NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:876
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kini Nabila akan pergi ke sekolahnya. Saat hendak keluar dari Istana Mahkota Perak, seorang pengawal menghampirinya.

"Mari nyonya, saya antar.." ucap pengawal itu dengan sopan.

"Antar kemana??" tanya Nabila.

"Tuan Reynaldo memerintahkan kami mengantarkan nyonya ke sekolah agar tidak terlambat ujian."

"Aku bisa pergi sendiri..!" jawab Nabila.

"Tidakk nyonya, jika kami tidak menuruti perintah, kami akan mendapatkan hukuman berat.."

"Tidak, dia tidak akan melakukan itu.." ucap Nabila tidak percaya.

"Siapa yang mengatakan aku tidak akan melakukan itu?! Kau ingin melihat mereka dihukum karena ulahmu?!" suara Reynaldo terdengar dari belakang. Nabila terkejut melihat dia datang dengan beberapa bercak darah di bajunya, dan ada luka di dahinya yang masih mengeluarkan darah meski tidak terlalu parah.

"Darimana saja kau??" tanya Nabila dengan sedikit khawatir.

"Hanya memberikan pelajaran kepada orang-orang yang berani mengusik wilayahku saja..!" jawab Reynaldo dengan nada datar.

"Aku harus pergi sekarang!" ucap Nabila berjalan cepat ke arah pintu.

"Kalian! Antar wanita ini!" perintah Reynaldo kepada pengawalnya.

"Tidak aku tidak mau! Aku bisa naik taksi saja!!" Nabila menolak keras.

"Baiklah kalau kau menolak!"

"Kalian, pergi ambil karung dan isi dengan tanah, kemudian berkeliling Kota Perak sambil mengangkatnya sampai pukul 11 malam tanpa makan dan minum!!" ucap Reynaldo kepada pengawal yang tadi diperintahkan mengantar.

"Ta-taappiii Tuan.., kami mohon maaf.." "Aku tidak menerima penolakan! Dan tanya saja pada wanita ini kenapa kalian dihukum!!" ucap Reynaldo dingin.

"Ahhhkkk Reynaldo bangsaaat!! Mengapa kau menghukum mereka!!" teriak Nabila kesal.

"Bukan aku, tapi kau sendiri yang menyebabkan ini..!!" jawab Reynaldo.

"Sudahh sudah! Kalian antar saja aku!!" ucap Nabila kesal sambil melenggang pergi meninggalkan istana.

Wajahnya yang kesal berubah heran saat melihat mobil yang akan mengantarkannya – BMW X7 terbaru.

"Apa kalian akan mengantarkanku dengan ini?" tanya Nabila kepada dua pengawal yang menunggu.

"Kau ingin yang mana Nyonya? Lamborghini Aventador, Ferrari F8, Limousine atau..!" ucap salah satu pengawal.

"Sudah ini saja!! Mengapa tidak ada yang lebih sederhana?" ucap Nabila kesal. Para pengawal hanya bisa menggeleng kepala – mereka biasa menggunakan kendaraan mewah, tapi Nabila malah mencari yang lebih murah.

"Mari nyonya.." ucap pengawal itu membuka pintu mobil untuknya.

"Aku bukan nyonyamu!!" ucap Nabila masuk ke dalam mobil. Pengawal duduk di depan, sementara beberapa pengawal lain mengikuti dengan mobil Jeep dari belakang.

"Mengapa ada begitu banyak pengawal!!?" gumam Nabila pelan.

"Tuan menyuruh kami melindungi nyonya agar tidak terluka lagi.."

"Berhentilah memanggilku nyonya! Aku bukan istri tuanmu!"

"Tuan mengatakan bahwa nyonya nantinya akan menjadi nyonya besar di Istana Mahkota Perak.."

"Ahhhh diamlahhh! Aku muak dengan semua omongan tuan kalian itu!!"

Seluruh pengawal hanya bisa terdiam saat Nabila mengoceh kesal. Kini mereka memasuki kawasan Sekolah Menengah Atas Elite Kota Perak.

Sekolah yang terkenal sebagai salah satu termahal dan terbaik tidak membuat siswa lain heran dengan kendaraan mewah yang masuk. Namun mereka terkejut melihat yang keluar dari mobil itu adalah Nabila, apalagi dia diikuti oleh beberapa pengawal.

"Soalnya sekarang semua orang menatapku!!" gumam Nabila dalam hati.

"Lihatlah wanita miskin ini mendadak dikawal pengawal!!" ucap Zara yang selalu suka merendahkan Nabila.

