Arkan, seorang pemuda yang dianggap sampah kultivasi, ternyata menyimpan kekuatan terlarang di telapak tangannya. Saat 5 elemen bersatu dengan kehampaan Void, satu galaksi pun harus tunduk. Saksikan perjalanan Arkan
Body Tempering
Qi Gathering
Qi Foundation
Core Formation
Soul Realm 2 pengikut nya
Earth Realm
Sky Realm cici
Nirvana Realm arkan
Dao Initiate
Dao Master Dao arkan& cici
Sovereign
Divine
Universal (Kaisar Drak)
Eternal Ruin (Puncak Arkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roni alex saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPINGAN BINTANG JATUH
Malam itu, Desa Anggrek Putih tidak lagi seputih namanya. Langit yang biasanya dihiasi taburan bintang kini tertutup jelaga hitam yang pekat. Udara dingin pegunungan pun berubah menjadi panas yang menyengat, membawa aroma amis darah yang mengaduk isi perut
Di tengah reruntuhan rumah kayu yang terbakar hebat, seorang remaja laki-laki berusia lima belas tahun bernama Arkan bersimpuh di atas tanah yang becek oleh lumpur dan genangan darah. Wajahnya yang polos, yang biasanya selalu dihiasi senyum ramah kepada penduduk desa, kini pucat pasi seputih kapas. Matanya yang jernih bergetar hebat, menatap dua sosok yang paling ia cintai di dunia ini tergeletak kaku tak bernyawa
Ayahnya, seorang pemburu sederhana, tewas dengan dada tertembus tombak. Ibunya, wanita paling lembut yang pernah ia kenal, meregang nyawa saat mencoba memeluk kaki seorang pria berseragam zirah hitam.
"Kenapa... kenapa kalian melakukan ini?" suara Arkan nyaris tidak terdengar, tertelan oleh deru api yang melahap habis masa kecilnya
Di depan Arkan, berdiri seorang pria dengan zirah hitam legam yang memancarkan aura kematian. Dia adalah Jenderal garis depan dari pasukan Kaisar Drak, penguasa kegelapan yang namanya ditakuti di seluruh daratan. Pria itu membersihkan sisa darah di pedangnya dengan kain sutra, lalu menatap Arkan dengan pandangan meremehkan, seolah sedang menatap seekor semut di bawah sepatunya.
"Dunia ini tidak butuh alasan untuk menghancurkan yang lemah, bocah," suara si Jenderal berat dan dingin, membuat tulang rusuk Arkan seolah berderak karena tekanan Qi yang dilepaskan. "Sekarang, katakan di mana benda itu. Orang tuamu sudah mati demi menyembunyikan 'Inti Kosmikus'. Jangan biarkan nyawamu menyusul mereka sia-sia di tempat sampah ini."
Arkan menggeleng lemah. Air mata bercampur lumpur mengalir di pipinya. "Aku... aku tidak tahu apa-apa tentang pusaka atau inti apa pun... Tolong, pergi dari sini..."
Si Jenderal tertawa kering, sebuah tawa yang terdengar seperti gesekan logam berkarat. "Bodoh. Jika kau tidak tahu, maka keberadaanmu di dunia ini benar-benar tidak berguna."
Pria berbaju zirah itu mengangkat pedang besarnya tinggi-tinggi. Cahaya api terpantul di bilah tajam yang siap memenggal leher Arkan. Bagi sang Jenderal, membunuh bocah polos tanpa bakat kultivasi seperti Arkan hanyalah pekerjaan kecil yang tidak perlu dipikirkan dua kali
Arkan memejamkan mata rapat-rapat. Dia bisa merasakan hawa dingin dari bilah pedang yang mulai mengayun turun. Dalam kegelapan matanya yang terpejam, Arkan tidak merasakan ketakutan lagi, melainkan sebuah kemarahan yang membara. Sebuah dendam yang begitu dalam hingga seolah-olah membakar seluruh aliran darah di tubuhnya
‘Kalau aku harus mati... setidaknya biarkan aku membawa monster ini bersamaku!’ jerit Arkan dalam hati
Tiba-tiba, sebuah denyut aneh muncul dari dalam dadanya. Rasanya seperti ada sebuah bintang yang meledak tepat di jantungnya. Arkan secara insting mengangkat tangan kanannya ke arah pedang yang sedang menghujam.
Sshhhutttt—!
