NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Melewati Batas.

Ruang sempit dari ruang ganti tempat kini Rieta berada bersama Arlan seolah berubah menjadi lebih sempit ketika Arlan menghimpit tubuh Rieta ke dinding akibat tarikan yang Arlan dapatkan dari Rieta.

"Ada apa?" Arlan bertanya dengan suara pelan, menahan tubuhnya sendiri agar tidak menyakiti wanita di depannya.

"Evan," lirih Rieta.

"Bagaimana menurutmu dengan gaun ini?"

Detik berikutnya setelah Rieta memberikan jawaban, suara familiar itu masuk ke dalam pendengaran Arlan. Suara wanita yang tidak asing baginya.

Dengan gerakan serempak, baik Rieta maupun Arlan menyingkap sedikit tirai dari ruang ganti yang mereka berdua tempati, hingga mereka melihat dengan mata mereka sendiri Evan tengah bersama wanita yang keduanya kenal. Rihana.

"Kak Rihana..."

Rieta menutup mulutnya menggunakan satu tangan, terkejut, rasa tak percaya atas apa yang ia lihat pun ia rasakan. Bagaimana cara Rihana bergelayut manja pada Evan, serta bagaimana cara manis Evan memperlakukan rihana sudah menjadi jawaban yang tidak bisa dibantah. Mereka berdua adalah sepasang kekasih.

Sebelum ini ia sudah mengingatkan Evan untuk berhenti berhubungan dengan kekasih pria itu, mengingatkan Evan akan statusnya meski pernikahan masih disembunyikan. Tetapi tampaknya peringatan yang ia berikan kepada Evan tidak diindahkan pria itu.

"Gaun ini indah. Apa kamu ingin mencobanya, Sayang?"

Kali ini suara Evan yang masuk ke dalam pendengaran Rieta. Wanita itu tertegun dalam waktu lama, kembali menutup tirai dan bertahan di posisinya. Begitu lembut suara Evan terdengar, sungguh berbanding terbalik ketika Evan berbicara pada Rieta.

Keterkejutan juga dirasakan oleh Arlan. Sekalipun ia tidak pernah menduga jika Rihana, wanita yang memiliki prestasi di perusahaannya menjalin hubungan dengan keponakannya sendiri. Menumbuhkan satu pertanyaan di hatinya tentang, apakah Rihana tahu jika keponakannya itu sudah berkeluaga? Apakah itu artinya Rihana juga tahu bahwa dirinya adalah paman dari Evan?

Arlan menurunkan tangannya dari tirai, beralih menatap Rieta yang kini hanya diam membisu.

"Sayang... Bisa bantu aku di sini?"

Lagi. Suara Rihana terdengar begitu manja. Sialnya, Rieta baru sadar jika ternyata Rihana sudah berada di ruang ganti yang terletak di sebelahnya dan hanya bersekat dinding tipis yang tak cukup untuk meredam suara yang Rihana timbulkan.

"Ahh... Sayang, jaga tanganmu. Bagaimana jika pegawai toko mendengar? Kita bisa ke hotel setelah ini," tegur Rihana dengan suara manja.

"Kamu terlihat seksi, Sayang," jawab Evan dengan suara berat menahan hasrat.

Kedua mata Rieta terpejam sejenak, mendegar suara desahan halus dari Rihana membuat ia merasa muak. Tanpa melihat pun ia sudah menduga apa yang suaminya lakukan bersama Rihana. Wanita cantik yang Rieta kagumi parasnya, nyatanya tak lebih dari seorang perebut. Tetapi, satu pertanyaan segera melintas di benaknya. Apakah Rihana tahu jika dirinya adalah istri sah Evan?

"Apakah kamu mencintai, Evan?"

Wajah Rieta yang sebelumnya menatap lurus ke depan seketika mendongak, membuat tatapannya bertemu dengan Arlan yang tengah menatapnya dalam.

"Apakah kamu mencintai Evan, Rie?" ulang Arlan seraya mengangkat satu tangannya dan menyentuh pipi Rieta, lalu menyapukan ibu jarinya di bibir Rieta.

"Aku tidak tahu." jawab Rieta menunduk, sedetik kemudian kembali mengangkat wajahnya.

"Selama ini aku berusaha untuk bersikap baik padanya karena dia suamiku."

"Jika kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu, akhiri saja," ucap Arlan.

Rieta menggeleng dengan senyum getir terbentuk di bibirnya. "Itu tidak mungkin."

