NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.

Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.

Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?

subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permohonan Azmi

Tok, tok, tok.

"Abang, ini Ninik. Boleh masuk?"

Arsyad langsung menutup tempat pensilnya. Menyembunyikannya di dalam laci.

"Iya, Ninik. Masuk saja!" seru Arsyad dari dalam. Arsyad berpura-pura membuka buku, seolah dia sedang menulis.

Ummi Hawa masuk. Dia tersenyum teduh, sambil berjalan ke arah Arsyad.

"Abang, lagi apa? Belajar?" tanya Ummi Hawa setelah melihat buku yang terbuka di atas meja.

"Iya, Ninik. Kan bentar lagi Abang mau sekolah," jawabnya dengan nyengir.

"Abang, bisa ikut Ummi ke bawah? Aki mau ngomong sama Abang."

"Mau ngomong apa Ummi?"

"Ikut saja dulu, yuk?"

Arsyad mengangguk. Dia menutup bukunya lalu turun dari kursi, berjalan keluar sambil dituntun Ummi Hawa.

Setibanya di tangga, Arsyad mulai heran menatap semua orang. Kenapa begitu banyak orang berkumpul di rumahnya sore ini. Arsyad, berjalan ke arah Abi Adam, lalu duduk di samping akinya. Ummi Hawa kembali ke tempat duduk sebelumnya.

"Abang, Aki mau tanya. Tapi Abang jawab jujur ya, gak boleh bohong."

Ada apa ini? Kok aku kayak diintrogasi. Apa jangan-jangan Semi yang ngadu ke Aki, batin Arsyad melirik tajam adiknya.

"Mau tanya apa Aki?"

"Bener ... Kamu jambak rambutnya Uncle Haesung?"

Tuh, kan. Pasti Adek yang ngadu.

"Abang bisa jawab?" tanya Abi Adam, ketika Arsyad lama diam.

"Iya Aki. Tadi Abang khilaf," jawabnya yang menunduk.

Zahra terkejut. Jika Haesung ada di sini mungkin Zahra sangat malu sekali. Setelah ia menamparnya ternyata sebelum itu Arsyad lebih dulu menjambaknya. Pantas saja Haesung marah. Tapi, Zahra terlalu kesal.

"Astagfirullah... Abang, Aki nggak pernah ngajarin Abang seperti itu. Apapun alasannya tetap tidak boleh bersikap kasar kepada orang dewasa."

"Iya Aki, maaf." Arsyad mengaku salah.

"Tapi bukan sama Aki minta maafnya. Ummi bagaimana?" tanya Abi Adam melirik Ummi Hawa.

"Begini Abi. Nyonya Min-Ji itu sering sekali datang ke pondok kita. Dia juga sering bantu untuk keperluan pondok dan hal lainnya. Ummi juga sudah berteman lama sama Nyonya Min-Ji dan sekarang ... beliau sedang berusaha memantapkan hati, belajar ilmu agama Islam."

"MasyaAllah," ucap semua yang ada di ruang tengah.

"Jadi menurut Ummi, alangkah lebih baiknya kalau kita datang ke rumah Nyonya Min-Ji. Zahra, dan Arsyad kalian harus meminta maaf langsung bagaimana?" tanya Ummi membuat anak dan ibu itu terlonjak.

Zahra sepertinya tidak ada pilihan lain. Tidak ada alasan untuk menolak karena dirinya yang salah. Arsyad juga tidak mungkin membantah, dan kelakuannya sudah ada saksi.

"Iya, Ummi."

"Iya, Ninik." Mereka menjawab bersamaan.

Ummi Hawa tersenyum, dia senang karena anak dan cucunya mau mengakui kesalahan.

"Ya, sudah. Kalau bisa malam ini kita ke rumah Nyonya Min-Ji."

"Ummi, sepertinya jangan malam ini," tutur Abi Adam. "Abi lupa, belum memperkenalkan Nak, Ilham pada santri kita. Tadi kan ada beberapa hal sehingga menghambat."

Seharusnya siang tadi perkenalan Ilham pada anak santri sudah dilakukan. Namun, karena ada tamu lain jadi tertunda. Ilham memilih keluar untuk jalan-jalan daripada nimbrung obrolan Abi Adam dan Azmi.

Di tambah setelah siangnya, mereka kedatangan Nyonya Min-Ji di tambah dengan insiden Zahra dan Haesung.

"Ya sudah kalau begitu besok saja. Sekalian kita silaturahmi Abi, bagaimana?"

"Boleh Ummi. Kalau begitu, Abi sama Nak Ilham mau ke asrama putra dulu, sekalian siap-siap untuk salat magrib.

"Iya, Abi."

