NovelToon NovelToon
Sentuhan Panas Sang Dokter

Sentuhan Panas Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dokter / Dark Romance
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

"Jangan menghindar, Alana..."

dr. Raden Ganendra Adicandra adalah dokter bedah jenius yang dingin dan terhormat. Namun di balik pintu yang terkunci, ia adalah pria posesif yang menuntut kepatuhan mutlak.

Alana terjebak di antara rasa takut dan pesona berbahaya sang dokter. Bagi pewaris Adicandra itu, Alana adalah milik pribadi yang tak akan pernah ia lepaskan.

"Satu langkah lagi kau menjauh, Sayang... maka kau tak akan pernah keluar dari sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Hinaan Direktur dan Klaim Dokter Raden

Malam yang ditunggu tiba. Grand Diamond Ballroom berdiri megah dengan lampu kristal yang memantulkan cahaya di atas lantai marmer.

Taksi mereka berhenti agak jauh dari lobi agar tidak mencolok. Alana menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.

Ia melirik Ayahnya yang sibuk memoles riasan. Ayahnya benar-benar totalitas menjadi "ibu-ibu" sosialita malam ini.

"Yah, apa kita benar-benar harus melakukan ini? Bagaimana kalau ketahuan?" bisik Alana cemas sambil merapikan gaun off-shoulder birunya.

Ayahnya yang mengenakan wig hitam dan kerudung sutra hanya mendengus. Ia memperbaiki posisi kerudungnya dengan gaya berkelas.

"Sst! Panggil Ayah 'Mama Cinta'. Percaya diri saja! Tidak akan ada yang menyangka kalau sosialita cantik ini sebenarnya pria hobi dasteran."

"Ayo masuk! Tunjukkan pada mereka siapa perawat terbaik di Rumah Sakit Medika, Alana!"

Mereka melangkah masuk. Kehadiran Alana seketika mencuri perhatian. Kecantikannya malam itu membuat beberapa tamu pria sempat menahan napas.

Gaun itu menonjolkan lekuk tubuhnya yang selama ini tersembunyi di balik seragam. Namun, suasana aula yang ramai mulai membuat Alana merasa gerah.

Tanpa curiga, ia melepas bolero tipisnya. Ia membiarkan leher jenjang dan bahu putih mulusnya terekspos di bawah cahaya lampu.

Saat membungkuk mengambil minuman, seorang pelayan menyenggol bahunya. Alana terhuyung, membuat sanggul modernnya sedikit berantakan.

Guncangan itu mengungkap rahasia besar. Jejak merah pekat hasil perbuatan Raden kemarin terlihat jelas di kulit putihnya.

Tanda itu berkilau tajam di bawah lampu, seolah menjadi stempel kepemilikan yang tidak bisa dibantah.

"Wah, wah... apa yang aku lihat ini, Alana?"

Suara sinis diikuti tawa mengejek terdengar dari belakang. Si Direktur menyebalkan itu sudah berdiri di sana dengan sorot penuh penghinaan.

"Ternyata perawat kesayangan rumah sakit kita punya sisi lain yang sangat... menarik," ucapnya dengan nada sengaja dikeraskan.

Ia memutari Alana dengan senyum meremehkan. "Saya kira kamu wanita terhormat. Ternyata itu hanya pencitraan di depan pasien."

"Siapa pria yang meninggalkan jejak rendah ini di lehermu? Apa kamu sedang mencari jalan pintas jabatan dengan cara murahan?"

Hinaan itu membuat aula seketika hening. Beberapa tamu mulai berbisik julid. Alana mengepalkan tangan, menahan air mata malu sekaligus amarah.

Sebelum Alana membalas, MC sudah menaiki panggung. "Tiba saatnya pengumuman Karyawan Terbaik! Selamat untuk Alana dari Departemen Bedah!"

Alana tersentak. Meski hatinya masih panas, ia melangkah menuju panggung dengan kepala tegak.

Namun, seseorang sengaja menjulurkan kaki saat ia akan naik. Alana kehilangan keseimbangan dan hampir tersungkur!

Beruntung, tangan kuat Mama Cinta sigap menahannya. "Hati-hati, Sayang! Lantainya licin, persis mulut orang yang lupa bercermin!" seru Mama Cinta melengking.

Sindiran pedas itu membuat tamu lain menahan tawa. Alana tersenyum tipis, lalu naik ke panggung dengan anggun untuk menerima plakatnya.

Setelah turun, sebuah tangan kokoh menariknya tegas. Alana menoleh dan napasnya tertahan. Itu Raden.

Wajah Raden mengeras dengan mata memerah menahan amarah. Rupanya, ia menyaksikan sendiri saat Alana dihina tadi.

Tanpa kata, Raden membawa Alana ke ruang VVIP. Begitu pintu terkunci, ia langsung mengurung Alana di antara tubuh tegapnya dan daun pintu.

"Katakan! Siapa yang membiarkan pria itu melihat tandaku? Dan siapa yang berani mencelakaimu tadi?" bisiknya rendah dan bergetar.

Sebelum Alana menjawab, Raden sudah membungkam bibirnya dengan ciuman menuntut. Menyalurkan seluruh rasa cemburu yang meledak-ledak.

"Raden... hentikan... nanti ada yang dengar," gumam Alana dengan napas tidak beraturan. Ia kehilangan daya untuk menolak pesona pria itu.

