NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Beberapa hari berlalu begitu saja, dan pagi ini selesai sarapan, Feng Wu serta Wen Jin berjalan menyusuri jalanan ibukota yang masih ramai menuju sebuah toko buku tua yang terkenal menyimpan buku-buku langka, terutama yang berkaitan dengan ilmu pengobatan dan ramuan.

"Kudengar di sini ada naskah kuno tentang pengobatan racun yang sudah lama dicari para tabib," ujar Wen Jin sambil mendorong pintu kayu tebal toko itu. "Kita lihat apakah benar-benar ada."

Mereka berdua berkeliling di antara rak-rak tinggi yang penuh dengan tumpukan buku. Di sudut ruangan yang agak sepi, Feng Wu berhenti. Matanya tertuju pada sosok wanita yang sedang berdiri membelakangi mereka, jari-jarinya lentik menyentuh sampul buku dengan tenang. Saat wanita itu berbalik, wajahnya yang tenang namun berwibawa terlihat jelas.

Wanita Itu Su Meng.

Wanita itu menatap mereka sekilas, senyum tipis terukir di bibirnya, namun sorot matanya dingin dan sedikit angkuh, seakan tidak peduli dengan sekitarnya. Ia hanya mengangguk pelan, lalu kembali memusatkan perhatian pada bukunya tanpa menyapa lebih lanjut.

"Kau lihat apa?" tanya Wen Jin.

"Wanita itu" kata Feng Wu sambil menunjuk ke arah Su Meng.

"Bukankah kau sangat ingin bertemu dengannya, sekarang kau bisa melihatnya sendiri. Dia Nona Su, pujaan hati kakak" ungkap Wen Jin.

Feng Wu memperhatikannya lekat-lekat. Gerakannya begitu anggun, namun di balik ketenangan itu, Feng Wu bisa merasakan ada sesuatu yang tersembunyi, kebijaksanaan yang dalam, ketajaman pikiran, dan semacam kekuatan yang tidak dimiliki wanita biasa. Su Meng sama sekali tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada kedalaman yang belum terlihat dari luar.

"Bukunya sudah ada, ayo balik," ajak Wen Jin setelah membayar buku-buku yang mereka pilih.

Feng Wu melihat Su Meng seperti sedang terburu-buru untuk keluar dari toko buku tersebut.

"Wu'er? kau melihat apa, ayo kita kembali." tanya Wen Jin.

Feng Wu mengangguk, namun hatinya masih teringat pada sosok Su Meng. "Kakak Jin, aku boleh minta izin sebentar? Ada tempat yang ingin aku kunjungi sebelum kembali."

Wen Jin terdiam sejenak, lalu mengangguk namun dengan nada peringatan lembut. "Boleh, tapi jangan lama-lama ya. Segera kembali ke kediaman. Jangan sampai malam, jalanan di luar sana tidak terlalu aman."

"Aku tahu, Kak. Aku akan berhati-hati," jawab Feng Wu sambil tersenyum tipis, lalu berjalan pergi dengan arah yang berbeda, meninggalkan Wen Jin yang masih memperhatikannya sampai sosok itu hilang di keramaian.

Su Meng melangkahkan arah kakinya menuju pada sebuah kedai teh kuno yang tak jauh dari sana. Feng Wu yang bergerak mengikuti dari belakang, berniat menghampiri dan menyapa wanita itu lebih dekat. Langkahnya mantap, namun baru saja ia hendak melangkah melewati lorong sepi di samping kedai teh, tiba-tiba sebuah tangan kuat menarik pergelangan tangannya dengan cepat dan menariknya ke balik dinding batu yang rimbun.

"Siapa yang berani—!" seru Feng Wu dengan nada tajam, emosi langsung membuncah. Ia menoleh dengan wajah merah padam, siap melepaskan diri dan melayangkan serangan. Namun saat melihat sosok yang berdiri di hadapannya, mulutnya terkatup rapat.

Itu Pangeran Ketiga.

Wajahnya dingin, sorot matanya tajam menatapnya. Tanpa memberi kesempatan Feng Wu untuk mengomel, ia segera meletakkan jari telunjuk di bibirnya, memberi isyarat agar gadis itu diam.

"Diam," bisiknya rendah, suaranya berat namun terdengar jelas di telinga Feng Wu. "Jangan bersuara."

Feng Wu mengerutkan kening, rasa kesal masih membara di dadanya, namun ia menurut dan mengalihkan pandangannya ke arah kedai teh tempat Su Meng baru saja duduk.

Dari balik semak dan bayangan dinding, mereka berdua menyaksikan tanpa diketahui siapa pun. Tak lama, sosok lain muncul di meja Su Meng. Bukan pelayan, melainkan seorang pria berpakaian mewah namun berwajah tersembunyi, yang duduk tepat di hadapan Su Meng dengan sikap yang sama sekali bukan sekadar kenalan biasa.

Su Meng bangkit berdiri begitu pria itu mendekat, tanpa banyak bicara ia mengangguk pelan dan mengajak pria itu menuju tangga lantai atas kedai teh yang tertutup tirai tipis.

Melihat itu, rasa penasaran Feng Wu memuncak. Ia hendak melangkah maju untuk menyusul, namun pergelangan tangannya kembali ditarik kuat oleh Pangeran Ketiga. Tanpa memberi kesempatan protes, ia menarik Feng Wu melompat ringan menuju atap kedai teh itu, mendarat pelan di atas genting yang tak jauh dari jendela kamar lantai atas. Dari celah atap dan jendela yang sedikit terbuka, mereka bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam ruangan.

