NovelToon NovelToon
The Wrong Proposal

The Wrong Proposal

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Bad Boy / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Ketika Adrian Richard memutuskan untuk melamar di atap gedung yang romantis, ia mengira semuanya sudah terencana sempurna.
Namun saat ia berlutut, wanita yang berbalik bukanlah kekasihnya, melainkan orang asing bernama Briana Edmond.
Apa yang dimulai sebagai tawa bersama atas kesalahan konyol berubah menjadi bencana saat kekasih Adrian datang dan menyaksikan apa yang tampak seperti pengkhianatan.

Kini, saat satu hubungan hancur, ikatan tak terduga mulai muncul di antara dua orang asing yang tidak seharusnya bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Napas Audrey masih tersengal, memburu di balik kemudi mobil Mercedes-Benz putihnya yang kini melaju tak tentu arah di jalanan Manhattan yang mulai gelap. Penglihatan Audrey mengabur oleh sisa air mata yang belum kering. Bayangan wajah Rafael yang menangis, tuduhan perselingkuhan, hingga kebohongan gila yang Audrey karang sendiri demi mengusir pria itu, berputar-putar seperti badai di kepalanya.

“Berapa kali? Lebih dari 3x?”

“Ya.”

Suaranya sendiri saat mengiyakan kebohongan menjijikkan itu terus terngiang. Audrey memukul kemudi dengan frustrasi. Bagaimana bisa ia terjebak dalam narasi yang begitu rendah? Ia yang menjaga diri, ia yang menolak paksaan, namun di depan Rafael, ia justru mengakui dirinya sebagai wanita yang tak setia dan telah menyerahkan diri pada pria lain.

"Brengsek!" teriak Audrey di dalam kabin mobil yang kedap suara.

Tiba-tiba, lampu rem mobil di depannya menyala merah tajam. Audrey yang sedang melamun tersentak, ia membanting setir ke kanan dengan refleks yang liar.

Sreeeeet!

Ban mobilnya mencitit keras di atas aspal. Moncong mobilnya berhenti hanya beberapa inci dari pembatas jalan beton. Jantung Audrey seolah melompat keluar dari dadanya. Ia terengah-engah, mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih. Kematian terasa begitu dekat, dan ironisnya, itu terjadi karena ia memikirkan pria yang bahkan tidak layak mendapatkan satu detik pun perhatiannya.

Audrey memejamkan mata, menyandarkan dahinya di kemudi. "Fokus, Audrey. Fokus. Jangan biarkan dia membunuhmu perlahan seperti ini."

Setelah mengatur napas selama beberapa menit, Audrey kembali melajukan mobilnya dengan sangat hati-hati. Ia tidak ingin mati konyol. Ia memiliki keluarga yang mencintainya, dan ia memiliki masa depan yang baru saja dimulai di NYU.

Malam telah sepenuhnya jatuh saat Audrey melewati gerbang besar mansion keluarga Richard di kawasan elit yang tenang. Lampu-lampu taman yang megah menyambutnya, memberikan rasa aman yang semu. Ia memarkir mobilnya, lalu melangkah masuk dengan bahu yang merosot.

"Audrey? Sudah pulang, Sayang?" Suara lembut Alana terdengar dari arah ruang tengah.

Audrey berhenti sejenak, merapikan rambutnya yang berantakan. "Sudah, Ma. Audrey langsung ke kamar ya, banyak tugas design yang harus dikumpulkan besok."

"Kamu sudah makan?" tanya Azkara yang baru saja muncul dari ruang kerja dengan kacamata bacanya.

"Sudah di kampus tadi, Yah," bohong Audrey. Ia tidak ingin orang tuanya melihat matanya yang sembab atau merasakan aura kegelisahan yang ia bawa. Ia hanya ingin sendiri.

Begitu sampai di kamarnya yang luas, Audrey langsung mengunci pintu. Ia melempar tas gambarnya ke sudut ruangan dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur king size yang empuk. Kamar ini adalah bentengnya, tempat di mana ia tidak perlu berpura-pura menjadi gadis tangguh.

Audrey meraih ponselnya yang tergeletak di samping bantal. Ia bermaksud mematikan dayanya agar tidak terganggu, namun sebuah notifikasi di layar kunci membuat napasnya tertahan.

Instagram: Keenan.Atharrazka started follow Back you.

Mata Audrey membelalak. Rasa lelah dan sesak akibat ulah Rafael tadi seolah menguap dalam sekejap, digantikan oleh rasa penasaran yang menggelitik. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia membuka aplikasi tersebut.

Permintaan follow-nya yang menggantung sejak kemarin akhirnya diterima, dan lebih dari itu, Keenan melakukan follow back. Audrey segera menyentuh profil pria itu. Akun yang tadinya terkunci kini terbuka lebar, menampilkan galeri foto yang seolah-olah berasal dari majalah gaya hidup kelas atas.

