NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di Atas Salju Darah

Badai salju melanda Pegunungan Frostfang, menciptakan tirai putih yang menyembunyikan sisa-sisa pasukan Legitimis. Di sebuah gua tersembunyi yang diterangi oleh bara api kecil, Pangeran Frederick duduk dengan jubah yang compang-camping. Di depannya, duduk seorang wanita dengan pakaian tempur dari kulit binatang dan sutra hitam.

Jenderal Kaelia, utusan kepercayaan Ratu Valeriana.

Bersama mereka, hadir pula perwakilan dari Kerajaan-Kerajaan Selatan lainnya, seorang tetua wanita yang merupakan ahli strategi perang gerilya.

Pertemuan Rahasia: Tawaran dari Selatan

"Pangeran," Jenderal Kaelia membuka pembicaraan, suaranya tenang namun memiliki otoritas yang kuat.

"Ratu Valeriana melihat apa yang terjadi di Barloa dan Oakhaven. Beliau tahu bahwa jika Utara jatuh sepenuhnya ke tangan CIO, Selatan hanya tinggal menunggu waktu sebelum cerobong asap Aris merusak tanah suci kami."

Frederick menatap api, wajah mudanya tampak jauh lebih tua dari usianya.

"Pasukanku hancur, Jenderal. Senjata kami tidak bisa menembus baja Automata, dan ksatria terbaikku—Kaelen—kini adalah pedang paling tajam milik musuh. Apa yang bisa ditawarkan Selatan selain simpati?"

Utusan kerajaan Selatan lainnya mengeluarkan sebuah gulungan kulit kuno. "Bukan hanya simpati, Pangeran. Kami menawarkan 'Akar Bumi'. Selatan tidak memiliki pabrik, tapi kami memiliki pengetahuan tentang sihir alkimia organik yang bisa menghentikan mesin uap."

"Alkimia organik?" tanya Frederick.

"Cairan korosif yang diekstrak dari tanaman langka di hutan Selatan," Jenderal Kaelia menjelaskan.

"Jika dioleskan pada sambungan hidrolik atau dimasukkan ke dalam tangki air mesin uap mereka, logam itu akan rapuh dalam hitungan menit. Kami membawa sepuluh peti konsentrat ini melalui jalur pegunungan."

Rencana Serangan Balik: Operasi Pemutus Rantai

Frederick mulai melihat secercah harapan. "Jika kita bisa melumpuhkan gerak tank-tank itu, ksatria berkudaku bisa menyerbu infanteri mereka. Tapi ada satu masalah besar: Kaelen. Dia tahu semua taktikku. Dia akan mencium serangan ini sebelum kita memulainya."

"Itulah sebabnya serangan ini tidak boleh bersifat militer murni," sahut Jenderal Kaelia.

"Ratu Valeriana menyarankan agar kita menyerang titik terlemah Aris, bukan di medan perang, tapi di Jalur Suplai Energi. Kita akan memancing Kaelen ke arah Lembah Sunyi, sementara tim kecil penyusup Selatan masuk ke depot pengisian uap mereka."

Jenderal Kaelia menatap Frederick dengan tajam.

"Ratu juga menitipkan pesan pribadi untukmu: 'Seorang pemimpin tidak menang karena dia memiliki pedang terkuat, tapi karena dia tahu kapan harus menanam benih keraguan di hati musuhnya.' Kaelen bukan mesin, Pangeran. Dia adalah pria yang sedang hancur. Kita harus menemukan cara untuk mengingatkannya pada siapa dia sebenarnya."

Aliran Bantuan dan Strategi Baru

Perwakilan Ratu menegaskan bahwa Selatan akan mulai mengirimkan logistik secara rutin melalui jalur rahasia. Mereka juga menawarkan perlindungan bagi pengungsi wanita dan anak-anak dari Utara agar para prajurit Frederick bisa bertempur tanpa beban.

"Kami akan memberikan dukungan penuh," ucap utusan itu.

"Namun, Ratu meminta satu syarat: Setelah Aris jatuh, Federasi harus menjamin otonomi penuh bagi wilayah Selatan dan pelarangan industrialisasi berat di tanah kami."

Frederick mengangguk tanpa ragu. "Aku lebih suka memerintah negara yang hijau dan berdaulat daripada menjadi direktur di atas tumpukan besi. Kita sepakat."

Di Kamp CIO – Malam yang Sama

Di tenda komandonya yang dingin dan penuh dengan peralatan radio, Kaelen sedang menatap peta. Silas masuk membawa laporan.

"Wakil Direktur, ada aktivitas aneh di jalur pegunungan Selatan. Intelijen kami mendeteksi pergerakan kafilah kecil," lapor Silas dengan senyum liciknya.

Kaelen tidak menoleh. Matanya tertuju pada koordinat yang mengarah ke wilayah Ratu Valeriana.

"Apakah itu ancaman?"

"Mungkin hanya pengungsi," jawab Silas.

"Atau mungkin... Ratu Selatan mulai mencoba bermain api. Apakah Anda ingin saya mengirim unit Automata untuk 'membersihkan' jalur itu?"

Kaelen mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia tahu bahwa jika ia memerintahkan pembersihan, ia akan membantai utusan dari satu-satunya tempat yang masih memiliki nurani di Welcon.

"Biarkan mereka," suara Kaelen datar.

"Jangan buang-buang sumber daya untuk pengungsi. Fokuskan artileri ke perkemahan Frederick di Frostfang. Kita akan selesaikan ini besok pagi."

Silas menatap punggung Kaelen, matanya menyipit. "Tentu saja, Wakil Direktur. Sesuai keinginan Anda."

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!