Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 Kebenaran.
Hans berlari panik memanggil bodyguard nya yang aneh nya tidak satupun dia temui begitupun karyawan di perusahaan nya .
" Kemana semua orang, cepat panggil dokter " teriak Hans yang tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi apa-apa dengan Ayra .
" Aku harus membawa Ayra kerumah sakit " Hans berlari kembali keruangan nya dan menggendong Ayra yang sudah tidak sadarkan diri diatas sofa .
" Dave , kemana kau ?" panggil Hans ketika Dave yang tadinya ada diruangan nya juga tiba-tiba hilang .
Hans bergegas menggendong Ayra dan membawanya turun menggunakan lift .
" Sayang , Ayra buka mata kamu, kenapa , badan nya dingin banget lagi " cemas Hans yang benar-benar khawatir dan ingin marah pada saat bersamaan .
Mengapa bodyguard dan pelayan membiarkan Ayra datang kekantor menemui nya disaat kondisinya seperti ini padahal bisa menelfon Hans .
" Sayang kamu kenapa " Hans benar-benar menangis dan takut sesuatu yang buruk terjadi pada Ayra .
" Cepatlah, kenapa lift nya terbuka begitu lama" kesal Hans sampai menendang pintu lift itu .
Begitu pintu lift terbuka di lantai dasar Hans tertegun melihat begitu banyak orang berdiri menyambutnya dan disaat bersamaan sebuah banner berukuran raksasa terbuka dari lantai atas .
" Selamat ulang tahun Om " kata Ayra yang berada di gendongan Hans langsung meloncat dan berdiri .
Ayra memegang tangan Hans yang masih berdiri terdiam itu keluar dari lift, melihat perayaan ulang tahun yang begitu besar dan megah yang dibuat Ayra dalam sekejap saja , karena tadi saat Hans lewat semua masih terlihat seperti biasa.
" Ay" panggil Hans ketika Ayra yang tadinya ada didekatnya tiba-tiba hilang .
" Selamat ulangtahun Om " kata Ayra berjalan membawa buket bunga dan kue ulang tahun yang sangat besar sampai 5 tingkat .
" Ay ini sangat berlebihan" ucap Hans menerima buket yang Ayra berikan dengan perasaan haru .
" Tidak ada yang berlebihan , bukankah Om selalu memberikan pesta terbaik di setiap ulang tahun ku lalu apa aku tidak boleh merayakan ulang tahun Om?" Ayra memeluk Hans dengan sayang .
" Terimakasih " kata Hans membalas pelukan Ayra.
" Ayo, kita tiup lilin nya" kata Ayra mengajak Hans berdiri di depan kue besar ditengah orang-orang.
" Sebelum Om tiup lilin doa dulu Om" kata Ayra yang diangguki Hans .
" Tuhan, Aku ingin Ayra menjadi milikku, berikan dia untukku tuhan " batin Hans berdoa meminta Ayra untuknya .
Dave membisikkan sesuatu ketelinga Hans.
" Ayo tiup lilinnya Om" kata Ayra .
" Hadiah untuk Om mana Ay?" tagih Hans lebih dulu .
" Ada , aku beliin Om hadiah banyak tapi kali ini aku bakalan penuhi satu permintaan Om apapun itu agar Om senang " kata Ayra didepan semua orang.
" Kamu berjanji Ay?" Hans mengangkat kelingking nya .
" Iya aku janji Om" kata Ayra juga menautkan kelingking nya dengan Hans dihadapan semua orang.
" Sekarang Ayo tiup lilinnya" ucap Ayra namun begitu Hans akan meniup lilin sebuah keributan besar terjadi di halaman perusahaan.
" Akkkkh" teriak orang-orang ketika beberapa orang berhasil masuk ketika bodyguard diluar tidak sanggup menahan nya .
" Ayra " Hans langsung melindungi Ayra dalam dekapannya.
" Semua permainan mu telah selesai Hans " ucap Alga yang datang bersama Ayahnya .
" Kau lagi" kata Ayra berbalik kini melindungi Hans bahkan merentangkan kedua tangannya menatap pria itu.