"Biarkan mereka dengar," desis Raden tajam. Ia justru mengecup lebih dalam di leher Alana, mempertegas tanda miliknya.

Setelah puas, Raden membantu merapikan rambut Alana. "Pasang lagi wajah manismu, Sayang. Ada perhitungan besar yang harus kita tuntaskan di luar."

Alana terdiam dengan jantung berpacu gila. Di aula, lampu meredup. Musik orkestra megah mulai bergema.

"Hadirin sekalian, mari sambut pemilik saham mayoritas sekaligus CEO baru kita, Tuan Raden Ganendra Adicandra!" seru MC.

Direktur sombong itu berdiri tegak di barisan depan. Ia berbisik sinis, "Sebentar lagi CEO baru ini pasti di pihakku. Dan perawat rendahan itu akan segera kutendang!"

Namun, saat pintu panggung terbuka, Raden melangkah keluar dengan aura penguasa yang sangat dingin.

PRANG!

Gelas di tangan Direktur hancur berkeping-keping. Wajah angkuhnya mendadak pucat pasi. Lututnya lemas seketika.

Pria yang ia remehkan selama ini ternyata adalah pemilik tunggal rumah sakit ini!

Raden berdiri di depan mikrofon, lalu menarik Alana lembut ke sampingnya. "Saya ingin memperkenalkan wanita luar biasa di samping saya. Dia tunangan saya... Alana."

Aula gempar. Layar besar menampilkan video panggilan dari orang tua Raden. "Jaga Alana baik-baik. Jangan biarkan siapa pun menyakitinya!" tegas Nyonya Aristi.

Si Direktur terduduk lemas di lantai marmer. Suster Mia pun mematung pucat, menyadari Alana adalah calon ratu di kekaisaran bisnis Adicandra.

Raden menatap Alana, tapi langkahnya tertahan saat melihat sosok Mama Cinta. Ayah Alana mulai berkeringat dingin.

"Aduh, dada Mama sesak melihat ketampanan Nak Raden!" seru Ayah dengan suara falseto sambil mengibas serbet secara dramatis.

Saking semangatnya, wig Ayah bergeser miring hingga menutupi mata. "Loh, kok mendadak gelap? Sepertinya Mama buta karena terpesona!"

Raden mengangkat alis. "Mama Cinta, Anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan nada selidik.

"Tidak apa-apa, Sayang. Mama cuma butuh udara segar dan... martabak manis nanti malam," jawab Ayah keceplosan. Alana hampir tersedak menahan malu.

Namun, mata Alana tiba-tiba menangkap sosok wanita di dekat pintu keluar. Jantungnya seolah berhenti; wajah itu sangat mirip dengan mendiang ibunya.

"Ibu...?" bisik Alana lirih. Ia segera mengejar wanita itu hingga ke area parkir, mengabaikan teriakan Raden.

Namun mobil hitam itu sudah melaju kencang. Di jendela mobil, Alana melihat tangan dengan gelang giok yang identik milik ibunya—gelang yang seharusnya ikut terkubur dua belas tahun lalu.

Alana luruh ke aspal dengan napas sesak. Jika wanita itu hidup, lalu siapa yang mereka kuburkan dulu?

Raden muncul di belakangnya, memegang amplop biru yang terjatuh dari mobil tadi. "Alana, jangan buka amplop itu di sini," ucapnya pelan namun penuh rahasia.

*****

Catatan Penulis:

Puas nggak lihat Direktur itu kena mental? 😂 Akhirnya Raden reveal identitas aslinya!

Tapi, siapa wanita misterius bergelang giok itu? Benarkah Ibu Alana masih hidup?

Jangan lupa Like, Komen, dan Vote ya biar aku semangat buka isi amplop birunya di bab depan! ✨

1
Rikawaii San
ceritanya bagusss
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
lawan mereka Alana jangan takit💪🤗
julid banget jadi perawat
bagus Alana 😍lawan suster julid itu
mangkanya jangan mabuk alana😍🤣
😄🤭
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
jadi makin penasaran sama kelanjutannya thorrr😭😭🤗🤗💪, semangat Alana💪💪💪,semoga Raden benar benar penempati janji nya yaa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
jadi makin penasaran sama kelanjutannya thorrr😭😭🤗🤗💪, semangat Alana💪💪💪,semoga Raden benar benar penempati janji nya nyaa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
wow sangat plot twist ygu
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
plisss uppp lagiii
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
wow sangat sangat plot twist sekali yaa😍
muna aprilia
lanjut
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
suster Mia gak ada kapok kapok nya yaa😤😤😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ku pikir ibu nya benaran meninggal ternyata oh ternyata 😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
hahahaahhahah😄😄😄😄
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
suster Mia benar benar menyebalkan😤😏
dhya_cha7: "Hahhaha.. iya bener banget nih, Suster Mia emang hobinya jadi obat nyamuk ya! 😂 Eh iya, aku juga mau ngucapin terima kasih banyak buat gift kopinya, hehehe lumayan banget buat asupan tenaga buat ngadepin dr. Raden yang makin nakal di bab depan. Stay tune terus ya, Kak!! ❤️🔥"
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya bagus seru lagi
dhya_cha7: "Makasih ya sudah baca! Itu baru pemanasan loh, bab ke depannya bakal makin seru dan panas. Jadi, stay tune terus ya bareng dr. Raden! 🔥❤️"
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!