NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:39k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

.

Waktu telah menunjukkan pukul enam sore ketika mobil yang dikendarai Alena akhirnya berhenti tepat di halaman luas kediaman mewah Nathan Wijaya Kusuma. Setelah mematikan mesin, Alena melepaskan sabuk pengamannya lalu turun dari mobil. Dengan sigap gadis itu berjalan memutar lalu membuka pintu penumpang bagian depan. Beberapa detik menunggu tapi Nathan tak juga menggerakkan tubuhnya untuk turun dari mobil.

“Tuan, apa ada masalah?" Alena sedikit membungkukkan badannya untuk menatap ke arah Nathan. Kening gadis itu mengerut karena Nathan masih saja duduk diam dengan wajahnya yang datar.

“Tanganku terlalu lelah hari ini. Tidak bisa membuka sabuk pengaman."

“Haa…?”

Jawaban Nathan membuat kedua mata Alena terbelalak. Alena menggaruk tengkuknya merasa aneh. Apa ada orang yang sampai tidak bisa membuka sabuk pengaman hanya karena tangannya lelah? Sedetik kemudian gadis itu mendengus kesal karena merasa lagi-lagi Tuan Nathan sedang mengerjai dirinya. Apa menurut Tuan Nathan dirinya masih kurang lelah hari ini? Namun, apalah daya? Ia hanya bisa memasukkan tubuhnya ke dalam mobil melewati Nathan kemudian membuka sabuk pengaman yang membelit tubuh pria itu.

Nathan yang sebenarnya memang hanya ingin mengerjai Alena karena masih terbawa rasa kesalnya, seketika terdiam membeku ketika wajah Alena hanya jarak beberapa cm dari wajahnya. Pria itu sampai menahan nafas dengan dadanya yang berdegup kencang. Aroma sampo yang mengeluarkan dari kepala gadis itu, juga harum tubuhnya, membuatnya menelan ludah.

“Sudah terbuka, Tuan. Anda bisa turun sekarang."

Suara Alena membuat lamunan Nathan buyar. Pria itu hanya berdehem demi menetralkan rasa gugupnya, kemudian dengan gayanya yang cool seperti biasa, ia menggerakkan kakinya perlahan turun dari mobil.

Pak Dino, kepala pelayan telah menyambut kedatangan mereka tak jauh dari pintu mobil.

"Selamat datang, Tuan,” ucapnya seraya membungkukkan badan. Setelah itu tangannya terulur saat melihat Alena membuka pintu bagian belakang dan mengambil tas kerja Nathan. Namun, saat Alena ingin menyerahkan tas itu kepada pak Dino, suara datar Nathan kembali terdengar.

"Biar Alena saja yang membawanya masuk!”

Alena menoleh dengan kening berkerut. Begitu juga dengan Pak Dino. Kedua tangan mereka sama-sama menggantung di udara. Keduanya sama-sama menoleh ke arah Nathan. Sementara Nathan melirik ke arah Alena dengan alisnya yang terangkat.

“Tuan, saya bisa…”

“Kamu itu masih muda. Tapi untuk membawa masuk tas saja mengandalkan Pak Dino yang sudah tua? Tidak tahu sopan santun!"

Kedua orang itu saling pandang dengan mata terbelalak saat suara Nathan kembali terdengar. Dan pak Dino? Sudah tua katanya? Pria itu bahkan masih sanggup menghajar sepuluh preman sekaligus. Tapi melihat tatapan mata Nathan, pria itu segera menundukkan kepalanya, lalu menurunkan tangan dan mempersilahkan Alena untuk masuk ke dalam rumah.

Pak Dino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat kemudian melihat Nathan berjalan masuk dengan seringai tipis di sudut bibirnya.

“Tuan terlihat aneh. Ada apa ya?" Tapi pria itu segera mengejar langkah Nathan, khawatir tuannya itu akan membutuhkan sesuatu.

Alena menahan dirinya yang ingin mendengus kesal. Dia sudah lelah. Dia ingin segera pulang ke apartemen dan berendam air hangat. Tapi nampaknya ujian hari ini masih belum berakhir. Gadis itu pun hanya bisa mengikuti mereka masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang gontai.

Namun, keanehan itu belum berakhir. Begitu mereka sampai di ruang tengah, Nathan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alena dengan wajahnya yang telah kembali menjadi datar

"Siapkan air mandiku."

Pak Dino yang berjalan di belakangnya seketika membelalakkan matanya, bahkan sampai mengucek-ngucek telinganya dengan ujung jari kelingking, mengira pendengarannya salah. Biasanya dialah yang menyiapkan segala keperluan pribadi Nathan, termasuk air mandi. Karena tuannya itu tak pernah mau dilayani orang lain selain dirinya.