Feng Wu menatap lekat-lekat. Pria itu memakai topi lebar yang menutupi sebagian wajahnya, sehingga ia sama sekali tidak mengenali siapa sosok itu. Namun di sampingnya, Pangeran Ketiga menatap tajam, sorot matanya berubah dingin, ia tahu siapa pria itu.

Di dalam ruangan, suasana berubah drastis. Su Meng yang tadi tampak tenang dan angkuh, kini terlihat sangat berbeda. Ia tersenyum lembut, menatap pria itu dengan tatapan penuh cinta. Tanpa ragu, pria itu merangkul pinggangnya, menarik tubuh Su Meng mendekat, lalu mencium bibirnya dalam dan penuh gairah.

"Emmbbbhh......" Desah Su Meng.

Su Meng membalas ciuman itu sama bergairahnya, tangannya merambat naik ke leher pria itu, perlahan-lahan mulai membuka kancing pakaian pria itu satu per satu. Keduanya seakan lupa diri, dimabuk asmara yang membara.

Melihat pemandangan itu, wajah Feng Wu memucat, matanya terbelalak syok. Ia sama sekali tidak menyangka wanita yang terlihat begitu anggun dan pendiam ternyata memiliki sisi yang begitu... intim dan bebas.

Pangeran Ketiga segera mengangkat tangannya, menutup mata Feng Wu dengan telapak tangannya yang lebar. "Jangan dilihat," bisiknya rendah, suaranya terdengar berat. "Tidak pantas."

Namun Feng Wu dengan cepat menepis tangan itu, matanya tetap terpaku pada jendela, bercampur rasa kaget dan penasaran yang tak bisa ia jelaskan. "Biarkan saja..." gumamnya pelan, napasnya tak beraturan. "Aku... aku sudah dewasa..."

Pangeran Ketiga menatapnya sekilas, lalu kembali menatap ke dalam ruangan dengan wajah yang semakin gelap dan tak terbaca. "Kau... Kau tidak boleh melihat mereka," ucapnya pelan, hampir tak terdengar. "Dan pria yang bersamanya itu... adalah orang yang paling tidak kau sangka-sangka."

"Aku tidak boleh, lalu kau boleh melihatnya, begitukah". Ujar Feng Wu.

"Pemandangan seperti ini sudah biasa, aku tidak kaget." Ungkap Pangeran ketiga.

Mata Feng Wu membelalak tak percaya saat melihat pemandangan di dalam ruangan itu. Su Meng dan pria itu kini tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh mereka, kulit mereka bersentuhan erat. Suara desahan lembut wanita itu terdengar begitu jelas hingga ke atap, membuat wajah Feng Wu memerah padam, mulutnya menganga lebar tak mampu berkata-kata.

Di sampingnya, Pangeran Ketiga justru tersenyum tipis, seakan semua itu sudah ia duga sebelumnya. Saat Feng Wu mencoba untuk melihat lebih dalam lagi, tangan kuat Pangeran Ketiga tiba-tiba melingkar di pinggangnya, dan sebelum Feng Wu sempat protes, tubuhnya sudah terangkat ke udara. Angin malam membelai wajahnya saat mereka melesat menjauh dari kedai teh itu.

Hingga mendarat di sebuah bukit kecil yang sepi dan aman, Pangeran Ketiga baru melepaskannya.

"Sudah cukup dilihat," ucapnya tenang namun nada suaranya terdengar seperti sedang menasihati anak kecil. "Gadis kecil tidak boleh menonton orang dewasa bermesraan. Itu bukan hal yang pantas untuk kau lihat."

Feng Wu langsung mengerutkan kening, kesal bukan main. "Siapa gadis kecil? Aku bukan anak kecil lagi!"

Pangeran Ketiga tertawa pelan, suara rendah itu terdengar menggema. Ia menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Lima belas tahun belum berarti dewasa. Upacara kedewasaanmu belum dilaksanakan, kan? Selama belum ada upacara itu, kau tetap dianggap anak kecil di mata dunia maupun di mataku."

"Kau—!" Feng Wu menahan amarahnya, lalu mengalihkan pembicaraan. "Daripada menasihatiku, lebih baik kau jelaskan sesuatu. Mengapa kau ada di kedai teh itu? Apakah kau sedang menyelidiki Su Meng? atau pria itu?"

Pangeran Ketiga terdiam, senyum tipis itu hilang berganti wajah datar yang tak terbaca. Ia memalingkan wajah, menatap ke arah cakrawala yang mulai meredup. "Ada hal-hal yang lebih baik kau tidak tahu dulu."

"Kenapa? kau sengaja membuatku penasaran? Cepatlah katakan" Feng Wu mendesak, melangkah mendekat. "Kau pasti tahu siapa pria itu, bukan? Dan apa hubungan mereka? Katakan padaku!"

Pangeran Ketiga menatapnya tajam sejenak, lalu menghela napas panjang. "Dasar gadis bar-bar, kau pikir aku ini siapamu?.''

"Mohon yang mulia Pangeran ketiga memberiku penjelasan". Ujar Feng Wu.

"Aku datang untuk menyelidiki seseorang, kebetulan bisa menyaksikan adegan tidak pantas ini." kata Pangeran ketiga.

Feng Wu tertegun, rasa penasaran di hatinya justru semakin membara. "Semakin kau merahasiakannya, semakin aku ingin tahu... Jika tidak ingin mengatakannya, aku bisa cari tahu sendiri"

1
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!