NovelToon NovelToon
Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mafia
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Luo Chen tidak punya air mata untuk ditangisi saat ibunya meninggal; ia hanya punya ingatan sempurna yang merekam setiap detail wajah pembunuhnya. Berbekal satu foto tua, ia menyusup ke sarang Shen Mo, penguasa mafia paling ditakuti di Yucheng. Alih-alih dibunuh sebagai penyusup, kecerdasan brilian Chen justru memukau sang raja mafia. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi maut melawan sindikat pengkhianat yang haus darah. Tanpa kekuatan fisik, Chen menjadi otak di balik setiap langkah balas dendam, membuktikan bahwa musuh paling berbahaya di dunia bukan lah orang yang memegang senjata, melainkan anak kecil yang tahu seluruh rahasia gelapmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: PERANG TOTAL

Asap keemasan yang tadinya berpendar terang perlahan-lahan lenyap tersapu oleh kepulan gas tebal, meninggalkan keheningan yang mencekam di dalam laboratorium bawah tanah. Di tengah gulita yang pekat dan bau bahan kimia yang menyengat, bayangan pasukan taktis bergerak tanpa suara mendekati posisi Shen Mo dan Luo Chen.

Pemimpin tim bertubuh tegap itu mengacungkan laras senjata panjangnya tepat ke arah dada sang raja mafia dengan dingin. Perintah eksekusi mati sudah dijatuhkan, namun di ambang batas kesadaran yang menipis, Shen Mo tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun di wajahnya yang berlumuran darah segar. Tangan pria itu mengepal erat di atas lantai dingin, siap melancarkan serangan balasan terakhir meskipun sekujur tulangnya terasa remuk redam akibat siksaan arus listrik sebelumnya.

Luo Chen, yang berdiri di samping Shen Mo setelah lolos dari belenggu kursi interogasi, menyipitkan matanya yang tajam menembus kegelapan. Bocah tujuh tahun itu tidak menangis ataupun menunjukkan kepanikan; sebaliknya, otaknya yang memiliki memori fotografis bekerja dengan kecepatan maksimal untuk membaca celah pelarian.

Di tengah ancaman moncong senjata yang siap merenggut nyawa mereka, Chen mendadak menyadari satu kelemahan fatal pada sistem koordinasi pasukan taktis tersebut. Frekuensi radio komunikasi yang mereka gunakan masih terhubung secara otomatis dengan server darurat laboratorium yang belum sepenuhnya padam akibat logic bomb sebelumnya. Tanpa ragu, tangan kecil Chen meraba konsol digital portabel yang tergeletak di dekat reruntuhan meja laboratorium.

"Jangan bergerak atau peluru ini menembus kepala anak itu!" bentak pemimpin pasukan taktis dengan suara berat dan serak, mengalihkan bidikan senjatanya tepat ke arah kepala Luo Chen. Shen Mo mengertakkan giginya menahan amarah yang membakar dada; otot-otot di sekujur tubuhnya menegang hebat bagaikan pegas baja yang siap melompat menerkam.

Namun sebelum jari sang pemimpin pasukan taktis sempat menarik pelatuk senjatanya, Luo Chen mengetikkan satu baris perintah terakhir pada konsol digital portabel di tangannya dengan kecepatan kilat. Sebuah gelombang frekuensi kejut elektromagnetik berdaya tinggi tiba-tiba memancar keluar dari konsol tersebut, melumpuhkan seluruh perangkat komunikasi dan kacamata pengintai inframerah yang dikenakan oleh para anggota pasukan taktis dalam sekejap mata tanpa ampun.

Suara teriakan tertahan dan umpatan kasar langsung bergema di dalam laboratorium yang gelap gulita. Kacamata malam pasukan taktis tersebut mendadak meletup mengeluarkan percikan api kecil akibat korsleting listrik mendadak, membuat mereka kehilangan arah pandang sepenuhnya.

Memanfaatkan kekacauan total di pihak musuh, Shen Mo bergerak secepat kilat menyambar senjata laras pendek milik salah satu anggota pasukan yang terhuyung-huyung di dekatnya.

Duar!

Suara letusan senjata memecah kesunyian semu para penyerang, menumbangkan dua orang lawan dalam waktu kurang dari tiga detik dengan akurasi tembakan yang mematikan di tengah kegelapan. Tanpa membuang sedetik pun waktu berharga, Shen Mo menyambar tubuh kecil Luo Chen ke dalam dekapannya, lalu berlari menerobos lorong ventilasi darurat yang terbuka otomatis akibat sistem keamanan yang error.

Mereka melesat cepat menyusuri lorong beton sempit yang mengarah ke luar kompleks fasilitas bawah tanah pabrik baja lama. Di belakang mereka, suara teriakan marah pemimpin pasukan taktis menggema memecah keheningan bunker, memerintahkan sisa anak buahnya untuk mengejar buronan yang berhasil meloloskan diri dari cengkeraman maut.

Udara dingin malam Kota Yucheng langsung menyambut kepulangan mereka begitu kepala mereka menembus terali besi palka darurat di permukaan tanah. Hujan gerimis turun rintik-rintik, membasahi wajah mereka yang penuh noda keringat dan darah. Tanpa menunggu waktu lama, dua orang pengawal setia Shen Mo yang siaga di luar langsung membawa mereka masuk ke dalam mobil SUV hitam lapis baja yang tersembunyi di balik tumpukan kontainer tua.

Mesin kendaraan menderu kencang, melesat memecah jalanan gelap gulita menuju tempat persembunyian rahasia di sektor barat kota. Di dalam kabin mobil yang kedap suara dan temaram, suasana terasa begitu hening dan penuh ketegangan yang menyesakkan dada.

