Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.
Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.
“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Peras dan Rantai
Suara seretan tubuh di atas tanah berbatu menjadi satu-satunya bunyi yang memecah keheningan lereng Gunung Awan yang basah.
Fang Yuan menjambak rambut Bai Lie, menyeret pria itu seperti bangkai binatang menuju sebuah ceruk gua tersembunyi yang tertutup semak belukar lebat.
BRAK!
Fang Yuan menghempaskan tubuh Bai Lie ke dinding gua yang dingin.
Bai Lie terbatuk, darah hitam keluar dari mulutnya, sementara organ dalamnya masih bergetar hebat akibat teknik 'Getaran Internal' tadi.
"Kau ... kau iblis ..." rintih Bai Lie, matanya yang bengkak menatap Fang Yuan dengan ketakutan yang murni.
Fang Yuan tidak menjawab. Ia mengeluarkan sisa tali rami yang ia beli di kota, lalu mengikat tangan dan kaki Bai Lie dengan simpul mati yang menyakitkan.
Setelah itu, ia mulai melucuti semua yang dimiliki Bai Lie: kantong penyimpanan, jubah sutranya, hingga perhiasan pelindung yang tersembunyi di balik bajunya.
"Ini belum cukup," ucap Fang Yuan dingin. Ia mengeluarkan kuas dan beberapa lembar kertas kosong dari tasnya, lalu meletakkannya di atas sebuah batu datar. "Uang dan harta bisa habis. Pengetahuanlah yang abadi."
Fang Yuan berjongkok di depan Bai Lie. Ia menekan satu titik saraf di bahu Bai Lie menggunakan teknik getaran tinjunya.
"AAAAAARGH!" Bai Lie menjerit, tubuhnya kejang.
"Aku butuh segala hal yang kau tahu tentang Akupuntur, Alkimia, dan teknik-teknik dasar lainnya. Tingkat 2, tingkat 3 ... berikan semuanya padaku." perintah Fang Yuan.
"Aku ... aku tidak akan ... AGHHH!"
"Jangan buang-buang waktuku, Bai Lie. Aku punya tujuh tahun pengalaman dalam kesunyian. Aku tahu cara mematahkan mental seseorang tanpa harus membunuhnya," Fang Yuan menatap mata Bai Lie dengan kekosongan yang mengerikan.
"Setiap kali kau menolak, aku akan menghancurkan satu inci tulangmu. Kau punya banyak tulang, mari kita lihat berapa banyak yang bisa kau pertahankan."
Selama beberapa jam berikutnya, gua itu dipenuhi suara jeritan yang diselingi suara goresan kuas Fang Yuan di atas kertas.
Bai Lie, yang sudah hancur total secara fisik dan mental, mulai mengocehkan segala hal yang ia pelajari selama puluhan tahun.
Fang Yuan menuliskan detail tentang:
Titik-titik Akupuntur: Cara menghentikan pendarahan dan cara memblokir Qi lawan melalui titik saraf.
Dasar Alkimia Tingkat 2: Cara memurnikan tanaman obat di alam liar tanpa tungku alkimia yang besar.
Teknik Pernapasan: Cara menyembunyikan aura agar tidak terdeteksi oleh kultivator yang lebih kuat.
Fang Yuan menyerap informasi itu seperti spons kering yang disiram air.
Ia sadar, pengetahuan ini adalah apa yang membedakan seorang 'preman' dengan seorang 'kultivator sejati'.
Setelah kertas-kertas itu penuh dengan catatan berharga, Fang Yuan berdiri.
Ia mengambil belati hitamnya dan mengiris telapak tangannya sendiri, lalu melakukan hal yang sama pada dahi Bai Lie yang bersimbah peluh.
"Dunia ini tidak mengenal kesetiaan, Bai Lie. Hanya ada rantai yang mengikat." ucap Fang Yuan.
Ia mulai merapal sebuah mantra kuno yang ia temukan di bagian tersembunyi dimensi Mutiara Petir—Kontrak Jiwa Berdarah.
Energi Yin dan Yang di tangannya membentuk pola segel yang rumit berwarna merah gelap.
"Dengan darah sebagai tinta dan jiwa sebagai jaminan, mulai hari ini, kau adalah anjingku. Jika kau berpikir untuk berkhianat, atau bahkan menyimpan niat membunuh sedikit pun terhadapku, jantungmu akan meledak saat itu juga."
Fang Yuan menempelkan telapak tangannya yang berdarah ke dahi Bai Lie.
SZZZT!
Sebuah tanda berbentuk kilat kecil berwarna hitam muncul di dahi Bai Lie sebelum akhirnya menghilang di balik kulitnya.
Bai Lie gemetar hebat, ia merasakan sebuah 'ikatan' yang dingin mencekik jiwanya.
Ia tidak bisa lagi menatap Fang Yuan dengan benci; setiap kali ia mencoba melakukannya, rasa sakit yang luar biasa menusuk kepalanya.
Fang Yuan berdiri, membersihkan debu dari pakaiannya. Ia kini memiliki harta Bai Lie, pengetahuan tingkat menengah, dan seorang budak di ranah Pendirian Fondasi.
"Bangun." perintah Fang Yuan singkat.
Bai Lie, meskipun tubuhnya hancur, terpaksa berdiri karena dorongan dari kontrak tersebut. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ya ... Tuan."
Fang Yuan menatap ke luar gua, ke arah langit yang mulai gelap.
Ia sudah memiliki kekuatan, ia sudah memiliki pengetahuan dasar, dan ia sudah memiliki pelayan.
Sekarang, saatnya untuk kembali ke peradaban dan mulai mencari jejak mereka yang telah menghancurkan keluarganya.
"Ayo, kita punya banyak hal yang harus dilakukan," Fang Yuan melangkah keluar dari gua. "Target kita berikutnya ... adalah mencari kekuatan sambil mencari tahu siapa dua kultivator yang membunuh orang tua ku dulu."
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.