NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba Di Kawasan Perguruan Awan.

"Ya maaf, bukan maksud ku meremehkan tapi itulah kenyataan yang menyakitkan nona." Ucap Zeno mengerucutkan bibirnya.

Ceni pun mendengus lalu berjalan cepat di depan Zeno.

"Hais gak di Zaman modern, Zaman kuno, kaum betina selalu seperti itu, mudah tersinggung padahal aku gak ngapa-ngapain, cuma bilang andai punya teleportasi, salah ku dimana,? Oke, wanita selalu benar." gumam Zeno pasrah dengan bahu terkulai lemah.

.

Sudah setengah hari mereka berjalan bahkan sebagian sudah ada yang mengeluh kelelahan, mau tak mau semua nya pun memilih untuk beristirahat sejenak sebelum perjalanan.

Zeno pun mengeluarkan buah-buahan sebanyak dua kantong dari cincin penyimpanan nya lalu berjalan menuju dimana Ceni dan keluarga bibi Siu duduk lesehan.

"Nona, ini buah-buahan, ayo kita makan mumpung masih istirahat." Ucap Zeno sumringah lalu meletakkan nya di hadapan semua orang.

Nammu dan Yen'an pun menelan ludah nya dengan tatapan berbinar melihat itu lalu kedua nya pun masing-masing menoleh ke arah orang tua mereka meminta persetujuan, tapi orang tua nya hanya terdiam sungkan.

Ceni yang melihat itu pun tersenyum.

"Nammu, Yen'an, ayo dimakan buah nya, ini manis dan segar kalian pasti suka." Ucap Ceni.

"Nona, kalian sudah terlalu baik pada kami, apa ini tidak berlebihan, tadi pagi kami makan makanan kalian, sekarang makan buah-buahan yang kalian bawa lagi, kami merasa tidak enak." Ucap Dien ibu nya Yen'an.

"Tidak apa-apa kami tidak kekurangan apapun, ayo dimakan." Ucap Ceni sambil memberikan buah apel satu persatu pada mereka semua.

Yang paling antusias ialah para anak-anak dengan tidak sabar kedua nya pun menggigit buah berwarna merah di tangan nya.

KRES

"Wah ini sangat manis Bu, buah nya enak." Ucap nammu.

"Ge ge benar, yen"an suka." Ucap Yen'an gadis kecil imut itu sambil menggigit rakus buah di tangan nya.

"Iya, baru kali ini ada buah seenak ini." Ucap Lei ibu nya nammu.

Mereka semua pun memakan nya hingga habis tak bersisa sebab buah seenak itu pertama kali nya mereka rasakan.

Tak terasa sudah cukup lama mereka beristirahat dan memilih melanjutkan perjalanan agar cepat sampai pada tempat tujuan.

.

.

Beruntung selama perjalanan tidak ada yang menghambat perjalanan mereka hingga akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan yang mana sudah memasuki wilayah perguruan awan.

"Pantas saja di sebut perguruan awan, letak nya saja di atas gunung." Celetuk Zeno.

Saat ini mereka sudah menanjak jalan menuju perguruan awan.

Memang melelahkan tapi melihat ramai nya orang menuju ke sana seakan rasa lelah itu berganti dengan semangat, apalagi Yayan dan Yeyen, kedua remaja itu tak melunturkan senyum nya sama sekali, mereka lebih percaya diri dari sebelumnya yang hanya diam dengan sorot ragu.

Melihat senyum Yayan dan Yeyen Ceni pun ikut tersenyum.

"Seenggaknya di sini aku bisa sedikit membantu kaum rakyat biasa mencapai kesuksesan walaupun tidak seberapa." Gumam Ceni.

"Nona, apa kau memiliki ponsel.?" Ucap Zeno berbisik.

Ceni pun mengerjapkan mata nya lalu teringat dengan ponsel nya yang berada di ruang penyimpanan.

"Punya, jangan bilang kau ingin berfoto-foto.?" Tanya Ceni memicing kan mata nya.

"Ehehe, nona tau aja." Ucap Ceni cengengesan.

"Bukan ide bagus, tapi bukan juga ide buruk. Zen ingat, kita saat ini ada dimana,? Jangan gara-gara ponsel nanti terjadi kegaduhan." Ucap Ceni memperingati.

"Hanya sebentar nona, tidak akan ada yang tau sebab mereka semua fokus pada jalan menanjak yang mereka pijak, percayalah." Ucap Zeno berusaha membujuk Ceni.

"Baiklah, baiklah." Ucap Ceni mengalah.

Lalu Ceni pun mengeluarkan ponsel mahal nya di dalam ruang penyimpanan.

"Ini, berhubung ini ponsel ku, aku dulu yang berfoto." Ucap Ceni menyerahkan ponsel nya lalu mundur dengan tangan memegang pembatas jalan yang menampakkan pemandangan indah di atas ketinggian.