Dunia tiba-tiba menjadi hening secara tidak wajar. Suara api yang menderu, teriakan tentara di kejauhan, bahkan suara angin, semuanya mendadak hilang seolah-olah suara di dunia ini telah disedot masuk ke dalam sebuah ruang hampa
Si Jenderal terbelalak. Pedang besarnya yang terbuat dari baja meteorit keras, yang sanggup membelah batu besar dalam sekali tebas, tiba-tiba berhenti hanya beberapa inci dari telapak tangan Arkan.
Bukan karena ditangkis, tapi karena pedang itu mulai terurai!
Bilah logam itu perlahan berubah menjadi butiran debu hitam yang berputar, lalu menghilang ke dalam sebuah titik kegelapan absolut yang muncul di tengah telapak tangan Arkan. Titik itu tidak lebih besar dari butiran kelereng, namun ia berdenyut dengan kekuatan yang melengkungkan cahaya di sekitarnya.
Itulah Inti Void Kosmikus
"A-apa ini?! Teknik sihir apa ini?!" Jenderal itu berteriak histeris. Dia mencoba menarik kembali pedangnya, namun tangan kanannya seolah-olah tertancap pada magnet raksasa
Gravitasi di sekitar Arkan mulai menggila. Tanah di bawah kakinya retak, menciptakan lubang yang semakin dalam. Pohon-pohon yang terbakar di sekitar mereka bukannya tumbang ke tanah, malah tertarik melayang menuju ke arah Arkan
Arkan membuka matanya. Pupil matanya yang tadinya hitam kini berubah menjadi ungu pekat, bersinar dengan kilatan listrik yang melompat-lompat di antara jemarinya
"Kau mengambil keluargaku..." Arkan berbisik. Suaranya tidak lagi terdengar seperti bocah polos, melainkan seperti gema dari kedalaman jurang yang tak berdasar. "Sekarang, biarkan ketiadaan mengambilmu
Tanpa peringatan, lubang hitam kecil di tangan Arkan melebar. Sebuah tarikan gravitasi yang tak terbayangkan menarik seluruh tubuh sang J
enderal . Zirah beratnya remuk seperti kertas dan si jendral sadar bahwa dalam diri.Arkan ada sesuatu yang tersembunyi.
Namun itu adalah titik awal balas dendam Arkan
Dan Arkan sangat terpukul apa yang telah terjadi pada keluarga nya
Namun emosi Arkan masih naik dan lubang hitam di tanggan tambah besar
Sang jendral semakin panik
"Gimana cara lepas kan diri dari lubang hitam ini.?
Arkan tidak perduli apa yang terjadi dengan jendral tersebut semakin di perbesar lubang nya oleh Arkan
Dan si jendral berkeringat dingin
Melihat lubang semakin besar tersebut
Dalam fikiran
Sang jendral"apakah aku mati di tanggan bocah ini.?
Arkan semakin ngak terkendali melihat keluarga nya tidak ada nafas
Arkan semakin emosi
"Nyawa harus bayar nyawa darah harus bayar darah kata Arkan.
Semua di sana masuk kedalam lubang tersebut
Arkan melihat jasad keluarga nya dan mengubur kan nya dengan hati sedih dan penih amarah.
Dalam hati Arkan
"Aku harus kuat dan balas dendam atas keluarga ku.
Dan akhir nya arkan pergi dari desa nya dengan wajah sedih dan melihat kuburan keluarga
Dan orang orang di desa mengatakan Arakan anak yatim-piatu tanpa ada keluarga
Ada satu anak mengajak
Arkan berbincang-bincang nya
Kata anak tersebut
Apa yang akan kau laku selanjutnya arkan
"Arkan menjawab aku harus kuat dan balas dendam
Dan aku akan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalan ku.
Anak tersebut kaget !?
Haa!! Kau kan gak ada guru dan kultivasi gimana kau kuat..?
Namun anak tersebut ngak tau
Dalam diri Arkan ada kekuatan yang bisa menelan galaxy
Dan semua semesta ini
Namun arkan berkata ...
" Aku akan mencari guru dan aku meminta dia mengajarkan ku sihir dan kultivasi
Biar bisa kuat dan balas dendam
Anak itu merasakan aura dan tekanan yang besar dalam diri arkan
Kata anak tersebut berkata
"Nanti kalau kau ingin pulang datang lah ke rumah ku aku akan jadi saudara mu..
Arkan tersenyum melihat yang di katakan anak tersebut
Dan semua kaget melihat lubang yang begitu besar
Haaaaa!!! Ada lubang besar kata salah satu warga desa