Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah lagi
Tak seperti hari kemarin, pagi ini Alya tak bangun pagi. Wanita cantik itu bahkan tak bergabung di lantai satu untuk membantu bi Naci dan nenek Carrol menyiapkan sarapan.
Alya menyiapkan semua keperluan suaminya, saat Raka sedang mandi. ia sudah tak mempedulikan omelan apa yang akan ia terima dari nenek Carrol nanti.
"semangat kerjanya yaa,," ucap Alya setelah membantu Raka memakai dasinya.
setelah Raka selesai, Alya juga ikut mandi. Kemarin, ia tak sempat mandi, karena ketiduran.
Raka masih tetap menunggu Alya hingga wanita cantik itu selesai mandi dan berdandan sedikit.
"makasih,," ucap Alya. Alya bersyukur, karena Raka seperti selalu mengerti dengan keadaannya.
Alya dan Raka tiba dimeja makan. Alya mengerutkan keningnya saat melihat sarapan pagi mereka.
sepertinya nenek Carrol membuatkan sup untuk makan pagi mereka. Alya semakin dibuat heran, saat melihat seutas senyum dibibir wanita paruh baya itu.
"ayo kita sarapan,," ajak nenek Carrol cukup ramah. Alya mengangkat alisnya melihat perubahan sikap wanita paruh baya itu.
Entah apa yang telah terjadi padanya semalam, semoga ini merupakan awal yang baik untuk mereka.
"makan yang banyak Aal,," ucap nenek Carrol dan menambahkan beberapa potong daging kedalam mangkok Alya.
"terima kasih nenek," ucap Alya tersenyum dan dibalas dengan anggukan dari nenek Carrol.
Raka tersenyum melihat interaksi neneknya dan sang isteri pagi ini.
"kau juga, makan yang banyak Ka,,hari ini kita akan bertempur lagi" ucap kakek Aaron, sambil mengedipkan sebelah matanya.
setelah makan pagi bersama selesai, Alya mengantar Raka ke depan. wanita itu bahkan melihat mobil suaminya menghilang dari pandangan matanya baru ia masuk kedalam.
Alya berencana akan membereskan meja makan, namun semua itu telah dilakukan oleh bi Naci.
"terima kasih bibi," ucap Alya dan hanya di angguki oleh wanita itu
Alya mencari nenek Carrol namun sosok wanita itu, seolah menghilang dari rumah itu.
Alya cukup heran, mengapa orang-orang dirumah ini suka menghilang, lalu muncul secara tiba-tiba. Hal itu membuat ia sedikit penasaran. Nenek yang tiba-tiba menghilang, begitu juga dengan bibi Naci.
tak ingin memikirkan yang tidak-tidak, Alya akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Karena ia bingung harus melakukan apa.
Langkah Alya terhenti saat tiba didepan pintu kamarnya. wanita cantik itu memiringkan kepalanya untuk melihat ke dalam ruangan di sebelah kamarnya yang dilarang nenek Carrol untuk ia masuk.
Ia heran karena pintu ruangan itu sedikit terbuka. Padahal kata nenek Carrol pintu itu tak boleh dibuka dan dimasuki oleh sembarangan orang.
Alya masih terus mengintip, mungkin saja wanita paruh baya itu yang sudah membuka pintunya dan lupa menutupnya kembali, pikir Alya.
"apa yang kau lakukan?" suara nenek Carrol tiba-tiba terdengar dibelakang Alya.
Alya menutup matanya, sambil memegang dadanya, karena terkejut.
Ia bertanya-tanya, mungkinkah nenek Carrol mengendap-ngendap saat naik ke lantai dua ini, sehingga ia tak mendengar langkah kaki wanita paruh baya itu.
"ahh,,enggak. pintunya terbuka, dan aku mencoba untuk menutupnya" jawab Alya cepat.
"sudah ku peringatkan agar enggak melewati batas. awas saja jika sampai kau melewati batas itu" ancam nenek Carrol, dan dengan kasar membanting pintu ruangan itu.
Alya membuka mulutnya tak percaya. Ia pikir sifat wanita itu telah berubah karena tampak manis, saat dimeja makan tadi, namun ternyata ia salah.
Tak menjawab, Alya hanya menganggukan kepalanya dan masuk ke kamarnya.
Ia bena-benar dibuat bingung oleh sifat nenek Carrol.
"jika enggak menyukaiku, mengapa nggak jujur aja sih,," gumam Alya dan langsung membaringkan dirinya di kasur.
sudah terbiasa dengan melakukan begitu banyak aktivitas, lalu secara tiba-tiba ia harus meninggalkan semua itu dan hidup bagaikan didalam sangkar, membuat Alya sedikit stres.
Walaupun Alya menyukai kesendirian dan kesunyian, namun ia tak suka di kekang. Apalagi, ia seperti di larang-larang untuk melakukan sesuatu yang ia sukai, Alya sangat tak suka hal itu.
Alya memukul-mukul kasur dengan kakinya, ia sudah sangat kelelahan dengan sikap nenek Carrol.
Alya terbangun dari tidurnya, wanita cantik itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Tanpa pikir panjang, Alya berlari ke lantai, satu.
Taman,,yaa wanita cantik akan ke taman mini disamping rumah itu, karena tempat itu lah yang membuatnya sedikit tenang.
"mau kemana kau,,!!?" lagi dan lagi suara nenek Carrol tiba-tiba terdengar.
