Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 31 Malam pertama
Aku mencoba membuka mata mengumpulkan kesadaranku , masih ku rasakan tubuhku tergelatak lemah di atas ranjang
Semalam itu... senyumku mengembang saat mengingat malam tadi, malam yang mungkin tak pernah aku lupakan.
" Aku mencintaimu Clara...." Ulang Bastian dengan penuh penekanan, setelah melepaskan bibirnya dari bibirku. Tubuhnya masih berada di atas tubuhku. Aku hanya tersenyum memperhatikan wajahnya
" Semua yang ada di kepalaku hanya tentang raut wajahmu yang terkadang konyol, sikapmu yang selalu tiba-tiba manja dan ke kanak-kanakan, dan pastinya keberaniamu melawan seorang pemabuk di jembatan penyebrangan " cecar Bastian
" Bastian! kamu sedang mengatakan Cinta atau sedang menghinaku? " Aku mendengus dengan senyum tertahan
"Tentu aku sedang menyatakan Cinta Clara, Karena aku mencintai segala keunikan yang ada pada dirimu" jawab Bastian tersenyum lega
" Kamu mencintaiku jugakan ? " tambah Bastian
" menurutmu?" tanyaku malu
" Aku bukan peramal yang bisa membaca fikiranmu, aku ingin kamu mengucapkannya...." paksa Bastian,
" Iya Bastian....aku mencintaimu..." jawabku pelan
" Apa? katakan sekali lagi aku tidak bisa mendengarnya" Bastian mendekatkan telinganya ke bibirku
" Aku mencintaimu Bastian...." ulangku
" sebesar apa cintamu untukku?" tanyanya lagi
"Sebesar ini..." Aku membuka kedua tanganku selebar-lebarnya. Bastian kembali mendekap erat tubuhku, hingga aku merasakan tekanan pada bagian dada sampai perut.
" jika kamu terus berada di atasku seperti ini, aku akan mati Bastian, tubuhmu begitu berat hingga membuat aku sulit bernafas" ucapku terengah-engah karena menahan beban berat badan Bastian.
Bastian tertawa geli, ia baru menyadari jika tubuhnya ternyata berat meski tidak terlihat terlalu besar.
" Maaf sayang...." Bastian menjatuhkan tubuhnya di sampingku.
" Apa kamu Bahagia?" tanya Bastian. Posisi dadaku sekarang berada di atas dadanya, tangan Bastian melingkari pinggangku dan tangan satunya menjadi bantalan kepalanya. Aku bisa dengan jelas menatap mata Bastian karena saat ini wajah kami berhadapan dengan bibir yang saling menempel
"hmm....yah...." jawabku tersenyum manis, aku merasakan malam menjelang pagi yang mungkin akan terasa lebih panjang dari biasanya
" tanganmu masih terasa sakit? " tanya Bastian sambil menyentuh tangan kananku yang di sudah tertutup perban
" Sedikit...." jawabku, Aku menyandarkan kepalaku di atas dada Bastian, tangan Bastian terus membelai rambutku dan sesekali memberi kecupan lembut di atas kepalaku.
"Aku tak habis fikir kamu bisa seberani itu Clara, seandainya saat itu terjadi sesuatu padamu, mungkin akan menjadi penyesalan seumur hidupku...." perkataannya membuat aku semakin tertegun " Tolong jangan lakukan itu lagi..." ucapnya lirih
" Aku tidak akan melakukan itu, jika kamu tak meninggalkanku begitu saja...." jawabku mengerutkan bibirku persis seperti anak kecil yang sedang marah karena tak di belikan ice cream
" Apa yang kalian lakukan saat itu?" Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat ekspresi Bastian.
" Aku hanya mengantarnya pulang, untuk menjelaskan sesuatu yang saat itu aku tahu" jawabnya membuatku mengerutkan keningku tak mengerti
" menejelaskan apa?" tanyaku penasaran.
" panjang kalau di ceritain, aku tak mau menghabiskan malamku dengan hanya membicarakan Ayunda" jawabnya sambil terus membelai rambutku
" Tapi aku masih kesal, karna kamu memakai motorku untuk membonceng Ayunda...." keluhku sambil memasang raut wajah tak suka
" Kan saat itu hanya ada motormu!"
"Aku akan membawa motorku ke pencucian motor besok..."
" untuk?" tanya Bastian
" Menghilangkan pengaruh buruk dari tubuh Ayunda"Bastian tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku
" Apa kamu selalu bersikap berlebihan seperti itu?" tanya Bastian sambil melanjutkan tawanya
" Tidak....kecuali untuk Ayunda..." tegasku
" Sudah tidak usah membahas dia, aku mau kita habiskan malam ini hanya ada aku dan kamu..." Bastian mendekapku semakin erat, dia menjajarkan kepalanya dengan kepalaku, kedua tangannya menyentuh pipiku, kami saling melempar tatapan penuh cinta diiring senyum yang merekah.
