Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.
Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 CALM MEET CHAOS
Ada satu kesalahan fatal yang sering dilakukan Geng Chaos.
Mereka mikir semua orang bakal nanggepin kekacauan dengan cara yang sama.
Padahal…
Orang tenang kalau marah, justru lebih bahaya.
Dan hari itu, Chaos lupa satu hal penting:
Taehyung bukan orang yang suka teriak.
Dia orang yang menarik diri.
Rencana prank itu awalnya terdengar “aman”.
“Cuma prank kelas,” kata Seokmin sambil ngunyah snack.
“Kita tuker file presentasi mereka. Isinya meme doang.”
“Ringan,” tambah Jimin.
“Ketawa bareng, selesai.”
Namjoon ragu.
“Kelompok ini nilainya gede.”
“Tenang,” Jungkook jawab, entah kenapa nadanya gak seantusias biasanya.
“Gak akan kenapa-kenapa.”
Dan itu adalah kesalahan pertamanya.
___
Hari presentasi datang.
Kelas penuh.
Dosen duduk di depan.
“Kelompok satu,” kata dosen.
“Silakan.”
Taehyung berdiri.
Tenang seperti biasa.
Yoongi di sampingnya.
Wonwoo dan Mingyu di belakang.
Jimin dan Jungkook berdiri paling ujung.
Taehyung colok flashdisk.
Slide pertama muncul.
Lalu…
Meme.
Meme kucing.
Tulisan gede:
“KEBIJAKAN PUBLIK TAPI KEBIJAKANNYA GAK JELAS.”
Satu kelas meledak ketawa.
Jimin langsung pucat.
“EH—”
Mingyu melongo.
“ANJIR.”
Seokmin nutup muka.
“MATI KITA.”
Taehyung berdiri kaku.
Tangannya masih di mouse.
Dia gak ngomong apa-apa.
Dia cuma… diam.
Jungkook refleks maju satu langkah.
“Pak—itu—”
Dosen angkat tangan.
“Silakan lanjut.”
Slide berikutnya.
Meme lagi.
Dan lagi.
Dan lagi.
Tiap detik berlalu, udara makin berat.
Taehyung menekan tombol ESC.
Laptop freeze.
Sunyi.
Dosen bersandar.
“Jeon Jungkook.”
Jungkook kaget.
“Iya, Pak?”
“Kelompok ini kerja atau bercanda?”
Jungkook menelan ludah.
“Kami—”
“Cukup,” potong dosen.
“Nilai kalian kita bicarakan nanti.”
Kelas hening.
Taehyung mencabut flashdisk.
Pelan.
Tanpa suara.
Tanpa ekspresi.
Dan itu… lebih menakutkan dari teriakan.
Di luar kelas, suasana tegang.
“Taehyung—” Jungkook manggil.
Taehyung jalan terus.
Seokjin udah nunggu di lorong.
Ekspresinya dingin.
“Kenapa?” Seokjin tanya.
Taehyung berhenti.
Akhirnya.
“Karena gue bodoh,” kata Taehyung pelan.
“Gue pikir kali ini beda.”
Sunyi.
Jungkook maju.
“Ini salah gue.”
Taehyung nengok.
Matanya gak marah.
Cuma… kecewa.
“Gue minta maaf,” Jungkook lanjut.
“Gue harusnya—”
“Gue gak marah,” potong Taehyung.
“Itu yang bikin lo nyaman, kan?”
Kalimat itu nusuk.
“Gue capek,” lanjut Taehyung.
“Capek jadi yang selalu nerima.”
Seokjin ngelirik Jungkook tajam.
“Cukup.”
Taehyung jalan pergi.
Kali ini… tanpa nengok balik.
___
Geng Chaos kumpul di atap kampus.
Sunyi.
Gak ada ketawa.
Gak ada bercanda.
“Gue salah,” Jimin bilang pelan.
“Gue juga,” Seokmin nyusul.
Mingyu ngusap wajah.
“Ini bukan lucu”
Hoseok menghela napas.
“Ini nyakitin.”
Jungkook duduk paling pinggir.
Tangannya gemetar dikit.
Namjoon duduk di sampingnya.
“Lo kenapa?”
“Gue kehilangan dia,” Jungkook jawab jujur.
“Lo bahkan belum sempat memiliki” Namjoon lirih.
Jungkook senyum pahit.
“Iya.”
Di tempat lain…
Taehyung duduk sendirian di perpustakaan.
Buku kebuka.
Tapi gak dibaca.
Yoongi duduk di sampingnya tanpa suara.
“Lo mau kopi?” tanya Yoongi
Taehyung geleng.
“Enggak.”
Yoongi diem sebentar.
“Lo suka dia.”
Taehyung kaget.
“Enggak,” jawabnya terlalu cepat.
Yoongi ngelirik.
“Lo Jawab nya lama.”
Taehyung nutup mata.
“…gue gak mau rusak.”
Yoongi mengangguk pelan.
“Wajar.”
Malam itu…
Jungkook berdiri di depan gedung asrama Geng Calm. Mereka tinggal di Asrama yang sama namun gedung mereka berbeda.
Nunggu.
Satu jam.
Dua jam.
Taehyung gak keluar.
Dan untuk pertama kalinya—
Chaos belajar:
Beberapa kesalahan gak bisa ditutup dengan tawa.