"Astaga..." bisik Audrey tak percaya.

Ia mulai men- scroll satu per satu foto di sana. Tidak ada foto selfie murahan atau foto di depan cermin. Semuanya adalah karya seni. Foto pertama adalah Keenan yang berdiri di samping mobil balap hitamnya di bawah cahaya senja yang keemasan di sirkuit. Ia mengenakan baju balap setengah terbuka, menampilkan kaos hitam yang melekat di tubuh atletisnya. Ekspresinya datar, menatap ke arah lintasan, namun profil wajahnya terlihat begitu sempurna dengan rahang yang tegas.

Ada juga foto Keenan yang sedang memakai helm balap, hanya matanya yang terlihat di balik kaca visor gelap, namun tatapan itu begitu tajam dan berwibawa.

"Aku pikir dia pria kaku yang tidak pandai berfoto," gumam Audrey sambil terus mengamati foto-foto Keenan yang sedang membedah mesin mobil dengan tangan yang kotor oleh oli, namun tetap terlihat sangat keren. "Ternyata dia... sempurna dalam segala hal."

Melihat foto-foto itu, Audrey teringat kembali percakapannya dengan teman-temannya di kafe tempo lalu.

“Keenan itu legenda di NYU, Drey. Dia pintar, kaya, tapi nggak pernah ada yang bisa mendekatinya. Dia itu seperti benteng berjalan.”

Kata-kata Sarah terngiang jelas. Audrey kini mengerti kenapa Keenan disebut sebagai benteng. Pria ini memiliki dunianya sendiri yang sangat tertutup dan berkelas. Ia tidak butuh validasi dari siapa pun. Di setiap foto, Keenan tidak pernah tersenyum lebar, namun kehadirannya di dalam bingkai foto itu sudah cukup untuk mendominasi segalanya.

Audrey teringat bagaimana Rafael selalu sibuk meminta Audrey memotretnya untuk konten sosial media, selalu haus akan pujian. Sangat kontras dengan Keenan yang tampaknya tidak peduli apakah orang menyukai fotonya atau tidak.

"Dia benar-benar berbeda," pikir Audrey.

Ia teringat kembali ucapan Keenan di mobil: "Mencintai tidak perlu menyerahkan diri... kamu luar biasa, Audrey."

Kekaguman Audrey terhadap Keenan semakin dalam. Bukan hanya karena ketampanannya yang di luar batas, tapi karena fakta bahwa pria sekeren ini, yang memiliki akses ke segala bentuk kemewahan dan kebebasan New York, justru menjadi orang pertama yang memvalidasi harga diri Audrey.

Audrey menatap foto terakhir Keenan—sebuah foto siluet pria itu di balkon apartemennya, menatap lampu-lampu kota. Audrey merasa ada kesamaan antara dirinya dan Keenan. Mereka berdua seperti dua orang yang berdiri di tengah keramaian namun merasa asing. Keenan dengan kedinginannya, dan Audrey dengan pemberontakannya.

Kebohongan yang ia katakan pada Rafael tadi, bahwa ia sudah memiliki kekasih—tiba-tiba terasa kurang memuakkan. Meski itu hanya karangan, Audrey merasa jika suatu saat ia benar-benar harus memiliki kekasih, ia ingin pria itu memiliki standar moral yang sama dengan pria yang baru saja me- follow-nya ini.

"Terima kasih sudah memfollow back, Keenan," ucap Audrey pelan pada layar ponselnya.

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah pertengkaran hebat dengan Rafael, Audrey bisa memejamkan mata dengan sedikit senyuman di bibirnya. Luka yang dibuat Rafael memang dalam, namun kehadiran sosok Keenan yang misterius dan berwibawa memberikan secercah harapan bahwa tidak semua pria di New York adalah serigala berbulu domba.

Audrey tertidur dengan ponsel masih di tangannya, menampilkan profil Keenan Atharrazka yang seolah-olah sedang menjaganya di dalam mimpi.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
Masya Allah...
Retno Isusiloningtyas
😭
falea sezi
uda end kah
Retno Isusiloningtyas
oh.wow.ternyata Kenan ayahnya Muslim
Retno Isusiloningtyas
semangat,Thor
Retno Isusiloningtyas
semangat Alana....
Retno Isusiloningtyas
wow....
siap2....
Mei Mei
suka sama semuaa ceritamu Thor. semangat buat nulisnya
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
irma hidayat
lancar sukses rencananya alana
chika aprilia
harusnya 23 tahun kemudian bukan 23 tahun lalu, othor nya salah
ros 🍂: makasih kak udah ingatin 😍🙏
total 1 replies
Mei Mei
/Kiss/
Mei Mei
suka cerita nya
ros 🍂: Makasih kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
bagus .. bagus karyamu Thor

tetep sehat
selalu semangat

karyamu jadi relaksasi tersendiri utk ku
ros 🍂: Ma'aciww 😍😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
ditunggu upload nya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!