Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Pernikahan dadakan
Karena pernikahan mereka diadakan secara tiba-tiba, terpaksa keluarga kedua belah pihak menyiapkan segala sesuatunya secara kilat juga. Ayah Anindia yang memanggil pihak KUA untuk memastikan pernikahan ini sah dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, terlebih kedua calon mempelai masih dibawah umur.
Sementara ayah Keanu yang menyiapkan maharnya, berupa satu set perhiasan dan beberapa uang tunai. Serta beberapa seserahan yang dibawakan untuk Anindia.
Anindia dan Keanu hanya terdiam pasrah dengan keputusan kedua orang tua mereka. Pasalnya, setiap kali ingin menjelaskan para warga langsung mengasumsikan pendapatnya.
Baru tadi Anindia mendapat masalah di sekolah karena Keanu, kini ia harus mendapat masalah yang lebih besar lagi dengan pemuda itu, yaitu menikah. Anindia pun tahu bahwa pernikahan itu bukanlah suatu permainan, melainkan ibadah terpanjang yang kalau bisa hanya dilakukan sekali seumur hidup.
Karena pernikahan ini juga membuat Anindia merasa buntu. Sejujurnya ia belum siap untuk menikah, ia masih ingin menggapai cita-cita nya. Tapi sepertinya sekarang akan sulit untuk Anindia menggapai mimpinya itu. Ya, setidaknya begitulah yang ia pikirkan saat ini.
Anindia mengganti baju piyama nya dengan sebuah gamis, dengan sebuah hijab pashmina yang melingkar di kepalanya. Anindia berganti pakaian karena perintah ibunya, terlebih pernikahan yang akan berlangsung nantinya diadakan di dalam masjid.
"Ma, Nindi dan Keanu gak ngapa-ngapain Ma. Dia yang tiba-tiba masuk ke kamar dan membungkam mulut Nindi, lalu kami terjatuh di atas tempat tidur. Mama percaya kan sama Nindi? Nindi gak mungkin aneh-aneh Ma," ujar Anindia kepada ibunya dengan mata yang berkaca-kaca, berharap ibunya akan mempercayai kata-katanya.
Ibunya yang duduk di tepi tempat tidurnya pun langsung membelai lembut kepala putrinya itu. Ia yakin bahwa putrinya sedang berbicara dengan jujur, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena ini adalah keputusan telak dari ayah Anindia.
"Mama percaya kamu, sayang." Ujar ibunya lembut, sembari mengusap wajah Anindia dengan kedua ibu jarinya. "Tapi Mama gak bisa apa-apa, ini udah keputusan Papa. Cuma ini cara satu-satunya agar kamu bebas dari fitnah ini, sayang."
Mendengar perkataan ibunya, Anindia langsung menitikkan air matanya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana menjadi istri bagi Keanu. Terlebih ia pun tahu bagaimana kepribadian pemuda yang terkenal sebagai badboy itu.
"Ma," rengek Anindia yang tidak bisa menahan rasa sedihnya, berharap pernikahannya ini akan di batalkan saja.
Ibunya yang melihat air mata di pipi putrinya, langsung menghapusnya lembut dengan ibu jarinya. Ia pun tersenyum dan kembali membelai kepala Anindia, menunjukkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Hapus air matanya, ayo kita ke masjid sekarang." Ujar ibunya yang langsung menuntun tangan Anindia menuju ke arah masjid.
Anindia terpaksa mengikuti langkah ibunya menuju masjid. Ia melangkahkan kakinya yang terasa sangat berat, seakan ia tidak siap menerima ijab kabul dari Keanu nantinya.
Setibanya di masjid, Anindia bisa melihat jelas para warga yang sudah menunggu di sana, dengan ketua RT nya juga. Di barisan saf laki-laki, Anindia bisa melihat ayahnya, ayah Keanu dan Keanu yang sudah duduk di sana. Dengan beberapa pihak KUA di sebelahnya.
Anindia menghela nafas panjang, seakan masih tidak percaya apa yang terjadi hari ini. Ibunya yang paham akan kekhawatirannya pun langsung mengusap punggungnya, berusaha untuk menenangkannya.
Anindia pun dibawa duduk bersama di barisan duduk perempuan. Ia pun terduduk pasrah menerima kenyataan. Sementara Keanu, ia sama sekali tidak menoleh ke arah Anindia karena posisi duduknya yang menghadap langsung kepada ayah Anindia di depannya.
Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu masih mengenakan pakaian yang sama, dengan celana jeans biru serta kaus hitamnya. Yang membedakan hanya satu, yaitu sebuah peci hitam yang menutupi rambutnya.
Acara pembuka pun dimulai oleh ketua RT sebagai perwakilan, diikuti dengan ceramah singkat oleh ketua masjid, setelahnya akad nikah yang akan diucapkan oleh Keanu.
Sejujurnya Keanu merasa serba salah saat ini, antara kesal namun juga gugup. Dengan tangan yang bergetar, ia pun akhirnya menjabat tangan ayah Anindia. Sesekali ia menghela nafas karena mencoba untuk menenangkan rasa gugupnya.
"Bismillahirrahmanirrahim... Saudara Keanu Zeydan Pratama bin Bramantyo, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Anindia Hastari binti Mario Kusuma dengan satu set perhiasan dan uang 20 juta dibayar tunai," ucap lantang ayah Anindia.
"Saya terima nikah dan kawinnya Anindia Hastari binti Mario Kusuma dengan satu set perhiasan dan uang 20 juta dibayar tunai," ucap Keanu dengan satu tarikan nafas.
Keanu sendiri merasa terkejut dengan dirinya sendiri. Ia yang gugup entah mengapa bisa mengucapkan kalimat itu dengan satu tarikan nafas. Ia merasa heran bahkan aneh, seakan lidahnya berbicara sendiri ketika mengucapkan kalimat sakral tersebut.
Setelah mengucapkan ijab kabul, terdengar suara 'sah' yang menandakan bahwa Anindia dan Keanu sudah resmi menjadi pasangan suami-istri. Diikuti pembacaan doa setelahnya.
Anindia pun langsung dituntun ke arah duduk Keanu, ia lagi-lagi hanya pasrah, terlebih sekarang ia sudah sah menjadi istri bagi Keanu. Sementara Keanu yang sebelumnya dibisikkan sesuatu oleh ayahnya, kini menoleh ke arah Anindia yang kini sudah resmi menjadi istrinya.
Betapa terkejutnya Keanu ketika melihat wajah Anindia yang mengenakan hijab. Aura cantik Anindia sangat terpancar membuat Keanu terpesona untuk sejenak. Ingat, hanya sejenak.
Ayah Keanu yang melihat keheningan dari putranya langsung menyenggol lengan nya pelan. Keanu yang sadar pun langsung mengulurkan tangannya dan langsung disambut Anindia untuk mencium tangan suaminya itu. Sementara tangan Keanu yang satunya ia letakkan di ubun-ubun Anindia lalu membacakan doa untuknya.
Anindia masih sangat tidak percaya dengan pernikahan ini. Ia masih merasa yang terjadi hari ini bagaikan mimpi semata. Sementara Keanu yang sudah mengakhiri doanya, ia merasa serba salah. Ia yang merupakan ketua geng dan paling anti dengan yang namanya cinta, kini harus dihadapkan kenyataan bahwa statusnya bukanlah lajang lagi, melainkan sudah resmi menjadi suami Anindia.
Bahkan, kedua kakak Anindia pun belum tahu tentang berita ini, karena ayah Anindia tidak tahu harus memulainya dari mana. Kedua orang tua Anindia memutuskan untuk menghubungi dua kakak Anindia yang berada di kota berbeda itu esok hari saja.
Anindia dan Keanu menandatangani buku nikah dan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pernikahan ini diadakan secara rahasia, dan hanya beberapa orang yang tahu itu. Mereka berdua tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi teman-temannya ketika tahu cerita ini. Mungkin mereka tidak percaya, atau kemungkinan yang fatal adalah dihindari.
Anindia belum siap menerima kenyataan itu, ia belum siap kehilangan teman-temannya. Begitu juga yang dipikirkan oleh Keanu, ia belum siap untuk meninggalkan geng nya dan kini harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
Tidak ada percakapan atau senyum di antara keduanya. Mereka hanya saling melontarkan tatapan dingin, seakan masih membatasi diri dan mengingatkan 'siapa kamu dan siapa aku'.
Para warga yang sudah menjadi saksi pernikahan mereka kini sudah merasa puas, karena bagi mereka tidak ada yang mengotori lingkungan mereka lagi. Mereka pun bubar, menuju ke kediamannya masing-masing.
