NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:101.6k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengawal Pribadi Lan Suya

Malam akhirnya tiba. Setelah beristirahat selama beberapa waktu, Sha Nuo berdiri di depan cermin di dalam kamarnya. Ia menatap pantulan dirinya dengan tenang.

Pakaiannya terlihat jauh lebih rapi dibandingkan biasanya. Jubah hitam yang dikenakannya tertata sempurna. Rambutnya juga telah dirapikan sehingga tidak ada bagian yang terlihat berantakan.

Sha Nuo memiringkan kepala sedikit. Ia merasa penampilannya sudah cukup pantas untuk menghadiri acara resmi.

Hal yang paling berbeda malam ini adalah dua pedang hitam yang biasanya selalu tergantung di pinggangnya kini tidak terlihat. Untuk menghadiri acara seperti perayaan ulang tahun pernikahan emas keluarga Wong, rasanya kurang pantas jika ia masih memajang kedua pedangnya seperti seorang pendekar yang sedang menuju medan pertempuran.

Namun bukan berarti Sha Nuo meninggalkan kedua pedang tersebut. Kedua pedang hitam itu telah ia simpan ke dalam cincin ruang miliknya. Setelah puas melihat penampilannya, Sha Nuo akhirnya berbalik dan keluar dari kamar.

Ketika sampai di luar penginapan, ia langsung melihat Gao Rui yang sudah menunggunya. Gao Rui juga mengenakan pakaian yang jauh lebih rapi dari biasanya. Rambut panjangnya diikat dengan rapi, membuat pemuda itu terlihat semakin gagah.

Begitu melihat Sha Nuo, mata Gao Rui langsung berbinar.

“Wah, Paman Nuo.”

Gao Rui tersenyum lebar.

“Paman terlihat berbeda malam ini.”

Sha Nuo mengangkat alis.

“Berbeda?”

Gao Rui memperhatikan Sha Nuo dari atas sampai bawah.

“Lebih rapi.”

Sha Nuo terkekeh.

“Begitukah?”

Ia kemudian melihat pakaian Gao Rui.

“Kau juga terlihat bagus.”

Gao Rui tersenyum puas.

“Tentu saja.”

Tidak lama kemudian, pintu penginapan kembali terbuka. Lan Suya keluar.

Langkah wanita itu membuat perhatian beberapa orang di sekitar penginapan langsung tertuju kepadanya. Malam itu Lan Suya mengenakan pakaian yang jauh lebih indah. Rambut panjangnya ditata dengan rapi, dihiasi aksesori sederhana yang membuat wajahnya terlihat semakin anggun.

Sha Nuo yang sedang berbicara dengan Gao Rui tiba-tiba terdiam. Tatapannya tertuju kepada Lan Suya.

Untuk beberapa saat, ia tidak mengatakan apa pun. Wanita itu terlihat sangat cantik. Sha Nuo sendiri bahkan tidak menyadari bahwa tatapannya telah tertahan cukup lama.

Gao Rui yang berada di sampingnya segera menyadarinya. Namun ia tidak langsung mengatakan apa pun. Ia justru tersenyum kecil dan mulai menyapa Lan Suya.

“Bibi Ya terlihat sangat cantik malam ini.”

Lan Suya tersenyum.

“Terima kasih, Rui’er.”

Ia kemudian menatap Sha Nuo. Tatapan mereka bertemu. Lan Suya tersenyum kecil.

“Ayo kita berangkat.”

Sha Nuo tersadar.

“Ah... baik.”

Ia segera mengalihkan pandangan.

Lan Suya dan Gao Rui kemudian naik ke dalam kereta kuda. Sha Nuo sendiri menaiki kudanya. Beberapa anggota Harta Langit juga ikut menunggang kuda di sekitar kereta untuk menjaga rombongan. Setelah semuanya siap, rombongan mulai bergerak menuju kediaman Keluarga Wong.

Di dalam kereta kuda, Lan Suya duduk sambil menatap keluar melalui jendela. Namun pikirannya tidak benar-benar berada di luar. Ia justru memikirkan Sha Nuo.

Malam ini mereka akan menghadiri acara resmi. Di sana tentu akan ada banyak keluarga besar dan tokoh penting Kota Wuye. Lan Suya mulai memikirkan satu hal.

“Bagaimana nanti ia menjelaskan hubungan Sha Nuo dengan dirinya?”

“Bagaimana jika mereka benar-benar mengira Sha Nuo adalah kekasihnya?”

Lan Suya mengerutkan kening. Haruskah ia mengatakan bahwa pria itu sebenarnya adalah Hantu Pedang Sha Nuo, tangan kanan salah satu Raja Dunia?

Memikirkan hal tersebut membuat kepalanya semakin pusing. Ia bahkan tidak tahu mana yang lebih baik.

Kalau mengatakan identitas Sha Nuo, mungkin perhatian orang-orang akan langsung tertuju kepadanya. Kalau tidak mengatakannya, mereka mungkin benar-benar mengira pria itu adalah kekasihnya.

Lan Suya menghela napas pelan. Di seberangnya, Gao Rui memperhatikan ekspresinya.

“Bibi.”

Lan Suya menoleh.

“Apa yang Bibi pikirkan?”

Lan Suya tersenyum kecil.

“Tidak ada apa-apa.”

Gao Rui menyipitkan mata.

“Benarkah?”

Lan Suya kembali melihat keluar jendela.

“Benar.”

“Jangan terlalu banyak berpikir.”

Gao Rui hanya terkekeh.

“Baiklah.”

Perjalanan kemudian dilanjutkan.

Setelah beberapa waktu, rombongan akhirnya tiba di kediaman Keluarga Wong. Suasana di sekitar kediaman tersebut sangat ramai. Banyak kereta kuda berhenti di depan gerbang. Para tamu dari berbagai keluarga terus berdatangan.