Zara, Dinda, dan Rina adalah tim cewek sombong yang terkenal sering melakukan perundungan kepada siswa beasiswa atau mereka yang berusaha bertahan di sekolah elit ini.

Nabila tidak menghiraukan ucapan Zara. Merasa diabaikan, Dinda menarik rambut Nabila hingga dia menjerit kesakitan.

"Ahhhkk bangsat!!" umpat Nabila kesal.

Dengan cepat dia membalik tubuh dan menendang punggung Dinda hingga terjatuh. Rina yang tidak terima langsung menampar pipi Nabila dengan kuat.

"Cetassssssssss!!" Suara tamparan terdengar jelas, membuat Nabila semakin kesal – paginya saja dia sudah harus menahan emosi.

Tanpa berpikir panjang, Nabila membalas tamparan itu dan menarik rambut Rina hingga dia terjatuh. Melihat kedua temannya terjatuh, Zara membabi buta mengahajar Nabila. Tak terima, Nabila langsung mencakar wajah Zara. Cakaran itu membuat Zara sangat marah, dia mengambil batu dari sudut koridor dan melemparkannya ke arah kepala Nabila.

"Ahhhkkk!!" teriak Nabila saat batu melukai dahinya – darah segar mengalir deras. Pukulan itu membuat dia merasa pusing, tapi dia tetap tidak mau menyerah. Nabila mengambil tasnya dan melemparkannya ke wajah Zara, membuat hidungnya berdarah.

Tidak seorang pun berani melerai perkelahian itu, bahkan Dinda dan Rina bergabung menggangguli Nabila. Tapi Nabila tetap berjuang sendirian karena dia telah melarang pengawalnya ikut campur dalam masalah pribadinya.

Aksi mereka baru dilerai oleh Ketua Dewan Siswa saat sudah terlambat. Akibat perkelahian itu, Nabila tidak bisa mengikuti ujian sekolah.

Kini mereka duduk di ruang kantor Ketua Dewan Siswa. Tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan wajah menyesal.

Tak lama kemudian, orang tua ketiga gadis itu datang. Mereka sangat marah dan tidak mau menerima anaknya diperlakukan seperti itu – keadaan menjadi tiga lawan satu.

Zara, Dinda, dan Rina diwakili oleh orang tuanya, sementara Nabila harus sendiri. Namun tidak ada rasa sedih yang terpancar dari wajahnya – seperti biasa, dia selalu menunjukkan diri yang kuat agar tidak mudah direndahkan.

"Tolong pihak sekolah mengeluarkan anak seperti ini! Bagaimana bisa dia menyakiti anakku sampai seperti ini!!" ucap Mr. Hartono, ayah Zara yang merupakan salah satu investor utama sekolah.

"Anak paman lah yang menggangu saya duluan! Bagaimana paman bisa menyalahkan saya saja!!" ucap Nabila tidak mau kalah.

"Tidak paman, dia yang mendorongku duluan!!" ucap Rina mencoba memojokkan Nabila.

"Iya Daddy, dia yang mengganggu kami dulu!" tambah Zara yang menangis.

"Tidakk! Kalian yang menggangu aku duluan!!" ucap Nabila bersikeras.

"Tolong Ketua Dewan Siswa, keluarkan anak ini dari sekolah! Jika tidak, kami akan menarik investasi kami!" ucap Mrs. Julia, ibu dari Dinda.

"Nabila Zahra Kusuma, sebagai Ketua Dewan Siswa, saya meminta kamu meminta maaf kepada Zara, Dinda, dan Rina demi masa depanmu!!" ucap pihak sekolah.

"Sejak kapan sekolah ini menanamkan nilai yang salah dibenarkan?! Lihatlah karena ulah mereka aku terluka!" ucap Nabila sambil menunjuk luka di dahinya yang sudah dibalut.

"Aku tidak melakukan itu!" ucap Zara dengan suara gemetar.

"Aku tidak menuduhmu secara langsung, tapi mengapa kau terlihat gugup seperti itu?!" ucap Nabila dengan nada sinis.

"Daddy..." Zara menangis merengek ke arah ayahnya.

"Kauuu!!" ucap Mr. Hartono marah dan ingin menampar pipi Nabila.

Namun gerakannya terhenti saat pintu ruangan ditendang keras hingga kusennya rusak. Seluruh mata tercengang kala melihat sosok penting yang sangat ditakuti dan sebagai investor terbesar sekolah memasuki ruangan itu.

"Reynaldo...!!" teriak Nabila dengan terkejut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!