Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab .17
Lin Yexue meletakkan hidangan terakhir yang dimasaknya diatas meja, lalu duduk bersama mereka.
" Ayo makan .." ujar Pang Xiaofu kemudian.
" Tunggun, teman kita yang dua lagi belum datang. " ujar Lin Yexue
" Mereka berdua sudah menghilang pagi ini, setiap pagi hanya aku dan Wenyan yang pergi ke Akademi bersama."
Lin Yexue mengangguk, dua orang itu benar-benar misterius.
" Baiklah ayo makan.." Lin Yexue baru berkata tapi ia kemudian melihat setengah hidangan diatas meja sudah habis.
Setelah sarapan Lin Yexue kembali ke kamarnya bersiap berangkat ke Akademi. Ia juga memasukkan Pi Hou kedalam Mutiara Jiwa. Sebenarnya Pi Hou punya ruangan sendiri namun ia berkata bosan dan ingin bermain bersama Xuan Tong.
Ketika Lin Yexue keluar , Pang Xiaofu tak melihatnya membawa hewan peliharaannya bertanya " Kau tidak membawa hewan peliharaanmu?"
Lin Yexue menggeleng " tidak "
Mendengar Pang Xiaofu juga memanggilnya hewan peliharaan, Pi Hou yang berada di dalam mutiara jiwa berteriak kesal. " Hewan peliharaan pantatmu !!! Lihat saja suatu hari nanti aku akan membuatmu terpukau takjub."
Xuan Tong menatap Pi Hou dengan jijik " Memalukan "
Cakar Pi Hou yang melambai diudara membeku, Ia menatap Xuan Tong sesaat lali menerkamnya.
Suasana kelas langsung heboh begitu melihat Pang Xiaofu datang bersama Lin Yexue. Murid-murid yang mengenal Lin Yexue kemudian saling berbisik-bisik.
" Kenapa dia dikelas kita?"
" Bukankah dia sampah,.kenapa dia bisa masuk ke kelas kita ?"
" Benar, ini tidak adil. Kita masuk melalui seleksi sementara dia hanya murid yang mengulang kelas."
" Kalian mengenalnya?"
" Tentu saja , orang paling tidak berguna di kerajaan Huanglong yang bahkan tidak bisa merasakan energi spiritual. Tentu saja kami mengenalnya.*
" Ya Tuhan, dia hanya sampah!. Kenapa dia dikelas kita ?"
" Pasti karena kakeknya yang berpangkat tinggi dan berpengaruh."
" Memangnya siapa kakeknya ? "
" Jenderal Agung pelindung negara Jenderal Lin ."
" Jadi dia cucu Jenderal Agung?"
"Cih dia tidak berguna, apakah dia mengerti pelajaran kita tentang kultivasi. Bahkan jika dia mengerti memangnya dia bisa menerapkannya?. Dia masuk ke kelas kita hanya untuk mempermalukan dirinya sendiri."
" Haha kau benar.."
Lin Yexue melirik mereka, meski mereka berbisik-bisik dia masih bisa mendengarnya. Lin Yexue mengacuhkannya lalu berjalan menuju sebuah kursi kosong dibelakang, satu-satunya yang tersisa.
Para murid yang duduk didepannya saling bertukar pandang seolah ingin membuat masalah dengan Lin Yexue. Tapi sebelum niat mereka tercapai , Guru Zimo Ziyuan sudah memasuki ruang kelas.
Zimo Ziyuan secara otomatis melirik bangku yang biasanya kosong itu , ia terkejut melihat Lin Yexue .
"Lin Yexue." Panggil Zimo Ziyuan.
" Hadir.." Lin Yexue yang sedang melihat sebuah buku di laci mejanya langsung mendongak ketika mendengar suara Zimo Ziyuan memanggilnya.
" Ikutlah denganku, yang lain ulangi metode kultivasi yang kita pelajari kemarin."
Lin Yexue mengikuti Zimo Ziyuan ke kantornya dengan gugup, ia takut jangan-jangan dia dikeluarkan dari Akademi karena beberapa hari terlambat masuk.
Begitu mereka sampai di dalam kantor , Zimo Ziyuan langsung bertanya " Mengapa kau baru masuk kelas hari ini ? ". Suaranya tetap lembut tak menunjukkan emosi.
" Ada sesuatu yang terjadi dirumah yang membuatku terlambat. " Jawab Lin Yexue cemas.
Zimo Ziyuan menatap Lin Yexue sesaat seolah memastikan apakah ia berkata jujur. Lalu berkata " Kemarilah. "
Lin Yexue tak tahu apa yang diinginkan Zimo Ziyuan tapi ia tetap menghampirinya .
Zimo Ziyuan tiba-tiba meraih pergelangan tangannya. Lin Yexue terkejut , ia sama sekali tak melihat tangan Zimo Ziyuan bergerak karena tiba-tiba ia merasakan sensasi dingin dan pergelangan tangannya sudah dipegang .
" Guru ? " Lin Yexue menatap Zimo Ziyuan dengan bingung. Apakah dia mencoba menggodanya ?