Kereta kuda Harta Langit akhirnya berhenti. Salah seorang anggota Harta Langit turun terlebih dahulu, kemudian menyerahkan undangan kepada penjaga.

Penjaga memeriksa undangan tersebut. Begitu melihat nama Harta Langit, sikapnya langsung menjadi lebih hormat.

“Silakan masuk.”

Rombongan kemudian dipersilakan melewati gerbang. Lan Suya turun dari kereta bersama Gao Rui. Sha Nuo juga turun dari kudanya.

Mereka bertiga berjalan memasuki kediaman Keluarga Wong. Setelah melewati beberapa halaman, mereka akhirnya tiba di ruang penyambutan utama.

Ruangan tersebut menjadi tempat para tamu berkumpul sebelum memasuki aula utama tempat acara berlangsung. Lan Suya, Gao Rui, dan Sha Nuo kemudian masuk ke aula acara.

Suasana di dalam benar-benar ramai. Banyak keluarga telah tiba. Para bangsawan, pedagang besar, tokoh sekte, hingga beberapa pendekar terkenal Kota Wuye terlihat berkumpul di sana.

Begitu Lan Suya muncul, beberapa orang langsung mengenalinya.

“Nyonya Lan Suya!”

“Lama tidak bertemu.”

“Nona Ya juga datang?”

Beberapa orang segera mendekat untuk menyapa. Lan Suya membalas mereka dengan senyum sopan. Sepertinya ia memang memiliki cukup banyak kenalan di Kota Wuye.

Tidak hanya Lan Suya yang menarik perhatian. Beberapa orang juga mulai mendekati Gao Rui. Terutama para pemuda dan tetua dari keluarga-keluarga besar yang memiliki tujuan masing-masing.

Gao Rui merupakan Pendekar Naga Bintang yang terkenal sebagai salah satu pendekar muda terkuat di Kekaisaran Zhou. Memiliki hubungan baik dengannya tentu merupakan sesuatu yang dianggap menguntungkan. Sebagian besar perhatian akhirnya tertuju kepada Lan Suya dan Gao Rui.

Sementara itu, Sha Nuo berdiri beberapa langkah di belakang mereka. Ia awalnya mengira orang-orang akan mempertanyakan identitasnya. Bagaimanapun, dirinya datang bersama Lan Suya dan Gao Rui.

Namun kenyataannya tidak seperti yang ia bayangkan. Tidak ada seorang pun yang bertanya kepadanya. Bahkan sebagian besar orang tidak terlihat memperhatikannya.

Sha Nuo terdiam. Ia akhirnya memahami sesuatu. Orang-orang di sini sepertinya sudah mengenal Lan Suya dan Gao Rui. Namun tidak ada yang mengenal dirinya.

Sha Nuo melirik ke arah kerumunan yang terus mendekati keduanya.

“...”

Untuk pertama kalinya, Hantu Pedang yang selama ini dikenal karena namanya justru berdiri seperti orang asing di tengah keramaian.

Gao Rui yang menyadari ekspresi Sha Nuo langsung menoleh. Ia menahan tawa.

“Paman Nuo.”

Sha Nuo menatapnya.

“Apa?”

Gao Rui menunjuk beberapa orang yang berada tidak jauh dari mereka.

“Sepertinya mereka melihat Paman.”

Sha Nuo mengangkat alis.

“Benarkah?”

Gao Rui mengangguk sambil tersenyum.

“Sepertinya mereka mengira Paman adalah pengawal Bibi dan aku.”

Sha Nuo langsung terdiam. Ia menatap orang-orang di sekitar mereka. Tidak ada satu pun yang terlihat ingin mendekat kepadanya.

Gao Rui akhirnya tidak mampu menahan tawanya.

“Hahaha...”

Sha Nuo menghela napas.

“Begitu rupanya.”

Ia melihat kerumunan orang-orang yang datang. Benar saja rata-rata tamu undangan membawa satu orang pengawal pribadi mereka untuk masuk. Entah untuk menjaga mereka atau mengurus hal-hal lain yang dibutuhkan tamu undangan itu di dalam ruangan ini.

Ia tidak merasa tersinggung. Justru keadaan seperti ini terasa cukup aneh baginya. Hantu Pedang Sha Nuo, orang yang biasanya membuat banyak pendekar ketakutan kini malah dianggap sebagai pengawal pribadi Lan Suya.

1
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
Akhmad Baihaki
hmmmmm..bikin penasaran
Aghaffar
ayoo thoor..
jgn buat penasaraan
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
nengnong
cantik memang cantik
yayat
bakal ada apa ni pamsn nou sampe minta rui bersiap
udenk
kayaknya ada yg mau nembak nich
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sesuatu 🔥🌽
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍
Adek Darmansyah
pelit x up ny thor😭😭 jd malas kasih
Sarip Hidayat
waaah... terlalu
Nanik S
Paman Nuo.... minum tehnya gak usah pedulikan yang lain kecuali Gao Rui
Nanik S
Paman Nuo... kenapa Rui suruh bersiap memang Kejutan apa yang akan Paman Berikan 🤣🤣🤣👍👍👍
Raju: ralat. keluarga wong
total 2 replies
tariii
bersiap apa nich, paman?? jangan buat penasaran lah...🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
miss blue 💙💙💙
gou rui sama paman nuo pasti mau bikin pesta sendiri 🤣🤣🤣
angin kelana
waduh apakah akan ada penyerangan???💪💪💪
John Travolta
bagusss 👍👍👍👍👍👍
Eka Haslinda
ternyata paman Nuo benar2 gak terkenal 🤣🤣🤣
Warda Rahmawati
apakah paman nuo akan hilang disini??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!