NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Selingkuh?

Salahkah Aku Selingkuh?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16

Plakk!

Sebuah tamparan keras Melayang di wajah Naoki. wajah Naoki tertoleh ke samping secara otomatis. pipi kanannya terasa panas dan sakit. Ini tamparan pertama semenjak dia kembali ke jepang setelah beberapa tahun di negara lain.

Haruka terkejut, bahkan dia refleks berdiri dari duduknya. wajahnya memancarkan kekhawatiran yang mendalam.

" dasar anak kurang ajar! tidak tahu di untung!!" bentak souta marah.

" dari dulu pun aku memang anak kurang ajar kan? bahkan papa sudah pernah bilang jika aku bukan keluarga niky. Bahkan papa tidak pernah lagi membiayai hidup ku. Lalu kenapa papa mengambil keputusan besar di dalam hidup ku? Papa pikir aku akan menerimanya begitu saja?" ujar Naoki panjang lebar dengan nada tenang tapi menyiratkan kekecewaan yang mendalam.

Souta menatap tajam Naoki penuh kemarahan. Tangan nya Bergerak mencengkram kerah baju Naoki siap untuk memukul wajah putranya. di saat suasa tegang seperti ini daiky malah duduk dengan tenang menyaksikan hal itu.

Brugh!

Sebuah tinju melayang tepat pada wajah Naoki. Haruka yang menyaksikan hal Tersebut menjerit ketakutan. Dia berlatih menghampiri Naoki yang terduduk di lantai akibat dorongan papanya.

" cukup pa.... papa bisa membunuh dia" ujar Haruka melerai.

" anak bajingan, mulai sekarang kamu bukan lagi putra ku. Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku!" bentak souta lalu pergi dari sana.

Haruka berjongkok ingin melihat luka Naoki. Namun Naoki menepis tangan nya yang hendak menyentuh wajah Naoki.

" pergi" ujar Naoki singkat namun tajam.

daiky menghela nafas panjang. Dia bangkit dari duduknya" ayo kita pergi " ujar daiky pada Haruka.

" tapi...."

" aku tunggu di mobil dalam waktu 1 menit" ujar daiky lalu pergi begitu saja tanpa berniat membantu naoki.

" ayo kita pulang" ajak Haruka

" gw bilang pergi!" ujar Naoki menatap tajam Haruka.

ini pertama kalinya Haruka melihat sisi lain dari Naoki. biasanya Naoki selalu bertingkah konyol dan juga selalu berbicara banyak. Namun kali ini terlihat menyeramkan sekaligus menyedihkan.

" baiklah kalo gitu aku duluan" ujar Haruka lalu pergi dengan keterpaksaan.

Naoki bangkit dari lantai setelah mendengar suara mobil milik daiky menjauh. Matanya memancarkan kekecewaan dan kesedihan. Hatinya menjerit sakit. Rasanya dia ingin berteriak dan menangis. Namun anehnya air matanya tidak keluar satu tetes pun.

Ini lah kehidupan nya, di balik dia yang ceria dia menyimpan luka yang mendalam. Ayahnya, ibunya dan Kakaknya tidak ada yang menyayangi. Lebih tepatnya tidak ada yang mencintai nya di dunia ini.

Naoki berjalan keluar dari rumah itu dengan tatapan kosong. tidak ada gairah sama sekali di matanya.

" Naoki" ujar hito terkejut melihat kedatangan sahabat nya dengan keadaan berantakan. tidak seperti biasanya.

" Lo butuh minuman apa?" tanya jiro.

" Vodka" jawab Naoki singkat.

Mereka tahu apa yang di butuhkan temannya itu di saat seperti ini. Di tawar obat? Di suruh bercerita? Naoki akan menolak nya. Dia tidak akan mau di obati dan tidak akan mau bercerita kecuali dia sedang mabuk.

Naoki duduk di samping kedua temannya. Lalu Jiro memanggil karyawannya untuk mengambilkan 1 botol Vodka untuk Naoki.

Begitu Vodka nya tiba, Naoki segera membuka nya dan menuangkan nya ke gelas lalu menjenguknya hingga habis tak tersisa.

satu gelas, dua gelas, 3 gelas hingga satu botol Vodka habis di minum tak tersisa. hingga kesadarannya perlahan menghilang. Hingga kepala nya pusing dan dia tidak lagi memiliki tenaga.

