NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:109.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Sudah hampir tengah malam tetapi Adam belum bisa terlelap, dia sudah mencoba beberapa posisi tetap tidak membuatnya nyaman. Di kamar sebesar itu dia harus tidur sendiri, sementara sang istri memilih tidur di kamar putranya.

Adam menghela nafas kasar, dia bangun dan mendudukkan tubuhnya. "Astaga, ini mata susah banget sih buat meremnya" kesal Adam sambil memijit kepala yang terasa berdenyut. Sejak tadi juga banyak pesan masuk dari Nayla, tapi tidak ada satupun yang dia balas.

Adam menyibak selimutnya dan memutuskan menyusul istrinya ke kamar putranya.

Ceklek......

Pintu kamar terbuka, terlihat sang istri sudah terlelap sambil memeluk putranya.

Perlahan Adam menutup pintunya, dan berjalan pelan ke arah ranjang. Langkahnya hati-hati, seolah takut suara napasnya sendiri bisa membangunkan dua orang yang paling berarti di hidupnya itu. Lampu tidur menyala redup, cukup buat nunjukin wajah Kiandra yang terlihat capek, matanya sembab walau sekarang terpejam. Satu tangannya melingkar erat di tubuh kecil Zayyan, seolah takut kalau anak itu bakal diambil darinya.

Adam berdiri beberapa detik di samping ranjang. Dadanya sesak. Pemandangan ini harusnya hangat, harusnya bikin tenang. Tapi yang dia rasakan justru perih. Ini akibat dari ulahnya sendiri, dan dia sadar betul itu. Pelan-pelan dia duduk di tepi ranjang, matanya tidak lepas dari wajah istrinya. Ada garis lelah yang tidak pernah dia perhatikan sebelumnya, ada luka yang tidak terlihat tapi jelas terasa.

“Maafkan aku…” gumam Adam lirih, suaranya hampir gak kedengeran. Tangannya terangkat, ragu-ragu, sebelum akhirnya mengusap pelan rambut Kiandra.

Kiandra sedikit bergerak, alisnya mengerut seolah gak nyaman. Adam langsung menarik tangannya, jantungnya deg-degan takut istrinya bangun dan malah makin marah.

Zayyan menggeliat, bibir kecilnya menggumam entah apa. Adam menelan ludah, matanya panas. Anak ini tidak tau apa-apa, tapi harus menjadi saksi rumah tangganya yang retak akibat kebodohan ayahnya sendiri. Adam menghela napas panjang, menunduk, kedua tangannya bertumpu di lutut.

“Maafkan daddy, selama ini sudah membohongi kamu dan mommy" bisiknya sambil menatap wajah putranya.

Waktu terasa berjalan lambat. Adam tidak berani berbaring bersama mereka, dia hanya duduk diam, sesekali menatap Kiandra, dan juga putranya. Kepalanya dipenuhi penyesalan. Pesan-pesan Nayla yang sejak tadi masuk ke ponselnya terlintas di benaknya. Dia mengepalkan tangan, lalu merogoh saku celananya, mematikan ponsel tanpa melihat layar.

“Cukup, Semua harus berhenti.” ucapnya.

Tanpa sadar, mata Adam berkaca-kaca. Baru kali ini Adam merasa benar-benar sendirian, meski ada dua orang dihadapannya. Pelan-pelan dia bangkit berdiri, membiarkan sang istri tidur nyenyak bersama putranya. Ada keinginan ingin membangunkannya, memintanya untuk pindah ke kamarnya tetapi Adam tidak berani. Luka Kiandra terlalu dalam, dia butuh waktu untuk menyembuhkan perasaannya yang sudah dia lukai.

Adam melangkah mundur, berjalan pelan ke arah pintu. Tangannya berhenti di gagang pintu, ragu. Dia menoleh lagi, menarik napas panjang.

“Aku tidak akan menyerah. Aku akan buktikan bahwa aku masih pantas menjadi suami mu, dan daddy untuk anak-anak kita" ucap Adam.

Perlahan Adam menutup pintunya. Dia kembali ke kamarnya yang dingin dan kosong, tapi malam itu dia tau satu hal, tidak ada lagi tempat buat kesalahan kedua.

Adam merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan memaksakan matanya untuk terpejam. Meskipun awalnya susah, akhirnya semakin lama dia bisa terlelap.

******

Adam baru aja selesai membersihkan tubuhnya. Uap hangat dari kamar mandi masih mengepul waktu dia melangkah keluar, dia hanya memakai handuk yang diikat asal di pinggang. Rambutnya masih basah, airnya menetes ke lantai marmer satu-satu, meninggalkan jejak kecil yang sebentar langsung menghilang.

“Sayang, tolong ambilikan baju kerjaku,” pinta Adam sambil nunduk, fokus mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil. Suaranya datar, nada yang sama seperti setiap pagi.

Biasanya, Kiandra bakal muncul dari arah lemari, atau dari depan cermin, kadang wanita itu sambil mengerucutkan bibinya, sambil mengomel kecil karena Adam terbiasa menaruh baju kotor di sembarang tempat. Tapi pagi ini berbeda, tidak ada suara langkah kaki, tidak ada sahutan, tidak ada omelan kecil yang biasanya membuat suasana pagi terasa hidup.

Adam berhenti mengusap rambutnya. Dia berdiri diam beberapa detik, baru menyadari kalau kamar itu terlalu sepi.

“Huh…” gumamnya pelan sambil menghela napas panjang. Dia baru teringat jika Kiandra sedang marah dengannya. Bukan marah biasa, tapi marah yang dinginnya berasa sampai ke tulang.

