NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Sakit hati seorang ibu.

Dia dan suaminya tidak menyukai sosok Helga Hendrio atau Helga Oriza yang berprofesi sebagai model yang dirasa terlalu vulgar dalam berbusana juga gaya hidupnya saat ini, yang terlalu bebas.

Tidak semua model berperilaku seperti itu, tapi Helga Oriza, pengecualian! Terkadang, dalam bergaul, tidak ada batasan antara pria dan wanita. Bagi kebanyakan orang, itu hal wajar dan biasa. Tapi tidak untuknya yang masih memegang pakem tradisional.

Tentu saja dia tahu, sebab dia berkecimpung dalam dunia yang tak jauh dari entertainmen yaitu fashion, dimana membutuhkan model, baik pria maupun wanita.

Dia tidak menyetujui wanita itu bersanding dengan putera satu-satunya merupakan pewaris perusahaan yang cukup punya nama di mata masyarakat. Walaupun hidup di era modern namun nilai-nilai leluhur kental tradisi masih dianutnya dan diterapkan pada keturunannya.

Selain itu, dia dan suaminya adalah kampiun pengusaha yang sudah kenyang makan asam garam dunia usaha baik dalam dan luar negeri, pebisnis yang sangat terpandang di tanah air, tentu memiliki trik dan strategi dalam menghadapi bahaya yang mengancam kelangsungan usaha dan keluarga.

Biarlah semua fakta terkuak pada waktunya dengan mata kepala pihak yang terkait dalam hal ini sang putera bungsu tentang wanita yg menjadi pendampingnya.

Juga firasat seorang ibu bahwa wanita itu tidak tulus mencintai sang cucu, hanya mengejar uang dan nama belakang keluarganya. Wanita itu pun seperti tidak bersimpati kepada diri dan suaminya, terlebih lagi yang utama, Helga kekasih Calvin, mantan kekasih putera bungsunya Reynand yang kini duduk di kursi roda akibat kecelakaan mobil empat tahun yang lalu!

Keduanya (Helga dan Reynand) sudah menjalin kasih sejak masa remaja karena kedua keluarga cukup dekat sedari mereka kecil. Dia pun menyetujuinya karena dia sangka wanita itu tulus. Saat kecelakaan terjadi, disaat keduanya sedang mempersiapkan pernikahan mereka, wanita itu memaksanya menjemput ke Bali selepas pemotretan.

Dirinya sudah melarang puteranya untuk tidak bepergian saat menjelang pernikahannya yang akan dilangsungkan satu minggu lagi tapi kekasihnya tetap memaksa.

Ada setengah darah Jawa yang mengalir di tubuhnya dan sangat berakar kuat tertanam dalam diri, norma dan agama yang diajarkan keluarga Indonesia pada sendi-sendi kehidupanku juga ku tularkan pada suami dan anak-cucuku. Aku pun menghubungi calon menantuku untuk mau dijemput sopir yang siaga di vila tapi menolak.

Anak bungsunya itu sangat bucin pada kekasihnya yang membuatku jengkel setengah mati dan setengah hati pula aku memberikan restu. Puteranya mengabari bahwa dia akan menjemput calon isterinya pada hari hujan di daerah pegunungan. Lagi dan lagi dirinya pun melarang karena khawatir.

Dan firasatnya pun terjadi! Mobil yang dikendarai sang putera pun mengalami tabrakan beruntun dan kondisinya paling parah. Posisi mobilnya ada di tengah dan dia terjepit, dokter memvonis bahwa putera bungsuku lumpuh permanen. Disaat puteranya membutuhkan moril kekasihnya, wanita itu malah pergi ke luar negeri dengan alasan pekerjaan.

Tapi bagai disambar geledek di siang bolong, tujuh bulan kemudian wanita itu kembali ke Indonesia, menjalin hubungan dengan cucu pertamanya, Calvin, disaat putera bungsunya baru pulih dari trauma dan masih pengobatan. Mereka mengumumkan di acara keluarga besar bahwa mereka berdua menjalin kasih!

