NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

.

Keira berhenti sejenak setelah menyampaikan sambutannya. Matanya bergerak menyapu seluruh peserta yang duduk berhadapan dengannya, termasuk Arsen yang masih terlihat kaku di tempatnya.

Tidak ada sedikitpun perubahan pada ekspresi Keira. Seolah-olah mereka tidak pernah hidup bersama selama empat tahun.

“Proses penilaian akan dilakukan secara transparan,” lanjut Keira dengan tenang. “Setiap proposal akan dinilai berdasarkan kemampuan perusahaan, pengalaman mengerjakan proyek serupa, kondisi finansial, strategi pelaksanaan, serta nilai penawaran yang diberikan. Kami tidak akan memberikan prioritas kepada perusahaan mana pun hanya karena pernah bekerja sama sebelumnya.”

Kalimat terakhir membuat beberapa pengusaha saling melirik. Namun, orang yang paling terpengaruh oleh ucapan itu justru Darma. Pria paruh baya itu menelan ludahnya dengan ekor mata melirik Arsen seolah ingin memastikan putranya juga mendengar kata-kata Keira itu.

Arsen sendiri masih menatap Keira dengan tatapan sulit percaya. Selama ini KA Grup selalu memberikan kemudahan kepada Wijaya Group. Bahkan, tadi beberapa pengusaha sempat mengatakan bahwa tender ini hampir seperti formalitas. Namun, Keira baru saja mengatakan hal yang sebaliknya.

“Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama,” ujar Keira sebelum menyerahkan acara kepada tim penilai.

Tepuk tangan terdengar dari berbagai sudut ruangan. Keira kemudian duduk kembali di kursinya. Daren yang berada di sampingnya membuka dokumen penilaian, sementara beberapa direktur KA Grup mulai mengambil posisi.

Arsen perlahan mendekatkan mulut ke telinga Darma. “Ayah...” bisiknya.

Darma masih menatap ke depan dengan wajah tegang. “Kenapa yang bicara di depan Keira? Kenapa bukan Tuan Daren? Dan kenapa Tuan Darren memanggilnya dengan sebutan Bos?”

“itu yang aku juga bingung,” jawab Arsen. “Apa jangan-jangan kita telah melakukan kesalahan?"

Darma tidak menjawab. Keduanya sama-sama terdiam ketika pembawa acara mempersilakan peserta pertama mempresentasikan proposal mereka.

Satu demi satu perusahaan maju. Mereka menjelaskan rancangan pembangunan, kemampuan finansial, pengalaman, hingga strategi menyelesaikan proyek dalam waktu yang telah ditentukan.

Ketika giliran Wijaya Group tiba, Arsen berusaha mengesampingkan keterkejutannya. Ia berdiri dan memimpin presentasi bersama beberapa anggota tim.

Proposal mereka memang kuat. Pengalaman Wijaya Group dalam mengerjakan proyek berskala besar membuat presentasi berlangsung cukup meyakinkan. Setelah selesai, Arsen kembali ke tempat duduk sambil menyeka keringat dingin yang membanjiri pelipisnya.

Darma langsung menepuk bahunya. “Santai saja. Proposal kita jelas lebih unggul dari peserta lainnya.”

Arsen hanya mengangguk sambil menyimak presentasi demi presentasi yang ditampilkan oleh perusahaan berikutnya. Dan sejauh itu arsen masih tetap tenang. Namun, ketika mama perusahaan terakhir disebut, Arsen yang semula duduk bersandar seketika menegakkan tubuhnya.

Ekspresi wajah Arsen langsung berubah ketika sosok yang sangat dikenalnya berjalan menuju ke panggung. “Dia?” gumamnya nyaris tak terdengar.

Mario yang duduk di belakangnya ikut menoleh. “Bapak mengenalnya?”

Arsen tidak menjawab, hanya kedua tangannya yang mengepal erat.

Pria itu bernama Adrian Mahendra, CEO Mahendra Corp, perusahaan yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan menjadi salah satu pesaing terkuat Wijaya Group. Arsen dan Adrian memiliki hubungan yang buruk di masa lalu, bahkan sejak masa kuliah.

Dulu, keduanya sering bersaing dalam berbagai hal. Mulai dari organisasi, prestasi, hingga urusan bisnis pertama yang mereka bangun setelah lulus. Persaingan itu semakin buruk setelah sebuah proyek besar yang mereka perebutkan akhirnya jatuh ke tangan Arsen. Sejak saat itu, hubungan mereka berubah menjadi permusuhan terbuka.