"Selamat ya Keanu dan Anindia, semoga tidak ada fitnah lagi setelah ini. Jadikan apa yang sudah terjadi sebagai pelajaran untuk kalian dan masa depan kalian juga nantinya," ujar Ketua RT yang memberikan sedikit nasihat untuk keduanya.
Keanu dan Anindia hanya mengangguk singkat tanpa kata, keduanya masih sama-sama merasa terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan ini.
"Terima kasih atas doanya, Pak. Dan sekali lagi maaf atas perlakuan anak-anak kami yang kurang berkenan," ujar ayah Keanu.
"Iya tidak apa Pak, saya berharap bimbingan dari Ibu dan Bapak agar menuntun mereka untuk belajar menjadi suami dan istri yang baik, dikarenakan usia mereka yang masih labil," ujar ketua RT kepada kedua orang tua mereka.
"Pasti kami akan membimbing mereka, Pak. Sekali lagi terima kasih atas nasihatnya," ujar ayah Anindia.
Ibu Anindia dan Keanu tidak mengatakan apa-apa, keduanya mengusap punggung anak-anaknya yang masih terlihat sangat terpaksa, bahkan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya.
Setelah selesai bersosialisasi dengan mereka, semuanya pun beranjak menuju ke tujuannya masing-masing. Kecuali dua keluarga yang sudah diikatkan dalam ikatan pernikahan ini, keluarga Keanu pun berjalan menuju rumah Anindia untuk memberikan nasihat kepada keduanya.
Setibanya di rumah Anindia, mereka semua duduk di satu ruangan keluarga. Karena dirasa perbincangan akan serius, Anindia pun beranjak menuju ke arah dapur untuk membuatkan minum.
"Anindia, mau kemana kamu nak? Kita perlu berbicara serius sekarang," ujar lembut sang ayah namun penuh ketegasan, ketika melihat Anindia yang berdiri dari tempat duduknya sebelum Anindia sempat berpamitan.
"Mau ke dapur, Pa. Nindi mau buat minum," ujar Anindia dengan suara yang sedikit serak karena tangisnya tadi.
Ayahnya hanya mengangguk singkat, sementara ibunya hanya tersenyum menanggapinya. Lain halnya dengan ayah dan ibu Keanu, mereka justru tertegun melihat sikap Anindia yang mengerti akan tugasnya.
Anindia pun langsung beranjak ke dapur sembari membungkuk sopan ketika berlalu dari hadapan keluarga dan juga keluarga barunya. Sementara Keanu hanya acuh tak acuh melihatnya, karena bagaimanapun menurutnya pernikahan ini adalah sebuah keterpaksaan saja.
Tak berapa lama, Anindia kembali dengan membawa sebuah nampan berisi beberapa cangkir teh di atasnya. Ia pun langsung meletakkan nampan itu di atas meja dengan sopan nya, lalu kembali duduk di sebelah ibunya.
"Terima kasih, Anindia. Kamu sopan sekali," ujar ibu Keanu dengan seutas senyum.
"Sama-sama tante," balas Anindia dengan senyum yang sedikit dipaksakan.
"Jangan panggil tante, mulai sekarang Mama adalah ibu kamu juga," ujar ibu Keanu.
Anindia hanya tertawa kikuk ketika mendengar perkataan ibu Keanu. Ia lupa bahwa ia sudah memiliki dua ibu sekarang.
Sementara itu, ayah Anindia langsung membuka perbincangan dengan nasihat untuk putrinya dan juga Keanu. Mereka berdua mendengarkan, meskipun hati mereka seakan berat menerimanya.
Setelah ayah Anindia, giliran ayah Keanu yang menasihati mereka. Meskipun sempat kecewa dengan putranya, tapi ia tetap menasihati keduanya dengan kata-kata bijaknya.
Anindia sesekali mengangguk singkat, seolah mencoba untuk menerima nasihat dari ayah mertuanya. Berbeda dengan Keanu yang sepertinya mulai gelisah, karena sebelumnya ia tidak pernah di nasihati panjang lebar seperti ini. Terlebih, ia yang dulunya begitu dimanja dan kini harus menerima kenyataan bahwa ia harus dipaksa dewasa untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
"Kenapa harus jadi gini, sih! Bakal sulit gue mau balapan atau tawuran lagi," batin Keanu di sela-sela nasihat dari ayahnya.
^^^Bersambung...^^^