Lebih gilanya lagi. Seminggu kemudian mereka bertunangan di hotel milik keluarga Orion tanpa dihadiri putera bungsunya. Bukankah itu suatu penghianatan dan penghinaan besar! Wanita itu menampakkan wujud aslinya. Serigala berbulu domba! Dan dia bagai memakan buah si malakama!

Sakit hati, tentu saja! Ibu mana yang masih tegar melihat penderitaan anaknya. Walaupun itu cucunya, seharusnya tidak menambah garam ke atas luka. Mereka terang-terangan bahagia di atas penderitaan pamannya. Puteranya terpuruk dan depresi selama dua tahun. Tidak mau keluar kamar dan sering mengamuk.

Dia selalu memanggil nama kekasihnya, Helga. Dengan mengesampingkan gengsi, berulangkali dirinya memohon pada kekasih puteranya walau keduanya sudah putus, untuk sekali saja menjenguk, guna membangkitkan semangat sang putera, perempuan laknat itu tak bergeming.

Ada saja alasannya dan terakhir, dia mendengar kabar wanita itu dari keluarganya, pergi karena urusan pekerjaan. Ingin rasanya membom kediamannya kalau dibolehkan secara hukum.

Dan berkat Rembulan, putera bungsunya bisa pulih dari depresi dan bisa menerima kondisinya. Itu sebabnya dia sangat sayang pada Rembulan. Selain telah menyelamatkan nyawanya dan suaminya juga membangkitkan moril putera bungsunya.

Tidak salah, kan!? Bila dia sangat menyayangi gadis yatim-piatu, itu. Dia sadar, perbuatannya mendatangkan bibit permusuhan di antara cucunya, tapi hati tak bisa berdusta, dia lebih menyukai gadis itu dibandingkan cucu-cucunya.

Terkadang, aku membiarkan anak itu dirundung oleh keturunannya, dia hanya menutup mata. Setelah itu, dia memberi 'upah' dengan mengajaknya berbelanja barang mewah.

Untungnya, putera bungsuku anak penurut dan cepat bangkit dari keterpurukan sebab dialah yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan perusahaan yang kami rintis.

Bukan tak percaya pada ketiga puteriku, Reynand yang paling piawai dalam mengembangkan bisnis hingga mendulang kesuksesan luar biasa seperti ini. Menjadi nomer satu di Indonesia, nomer lima di Asia dan masuk 20 besar di dunia!

Untuk menyelamatkan keluargaku dari kehancuran, aku memaksa cucu lelakiku untuk menikahi cucu angkatku dengan ancaman tidak akan mendapatkan warisan apapun bila tidak menikahinya karena otoritas tertinggi perusahaan masih ada pada kami, sebagai pendiri.

Dan sekarang anak siluman itu bersama dengan keluarga anak sulungku!? Permainan macam apa ini!?

"Apa maksudmu tidak bisa menjaga Rembulan!? Katakan! Dimana Rembulan?" damprat Marina saat menyadari tidak ada sosok kesayangannya di antara rombongan.

"Katakan Damian? Elena? Calvin? Ericka-Erina?Ada apa? Mana Rembulan!?" tanya Marina sambil mengabsen satu per satu dengan mengenyampingkan Helga.

Ellena menangis sesegukan dalam dekapan suaminya. Satu persatu anak-anaknya mengelilingi sang bunda dan memeluk untuk menguatkan.

"Oma! Kami ... membawa kabar berita buruk. Kami pergi berlibur ke pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi, sekaligus menghadiri undangan mitra kerja. Mobil yang ditumpangi Rembulan mengalami pecah ban dan jatuh ke jurang!" ucap Calvin dengan suara bergetar.

"Aa ... apaaa!?" seru Marina dengan mata membola begitu mendengar hilangnya cucu angkat.

