NovelToon NovelToon
Teluh ( Pelet Mati )

Teluh ( Pelet Mati )

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Balas Dendam
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Katanya sakit hati seseorang itu adalah ketika dia diam dan pergi tanpa banyak bicara. Itu yang di lakukan Anjas, dia sakit hati pada istrinya yang selingkuh, tapi bukan pergi untuk menata hati yang hancur, dia justru pergi ke dukun untuk membalas sakit hati.
"Saya ingin dia mati Mbah"
"Ada penyiksaan yang lebih mematikan dari kematian"
"Apa itu Mbah?"
"Rasa cinta yang tak berbalas"
"Bagaimana saya melakukannya?"
"Teluh... Pelet mati"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat Licik

"Ini berkas yang harus anda tanda tangani pak" ucap sekertaris Anjas

‎"Simpan saja di meja" jawab Anjas yang masih sibuk menandatangani beberapa berkas yang sudah dia periksa.

‎"Apa bapak mau menambah kopi?" tanya sekertaris Anjas

‎"Tidak perlu, saya sudah minum kopi" jawab Anjas yang tahu arti dari tawaran sekertarisnya itu

‎Tawaran yang menjurus pada hal lain, dan itu sudah terbiasa dia dengar dari sekretarisnya itu sejak dia pertama bekerja, awalnya dulu Anjas sempat tergoda untuk menerima tawaran itu, tapi dia ingat dengan Adisti dan memilih lebih fokus untuk bekerja.

‎"Sintia"

‎"Iya pak"

‎"Minta pak Juno datang ke ruangan saya, hari ini kami akan meninjau pabrik, kamu tidak perlu ikut, tetap di sini" ucap Anjas

‎"Baik pak, apa ada tugas lain?" tanya Sintia sedikit kecewa karena biasanya Anjas bisa sedikit tergoda olehnya.

‎"Tidak, nanti kalau pak Affan datang kamu minta beliau langsung ke ruang rapat saja, pak Gunawan yang akan memimpin rapat hari ini, saya sudah minta dia menggantikan saya" jawab Anjas kembali fokus bekerja sementara Sintia langsung keluar ruangan Anjas dengan wajah kesal.

‎"Sepertinya aku harus ganti sekretaris laki laki, dia sudah terlalu jauh bertindak dan aku tidak mau dia merasa kalau aku bisa dia goda dengan mudah" gumam Anjas

‎"Jangan pernah minum atau makan makanan dari dia nak, dia menambahkan darah haidnya ke dalam kopi atau makanan yang dia buat" bisik suara Suro

‎"Apa dulu juga dia begitu Mbah?"

‎"Iya, itu sebabnya kamu terpengaruh, sekarang sudah tidak lagi tapi tetap saja kamu tidak boleh memakan apapun yang berasal dari dia, ratu Kinasih tidak menyukainya"

‎"Saya akan berhati hati Mbah"

‎Setelah Juno datang, Anjas segera pergi untuk memantau pabrik mobil miliknya dan memeriksa beberapa mesin yang baru sampai dari luar negri.

‎Di kantor, Sintia masih terus berusaha untuk menaklukan Anjas yang sekarang semakin membuatnya tergoda, apalagi sikap dingin Anjas selalu membuatnya semakin penasaran.

‎"Kenapa dengan pelet ku, apa itu sudah tidak mempan lagi" gumam Sintia

‎"Ini adalah kue yang aku buat khusus untuk pak Anjas, aku akan memasukkan kue ini ke dalam toples kue yang biasa pak Anjas simpan di mejanya, dia tidak akan tahu" ucapnya tersenyum licik.

‎Sintia mulai masuk ke ruangan Anjas, dia membuka toples kue kering yang sering Anjas bawa untuk camilan karena Anjas sering di belikan kue oleh Juno dan juga Adisti saat mereka berjalan jalan berdua.

‎"Kuenya hampir sama, pak Anjas tidak akan curiga"

‎"Dengan begini dia tidak akan bisa menolak pesonaku lagi, aku sudah membuat rencana ini sejak lama dan aku tidak mau gagal"

‎Sintia mulai memasukkan kue kue miliknya ke dalam toples milik Anjas. tak lupa Sintia juga membacakan mantra ke dalam kue itu dan menutupnya kembali.

‎Trak.

‎"Kenapa berkas ini jatuh" gumam Sintia saat beberapa berkas di meja Anjas terjatuh.