" Lo kenapa?" tanya hito Setelah memastikan bahwa kesadaran Naoki sudah hilang sepenuhnya.

Bukanya langsung menjawab, dia malah menangis. isakan tangis lirih keluar dari mulutnya bersama dengan air matanya yang mulai menetes. padahal saat sadar tadi dia sudah menahan agar air matanya tidak keluar.

" hidup gw nggak ada guna, nggak ada yang perduli sama gw. Semua orang cuma peduli daiky, daiky dan daiky. Seolah olah gw ini nggak ada"

" gw capek, gw baru aja jatuh cinta tapi gw malah jatuh cinta sama orang yang salah. Bukan orang nya yang salah, tapi waktunya yang tidak tepat "

" si tua itu juga nggak pernah berubah. Dia memperlakukan gw seenaknya. Katanya gw bukan anaknya lagi. tapi giliran butuh dia malah hubungi gw"

Yaa, jika mabuk seperti ini Naoki akan menceritakan semuanya tanpa ragu. Dan esok harinya dia tidak akan ingat jika dia sudah menceritakan semuanya pada kedua temannya.

matanya sayu, air matanya terus meneteskan dan mulutnya terus mengeluarkan isi hatinya yang selalu dia pendam saat dia sadar.

Kedua temannya setia mendengar dan sesekali bertanya. mereka juga sangat prihatin dengan nasib sahabat nya ini.

Haruka tidak bisa tenang. Dia tidak bisa tidur meskipun sudah di usahakan. Dia berguling guling di atas kasur mencari posisi yang pas. Namun sialnya kantuk tidak kunjung datang. pikiran nya terus teralihkan pada Naoki yang baru saja bertengkar dengan papanya.

Haruka sendirian di kamar, jangan tanya dimana keberadaan daiky. Haruka tidak tahu, yang jelas pasti sedang bersama dengan selingkuhannya. Mungkin juga daiky tidak akan pulang.

*brugh*!

sontak Haruka segera duduk saat mendengarkan ada suara mobil yang berhenti di pekarangan rumah nya. Dia berjalan cepat menuju balkon dan melihat siapa yang datang.

" apa yang terjadi?"

Kepanikan Haruka bertambah berkali kali lipat kala melihat Naoki di papah oleh kedua sahabatnya keluar dari mobil. Haruka berlari keluar kamar menuju ke lantai dasar dan keluar untuk melihat keadaan Naoki.

" hy...!" sapa jiro saat pintu terbuka dan memperlihatkan Haruka yang sedang panik.

" dia kenapa?" tanya Haruka khawatir.

" biasa mabuk" ujar jiro " apa kami boleh masuk? Berat ni" ujar jiro yang merasa pegal memapah tubuh Naoki yang berat.

" ayo masuk, Anterin ke kamar tamu aja" ujar Haruka.

Jika harus mengantarkan ke kamar Naoki sendiri tentunya capek dan melelahkan kan? Karena harus menaiki tangga lebih dulu.

Haruka membuka pintu kamar tamu lalu hito dan jiro membawa Naoki masuk dan membaringkan nya di atas kasur.

" terimakasih yaa, kalian mau nginep juga?" tanya Haruka.

" nggak lah ruka, kaki mau pulang sekarang " ujar hito.

" baiklah, hati hati ya " ujar Haruka.

Jiro dan hito pun segera pergi. Kini hanya tersisa Haruka dan Naoki di kamar itu. Haruka menatap kasihan pada Naoki. lalu dia memperbaiki posisi tidur Naoki.

Haruka melepaskan sepatu Naoki, lalu juga melepaskan jaket yang Naoki pakai. Setelah itu dia segera menarik selimut dan menyelimuti Naoki.

" kenapa kamu milih mabuk mabuk? Mana lukanya belum di obati lagi" gumam Haruka.

Haruka berjalan keluar kamar untuk mengambil obat. Bekas pukulan di wajah Naoki harus segera di obati agar segera sembuh.

1
euryzaa momeena
ceritanya bagus ka 😍
Clarissa19: terimakasih kk
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Clarissa19: Ok kk, terimakasih
total 1 replies
euryzaa momeena
😍
euryzaa momeena
🤭
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani: sama2👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!