Adrian bahkan pernah mengatakan bahwa suatu hari ia akan mengambil posisi yang selama ini dibanggakan Arsen. Dan kini pria itu berdiri di hadapan Arsen sebagai peserta terakhir dalam tender KA Grup.

Adrian sempat melihat ke arah Arsen. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis sebelum ia kembali menghadap jajaran penilai.

Arsen mengepalkan tangannya. “Kenapa dia ikut juga?” tanyanya pelan.

Mario segera membuka tabletnya. “Perusahaan mereka memang termasuk peserta tender, Pak. Tapi selama ini kita selalu menang bersaing melawan mereka. Jadi seharusnya bapak tidak khawatir kan?”

Alasan ingin mengangguk mengiyakan kata-kata Mario. Tetapi saat netranya membaca beberapa halaman proposal milik Adrian yang ditampilkan di layar, kepercayaan diri itu perlahan surut.

“Proposal mereka cukup kuat.” Arsen menatap layar LED dengan sorot matanya yang tajam.

Mario yang awalnya terlihat percaya diri, kini mengangguk pelan. “Bahkan dari sisi anggaran dan jadwal pengerjaan, mereka menawarkan angka yang lebih kompetitif.”

Darma yang mendengar percakapan itu langsung ikut melihat ke layar sambil menyeka keringat di wajahnya menggunakan sapu tangan.

Di atas panggung, Adrian melakukan presentasi dengan percaya diri. Ia tidak hanya menawarkan harga yang lebih kompetitif, tetapi juga membawa rancangan pembangunan yang jauh lebih detail. Timnya menunjukkan pengalaman mengerjakan proyek serupa di beberapa kota besar, lengkap dengan strategi pengelolaan risiko dan jadwal penyelesaian yang lebih singkat.

Arsen semakin tidak nyaman saat melihat beberapa anggota tim penilai tampak mencatat dengan serius. Kata-kata yang sebelumnya diucapkan oleh Keira membuatnya tak berani memandang remeh terhadap perusahaan Adrian.

*

Setelah seluruh peserta menyelesaikan presentasi, panitia meminta mereka menunggu hasil penilaian. Ruangan kembali dipenuhi percakapan kecil.

Darma tampak gelisah. “Kita tidak mungkin kalah dari mereka,” katanya pelan. Tetapi tak seorangpun dari mereka yang bisa menjawab.

*

Beberapa menit kemudian, Keira berdiri di tengah panggung membuat suasana ruangan menjadi hening.

“Setelah melakukan penilaian terhadap seluruh proposal yang masuk, kami telah menentukan perusahaan yang dinilai paling memenuhi kriteria untuk mengerjakan proyek ini,” katanya.

Arsen menahan napas. Darma duduk tegak. Mario bahkan tanpa sadar menggenggam ujung tabletnya.

Keira membuka dokumen yang berada di tangannya lalu matanya menyapu ke arah seluruh peserta.

“Berdasarkan hasil penilaian dari sisi kemampuan finansial, pengalaman, kualitas rancangan, strategi pelaksanaan, serta penawaran yang diberikan, perusahaan yang kami pilih sebagai mitra pelaksana proyek adalah...”

Keira menggantung ucapannya membuat semua peserta menahan nafas. Selalu beberapa detik kemudian ia melanjutkan….

“MAHENDRA CORP.”

Seketika itu juga seisi ruangan menjadi riuh oleh suara tepuk tangan yang saling bersahutan. Di tempat duduknya Adrian mendapatkan ucapan dari beberapa pemimpin perusahaan yang duduk di kiri dan kanannya.

“Tuan Adrian Mahendra, silakan maju ke depan untuk memberikan beberapa patah kata." Suara Keira kembali terdengar.

Adrian berdiri sambil merapikan jasnya. Sambil berjalan menuju ke arah panggung, pria itu melirik ke arah Arsen dan melemparkan senyum miring seolah sedang berkata. "KAMU KALAH!”

Arsen terdiam membeku, matanya menatap kosong ruangan di depannya. Sementara di sampingnya, Darma menatap ke depan dengan mata melotot, sementara sebelah tangannya tampak memegang dadanya.

“Tidak... Ini tidak mungkin…”

1
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
merry
cari tender di perusahaan milik mntn binimu y senn🤣🤣🤣🤣ternyata yg menang org lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!