NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:802.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Distraksi indah Sang CEO

Gedung pusat Ardiansyah Group berdiri angkuh di tengah kawasan bisnis Jakarta, sebuah menara kaca yang mencerminkan kekuasaan dan ketegasan. Di lantai paling atas, di dalam ruang rapat utama yang kedap suara, suasana terasa sangat formal dan dingin. Ares duduk di kepala meja panjang berbahan jati, dikelilingi oleh jajaran direksi dan pemegang saham yang sedang memaparkan laporan kuartal ketiga.

​Biasanya, Ares adalah orang yang paling fokus. Matanya akan menajam pada setiap angka yang dianggapnya janggal, dan suaranya akan memotong presentasi jika ada argumen yang tidak logis. Namun siang ini, pikirannya seolah memiliki sayap dan terbang kembali ke meja makan pagi tadi.

​Setiap kali Direktur Pemasaran berbicara tentang target pasar, ingatan Ares justru tertuju pada jemari Gia yang sengaja menyentuh tangannya saat mengoper selai. Ia bisa merasakan kembali sensasi hangat dan halus dari kulit Gia, sebuah godaan kecil yang ternyata efeknya jauh lebih destruktif bagi konsentrasinya daripada krisis ekonomi mana pun.

​Drrtt... drrtt...

​Ponsel Ares yang tergeletak di atas meja bergetar pelan. Ia melirik layar yang menyala. Sebuah pesan masuk dari istrinya.

​Ares mencoba tetap tenang, namun jemarinya tidak bisa menahan diri untuk membuka pesan itu. Begitu ia membaca kalimat...

“Semangat rapatnya, Mas. Jangan sampai terdistraksi ya” Sudut bibir Ares berkedut. Ia tidak bisa menahan senyum tipis yang perlahan merekah di wajahnya yang biasanya kaku seperti batu granit.

​Para direksi di ruangan itu saling pandang. Mereka tertegun melihat sang CEO, yang biasanya terlihat siap menghancurkan karier seseorang, kini sedang menatap layar ponsel sambil tersenyum-senyum sendiri.

​"Ehem... Tuan Ares? Apakah ada bagian dari laporan ini yang menurut Anda menarik?" Tanya salah satu pemegang saham senior dengan ragu.

​Ares tersentak, ia segera mendeham dan mematikan layar ponselnya, kembali memasang wajah dingin yang menjadi topengnya.

"Lanjutkan. Saya hanya melihat... ada perkembangan menarik di sektor lain" Jawab Ares ambigu.

​Sekretaris pribadinya, yang berdiri di belakang Ares, hanya bisa menahan napas. Ia tahu persis siapa yang baru saja mengirim pesan itu. Hanya Nyonya Gia yang bisa membuat singa Ardiansyah berubah menjadi kucing penurut dalam sekejap.

​Sementara itu, di mansion, sore hari terasa begitu damai. Gia memutuskan untuk menghabiskan waktunya di taman belakang, dekat kolam ikan koi yang dikelilingi pohon-pohon kamboja putih. Ia telah menyiapkan kanvasnya. Dengan pakaian rumah yang nyaman—salah satu kemeja kebesaran milik Ares yang sengaja ia pinjam karena aromanya yang menenangkan—Gia mulai menggoreskan warna.

​Ia tidak melukis pemandangan. Ia melukis sebuah abstrak tentang apa yang ia rasakan, perpaduan biru dongker yang dalam seperti mata Ares, dan sapuan warna emas yang terang seperti harapan baru yang diberikan suaminya.

​Setiap goresan kuasnya terasa seperti luapan emosi. Gia sesekali berhenti, menatap langit yang mulai berubah jingga, lalu tersenyum mengingat ancaman konsekuensi dari Ares. Ia merasa tidak sabar, namun juga berdebar. Ia sengaja tidak mandi sore terlalu awal, ia ingin Ares melihatnya dalam keadaaan berantakan karena cat, keadaan di mana ia merasa menjadi dirinya yang paling jujur.

​Pukul enam sore, suara raungan mesin mobil convertible perak milik Ares terdengar memasuki gerbang. Gia segera meletakkan paletnya, mengusap tangannya yang terkena noda cat biru ke sebuah kain lap, lalu berjalan menuju teras belakang yang terhubung dengan lobi utama.

​Ares melangkah masuk dengan jas yang sudah tersampir di lengannya dan dasi yang sudah dilonggarkan. Begitu matanya menangkap sosok Gia yang berdiri menunggunya dengan rambut sedikit acak-adakan dan noda cat di pipinya, langkah Ares terhenti.

​"Kamu menunggu Mas pulang?" tanya Ares, suaranya terdengar lebih dalam dan serak dari biasanya.

​Gia berjalan mendekat, berdiri tepat di hadapan Ares.

"Iya. Mas bilang ada konsekuensi yang harus Gia hadapi kalau berani menggoda Mas tadi pagi. Jadi, Gia berdiri di sini untuk menagihnya"

​Ares meletakkan jasnya di sofa terdekat, lalu maju selangkah hingga tubuhnya hampir bersentuhan dengan Gia. Ia mengangkat tangannya, menggunakan ibu jarinya untuk mengusap noda cat biru di pipi Gia.

​"Kamu nakal sekali hari ini, Gia" bisik Ares. Matanya menatap lekat ke bibir Gia, lalu turun ke arah kemeja miliknya yang dikenakan istrinya.

"Dan memakai kemeja Mas... itu benar-benar bukan cara yang baik kalau kamu ingin Mas melepaskanmu malam ini"

​Gia mendongak, matanya berkilat penuh keberanian yang baru.

"Lalu, apa Mas akan memberikan konsekuensinya sekarang?"

​Ares tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru melingkarkan tangannya di pinggang Gia dan menariknya mendekat, menghilangkan semua jarak yang ada. Aroma parfum kantor Ares yang bercampur dengan aroma keringat tipis dan aroma cat di tubuh Gia menciptakan perpaduan yang memicu adrenalin.

​"Rapat tadi terasa seperti seribu tahun karena pesanmu" Ucap Ares di depan wajah Gia.

"Sekarang, Mas tidak akan membiarkan ada telepon atau gangguan apa pun lagi!"

​Ares merunduk, mengecup kening Gia lama, lalu turun ke hidungnya, dan berakhir tepat di depan bibir Gia. Keheningan sore itu di mansion Ardiansyah seolah menjadi saksi bahwa konsekuensi yang dijanjikan Ares bukanlah sebuah hukuman, melainkan sebuah bentuk kasih sayang yang akan membawa hubungan mereka ke tingkat yang jauh lebih dalam malam ini.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!