"Nak, Azmi mau ikut sekalian?" tanya Abi Adam pada seorang lelaki yang duduk di ujung sana. Azmi masih ada walau sudah disuruh pulang oleh Abi Adam.

"Duluan saja Abi. Nanti Azmi menyusul," jawabnya.

Azmi memang ada niat untuk bertemu Zahra, sehingga dia tidak akan pergi sebelum berbicara dengan wanita itu.

"Baik kalau begitu. Ayo Ilham." Abi Adam dan Ilham pamit.

Sementara di ruangan tersisa Ummi, Zahra dan Azmi. Arsyad dan Semi sudah pergi lebih dulu.

"Ummi, Azmi minta izin untuk bicara dengan Zahra," katanya demikian.

"Ya, sudah. Ummi duduk di sana ya." Tunjuk Ummi Hawa ke arah meja makan yang tidak jauh dari ruang tengah. Ruang tengah dan ruang makan yang tidak memiliki pembatas, membuat Ummi bisa memantau pergerakan kedua orang yang belum ada ikatan suci itu.

Walau di perhatikan Ummi tidak bisa mendengar percakapan mereka.

"Zahra ...."

"Mau ngomong apa Mas Azmi sama Zahra? Sepertinya tidak ada yang harus diobrolkan," ketus Zahra.

Azmi terdiam. Sebenarnya dia merindukan Zahra yang dulu, yang selalu ramah dan berkata lembut.

"Saya ke sini ingin meminta maaf atas perlakuan Ibu waktu lusa."

Zahra menatap Azmi.

"Mas, tahu Ibu datang kesini, dan Mas, sangat minta maaf atas perkataan Ibu Mas," lanjut Azmi.

"Zahra sudah memaafkan Mas." Zahra masih bicara cetus. Ia berkata tanpa melihat Azmi.

"Jadi sebaiknya Mas Azmi pulang sekarang. Zahra tidak mau nanti Ibu Maryam datang lagi dan menuduh Zahra menggoda Mas." Zahra menatap tajam.

"Tidak seperti itu Zahra," elak Azmi.

"Tidak seperti itu gimana? Seharusnya Mas juga tahu apa yang sudah Ibu Mas katakan pada Zahra. Mas tadi bilang maaf kan? Itu artinya Mas tahu. Tolong Mas ... Jangan ganggu Zahra lagi, sebaiknya Mas jangan pernah datang ke sini lagi."

"Mas gak bisa Zahra."

"Maksud Mas apa?"

"Mas, mau kita seperti dulu. Mas ingin kita kembali bersama Zahra."

"Kita belum pernah bersama Mas. Kita belum pernah menikah."

"Tapi kita sudah bertunangan," sanggah Azmi.

Mata Azmi terlihat jelas masih ada rasa pada Zahra. Walau dia tahu kehidupan Zahra dulu.

"Zahra, Mas akan menerima Semi dan Arsyad seperti anak Mas. Mas nggak peduli apa kata orang, Mas Ingin mengkhitbahmu."

"Seharusnya Mas mengerti, sebelum mengatakan itu. Dan Mas seharusnya tahu ... Jawaban apa yang Zahra akan katakan. Jadi sebaiknya Mas, pulang jangan pernah datang lagi ke sini."

Zahra bangkit lalu pergi menuju kamarnya. Azmi diam melongo ketika Zahra meninggalkannya.

Melihat situasi yang agak panas, Ummi akhirnya menghampiri Azmi.

"Nak, Azmi?" Panggilnya setelah duduk.di hadapan Azmi.

"Saran Ummi jangan memaksa. Ummi bukannya membenci kamu atau tidak suka. Tapi alangkah lebih baiknya, kita serahkan semua urusan kita kepada pemiliknya. Allah pasti tahu mana yang terbaik untuk kamu dan Zahra."

"Tapi Ummi ...."

"Nak, Azmi. Jika memang kalian berjodoh kalian pasti kembali dipertemukan. Tapi bukan berarti kamu menolak yang sudah Allah berikan. Jika ada wanita lain maka bukalah hatimu untuknya. Siapa pun wanita itu pasti yang terbaik untukmu."

"Semoga kamu mendengar saran Ummi ya."

"Terimakasih Ummi. Maaf Azmi sudah mengganggu," ucap Azmi. Ummi Hawa langsung menggeleng.

"Kalau begitu Azmi pamit Ummi. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

1
Dini_Ra
Teruntuk kalian yang baca karya ini. Author mau jelaskan jika karya ini sebenarnya sudah pernah publish sebelumnya dengan cover yang berbeda. Mungkin dari kalian ada yang sudah pernah baca, lalu kenapa sih Thor? kok yang ini covernya beda, terus babnya juga udah banyak tapi yang ini kembali dari awal.

Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.

jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!