Shen Mo duduk bersandar di kursi belakang sambil menatap luka parah di pergelangan tangannya sendiri, sementara seorang pengawal memberikan kotak P3K darurat untuk merawat luka tersebut. Meskipun tubuhnya babak belur dan menanggung rasa sakit yang luar biasa, mata hitam sang raja mafia tidak pernah beralih dari sosok Luo Chen yang duduk tenang di sampingnya.

Bocah itu sedang memandangi lembaran data digital baru yang berhasil ia unduh dari konsol laboratorium sebelum mereka kabur tadi—sebuah dokumen rahasia berenkripsi tinggi yang memuat daftar nama lengkap para petinggi penegak hukum dan sindikat yang terlibat dalam konspirasi pembunuhan ayahnya tujuh tahun silam.

"Kau terluka parah, Tuan Shen," bisik Chen pelan, memecah keheningan panjang di dalam kabin mobil sambil melirik sekilas ke arah tangan Shen Mo yang sedang dibalut perban elastis.

Shen Mo menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang menyiratkan keteguhan hati yang luar biasa. "Luka ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan fakta bahwa kita kini memegang seluruh kartu truf untuk menghancurkan mereka," jawab Shen Mo dengan suara serak namun tegas.

Pengalaman di laboratorium bawah tanah tadi membuka mata mereka berdua bahwa musuh yang mereka hadapi bukanlah kelompok kriminal biasa, melainkan sebuah konspirasi gelap tingkat tinggi yang mengakar kuat di jantung pemerintahan dan korporasi raksasa Kota Yucheng.

Mobil akhirnya melambat dan memasuki kawasan gudang penyimpanan rahasia yang terpencil di pinggiran distrik barat. Tempat itu jauh lebih aman dan dilengkapi dengan perangkat pertahanan militer mandiri yang dikelola langsung oleh pasukan paling setia Shen Mo.

Setelah turun dari kendaraan, mereka bergegas masuk ke dalam ruang kendali utama yang dipenuhi oleh layar monitor pemantau satelit dan peta digital Kota Yucheng. Di tempat inilah mereka harus menyusun rencana strategis pamungkas untuk melancarkan serangan balik elegan yang tidak hanya melumpuhkan faksi pengkhianat, tetapi juga membersihkan nama baik keluarga Luo Chen untuk selamanya.

Namun, di tengah kesibukan mereka menyiapkan perangkat komunikasi, layar monitor utama mendadak berderit mengeluarkan suara statis, memunculkan siaran berita darurat dari stasiun televisi nasional yang membuat seluruh orang di ruangan itu terpaku ngeri.

Di atas layar televisi besar tersebut, wajah Shen Mo terpampang nyata dengan status buronan nomor satu yang dikeluarkan secara resmi oleh kepolisian atas tuduhan memimpin sindikat kriminal bersenjata dan melakukan pembantaian massal di fasilitas penelitian medis negara. Tidak hanya itu, nama Luo Chen juga disorot sebagai anak di bawah umur yang diculik dan dimanfaatkan oleh kelompok mafia berbahaya untuk melakukan kejahatan siber tingkat tinggi.

Berita palsu itu disebarkan secara masif ke seluruh penjuru negeri oleh jaringan media yang dikendalikan sepenuhnya oleh korporasi Aegis Corp dan para pengkhianat di lingkaran dalam organisasi Shen Mo. Seluruh aset legal perusahaan mereka dibekukan secara sepihak oleh pemerintah, dan jaringan perlindungan bawah tanah di Kota Yucheng diputus total dalam waktu kurang dari satu jam.

Melihat siaran berita tersebut, pengawal setia Shen Mo mengepalkan tangan dengan wajah pucat pasi, menyadari bahwa mereka kini berada dalam posisi paling terpojok di sepanjang sejarah berdirinya kerajaan mafia Yucheng. Pemerintah, penegak hukum, dan sindikat musuh kini bersatu padu untuk memburu mereka hidup atau mati di seluruh wilayah kota.

Di tengah tekanan luar biasa dan ancaman kehancuran total yang berada di depan mata, Luo Chen berdiri tegak di hadapan layar monitor besar, menatap tajam ke arah wajah para pejabat korup yang tersenyum sinis di layar televisi. Bocah tujuh tahun itu tidak menunjukkan tanda-tanda keputusasaan sedikit pun; sebaliknya, sorot matanya menyala terang memancarkan tekad baja yang dingin dan mematikan.

"Mereka pikir dengan memblokir seluruh akses legal dan melabeli kita sebagai buronan penjahat, kita akan menyerah begitu saja," ucap Chen dengan suara jernih dan tenang yang menggema ke seluruh ruangan kendali, membuat setiap orang dewasa di sana menoleh menatapnya penuh takjub. "Mereka lupa bahwa kebenaran tidak pernah bisa disembunyikan selamanya oleh kebohongan media."

Shen Mo bangkit berdiri dari kursinya, menatap punggung kecil bocah luar biasa itu dengan rasa bangga dan perlindungan yang teramat mendalam. Raja mafia itu melangkah mendekati Chen, meletakkan tangan kanannya di atas pundak kecil bocah tersebut, lalu mengangguk mantap satu kali.

"Kalau mereka ingin bermain perang total dengan seluruh kekuatan negara, kita akan tunjukkan pada mereka siapa sebenarnya penguasa sejati Di bayang-bayang Kota Yucheng," ucap Shen Mo dingin.

Namun, sebelum mereka sempat merumuskan strategi pergerakan berikutnya, lampu ruangan mendadak berkedip padam, dan suara ketukan misterius berirama lambat terdengar menggema dari balik pintu baja gudang rahasia tersebut.

1
T🥀007
lanjuttt minn.. semangattt
Aisyah Suyuti
good
Aksara Handini: makasih kak 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!