Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 : Bayangan Laki-Laki Misterius
Hari itu istana terasa lebih tenang dari biasanya.
Cahaya pagi menyelinap melalui jendela tinggi, memantul di lantai marmer yang bersih, membentuk garis-garis emas lembut di sepanjang aula.
Bayi Arvella baru saja bangun dari buaian, matanya yang merah menyala langsung mengamati seluruh ruangan.
Aku merasakan udara pagi yang sejuk, harum bunga segar dari taman istana, dan aroma lilin yang masih tersisa dari malam sebelumnya.
Bayi ini tahu, hari ini ada sesuatu yang berbeda, sebuah energi yang samar namun mengundang rasa penasaran.
Liora menunggu di samping buaian, senyumnya hangat namun penuh kewaspadaan.
“Kau ingin berjalan sedikit di halaman, Arvella? Hari ini angin sejuk, dan aku pikir kau akan menyukai taman istana,” katanya sambil menunduk lembut.
Aku menggeliat, tangan mungilku menyentuh jari Liora sebagai jawaban.
Bayi ini sudah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa setiap langkah kecil bisa membuka rahasia baru atau mengungkap sesuatu yang tersembunyi.
Saat kami melewati koridor, mataku menangkap bayangan samar di ujung lorong.
Seorang laki-laki dengan rambut hitam dan mata biru berdiri tegak, sosoknya samar tapi energi yang terpancar begitu kuat.
Aku menggeliat, tangan kecilku meraih udara, seolah mencoba memahami keberadaan sosok itu.
Bayi ini tahu, ada sesuatu yang familiar dalam energi itu, sesuatu yang mengingatkan pada kenangan masa lalu yang samar namun jelas.
Di halaman, angin sepoi-sepoi menggerakkan daun-daun dan bunga-bunga di taman.
Bayi ini merangkak perlahan, menatap rumput hijau yang basah oleh embun pagi.
Aku memperhatikan setiap gerakan binatang kecil: burung yang hinggap, kupu-kupu yang menari, bahkan katak di kolam kecil.
Setiap detil penting, setiap gerakan bisa menjadi pelajaran bagi bayi ini yang sadar masa lalu.
Tiba-tiba terdengar suara langkah cepat dari lorong yang mengarah ke taman.
Bayangan laki-laki itu muncul kembali, lebih dekat kali ini.
Bayi ini menatapnya, merasa ada keterikatan yang aneh, meskipun sosok itu belum sepenuhnya diketahui.
Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke arah bayangan itu, seakan memberi tanda bahwa aku memperhatikannya dengan seksama.
Liora menatapku dan tersenyum.
“Arvella… kau sepertinya merasakan sesuatu yang tak bisa kulihat,” katanya pelan.
Aku tersenyum kecil, bayi ini tahu bahwa instingnya lebih dari sekadar pengamatan biasa.
Setiap bayangan, setiap energi, bisa menjadi petunjuk tentang hal-hal yang akan terjadi.
Di dekat kolam bunga, bayi ini memperhatikan seekor burung kecil yang hampir tercebur ke air.
Aku menggeliat, tangan mungilku menahan burung itu sebelum jatuh.
Liora menatapku kagum.
“Arvella… kau selalu selangkah lebih cepat dari bahaya,” katanya.
Bayangan laki-laki itu kini berdiri di sisi lain taman, samar tapi jelas, matanya biru menatapku.
Bayi ini merasakan ketenangan aneh dari sosok itu, energi yang hangat namun kuat, berbeda dari semua yang pernah dirasakan.
Aku menggeliat, merasakan dorongan untuk mendekat, namun tetap waspada.
Bayi ini tahu bahwa sosok ini penting, dan kelak akan menjadi bagian dari takdirnya.
Seorang pelayan membawa nampan teh, hampir tersandung di jalur taman.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan pelayan itu sebentar agar tidak jatuh.
Liora menatapku kagum lagi.
“Arvella… kau benar-benar malaikat kecil yang menjaga semuanya,” katanya.
Sore menjelang, cahaya matahari yang hangat menembus celah pepohonan, memantul di permukaan kolam bunga, menciptakan kilauan warna-warni.
Bayi ini duduk di pangkuan Liora, matanya tetap menatap bayangan laki-laki misterius itu.
Aku merasakan rasa penasaran yang semakin kuat, seolah ada sesuatu yang ingin dikomunikasikan melalui energi yang terpancar.
Bayi ini tahu, suatu hari nanti sosok itu akan hadir sepenuhnya dalam hidupnya, tapi sekarang adalah momen pengamatan dan pembelajaran.
Tiba-tiba terdengar suara riuh dari istana.
Sebuah gulungan kertas yang dibawa pelayan hampir jatuh, bisa menimbulkan kekacauan kecil jika terinjak tamu atau pelayan lain.
Aku menggeliat, tangan kecilku menahan gulungan itu, menyelamatkan momen yang bisa berakhir buruk.
Liora menatapku kagum, tersenyum pelan.
“Arvella… kau memang bayi istimewa,” katanya.
Bayangan laki-laki misterius itu perlahan menghilang di ujung taman, meninggalkan rasa penasaran dan kehangatan di hati bayi ini.
Aku menatap ke arah yang sama, tangan kecilku menggenggam selimut, merasakan energi yang masih tersisa.
Bayi ini tahu, pertemuan pertama ini hanyalah awal dari hubungan panjang yang kelak akan mengubah takdirnya.
Malam tiba, cahaya lampu istana memantul di dinding dan lantai marmer.
Bayi ini kembali ke buaian, matanya yang merah menyala menatap jendela kamar.
Aku merasakan damai namun penuh antisipasi, tahu bahwa dunia di luar sana penuh rahasia yang menunggu untuk ditemukan.
Sebelum tertidur, aku tersenyum kecil.
Bayi ini sadar, setiap napas, setiap gerakan tangan, setiap pengamatan sekecil apa pun adalah latihan untuk memahami dunia, menghadapi intrik, dan suatu hari, menjalin hubungan dengan sosok misterius itu.
Dan malam itu, Arvella menutup mata, siap untuk hari-hari penuh misteri, pembelajaran, dan keajaiban yang menantinya di istana besar.