‎Sintia berjongkok untuk mengambilnya, tapi ekor matanya melihat sesuatu yang aneh, ada sepasang kaki berdiri di depan meja Anjas, kaki dengan kulit yang keriput dan kuku berwarna hitam, tapi saat mendongak, Sintia tidak menemukan siapapun. tengkuknya mulai terasa meremang karena suasana di dalam ruangan itu semakin dingin dengan adanya hembusan angin yang membawa wangi kenanga di hidung Sintia.

‎"Apa itu tadi, apa ada hantu atau hanya penglihatan ku saja"

‎"Hihihihi ..."

‎"Aakhhh!" teriak Sintia saat terdengar suara tawa perempuan tua di dalam ruangan Anjas

‎"Nduk....mau ikut simbok tidak?"

‎"Si... siapa itu?"

‎Mata Sintia terus melihat ke sekeliling ruangan Anjas dengan tatapan takut, tak ada siapapun di sana hanya ada beberapa berkas yang masih tergeletak dan tidak sempat Sintia ambil karena merasa merinding.

‎"Nduk"

‎Panggil suara itu dan saat Sintia berbalik, sosok nenek tua dengan rambut putih dan punggung yang bungkuk sedang tersenyum kearahnya, dengan gigi hitam dan belatung yang memenuhi sudut bibirnya.

‎"Ha... ha... hantu!" teriak Sintia ingin berlari tapi kakinya tidak bisa di gerakkan

‎"Kenapa nduk, kamu mau kue? makan ini, kamu tadi memasukkan ini ke dalam toples anakku, ayo makan"

‎"Tidak... tolong! tolong!" teriak Sintia tapi tidak ada yang mendengar karena memang ruangan kerja Anjas berada di lantai paling atas dan suasana cukup sepi, hanya Juno yang ada di sebelah ruangannya dan itupun sudah pergi berdua Anjas ke pabrik.

‎"Ayo makan dulu, kamu harus makan supaya kenyang"

‎"Tidak... tolong, ampun mbok, saya tidak akan melakukan itu lagi mbok, maafkan saya" ungkap Sintia terus menangis

‎"Kenapa menangis nduk, tadi kamu terlihat senang sekali saat memasukkan kue ini, apa kamu tidak mau coba?"

‎Wanita tua itu meraih kue yang di masukkan Sintia dan menjejalkannya ke dalam mulut Sintia yang tiba tiba saja terbuka sendiri dan mengunyah kue itu.

‎"Bagaimana nduk, enak tidak?" tanyanya dengan senyum lebar membuat beberapa belatung itu jatuh ke mulut Sintia yang sedang mendongak ke arahnya, karena posisi Sintia makan sambil terduduk di depan sosok nenek atau Kinasih.

1
yuyun Rahayu
ikut menyimak thooor😁
Nurr Tika
serumit itu ya
Boru Nasution
wah bagus banget kak ini
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
seneng kalo ada sahara
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
😄😄 aduuh Sahara kocak kali kamu seruuu lnjuut
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
😂😂😂 seruu deh kalau ada kamu Sahara... 😂😂😂
neni nuraeni: sma" kak😁
total 2 replies
Siti Afsoh
mksh autor sahara dh kembali😍😍
Ridwan01: sama sama kak terima kasih kembali 🙏☺️
total 1 replies
Nurr Tika
sahara gemes 😄
Ridwan01: cubit kak 🙏🤭
total 1 replies
Nurr Tika
semakin seru
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
iih senangnya deh Sahara kmbli hehehe....
neni nuraeni: iya dong karena shara senang jadi kita yg bacanya juga ikut senang thor 😁😁😁
total 2 replies
Nurr Tika
siapa yang kirim santet ke juno
Ridwan01: Kunto kak 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
met hari raya idul fitri mohin maaf lahir batin thor, 💪 trus
Ridwan01: Sama sama kak, mohon maaf lahir dan batin juga🙏☺️
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
semoga anjas setia
Ridwan01: aamiin, terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjut
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Laila Zayn
delisha ini bukan nya anak nya abah adrian??? eh... ??? 🤔
Ridwan01: ada dua Delisha, anaknya Abah Adrian dan anaknya Bintang, ini Delisha anaknya Bintang kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
weeh mantaaap lnjut atuh thorr 🤭🤭
neni nuraeni: sama" thot🤭🤭
total 2 replies
neni nuraeni
mampus kau
neni nuraeni: iya rasain loh🤭🤭
total 2 replies
Nurr Tika
lanjut
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!