Tiba-tiba Marina meremas jantungnya yang terasa nyeri dan akhirnya pingsan.

"Mommyyyyy!!!" seru Reynand yang duduk di kursi roda.

Anak bungsu dari empat bersaudara itu segera menghambur ke arah sang bunda hingga terjatuh dari kursinya saking kaget dan memaksa menyeret tubuhnya yang rapuh menuju tubuh sang bunda yang tergeletak tak sadarkan diri. Begitu pun Opa. Namun tak terjangkau hingga sang ratu Ambrosia jatuh ke lantai.

"Marina!!!" teriak Joseph sambil menghambur dan memeluk sang isteri yang sedang tidak sadar.

"Oma! Oma! teriak yang lainnya.

"Cepat! Kita bawa oma ke rumah sakit. Tidak ada waktu untuk memanggil ambulan ke rumah!" teriak lantang Calvin sang cucu sambil membopong tubuh sang nenek.

Sekuriti dan para bodyguard dipanggil. Bergegas mereka membaringkan Nyonya Marina di bangku tengah dan mobil segera melaju kencang ke arah rumah sakit keluarga.

"Mom! Bertahanlah!" pekik Ellena, puteri kandung dari yang merelakan kedua pahanya sebagai bantalan sang bunda begitu memasuki kabin kendaraan.

"Mommyyy, dad!!!" lirih Reynand yang ikut di mobil lain bersama sang ayah.

Anak bungsu dari empat bersaudara itu memeluk erat tubuh sang ayah yang duduk bersamanya di tengah kendaraan.

"Kita berdoa bersama, son!" lirih sang ayah sambil memeluknya.

Mobil yang membawa tubuh Marina pun melesat kencang, membelah keheningan malam ibukota.

Jam menunjukkan pukul 01:15 WIB dinihari. Para perawat dibantu seorang sekuriti bergegas memindahkan nyonya Ambrosia sepuh ke atas brangkar dan memasuki unit IGD guna mendapatkan pertolongan pertama berupa oksigen. Dokter memberikan kejut jantung ke dada Marina.

"Push! Push! Tambahkan 50 joel amper!" teriak dokter pribadi Ambrosia.

Sementara para tenaga medis bekerja keras menyelamatkan nyawa Marina Ambrosia, keluarga menunggu di luar dengan cemas. Ellena menghubungi ketiga saudarinya melalui pesan whatsapp (WA) dan mengabari bahwa ibu mereka kritis agar segera datang.

Pesan WA diterima Adelaide (anak kedua), Beatrix (anak ketiga) namun belum direspon. Keluarga di rumah sakit saling menguatkan. Sesungguhnya akting keluarga Damian Orion sangatlah sempurna. Bahkan Reynand yang pintar sekalipun tidak bisa membaca mimik wajah mereka dan tidak menaruh kecurigaan.

Diam-diam Reynand memberi pesan text kepada kepercayaannya untuk berangkat ke daerah Pelabuhan Ratu Sukabumi untuk melihat kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa keponakannya yang disinyalir tewas di tempat. Dia meminta jasad keponakannya dibawa ke Jakarta untuk diautopsi.

Satu jam kemudian, dokter pribadi (keponakan Marina) yang bernama Hanz Azario pun keluar ruangan menuju keluarga Ambrosia yang berkumpul. Hanz menerangkan bahwa nyonya Marina bisa tertolong namun belum bisa dijenguk sebab belum sadar dan harus dibawa ke ruang ICU.

Keluarga setuju dan setengah jam kemudian brangkar keluar IGD dan dibawa ke lantai atas yaitu ruang perawatan ICU (khusus keluarga Ambrosia).

Mereka pun mengikuti dokter Hanz Azario dan perawat. Sambil berjalan, dokter berbicara dengan sang paman (opa Jonathan) tentang kondisi nyonya Marina.

"Setelah sembuh nanti harus sering kontrol dan tidak boleh ada tekanan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!