NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. AMSALIR

Kaisar mengangkat tubuh Zhen Yi. Ia tidak mempedulikan jubah naga mewahnya yang mulai ternoda bercak darah Zhen Yi.

Ia melangkah lebar memasuki paviliun utama dan membaringkan Zhen Yi di atas tempat tidur. "Tabib! Di mana tabib istana?! Jika dalam waktu satu dupa ia tidak sampai, kepalanya akan menjadi taruhannya!"

Suasana di dalam kamar menjadi sangat tegang. Dali berlari ke sana-kemari menyiapkan air hangat dan kain bersih dengan tangan gemetar. Sementara itu, Kaisar duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Zhen Yi yang tidak terluka.

"Bertahanlah, Zhen Yi. Aku di sini," bisik Kaisar, suaranya yang tadi menggelegar kini melunak, penuh dengan kecemasan.

Zhen Yi memejamkan matanya, mengatur napasnya agar terdengar pendek dan berat. "Yang Mulia ... hamba tidak apa-apa. Jangan terlalu khawatir ... ini hanya luka kecil."

"Luka kecil katamu? Darahmu membasahi lantai, dan kau masih memikirkan perasaanku?" Kaisar mengusap kening Zhen Yi yang berkeringat dingin. "Ling Xian akan membayar setiap tetes darah yang keluar dari tubuhmu."

Tak lama kemudian, seorang tabib tua berlari masuk dengan napas tersengal-sengal. Ia segera berlutut dan dengan tangan gemetar mulai memeriksa luka di lengan Selir Agung. Kaisar berdiri di sampingnya, mengawasi setiap gerak-gerik sang tabib dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.

"Hati-hati," ancam Kaisar dingin saat tabib itu mulai membersihkan luka dengan air obat.

Zhen Yi meringis pelan saat cairan obat menyentuh luka goresannya. Kaisar refleks kembali memegang bahunya, memberikan kekuatan yang justru terasa mencekik bagi Zhen Yi.

Di tengah rasa perih itu, pikiran Zhen Yi tetap jernih. Ia memperhatikan tabib itu dengan saksama. Apakah tabib ini tahu sesuatu tentang Tabib Lu yang menghilang? Ataukah dia bagian dari orang-orang yang ingin melenyapkan bukti?

"Luka ini cukup dalam, Yang Mulia," lapor sang tabib setelah selesai membalut lengan Zhen Yi dengan kain putih yang rapi. "Beruntung tidak mengenai urat nadi. Hamba akan meresepkan ramuan penenang dan obat untuk mempercepat pengeringan luka. Selir Agung harus beristirahat total."

Kaisar mengangguk pelan, sedikit lega namun amarahnya belum padam. "Dali, pastikan tidak ada seorang pun yang mengganggu Nona-mu. Jika ada selir lain yang berani menginjakkan kaki di sini tanpa izinku, usir mereka dengan kekerasan jika perlu!"

"Baik, Yang Mulia," jawab Dali sambil menunduk dalam.

Setelah tabib pergi, Kaisar kembali menatap Zhen Yi. Ia mengecup kening wanita itu lama. "Istirahatlah. Aku harus mengurus perpindahan keluarga Ling ke perbatasan. Aku akan kembali menemuimu saat makan malam."

Begitu pintu kamar tertutup rapat dan langkah kaki Kaisar menjauh, Zhen Yi membuka matanya lebar-lebar. Ketakutan di wajahnya sirna seketika, digantikan oleh tatapan datar yang dingin.

Ia mengangkat lengannya yang terbalut perban, menatapnya tanpa ekspresi.

"Dali," panggilnya tenang.

Dali mendekat, wajahnya masih pucat. "I-iya, Nona?"

"Tutup semua jendela. Dan pastikan mata-mata kita melihat siapa yang ditemui tabib tua tadi setelah keluar dari sini. Aku ingin tahu apakah dia melaporkan luka ini kepada orang lain."

Zhen Yi menyandarkan tubuhnya di bantal, senyum tipis terukir di wajahnya yang pucat. "Satu serigala telah diasingkan, sekarang saatnya melihat serigala mana lagi yang akan keluar dari sarangnya karena ketakutan."

Kabar mengenai hukuman keji bagi Keluarga Ling dan serangan yang menimpa Selir Agung menyebar seperti api di seluruh istana. Di paviliunnya, Pangeran Wang Zihan tak mampu lagi duduk tenang.

Malam itu, saat penjagaan sedikit melonggar karena perhatian prajurit teralihkan oleh proses pengusiran keluarga Ling, Zihan bergerak seperti bayangan. Ia menyelinap melewati taman belakang, memanjat dinding paviliun, dan masuk melalui jendela kamar Zhen Yi yang sengaja tidak dikunci rapat oleh Dali.

Zhen Yi tengah bersandar sendirian di ranjangnya, hanya ditemani cahaya lilin yang temaram, ketika ia merasakan hembusan angin malam yang tiba-tiba. Detik berikutnya, sosok tinggi berpakaian hitam sudah berdiri di hadapannya.

"Zhen Yi!" bisik Zihan parau. Wajahnya panik, matanya yang tajam kini dipenuhi kecemasan.

Zhen Yi terkesiap, namun segera menenangkan diri. "Pangeran? Apa yang Anda lakukan di sini? Ini sangat berbahaya."

Zihan tidak mempedulikan peringatan itu. Ia langsung berlutut di tepi ranjang dan meraih lengan Zhen Yi yang terbalut perban putih bersih. Tangannya gemetar saat menyentuh kain itu.

"Aku mendengar semuanya," suara Zihan bergetar karena emosi. "Mereka bilang Ling Xian menyerangmu dengan pecahan vas. Aku hampir gila memikirkannya. Katakan padaku, seberapa parah lukanya? Mengapa kau tidak membiarkan pengawal menjagamu lebih ketat?"

Zhen Yi menatap wajah pria di depannya. Ada rasa sakit yang tulus di mata Zihan.

"Aku baik-baik saja, Pangeran. Hanya luka kecil," ucap Zhen Yi lembut, mencoba menarik tangannya perlahan.

Namun, Zihan justru mempererat genggamannya, meski tetap berhati-hati agar tidak menyakiti luka itu. Ia menatap perban itu dengan tatapan yang sangat dalam, lalu beralih menatap mata Zhen Yi.

"Mintalah perlindungan padaku, Zhen Yi. Aku pasti akan melindungimu."

"Bagaimana mungkin Pangeran. Kamu bukan sang penguasa, selama kamu belum jadi seorang Kaisar aku tetap akan bersandar pada Kaisar, Pangeran."

Kata-kata itu terdengar dingin menusuk. Tekat untuk menaiki takhta semakin besar, dulu padahal ia tak pernah sedikit pun memimpikannya.

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!