NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 PERSEMBUNYIAN TERAMAN

Setelah percakapan telepon selesai, Nenek Mira menaruh ponselnya dan menatap Sofia dengan senyum.

"Jangan khawatir, Sofia," kata Nenek Mira. "Kamu dan bayi yang dikandungmu akan aman di sini. Aku telah meminta bantuan dari Rashid untuk melindungi kamu."

Sofia merasa sedikit lebih lega, tapi masih ada rasa takut di dalam hatinya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan ia tidak ingin membahayakan orang lain.

"Terima kasih, Nenek Mira," kata Sofia. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi tanpa kamu."

Nenek Mira tersenyum dan memegang tangan Sofia. "Kamu tidak sendirian, Sofia. Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kamu dan bayi yang dikandungmu."

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan di pintu. Arman langsung berdiri dan menuju ke pintu. "Aku akan melihat siapa itu," kata Arman.

Sofia merasa sedikit gugup, apakah itu Rashid yang datang untuk melindungi mereka? Atau mungkin ada orang lain yang tidak diinginkan?

Arman membuka pintu dan melihat seorang pria yang tampan dan berwibawa berdiri di depan pintu. Pria itu memiliki mata yang tajam dan wajah yang serius.

"Assalamualaikum," kata pria itu. "Aku Rashid. Aku di sini untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya."

Sofia merasa sedikit lebih lega ketika melihat Rashid. Ia memiliki aura yang kuat dan percaya diri. Ia yakin bahwa Rashid bisa melindungi mereka.

Nenek Mira menyambut Rashid dengan senyum. "Assalamualaikum, Rashid. Terima kasih telah datang. Ini Sofia, wanita yang aku ceritakan sebelumnya."

Rashid mengangguk dan menatap Sofia dengan serius. "Selamat pagi, Sofia. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kamu dan bayi yang dikandungmu."

Sofia mengangguk dan merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran Rashid. Ia melihat Arman yang masih berdiri di dekat pintu, dan Nenek Mira yang menyambut Rashid dengan hangat.

Rashid kemudian memulai pekerjaannya dengan memeriksa rumah dan sekitarnya. Ia memastikan bahwa tidak ada ancaman yang mengintai di sekitar mereka.

Setelah selesai memeriksa, Rashid kembali ke ruang tamu dan berbicara dengan Nenek Mira dan Arman. "Rumah ini cukup aman, tapi kita tidak bisa terlalu santai. Jabez Ezaz memiliki banyak sumber daya dan jaringan yang luas."

Nenek Mira mengangguk. "Aku tahu. Itulah mengapa aku meminta bantuanmu, Rashid. Aku percaya kamu bisa melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya."

Rashid mengangguk. "Aku akan melakukan yang terbaik. Tapi aku perlu tahu lebih banyak tentang Jabez Ezaz dan apa yang dia inginkan dari Sofia."

Sofia merasa sedikit gugup ketika Rashid menatapnya. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan, tapi ia tahu bahwa ia harus memberitahu Rashid tentang apa yang terjadi.

Sofia mengambil napas dalam-dalam dan mulai menceritakan tentang apa yang terjadi padanya. Ia menceritakan tentang bagaimana ia bertemu dengan Jabez Ezaz, tentang proyek yang mereka kerjakan bersama, dan tentang bagaimana Jabez Ezaz menjadi semakin obsesif dan mengancamnya.

Rashid mendengarkan dengan seksama, wajahnya semakin serius dengan setiap kalimat yang keluar dari mulut Sofia. Ia tidak mengatakan apa-apa, tapi Sofia bisa merasakan bahwa ia sedang memproses informasi yang diberikan.

Setelah Sofia selesai berbicara, Rashid mengangguk. "Aku paham. Jabez Ezaz memiliki motif yang jelas untuk menginginkan kamu dan bayi yang dikandungmu. Tapi aku tidak akan membiarkannya mendapatkan apa yang dia inginkan."

Sofia merasa sedikit lebih tenang dengan kata-kata Rashid. Ia percaya bahwa Rashid bisa melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.

Nenek Mira yang telah mendengarkan percakapan itu kemudian berbicara. "Rashid, aku pikir kita harus membuat rencana untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya. Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan."

Rashid mengangguk. "Aku setuju. Kita harus membuat rencana yang solid untuk melindungi mereka. Arman, aku butuh kamu untuk membantu aku mempersiapkan beberapa hal."