Alya menarik nafas kasar, serta memutar bola mata malas mendengar suara nenek Carrol.
"aku mau ke tam,,,"
"berhenti menarik perhatian suamiku, aku nggak suka. lagipula, siapa yang mengizinkan mu ke taman itu?" bentak nenek Carrol.
"kakek, sudah mengizinkan ku" jawab Alya
"tapi aku enggak." balas nenek Carrol.
Alya menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan nenek Carrol.
"maafkan aku,," akhirnya hanya kata maaf yang diucapkan Alya. Ia sudah malas, harus berdebat dengan wanita paruh baya itu.
Tanpa mengatakan apapun, Alya berjalan lesu ke kamarnya. Ia bisa gila jika terus-terusan hidup seperti ini.
Alya kembali ke kamar, pandangannya langsung tertuju pada ponselnya. seketika senyuman wanita itu mengembang.
"sebaiknya, ku hubungi Nadia, sudah sampai dimana proyek yang mereka kerjakan" gumam Alya.
Tanpa menunggu lama, Alya mengetik nama Nadia pada ponselnya dan mencoba menghubungi wanita itu.
didering ketiga akhirnya Nadia mengangkat panggilan Alya. lagi-lagi Alya beruntung karena Nadia sedang tak sibuk saat itu, sehingga ia bisa mengobrol banyak dengan Alya.
walaupun terdapat perbedaan waktu yang sedikit jauh, Nadia tak keberatan dengan hal itu.
perasaan Alya seketika menjadi tenang, setelah ia selesai menghubungi Nadia.
Ternyata proyek mereka berjalan lancar, bahkan telah delapan puluh persen selesai, Alya sangat bahagia mendengar hal itu. Ia tak menyangka, proyek yang ia rencanakan sebentar lagi akan selesai, walaupun ia tak turut mengerjakannya hingga selesai namun Alya sangat bahagia.
Karena begitu bahagia, Alya akhirnya tertidur. ia bahkan melewatkan makan siangnya. Alya bangun saat hari mulai gelap, tak menunggu lama ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
walaupun tak terlalu banyak melakukan aktivitas dirumah, namun Alya tetap melakukan ritualnya itu.
selesai mandi, Alya turun ke lantai satu. Ia sedikit kelaparan, namun ia tak temukan apapun di meja makan. Ia berencana untuk melihat isi kulkas, namun ia masih takut dengan kemarahan nenek Carrol. Akhirnya, Alya nekat untuk pergi keluar sendirian.
Ia ingin memberi tahu nenek Carrol dan bibi Naci, namun kedua wanita itu tak ada dirumah.
Alya hanya mengatakan pada satpam didepan, bahwa ia hanya keluar sebentar.
Wanita cantik itu menikmati udara yang begitu segar di kota Seba.
udara kota itu, sangat berbeda dengan kota Deo, apalagi sebentar lagi akan datang musim gugur, musim yang sangat dinantikan Alya.
Alya melihat-lihat sekelilingnya, ia berencana untuk mampir ke sebuah kedai yang menyiapkan makanan cepat saji, karena lambungnya sudah tak bisa di ajak kompromi.
Setelah menemukan sebuah kedai yang tak terlalu besar, Alya akhirnya masuk dan memesan semangkuk mie, makanan yang sudah sangat ia idamkan.
setelah menikmati semangkok mie, akhirnya Alya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum pulang ke rumah.
sangat disayangkan, jika ia pulang terlalu cepat, sedangkan pemandangan sore dikota seba sangatlah indah.
Alya berjalan-jalan sebentar, dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang. wanita cantik itu sedikit menyesal karena lupa membawa ponselnya, jika tidak ia akan memotret indahnya sunset dikota itu.
^^^^
Alya tiba dirumah tak begitu malam, namun tatapan tajam nenek Carrol yang menyambutnya di depan pintu mampu membuat Alya salah tingkah.
Ia seperti orang yang kedapatan melakukan kesalahan besar sehingga harus diselidiki.
"izin ke siapa kau pergi?" tanya nenek Carrol menyelidik.
"maaf, aku hanya merasa jenuh dan ingin berjalan-jalan sebentar" jawab Alya lemah.
"aku tanya, siapa yang mengizinkan mu pergi?"bentak nenek Carrol, membuat Alya terkejut.
"ada apa ini?" suara kakek Aaron terdengar dibalik pintu, Alya bisa melihat keterkejutan yang teramat sangat di wajah nenek Carrol.
"sayang,,ada apa??" Raka mendekati Alya, dan merangkul pundak Alya.
"aku minta maaf, aku kelur tanpa izin" gumam Alya, yang masih bisa didengar oleh Raka, bahkan kakek Aaron juga.
Raka menarik nafas mendengar ucapan Alya. ia pikir Alya membuat kesalahan fatal, hingga membuat neneknya berteriak begitu keras pada isterinya, namun ternyata hanya masalah sepele.
"aku bawa Alya ke atas Kek,," ucap Raka pada akhirnya. pria tampan itu bahkan tak menegur neneknya sama sekali.
Tangis Alya pecah, saat tiba dikamar. Wanita itu merasa sakit hati, karena diperlakukan seperti itu oleh nenek Carrol.
"maafkan aku, aku akan segera mencari rumah untuk kita pindah nanti" ucap Raka menenangkan isterinya.
Raka terus mengusap punggung Alya yang terus terisak, ia merasa bersalah karena sudah membuat Alya menangis.
"maafkan aku,," bisik Raka lagi.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