. Suaranya mengguncang koridor rumah sakit yang sunyi.

​Ia bangkit dengan amarah yang meledak-ledak. Tanpa memedulikan orang-orang di sekitar atau penjaga medis, Devano berlari kencang menuju parkiran. Pikirannya kalut antara duka dan dendam. Ia tahu ke mana ayahnya akan membawa sesuatu yang ingin dihilangkan: pelabuhan pribadi milik keluarga Narendra.

​Devano segera masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin yang langsung menderu keras. Ia menginjak pedal gas sedalam mungkin, memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang mulai lengang.

​"Bertahanlah, Nak... Daddy mohon, bertahanlah!" bisiknya dengan suara gemetar, sementara tangannya mencengkeram kemudi hingga buku-bukunya memutih. Bayangan pesan singkat itu terus berputar di kepalanya, menghancurkan sisa-sisa kewarasannya.

​Dermaga Pribadi

​Sesampainya di sana, Devano mengerem mobilnya dengan kasar hingga menimbulkan suara decitan panjang di atas aspal dermaga. Ia melompat keluar dan melihat pemandangan yang menghancurkan jiwanya: Papanya berdiri di ujung dermaga, sedang menggendong tubuh mungil yang terbungkus selimut itu.

​"Papa! Apa yang Papa lakukan pada anakku?! Dia juga cucu Papa!" teriak Devano di tengah isak tangisnya. Langkahnya gontai, ia ingin berlari merampas bayi itu, namun tubuhnya terasa lemas tak bertenaga.

​Tuan Narendra menoleh perlahan, wajahnya tetap datar. "Tenanglah, Devano! Sahabatmu sendiri yang memberikannya pada Papa. Bayi ini sudah tidak bernyawa." ujar Tuan Narendra dengan mimik wajah yang sangat rapi—sebuah campuran antara ketegasan dan kebohongan.

​Dunia seolah berhenti berputar bagi Devano. Ia menggelengkan kepala dengan kuat. "Enggak... Papa bohong! Tadi dia masih baik-baik saja di NICU! Papa pasti melakukan sesuatu!"

​Sementara itu, Bayu memperhatikan segala kejadian itu dari kejauhan. Ia bersembunyi di balik tumpukan kontainer, matanya menyipit tajam.

​"Cih! Tua bangka licik." desis Bayu meremehkan. "Ternyata dia pembohong yang ulung. Dia bilang tidak akan melibatkanku, tapi nyatanya dia membawa-bawa namaku di depan Devano demi menyembunyikan bayi sialan itu."

​Bayu mengepalkan tangannya, merasa dikhianati sekaligus kagum dengan kekejaman Tuan Narendra. Ia tahu bahwa bayi itu sebenarnya masih hidup, dan Tuan Narendra hanya sedang memainkan sandiwara kematian untuk menghancurkan mental Devano sepenuhnya.

​"Silakan mainkan peranmu, Om." bisik Bayu dengan senyum miring yang mengerikan. "Selama bayi itu hilang dari hidup Sheila, tujuanku tetap tercapai. Biarlah Devano mati dalam rasa bersalahnya, sementara aku yang akan menjadi pahlawan bagi Sheila nanti." ucap Bayu tersenyum smirk.

​Devano jatuh bersimpuh di atas aspal dermaga yang dingin. Ia menelan mentah-mentah kebohongan kejam itu karena mentalnya yang sudah hancur total. Tuan Narendra melangkah mendekat, meletakkan satu tangannya di bahu Devano dengan kepura-puraan yang sempurna.

​"Sebaiknya kita segera mengurus pemakaman bayi ini, Devano." ucap Tuan Narendra dengan suara berat yang menuntut kepatuhan. "Setelah itu, lupakan wanita itu. Kita kembali ke London. Papa akan bersamamu di sana, kita mulai semuanya dari awal."

​Devano tidak menjawab. Ia hanya menunduk dalam, membiarkan air matanya jatuh ke atas tanah. Nama London yang diucapkan Papanya terdengar seperti sebuah pengasingan, namun ia merasa sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tinggal. Baginya, seluruh nyawanya telah pergi bersama napas bayi yang ia kira telah tiada itu.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Pelajaran buat perempuan kalo jatuh cinta seadanya aja. Jgn tllu buta apalg ngoyo. Krna kalo Qt jatuh ujung2nya playing victim. Pdhal salah diri sdri, jatuh buta2. Ok....
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila : Carilah AQ...

Vano : Ogah. Bidadari surga jauh LBH cantik darimu.


Diriku: Justice Prevail... 😅😅😅🤣🤣🤣
Jing_Jing22: orang mah melow dong kak🤧 bab terakhir ini🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bnr2 dah buta smua...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
AQ perempuan ya. Tapi kadang suka Amazed sama perempuan modelan Sheila ini. Kalo dr awal dia gak menyerahkan dirinya ke Vano, kan gak bklan kejadian kek gini ya. Sekalipun ada tipu daya taruhan dll. Kalo mmg dia kuat pendiriannya dan sllu mau dgrin pendapat Risma, belajar dr pengalaman perempuan lain, gak akan kejadian jg kan. Tapi kan egonya sbnrnya yg menjatuhkan dia. Dan ujung2nya sibuk menyalahkan Vano. Mmg Vano salah dgn taruhannya dll. Tapi tetep aja, gak akan kejadian kalo dr awal Sheila kukuh bertahan gak ngikutin kemauan si Vano. Logisnya gitu lho. Cm kalo jalan pake rasa tanpa logika ya pasti buta2 kek gitu. Ujung2nya Denial, sibuk menyalahkan org lain tanpa berkaca. Agak kesel sbnre sama tokoh Sheila ini.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila terlalu buta mata & hati. Vano tllu larut dlm ego remaja yg buta segalanya.
🇮🇩 SaNTy 🇵🇸
Cinta & Luka susah utk berjalan bersama.
Melepas LBH baik drpd terluka dlm diam.
Kadang kesel sama keBegoan karakternya.
Kadang benci sama egoisnya pra karakternya.
Tapi kembali LG, semoga kisah sprti ini gak ada didunia nyata.
Semangat terus menulisnyaaaaa...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget asli.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget ceritanya. Kata2nya jg tersusun rapi. Kok sepi ya. Semangat lah Thor. Maafkan diriku yg terbiasa membaca tanpa ngeLike. Semoga ada waktunya membaca ulang & ngeLike.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸: Semangat...!!! AQ merinding excited bc Arjuna dr bbrp akunku.
Jgn down. Asli tulisanmu bagus.
total 4 replies
Jingle☘️
luar biasa
☕︎⃝❥Haikal Mengare
😭 Kasian banget 🤧, Wanita pelecehan tetap gak bisa lolos padahal dia korban😭
CACASTAR
sweet banget dengan memberikan surat pada ibunya.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
berontak ajaa bapakmu biar kapok semua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah harus tegas sheila udah ada arkan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kan dia cuma obsesi ke sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
siapa iya yang ditlfn smaa arkan
penasaran saya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian nuga diana jadi batu loncatan wkwkwk😭🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
untung aada arkan kalau ga da celaka kamu sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terllau egois si sheila ga mikir mateng dlu mau pergi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk belum tau ajaa kehebatan arkan 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
astag jadi kelakuan si bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!