Tuan Nathan memilih seorang gadis menjadi asisten pribadinya itu saja sudah aneh. Dan sekarang malah menyuruh gadis itu menyiapkan air mandinya? Apa matahari sudah terbit dari barat?

Sementara itu, Alena tak kalah terkejut. "Saya…?" tanya gadis itu menunjuk dirinya sendiri. “Menyiapkan air mandi?" ulangnya ragu.

"Kamu keberatan?”

"Bukan masalah keberatan atau tidak, tapi itu bukan tugas seorang asisten direktur."

Nathan mengangkat bahu santai. "Tugas asisten adalah melayani dan melaksanakan segala perintah bosnya. Bukankah begitu?"

"Tapi ini sudah di luar jam kerja saya," bantah Alena tegas namun tetap sopan.

Nathan menatapnya sekilas, lalu tersenyum tipis penuh hitungan. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, kemudian menatap gadis itu tanpa ekspresi

"Kalau begitu, aku akan membayarmu lebih."

"Maksud Tuan?” Alena mengerutkan kening.

"Mulai sekarang, tugasmu adalah bersiaga dua puluh empat jam di sampingku. Dan gajimu akan dinaikkan menjadi tiga kali lipat dari yang perjanjian awal."

Mendengar angka itu, mata Alena seketika membelalak. Bahkan tanpa sadar mulutnya terbuka lebar. Tiga kali lipat? Gadis itu menghitung jari-jarinya. Gajinya sekarang dua puluh juta. Dan tiga kali lipat? Itu artinya… enam puluh juta? Tanpa pikir panjang gadis itu menganggukan kepala dengan cepat.

"Deal. Tiga kali lipat.”

Kedua mata gadis itu menatap ke arah Nathan dengan begitu bersemangat. Hilang sudah rasa lelah bekerja seharian. Bahkan ia sudah lupa dengan rasa kesalnya karena sikap bosnya yang berubah-ubah dan menyebalkan.

Dengan cepat, Alena menoleh ke arah Pak Dino. “Pak, di mana kamar Tuan?”

Pak Dino menelan ludahnya melihat semua yang terjadi di depan matanya. Pria itu segera menoleh ke arah Nathan, dan terlihat Tuan mudanya itu menganggukkan kepala. Akhirnya sambil menelan ludahnya, pak Dino mengarahkan telapak tangannya ke arah tangga yang menuju lantai atas.

"Di lantai atas, Nona. Kamar Tuan ada di ujung koridor sebelah kiri."

"Terima kasih, Pak Dino!" ucap Alena segera membalikkan badannya berlari menuju ke arah tangga dengan tas kerja Nathan yang berada dalam pelukannya. Sesaat kemudian punggung gadis itu sudah menghilang di balik koridor lantai atas.

Melihat punggung gadis itu yang menghilang, Nathan mendengus kesal. Apalagi jika mengingat Alena melewati tangga dengan cara melompati dua anak tangga sekaligus. Begitu bersemangatnya gadis itu hanya karena mendengar gajinya naik menjadi tiga kali lipat.

“Jadi hanya uang yang bisa membuatmu tertarik? batinnya kesal.

Suasana hati pria itu yang sebelumnya sudah membaik ini kembali memburuk. Ada banyak wanita di luar sana yang berbaris ingin berada di posisi Alena, mendambakan perhatiannya, namun gadis itu seolah sama sekali tak peduli pada dirinya atau pesonanya.

Nathan menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tengah, lalu meraih ponselnya dari saku jas untuk menghubungi orang kepercayaannya.

"Cari tahu siapa yang menyebarkan video tentang Alena."

“Baik, Tuan." Jawab orang di seberang sana.

Nathan terdiam sejenak sebelum melanjutkan. Sorot matanya mengarah ke ujung tangga di mana punggung Alena menghilang. Ada sesuatu yang masih membuatnya merasa resah.

"Dan satu lagi… Temukan segala informasi tentang seorang pria bernama Rudi.”

"Maaf, Tuan… siapa Rudi?"

Kenapa ingin mengumpat karena tidak bisa menahan diri. Namun, dia sudah terlanjur memberikan perintah.

“Alena menyebutnya sebagai kakak senior di kampus. Cari tahu semua tentang dia, pekerjaannya, latar belakangnya. Dan sejauh apa hubungannya dengan Alena."

"Baik, Tuan. Akan saya selidiki."

1
Sri Rahayu
Nathan...Nathan modus kamu biar Alena 24 jam mengurus mu sampe mau bayar 3x.lipat gaji nya....cemburu bilang aja 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
benar kt tuan Richard kl Reno bodoh tdk layak utk jd pemimpin Sebastian Group... otak nya lemot🤩🤩🤩🤩🤩
Anonim
kok kesal Pen......15
Oma Gavin
nathan.... nathan gengsi mu setinggi langit aku sumpahin orang kantor ada yg naksir alena biar kamu dapat saingan
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!