Melihat kebingungan dimata Lin Yexue , Zimo Ziyuan melepaskan pegangan tangannya
" Kau boleh kembali ke kelas sekarang."
Lin Yexue bingung , tapi sepertinya Guru Zimo tidak akan mempermasalahkannya lagi. Setelah memberi hormat Lin Yexue segera pergi kembali ke kelasnya.
Zimo Ziyuan memperhatikan punggung Lin Yexue yang menjauh dan tersenyum " Mulai kultivasi secepat ini ya? Sepertinya rencananya akan berjalan cepat."
Lin Yexue berjalan kembali keruang kelasnya. Ia sangat senang Guru Zimo tidak mengeluarkannya dari Akademi.
" Kau harus berhati-hati, orang itu sepertinya sudah merasakan kau bisa berkultivasi." Terdengar suara Xuan Tong.
Mendengar kata-kata Xuan Tong , Lin Yexue membeku. Ia berkomunikasi dengan Xuan Tong didalam hatinya " Bukankah kau bilang dengan adanya dirimu, tak akan ada seorangpun yang tau kalau aku berkultivasi ?"
" Untuk orang biasa aku bisa menyembunyikan gelombang kultivasimu. Tapi orang itu terasa sangat misterius, dia mungkin bisa merasakan kultivasimu saat dia tadi memegangmu."
" Berarti dia tadi mengujiku? Tapi kenapa?" Lin Yexue mengerutkan keningnya sambil berpikir. Tapi karena ia tidak menemukan jawabannya ia kemudian tidak memikirkannya lagi.
Saat ia kembali ke kelasnya , semua mata menatap kearahnya..Hampir semuanya senang karena mengira Lin Yexue akan dikeluarkan dari Akademi.
Lin Yexue mengabaikan tatapan semua orang dan berjalan kembali ketempat duduknya. Namun tiba-tiba sebuah kaki terulur menghalangi jalannya. Lin Yexue hampir tersandung tapi dia bukan anak kemarin sore yang bisa di bully begitu saja. Ia sengaja menginjak kaki itu lali dengan santai berjalan melewatinya.
" Ahh..." pemilik kaki itu berteriak kesakitan
" Lin Yexue, matamu buta ?! atau kau tidak bisa berjalan ?! Teriak pemilik kaki dengan penuh amarah.
" Berjalan seperti ini ? " Lin Yexue berjalan ke tempat duduknya tanpa menoleh , sama sekali mengabaikannya.
" Kauu....!!!" Orang itu hendak bangkit berdiri dan menghampiri Lin Yexue untuk memberinya pelajaran..Namun teman sebangkunya segera menarik tangannya.
" Nona Situ , itu Guru Zimo datang ..."
Situ Qingya melihat kearah pintu dan Guru Zimo terlihat memasuki kelas. Mau tak mau ia kembali duduk, ia menoleh ke arah Lin Yexue dan menatapnya penuh dengan kebencian.
" Nona Situ jangan marah, masih banyak kesempatan untuk memberinya pelajaran." Yin Qingmei berbisik pelan.
" Huh, meski dia cucu jenderal Agung, keluarga Situ-ku tidak akan takut ."
" Tentu saja , Jenderal Lin memang Jenderal Agung tapi dia tidak mempunyai keluarga, tidak akan sebanding dengan keluarga Situ yang merupakan keluarga terbesar di kerajaan Huanglong.." Yin Qingmei tersenyum menjilat.
" Semua diam, hari ini kita lanjutkan pelajaran kemarin." Guru Zimo Ziyuan membuka pelajaran.
Semua murid kemudian mendengarkan dan mencatat pelajaran yang diberikan Zimo Ziyuan..Tapi Lin Yexue hanya diam mendengarkan tanpa mencatat sama sekali.
" Kau tidak mencatat ? " Tanya Jiang Yuchen yang telah selesai mencatat tapi melihat Lin Yexue sama sekali belum mencatat.
" Hah?" Lin Yexue terkejut sejenak saat melihat Jiang Yuchen yang duduk di dekatnya . " Aku sudah mencatatnya ." Lanjut Lin Yexue.
Mendengar jawaban Lin Yexue , Jiang Yuchen melihat buku catatan milik Lin Yexue, jelas dia menganggapnya berbohong.
Lin Yexue tersadar arti tatapan Jiang Yuchen " Aku sudah menghafal semua dikepalaku."
Tentu saja Jiang Yuchen tak percaya dengan kata-katanya.
" Aku memiliki daya ingat kuat sejak kecil , aku ingat semua yang dikatakan guru tanpa harus mencatatnya." Jelas Lin Yexue.
Apapun yang dikatakan Lin Yexue jelas Jiang Yuchen takkan mempercayainya. Tapi Jiang Yuchen tak mau berkomentar lagi , dia kembali memeriksa dan membaca buku catatannya sendiri.
Melihat Jiang Yuchen yang sibuk membaca catatannya dari samping, Lin Yexue merasakan aura dingin dan acuh tak acuhnya.
Ia bertanya-tanya dalam hati entah apa yang dialami Jiang Yuchen hingga membentuknya seperti ini, ia seolah menyimpan kebencian mendalam jauh di lubuk hatinya.