" Bastian jangan menatapku seperti itu, aku malu....! " Aku menutup mata Bastian dengan telapak tanganku.
" Kenapa? Aku hanya memberi kesempatqn untuk mataku, menatap wanita cantik ....."Bastian menyingkirkan tanganku, dan kembali menatapku semakin tajam. Aku tak tau ternyata laki-laki seperti Bastian, memiliki stok kata yang bisa membuat pipiku memerah seperti kepiting rebus
" Aku malu Bastian, kamu sudah membuat pipiku memerah..." jawabku
" Clara....! Aku tidak akan memaksamu seperti awal kebersamaan kita, aku ingin kita menikmati detik demi detik malam ini, dengan cinta..." bisik Bastian. Aku benar-benar sudah terbuai merasakan tiupan nafas Bastian yang mengenai leherku hingga turun kebagian dadaku. Sentuhan demi sentuhan tak sanggup ku tepis, karena aku menikmatinya. Malam ini ku anggap menjadi malam pertamaku bersama Bastian, Cinta itu mengalir mengikuti aliran darahku, hingga semua yang kami lakukan menjadi kenikmatan yang tak bisa aku lupakan, Bastian memeperlakukanku dengan sangat lembut, ia bahkan mengecup keningku saat aku meringis kesakitan ketika kami akan memulainya.
" Katakan jika kamu ingin aku melanjutkannya, " Bastian tersenyum ramah kearahku. Ku anggukan kepalaku pertanda aku tak ingin mengakhirinya.
**************
" Kamu sudah bangun...?" Bastian duduk disamping tempat tidurku.
" Jam berapa Bas...?" Aku merasakan lengket di tubuhku yang masih tertutup selimut
"Jam 10 Clar..." Aku terperanjat kaget, dengan spontan ku beranjak turun dari ranjang Bastian tanpa menyadari tubuhku tak terbalut kain sehelaipun
" Clar...!" Bastian memekik, pupil matanya tampak membesar saking kagetnya
" Bas..aku lupa...!" Aku mentupi bagian tubuh sensitifku dengan kedua tangan. Bastian langsung memgambil selimut lalu menutupi tubuhku
" Kamu ingin menggodaku lagi HAH...." Bastian memelukku dari belakang
" Aku ada kuliah pagi Bastian....kenapa kamu tak membangunkanku, kuliah ini penting untuk tahap awal pembuatan skripsiku..." rengekku
" Tapi ini sudah jam 10 clara..."
" Aku tetap harus ke kampus, jam 11 aku masih ada mata kuliah, "
" Ya sudah mandi sana..." Bastian melepaskan pelukannya, dan membiarkanku berlalari menuju kamar mandi.
Aku begitu tergesa-gesa pagi ini, setelah mandi dan berpakaian aku mengambil tasku dan memasukan beberapa buku sesuai jadwal kuliah hari ini, ku sambar ponselku di atas meja, terdapat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab di ponselku tapi aku abaikan, dan langsung memasukan ponsel itu ke dalam tasku .
Aku berdiri termangu melihat Bastian sudah berdiri rapi di ruang Tamu
" Kamu mau ke kantor?" tanyaku sambil teruse melanglahkan kaki menuju pintu.
" Aku akan mengantarmu!" Bastian mengambil kunci mobil yang berada di atas meja
" Pakai motor aja...." pintaku
" Ini sudah siang Clara...jalanan gak mungkin macet" ujar Bastian sambil menarik tanganku dan membuka pintu apartemen.
" Tetep aja Bas..lebih cepet naik motor" ucapku
" Aku pastikan kamu sampai tepat waktu...cepat!" Bastian mempercepat langkahnya sambil menarik tanganku, memaksa kakiku melangkah lebih cepat. Kami menaiki lift hingga akhirnya sampai di sebuah basment.
Bastian membukakan pintu mobil untukku, membuatku merasa semakin istimewa.
" Pakai safe beltnya, aku akan membawa mobilku dengan kecepatan 100km/ jam " Matanya mrlirik kearahku
" Gak lah Bas, aku gak mau mati konyol hanya karena mengejar jam mata kuliahku....." jawabku panik...
" Kan aku sudah janji untuk memastikanmu tepat waktu sampai kampus!"
" Kalau sampe, kalau jadinya sampe rumah sakit atau kuburan gimana?" Mobil melaju meninggalkan apartemen Bastian, menyatu bersama kepadatan mobil lainnya.
peran utama nya bego banget