" Ayra , akhirnya Om menemukan kamu nak " pria paruh baya itu malah berlari memeluk Ayra .
Ayra terdiam didalam pelukan pria itu , mungkin jika Papanya masih hidup maka ini adalah pelukan seorang Ayah yang seharusnya Ayra dapatkan setiap hari .
" Om siapa?" tanya Ayra mendongak menatap pria itu , dari matanya dia terlihat sangat tulus .
" Nama Om Dirgantara, Om adalah sahabat Papa kamu " ucap Pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah foto kecil dari dompetnya dan memberikan pada Ayra .
Air mata Ayra langsung menetes karena rindu melihat foto Papa nya yang tengah tersenyum lebar berpelukan dengan Om ini .
" Setelah kepergian Papa kamu , Om mencari kamu selama bertahun-tahun nak , namun akhirnya kita bisa bertemu meskipun setelah puluhan tahun " ucap nya mengelus kepala Ayra .
" Kamu sudah besar sekarang, Om merasa berhutang dan bertanggung jawab atas kelangsungan kehidupan kamu sebab itulah Om tidak pernah berhenti mencari kamu" pernyataan nya dengan penuh kelegaan.
" Kenapa?" tanya Ayra .
" Karena kamu adalah putri sahabat yang sudah Om anggap seperti anak sendiri , itu janji Om pada almarhum Papa kamu ketika dia masih ada " sambung nya .
" Tapi setelah kematian Papa dan Mama kamu , Dia menyembunyikan dan memalsukan setiap identitas kamu hingga Om tidak pernah bisa melacak dimana keberadaan kamu " ucap Om Dirgantara menunjuk Hans yang berdiri di belakang Ayra .
"Jangan salahkan Om Hans , dia melakukan itu semua untuk melindungi aku kok " kata Ayra yang sudah tau semua itu sebelumnya.
" Tidak Ayra, jika memang begitu dia tidak akan menutup semua akses informasi terhadap kamu dan keluarga Ferdinand bahkan seluruh aset telah berubah menjadi namanya hingga keluarga Ferdinand benar-benar lenyap dimata dunia" Ayra langsung menoleh menatap Hans mendengar itu .
Semua orang menatap Hans sampai dia benar-benar merasa tersudut " Ayra dengar Om melakukan itu semua karena beberapa alasan " ucap Hans .
" Aku tau itu, Om Hans tidak pernah benar-benar mengambil buktinya aku masih memiliki semuanya sampai sekarang tanpa kekurangan apapun dan Om jangan pernah merusak citra Om Hans dimata publik dia bukan pria jahat apalagi licik seperti yang Om tuduhkan " ucap Ayra memegang tangan Hans kembali berdiri di samping nya .
" Baiklah Ayra jika kau memang menganggap dia baik , lalu mengapa dia menyembunyikan kebenaran tentang perjodohan kita " ucap Alga .
" Mungkin saja Om Hans tidak tau , saat Papa meninggal dia hanya menuliskan surat wasiat bahwa Om Hans adalah wali aku dan soal perpindahan nama aset itu memang atas seizin Papa " kata Ayra yang tau kebenaran itu .
" Dia tau Ayra, bahkan dia ada disaat kami membicarakan perjodohan kalian " ucap Om Dirgantara yang ingat dengan jelas karena Papa Ayra selalu membawa Hans kemanapun dia pergi .
" Kau benar-benar tidak tau diri, Bobby menyayangi kau seperti anaknya sendiri bahkan memberikan banyak wewenang tanpa peduli fakta bahwa kau hanyalah seorang anak pungut , lalu ini yang kau balaskan padanya " ucap Om Dirgantara menunjuk Hans.
" Om, cukup " teriak Ayra langsung marah ketika Om Dirgantara berani mengatakan Hans anak pungut .
" Biarkan Ayra , itu memang adalah kenyataan nya " ucap Hans yang tidak akan menyangkal fakta bahwa dia memang adalah anak yang dipungut oleh Papa Ayra dari jalanan .
" Enggak, aku nggak bakalan biarin dia menghina Om " tegas Ayra tidak terima .
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