NovelToon NovelToon
Kontrak Kerja Dengan Mantan

Kontrak Kerja Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Pernikahan Kilat / CEO / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Pagi Istri Ku

Baskara terbangun lebih dulu lengannya masih melingkar di tubuh Ririn yang bersandar tenang di dadanya. Napas Ririn teratur, wajahnya terlihat tenang Baskara menatapnya lama.

Pasti kecapekan, batinnya sambil tersenyum tipis, perlahan Ririn mengerjap, matanya membuka sedikit, lalu mendongak dan mendapati Baskara sudah sejak tadi menatapnya.

“Selamat pagi, Sayang,” ucap Baskara lembut, Ririn refleks bersembunyi di dada Baskara wajahnya memanas, merah padam.

“Mas…” gumamnya pelan.

Baskara tertawa kecil, tangannya mengusap rambut Ririn dengan gerakan menenangkan.

“Gimana tidurnya? Nyenyak?”

“E-eh, lumayan,” jawab Ririn malu-malu.

“Lumayan?” Baskara menaikkan alis, jelas menggoda.

“Kamu tahu nggak, kamu ngorok.” Celetuk Baskara membuat Ririn sedikit terkejut, Ririn langsung mengangkat wajahnya.

“Hah? Aku ngorok?” Ririn menggeleng cepat. “Nggak mungkin.”

“Kamu nggak percaya, kamu kecapean makannya tidurnya ngorok," kata Baskara berbisik di telinga Ririn.

Ririn memalingkan wajahnya pipinya makin merona merah.

“Mata kamu sayu,” lanjut Baskara, nadanya berubah lebih lembut. “Kayak habis begadang dua puluh empat jam.”

Baskara terus menggoda Ririn, melihat Ririn malu seperti itu membuat Baskara semakin gemas.

“Itu kan,” Ririn berhenti, tak sanggup meneruskan kalimatnya.

“Maaf ya, udah bikin kamu kecapean,” potong Baskara pelan dia menunduk, mengecup kepala Ririn.

Ririn tersenyum kecil, Baskara mendekap Ririn lebih erat dia tidak mau momen ini berakhir.

“Kita nggak usah masuk kerja hari ini.” kata Baskara tiba-tiba, Ririn terkejut, mendongak menatap Baskara

“Kenapa?”

“Karena, Aku mau habisin waktu sama kamu,” jawab Baskara tanpa ragu. “Aku jadi males ke mana-mana.” kata Baskara lagi.

“Kok gara-gara aku sih?” Ririn protes pelan.

“Aku pengin begini aja seharian,” kata Baskara jujur, Ririn refleks menjauh sedikit, wajahnya gugup.

“Jangan… aku nggak sanggup.” celetuk Ririn polos, Baskara tertawa kecil mendengar ucapan Ririn.

“Kalau peluk aja, boleh?” Tanya Baskara lagi membentangkan kedua tangannya.

Ririn mengangguk dia kembali merapat, memeluk Baskara dengan lebih berani kali ini Baskara menghela napas puas.

“Aku bahagia banget,” katanya lirih. “Kamu gimana?”

Ririn bersandar di dadanya, suaranya pelan tapi mantap.

“Aku juga.”

“Aku mau mandi,” ucap Ririn sambil meraih selimut, berusaha menutupi tubuhnya yang masih terasa hangat oleh pelukan.

Baskara mengangkat alis, menahan senyum.

“Ngapain ditutup? Kita kan sudah suami istri.”

“Iih, apaan sih,” Ririn memukul bahu Baskara pelan, wajahnya memerah. “Tetap aja aku masih malu.”

Baskara tertawa kecil, jelas menikmati reaksinya.

“Dari tadi juga kelihatan kok,”

“Mas!” protes Ririn, makin salah tingkah. “Jangan ngomong gitu aku malu.”

Baskara mendekat sedikit, nada suaranya berubah lebih rendah.

“Tadi malam kamu ngak malu,”

Ririn memukul lengan Baskara lagi manja Baskara hanya terkeukeuh.

"Sayang Boleh nggak?" kata Baskara dengan nada menggoda Ririn refleks menelan ludah.

“Boleh apa?” tanyanya waspada, matanya menatap curiga.

“Boleh aku mandi juga.”

“Ya boleh lah,” jawab Ririn cepat, lalu berhenti.

“Bener ya Boleh ” sambung Baskara ringan tapi penuh arti.

Ririn terdiam beberapa detik, mencerna ucapan Baskara.

“Mas… Jangan bercanda.”

“Aku serius,” sahut Baskara sambil tersenyum nakal. “Bener nih, boleh?” tanya Baskara lagi memastikan.

Ririn berpikir sejenak, lalu mendengus kecil.

“Ya masa suami sendiri dilarang mandi,” katanya mencoba terdengar tegas, walau pipinya kembali memanas.

“Itu artinya boleh ya,” kata Baskara puas.

“Mas, tunggu,"

Belum sempat Ririn menyelesaikan kalimatnya, Baskara sudah beranjak dan mengangkat tubuh Ririn dengan mudah.

“Heh!” Ririn refleks melingkarkan tangan di leher Baskara. “Kamu mau apa, Mas?”

“Mau mandi,” jawab Baskara santai, melangkah menuju kamar mandi.

“Mas, aku bisa jalan sendiri,” ucap Ririn setengah panik, setengah malu.

“Aku tahu,” sahut Baskara. “Tapi aku pengin begini.”

“Kamu tuh nakal banget sih.”Ririn menunduk, suaranya mengecil.

Baskara meliriknya sambil tersenyum lembut.

“Aku cuma mau nemenin istriku mandi aja kok”

Ririn tak membalas dia hanya menyembunyikan wajah di dada Baskara, pasrah, sementara langkah mereka berhenti di depan pintu kamar mandi dan pagi itu pun berlanjut dengan kehangatan yang pelan, tanpa terburu-buru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!