Arman mengangguk dan mengikuti Rashid ke luar ruangan, meninggalkan Sofia dan Nenek Mira sendirian. Sofia merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran Rashid dan Nenek Mira, tapi ia tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di depan.

Sofia menatap Nenek Mira dengan rasa ingin tahu. "Nenek Mira, apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Sofia.

Nenek Mira tersenyum lembut. "Jangan khawatir, Sofia. Rashid dan Arman akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kamu dan bayi yang dikandungmu. Kita akan membuat rencana untuk membuat Jabez Ezaz tidak bisa menemukan kamu."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih tenang dengan kata-kata Nenek Mira. Ia percaya bahwa Nenek Mira dan Rashid bisa melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.

Tiba-tiba, ponsel Nenek Mira berdering. Nenek Mira menjawab panggilan itu dan berbicara sebentar dengan orang di seberang. Setelah selesai, Nenek Mira menatap Sofia dengan wajah serius.

"Apa ada masalah?" tanya Sofia, merasa sedikit khawatir.

Nenek Mira mengangguk. "Jabez Ezaz telah mengetahui lokasi kita. Kita harus pergi sekarang juga."

Sofia merasa jantungnya berdegup kencang. Ia tahu bahwa mereka harus pergi secepat mungkin untuk melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya. Rashid dan Arman muncul di pintu, siap untuk membawa Sofia ke tempat yang aman. "Ayo, kita harus pergi!" kata Rashid, suaranya tegas dan percaya diri.

Sofia mengangguk dan berdiri, diikuti oleh Nenek Mira. Rashid dan Arman memimpin jalan, membawa Sofia dan Nenek Mira keluar dari rumah. Mereka berlari ke mobil yang terparkir di dekat rumah, sementara Rashid memeriksa sekitar untuk memastikan tidak ada ancaman.

Setelah semua orang masuk ke dalam mobil, Rashid segera menghidupkan mesin dan melaju dengan cepat. Sofia menatap ke belakang, melihat rumah yang mereka tinggalkan semakin jauh.

"Di mana kita akan pergi?" tanya Sofia, merasa sedikit khawatir.

"Kita akan pergi ke tempat yang aman," jawab Rashid, matanya fokus pada jalan di depan. "Tempat yang tidak akan pernah Jabez Ezaz temukan."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih tenang dengan kata-kata Rashid. Ia melihat Nenek Mira yang duduk di sebelahnya, dan Nenek Mira tersenyum lembut.

"Kita akan baik-baik saja, Sofia," kata Nenek Mira. "Kita hanya perlu sedikit waktu untuk membuat rencana."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih percaya diri. Ia tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di depan, tapi dengan Rashid dan Nenek Mira di sampingnya, ia merasa lebih siap untuk menghadapi apa pun yang terjadi.

Mobil terus melaju, membawa mereka semakin jauh dari bahaya. Sofia menutup mata, merasa lelah dan stres. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia tidak sendirian.

Sofia membuka matanya dan melihat bahwa mereka telah tiba di sebuah tempat yang tidak dikenalinya. Mobil berhenti di depan sebuah bangunan tua yang terlihat sudah tidak terawat.

"Di mana kita?" tanya Sofia, merasa sedikit khawatir.

"Kita ada di tempat yang aman," jawab Rashid, membuka pintu mobil. "Tempat ini milik seorang teman lama aku. Kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih tenang. Ia melihat Nenek Mira yang sudah keluar dari mobil dan menuju ke bangunan tua itu.

Rashid membantu Sofia keluar dari mobil dan membawanya ke dalam bangunan. Di dalam, bangunan itu terlihat lebih baik daripada dari luar. Ada beberapa perabotan yang sederhana, tapi bersih dan rapi.

"Kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu," kata Rashid. "Aku akan memastikan bahwa kita aman di sini."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih tenang. Ia melihat sekitar dan melihat bahwa ada beberapa ruangan yang bisa digunakan sebagai tempat tidur.

Nenek Mira yang telah memeriksa ruangan-ruangan itu kemudian memanggil Sofia. "Sofia, aku sudah menyiapkan tempat tidur untuk kamu. Kamu bisa beristirahat sekarang."

Sofia mengangguk, merasa lelah dan stres. Ia menuju ke ruangan yang ditunjukkan oleh Nenek Mira dan berbaring di tempat tidur. Ia merasa sedikit lebih tenang sekarang, tapi ia tahu bahwa mereka masih memiliki banyak tantangan di depan.

1
kalea rizuky
kn bisa panggil dokter kok goblok ai jabees
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!