"Mengapa tidak?"

"Karena aku memiliki hutang yang perlu aku bayar," jawab Rieta.

Dahi Arlan mengernyit. "Hutang?"

Ada berbagai pertanyaan dalam benak Arlan setelah mendengar apa yang Rieta ucapkan. Tetapi ia segera mengesampingannya untuk sementara waktu, ia akan mendapatkan jawaban yang ia cari menggunakan caranya sendiri.

"Ahh..."

Suara desahan lembut dari ruang ganti sebelah yang kembali terdengar mulai mengabur di telinga Rieta. Tatapannya terkunci pada Arlan yang masih menatapnya begitu dalam. Ruang ganti tempat mereka berada saat ini seolah berubah menjadi lebih sempit, suasana berubah intim dan hangat, seolah mereka berada di dunia yang mereka ciptakan sendiri.

"Aku tidak main-main dengan perasaanku, Rie. Jika suamimu tidak mencintaimu, maka biarkan aku yang mencintaimu," Arlan kembali berbicara dengan suara rendah seraya mendekatkan wajahnya.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli."

Selesai dengan kalimat itu, bahkan sebelum Rieta sempat bereaksi, bibir Arlan sudah membungkam bibir Rieta. Tangan yang sebelumnya menyentuh pipi Rieta berpindah menahan tengkuk wanita itu, sementara satu tangannya yang lain melingkari pinggang Rieta.

"Emptt..."

Rieta terkesiap, kedua tangannya memukul dada Arlan, berusaha mendorong Arlan menjauh. Tetapi seiring waktu, gerakan berontak Rieta melambat, lalu berhenti.

Gigitan lembut di bibir bawahnya yang ia terima membuat Rieta tanpa sadar membuka mulutnya, seakan mengundang Arlan untuk memperdalam ciumannya. Suara desahan dari ruang ganti sebelah seolah menjadi pancingan yang menuntun Rieta menggerakkan kedua tangannya untuk melingkar di leher Arlan, membalas ciuman pria itu meski ciuman yang ia lakukan sangatlah kaku.

Namun, gerakan mendominasi Arlan seakan terus menuntunnya, menghadirkan gelenyar aneh yang menjalar ke seluruh tubuh Rieta.

"P-Paman..." napas Rieta tersengal, mendorong dada Arlan di sisa kewarasannya.

"Cukup sampai di sini... Ini tidak benar..."

Arlan tersenyum, menyentuh bibir Rieta yang kini sedikit membengkak akibat ulahnya. "Apa yang Evan lakukan juga tidak benar, tapi dia menikmatinya. Jadi, apa salahnya jika kita juga menikmatinya?"

Wajah Rieta merona, detak jantungnya berpacu, tarikan napasnya tidak teratur. Ia tidak tahu mengapa sebegitu mudahnya Arlan mengacaukan hatinya.

"Ingatlah di mana kita saat ini," ucap Rieta lagi mencari alasan.

Jawaban Rieta justru menumbuhkan seringai lebar di bibir Arlan tanpa mengalihkan pandangan dari wajah cantik Rieta.

"Bagaimana menurutmu?" dengan gerakan pasti, tangan Arlan menyusup ke balik belahan gaun yang Rieta kenakan, menyapukan jemarinya di kulit paha Rieta.

"Shh... P-Paman!"

Rieta memekik tertahan, segera menahan tangan Arlan yang terus bergerak naik.

"Bayangkan..." Arlan mendekatkan bibirnya di telinga Rieta. "Kita melakukannya di sini... kemudian tiba-tiba seseorang mendekat..."

Napas Rieta seakan berhenti, bayangan tentang pegawai toko yang mendekati tempat mereka berada, detik-detik pegawai toko memergoki apa yang sedang mereka lakukan membuat jantung Rieta berdebar, tetapi juga penasaran.

"T-Tapi..."

Rieta kembali terbungkam dengan ciuman lembut dan dalam. Tetapi kali ini, wanita itu tidak lagi menolak, ia segera memberikan balasan, menghadirkan senyum puas di bibir Arlan di tengah ciuman mereka tanpa Rieta sadari.

"Mereka sudah pergi," ucap Arlan setelah melepaskan ciumannya.

"Ganti pakaianmu, aku akan menunggu di luar."

Setelah memberikan kecupan singkat di bibir Rieta, pria itu keluar dari ruang ganti tanpa ada yang menyadari jika Arlan dan Rieta berada di dalam ruang ganti yang sama.