Zeno pun mengalah lalu mulai mengambil gambar Ceni dengan bermacam gaya, lalu setelah nya Giliran Zeno tak lupa juga mereka berfoto bersama.

"Ini sangat indah Zen." Ucap Ceni terpekik senang.

"Aku bilang juga apa,? Gak sia-sia kita berfoto kan.?" Ucap Zeno tersenyum dengan wajah tengil nya.

Ceni pun mendengus lalu memasukkan kembali ponsel nya di ruang penyimpanan.

Sebagian orang yang melihat tingkah Ceni dan Zeno hanya tampak abai, mungkin mereka pasangan kekasih begitu lah pikir orang-orang yang melihat interaksi Ceni dan Zeno.

.

.

Kedua nya bukan tak sadar bahwa menjadi pusat perhatian tapi Ceni dan Zeno tampak biasa saja.

Di sini lah mereka berada di lapangan luas khusus yang akan di adakan pertandingan adu kekuatan, dimana yang paling kuat dan dapat bertahan di babak selanjutnya, maka ia berhak ikut ujian istana untuk menentukan masa depan cerah bagi mereka sendiri, yang sudah pasti nya akan bekerja di istana menjadi menteri, tangan kanan jenderal atau yang paling terendah ialah prajurit.

Ucapan demi ucapan yang terdengar di telinga Ceni pun dapat Ceni pahami, bahwasanya zaman modern dan kuno tak jauh berbeda, malahan lebih keras zaman kuno, walaupun memiliki otak cerdas tapi tidak memiliki kekuatan, sama saja tidak berguna, karena di era kultivasi lebih mementingkan kekuatan fisik dari pada otak, walaupun tak jarang juga saat ini yang punya otak jenius sudah pasti memiliki kekuatan supranatural yang mumpuni.

"Hem, dunia memang keras buat kaum yang lemah dan miskin, tak ada sumber daya mana bisa mencapai target." Gumam Ceni sambil celingukan.

Ceni dan Zeno pun memilih mengikuti para rombongan yang berbelok menuju lapangan luas di belakang paviliun perguruan, sebab di sana lah tenda-tenda dibangun untuk para tamu yang menghadiri pertandingan yang di gelar 2 hari lagi.

Ceni dan Zeno pun berjalan menyusuri dimana tenda-tenda berdiri tegak.

Sepanjang mereka berjalan tak ada satupun tenda yang kosong, semua nya penuh terisi oleh para tamu maupun keluarga yang hanya sekedar untuk menonton dan menyemangati anak-anak mereka.

"Nona, tak ada satupun tenda kosong, kita mau tidur dimana.?" Ucap Zeno.

"Terpaksa kita mengeluarkan tenda camping zaman modern Zen, tapi kita akan cari tempat yang agak jauh dari tenda mereka." Ucap Ceni.

"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita cari tempat yang agak rimbun saja termasuk dalam hutan itu, misalnya." Ucap Zeno menunjuk hutan di belakang tenda para rakyat.

"Bukan ide buruk sih, ayo kita coba." Ucap Ceni berjalan mendahului Zeno.

Petugas yang mengatur tenda para rakyat pun tak sengaja melihat Ceni dan Zeno hendak memasuki hutan belantara spontan berteriak lantang.

"HENTIKAN." Teriak petugas itu yang seperti nya bagian dari perguruan awan terbuka dengan hanfu yang serba putih.

Ceni dan Zeno pun menoleh bersamaan ke arah petugas itu.

Bersambung.

1
Astiana 💕
author sibuk banget ges gak sempat up😭
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
tentu calon suami mu🤭
Erna Fkpg
lanjut thor 🙏🙏🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Erna Fkpg
lanjuuuut
Sribundanya Gifran
thor ku kasih kopi tuk menenanimu bikin up yg buanyaaaaakkkk yaaaa💪💪💪💪
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
si_
next
Nana Nana
sebenarnya ada cerita kek gini tapi bagus cuma bedanya pemeranny bisa masuk 2 dunia peran dia sebagai pedagang 😄
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Dewiendahsetiowati
apakah putri kegelapan juga akan muncul didunia nyata
Dewiendahsetiowati
semoga mereka ber 6 selamat.ikut deg-degan bacanya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aduh mereka dalam bahaya... cepat pergi
Erna Fkpg
ni Cani kapan bisa mempunyai kekuatan dan hewan kontrak masak cuma lihat doang kak
Astiana 💕: sabar 🤣
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
gak R M 😍
Sribundanya Gifran
lanjut
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
iya bener aku lagi cacar pake sagu sama air aja sich di balur gak berenti²
3 hari aja kering tak berbekas... tapi gak pake garem
Diah Susanti
'baru delima sakti', jadi ingat upin ipin yang sering ditonton anakku
Astiana 💕: benar🤣, author kan pecinta Upin Dan Ipin 🤭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
luar biasa mantap
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Astiana 💕: hari ini author up cuma sedikit soal nya lagi ada acara bukber di rumah author jadi sibuk masak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!