Dengan perasaan berat, Adam akhirnya melangkahkan kakinya ke arah lemari. Dia membuka satu per satu pintu lemari itu, milih kemeja kerjanya sendiri. Gerakannya terlihat kaku, seperti orang yang tidak terbiasa mengurus hal-hal kecil sendirian. Biasanya semua sudah di siapkan oleh sang istri. Tetapi sekarang, dia harus mengambil baju kerja sendiri, bahkan harus mengambil kaos kakinya sendiri. Dia sempat kesulitan, karena tidak tahu persis dimana letak barang-barang miliknya.

Selesai memakai pakaian, Adam bercermin sebentar. Wajahnya terlihat lelah, karena kurang tidur, dan juga pikirannya ke mana-mana.

Dasi masih dia pegang di tangannya, belum dipakai. Entah kenapa, hal sekecil memasang dasi sendiri aja sekarang terasa berat.

Dia keluar dari kamar, langkahnya pelan, berharap masih bisa menemukan Kiandra di ruang tengah atau dapur.

“Sayang, tolong pakaikan dasiku,” pinta Adam lagi, kali ini suaranya sedikit lebih rendah. Ada harapan kecil di sana, meski dia sendiri tidak terlalu yakin.

Tapi yang muncul dari arah lorong bukan Kiandra, melainkan pembantunya yang muncul dari arah dapur.

“Maaf tuan, nyonya Kiandra sudah berangkat nganterin den Zayyan ke sekolah.”kata salah satu pembantu rumah tangga sambil menundukkan tubuhnya.

Adam terdiam. Tangannya yang memegang dasi refleks mengendur. Ada rasa sesak yang tidak bisa dia jelaskan.

“Oh… begitu,” jawabnya singkat.

Pelayan itu berlalu, meninggalkan Adam sendirian di ruang tengah yang tiba-tiba terasa kosong. Adam melirik jam tangannya. Setengah tujuh pagi. Terlalu pagi untuk putranya berangkat sekolah. Dia baru sadar sang istri benar-benar sedang menghindarinya.

Dia duduk sebentar di sofa, mengusap wajahnya kasar. Biasanya jam segini mereka masih sarapan sambil mengobrol, meski cuma sebentar. Kadang Kiandra mengeluh soal Zayyan yang terlalu aktif, kadang Adam cuma manggut-manggut sambil menyesap kopinya. Sekarang? Sunyi.

Dia akhirnya berdiri lagi, masang dasi sendiri dengan gerakan canggung. Berkali-kali salah, karena terlalu kencang, lalu dikendurkan lagi. Hal sepele itu entah kenapa bikin dadanya makin sesak.

Saat semua akhirnya rapi, Adam berdiri di depan pintu, siap berangkat kerja. Tapi sebelum melangkah keluar, dia menoleh ke dalam rumah sekali lagi. Rumahnya masih sama, tapi rasanya hampa.

Adam menghela napas panjang. Kali ini lebih berat dari sebelumnya. Dia sadar, kali ini Kiandra tidak cuma marah. Kiandra benar-benar lagi menjauh, dan itu jauh lebih menyakitkan daripada bentakan atau teriakan.

1
Yana Phung
wah.. semoga keluarga kecil kiandra bahagia selalu
dijauhkan dari nayla dan nayla2 yg lain 😅😅😅
Yuli Yulianti
seharus nya kamu sadar nay jgn sampai kamu jatuh lebih dalam lg pergi menjauh perbaiki diri mu selagi ad kesempatan
puji hastuti: betul sekali...bertobatlah,hidup di pondok pesantren, misalnya wkwk
total 1 replies
new user
D tunggu next up
Yana Phung
kira-kira pilihan apa yg akan diambil nayla??
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwkw di barter sokorin 🤣
stela aza
si Nayla kurang kerjaan s ,, tinggal melanjutkan hidup j masih ngusik orang lain ,, apalagi yg di usik jauh di atasnya 🤦
Yana Phung
ternyata nayla beneran dijual haris 😅😅😅
falea sezi
karakter laki doyan selangor ya gini bloon
Agus Tina
Pqlingan Nayla "dijual" ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kerja begituan aja kau Nayla ..jadi pelacur cocok untuk mu 🤣
Yana Phung
astaga...
apapun niat nayla semoga gagal
atau haris bakal berubah jd mucikari??😅😅😅
new user
Tks Update nya thor
Yana Phung
wah.. si kakak author updqte terus makasih kak ya
atau cerita ini akan segera tamat??
muthia
salut dg mama Ina betul-betul mertua idaman🙏
Agus Tina
Kiandra wanita luar biasa, dia hebat bisa menerima kèmbali suami yg telah menghianatinya. Buat Adam jangan sia2kan wanita swperti Kiandra tetap bahagia kalian ...
Yana Phung
sepertinya si nayla ini bukan terobsesi dg adam tapi lebih ke kiandra
maunya dia,, diatas segala-galanya dari kiandra
udah.. bikin gila aja kali ya 😅😅😅
new user
D tunggu next up
Yana Phung
aku penasaran dg endingnya
kalo sesuai judul harusnya kiandra dan adam tetap bersama
tapi melihat aksi gilanya nayla dan adam yg tidak melakukan apapun (atau itu cara adam membiarkan istrinya membalut luka),, entahlah...
karena yg memulai adam,, harusnya adam juga yg menegaskan kalo nayla memang tidak berarti apa-apa baginya

btw membaca topik ini di bulan ramadhan itu sesuatu banget ya 😅😅😅
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang seperti Nayla ...cara mengatasi nya adalah memberi dia kematian baru selesai kalo dia masih hidup tetap akan jadi benalu 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam terlalu lembek ya jadi laki2 apa karena dah merasakan goyangan Nayla jadi masih teringat 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!