Sementara Rieta, wanita itu terpaku di tempatnya, tangannya menyentuh bibirnya sendiri dengan wajah bersemu. Arlan, pria dewasa yang sudah mencuri ciuman pertamanya dan pria yang mengacaukan hatinya dalam sekejap.

"Aku bisa gila."

.

.

.

"Aku datang ke acara pesta bersama temanku, kamu tidak perlu ikut."

Suara teguran sinis dari Evan praktis membuat Rieta yang kini tengah duduk di depan meja rias menghentikan aktivitasnya, lalu menoleh ke belakang di mana Evan sudah siap dengan setelan jas hitam yang melekat sempurna di tubuh pria itu.

"Percaya dirimu terlalu tinggi, Evan," sindir Rieta. "Siapa yang ingin pergi bersamamu?"

"Lalu untuk apa kamu bersiap?" tanya Evan.

"Karena aku diundang," jawab Rieta singkat, lalu kembali berbalik menghadap meja rias.

"Keluarlah, aku ingin mengganti pakaianku," ujar Rieta dingin.

"Kenapa aku harus keluar? Ini kamarku," jawab Evan.

"Kau benar." Rieta berdiri, kemudian berbalik. "Kalau begitu aku akan ke kamar lain untuk mengganti pakaianku."

Dahi Evan berkerut tajam. Semakin hari, sikap Rieta menjadi jauh lebih jelas dari sebelumnya. Lebih dingin dan menunjukkan ketidak pedulian yang begitu nyata.

"Baiklah, baik. Aku keluar. Jika kamu ingin pergi ke pesta, pergi saja sendirian, aku tidak mau pergi bersamamu." ucap Evan seraya melangkah pergi meninggalkan kamar.

Sayangnya, kalimat itu justru menjadi bumerang bagi Evan ketika ia melihat penampilan Rieta saat wanita itu menuruni tangga.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Patrick Khan
untung saja rie gk di sentuh paman..mw ngereg q..klo sampek terjadi🔥🔥😑
Dewi Payang
Si paman gak may kalah sama Wvan di sebelah🙈
Dewi Payang: Ya ampun typo ku untung kaak Zira faham🤣
total 2 replies
Dewi Payang
Jedag jedug nih si Re dengar🤭
Dewi Payang: Nah. iya, jadi si Re lebih mantap mutusin langkah selanjutnya😁
total 2 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ini juga ngapain nyosor duluan🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
astaga🙄🙄🙄 gak tau tempat banget ya🤣🤣🤣 astagfirullaaaah
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ayo mau ngapain ke hotel
〈⎳ FT. Zira: mau nina ninu🤣🤣🤣
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ketahuan kan🙄🙄
Zhu Yun💫
Aku ngarepnya adegan panas mereka bukan karena obat malah, biar lebih alami perselingkuhannya, bukan karena salah satu melakukannya karena paksaan 🤭🤣🤣🤣✌️
〈⎳ FT. Zira: oiiik/Curse//Curse//Curse//Curse/
total 9 replies
Zhu Yun💫
Bilang saja kamu yang ingin dimakan 😅😅😅
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Obat nganu 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Masukkan aja kedalam troli dan dorong, Rie 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: ide bagus
total 1 replies
Zenun
malah memberi keuntungan Buat si paman😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo, mlh si paman dapat apem legit, si evan gigit jari, salah sendiri milih kue bolong🤭🤭🤭, kaboooorrrr
total 2 replies
j4v4n3s w0m3n
lalalal kelicikan yg udah biasa di lakukan sama ulat.bulu yg suka menaruh seauatu di minuman orang...ya biarunlah rieta tidur sama.arlan bagus malahan jd gak sama evan udah terlalu sakit rieta sama evan
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat , semoga tfk kejadian arlan dan reta , takut kalau dividio orang tak bertanggung jwb itu
〈⎳ FT. Zira: anuu pokoknya kak🤭🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Udah Re, tueuti aja si bos, biar kamu tampil beda nanti, Eihana mah lewat, dah tuir, ups🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dewi Payang
Ini modus ya kan paman.....🙈
Dewi Payang
Sepeduli itu si Paman....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
gk usah sungkan rie, ambil aja. si paman itu punya lumbung duit kok🤭
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
yes, that's a good idea
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
caritahu dong🧐
〈⎳ FT. Zira: harusss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!