NovelToon NovelToon
Penjelajah Naga

Penjelajah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi / Wuxia / Xianxia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: RubahPerak77

Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Malam

Xiao Chen tersenyum lebar, hatinya sangat gembira karena saat ini dirinya telah menjalin sebuah kerja sama dengan asosiasi terbesar yang ada di kekaisaran Song.

"Saat ini harusnya nona Qiao Yu sedang melaksanakan terobosan, aku tidak boleh mengganggunya." Gumam Xiao Chen sambil menyeruput sake nya di salah satu kedai yang ada di kota Xiang Yang.

"Hei, apa kamu tahu jika malam ini putri bunga akan hadir dan menghibur para pelanggan??"

"Apa benar, tahu dari mana kau?? Jangan-jangan itu hanya berita bohong.."

"Sudahlah kalau memang kau tidak percaya, tapi nanti malam aku harus pergi ke paviliun bangau untuk melihat pertunjukan putri bunga.. Hehehehe.."

"Apa kau punya uang?"

"Itu dia masalahnya, untuk masuk ke paviliun bangau saja membutuhkan sepuluh tail perak, belum lagi beli arak dan juga makanan disana.."

Xiao Chen yang sedang menikmati minumannya tidak sengaja mendengar pembicaraan dua orang penduduk lokal.

"Putri bunga? Paviliun bangau??"

Xiao Chen menggaruk kepalanya, rasa keingin tahuan nya tiba-tiba saja membuncah, mengalahkan akal sehat. Tanpa buang waktu ia pun menghampiri kedua orang yang tengah berbicara tersebut.

"Ahh saudaraku, dari tadi aku dengarkan kalian sedang membicarakan tentang putri bunga dan paviliun bangau?? Memangnya siapa putri bunga dan tempat apakah paviliun bangau itu??" Ucap Xiao Chen sambil sok akrab memeluk salah satu dari kedua laki-laki tersebut.

"Apa kau benar-benar tidak tahu??"

Xiao Chen menggeleng.

"Hahahahaha.. Kau pasti dari luar kota??"

Kali ini Xiao Chen mengangguk cepat.

"Kami akan memberitahumu, tapi sebelumnya bisakah kau memesankan kami sebotol arak dan seporsi daging ayam bakar?" Ucap salah satu penduduk sambil memainkan matanya kepada temannya.

"Ahhh benar-benar, tidak ada gratis di dunia ini temanku.." Timpal pria satunya.

"Aiiihhhh, bodoh benar aku... Tentu saja kita harus memesan sake dan juga daging..!!! Pelayannnn..."

Xiao Chen memesan lima botol sake terbaik dan juga tiga ekor ayam bakar, ia memberikan sekeping koin emas kepada pelayan yang mencatat pesanannya.

"Tuan muda, apa tidak ada uang pas?? koin emas ini terlalu banyak kembaliannya??"

"Apa aku meminta kembalian? Ambillah kembaliannya.." Ucap Xiao Chen dengan tersenyum lebar.

"Benarkah?? Terima kasih Tuan muda, mohon ditunggu sejenak." Si pelayan bergegas pergi ke dapur dengan wajah berseri-seri, sedangkan kedua pria di samping Xiao Chen hanya bisa termangu menatap bagaimana Xiao Chen dengan mudahnya memberikan tip sebanyak itu kepada pelayan.

"Apa ada yang salah dengan wajahku??"

"Ti... Tidak ada saudaraku.. Hahahahaha.." Kedua laki-laki itu tertawa kencang hingga beberapa orang disekitar mereka memperhatikan.

"Begini saudaraku, jadi paviliun bangau itu adalah tempat hiburan untuk kaum laki-laki seperti kita.. Tahu kan maksudku.." Ucap salah satu laki-laki di samping Xiao Chen sambil memainkan matanya.

"Ahhhh, jadi begitu ya?? Tentulah aku tahu.. Hahahaha.." Jawab Xiao Chen sambil menepuk-nepuk punggung laki-laki disampingnya.

"Nah di paviliun bangau itu ada seorang wanita yang jadi primadona, dia memiliki wajah yang sangat cantik, kulit yang putih mulus, bibir merah dan rambut hitam sepunggung. Dan tentu saja, "Ininya" gede banget.. Passs pokoknya..!!!" Tegas yang satunya.

"Jadi begitu ya si putri bunga??"

"Tepat sekali saudaraku, tapi sayang sekali.."

"Memang ada apa??" Ucap Xiao Chen dengan wajah culun.

"Paviliun bangau bukanlah tempat dimana setiap orang bisa memasukinya dengan bebas saudaraku.."

"Untuk masuk kesana saja, kita harus punya minimal sepuluh tail perak. Belum lagi untuk membeli sake atau arak di dalam."

"Hmmmm, dia benar saudaraku... Makanan dan minuman didalam paviliun bangau sangat...sangat mahal sekali..!!! Dan itu belum lagi biaya jika kamu ingin melihat pertunjukan putri bunga."

"Tahu gak saudaraku, dengar-dengar nie... Untuk bisa menonton pertunjukkan si putri bunga, kau harus membayar 2 koin emas..!!!"

"Mahal juga ya, tapi sudahlah kita pikirkan nanti saja.. Sekarang ayo kita nikmati hidangan ini.." Xiao Chen menghentikan kedua rekan dadakannya karena saat ini makanan dan sake mereka sudah datang.

Ketiganya makan dengan lahap, bahkan laki-laki yang di hadapan Xiao Chen mengambil satu ekor ayam panggang dan menikmatinya sendirian.

"Terima kasih saudaraku, a...aku..su..su..sudah tidak kuat lagi.."

Akhirnya kedua laki-laki itu tak sadarkan diri setelah menghabiskan lima botol sake. Sedangkan Xiao Chen bahkan tidak merasakan mabuk sedikitpun.

"Beristirahatlah kalian, terima kasih karena telah memberikanku informasi yang sangat berguna.." Xiao Chen memasukkan masing-masing lima koin emas di saku baju kedua laki-laki tersebut.

Xiao Chen meninggalkan kedai dan berjalan santai menyusuri jalanan kota Xiang Yang sambil berpikir.

"Di paviliun bangau pasti ada yang namanya kasino, entah di jaman ini apa namanya. Tapi judi seingatku sudah ada sejak jaman batu.."

Langkah Xiao Chen terhenti di depan toko yang menjual kain dan juga baju-baju mahal. Ia kemudian masuk dan mulai memilah milah kain dan juga baju yang ada di toko tersebut.

"Hmmm, bajuku terlalu sederhana untuk ke paviliun bangau.. Tidak ada salahnya membeli beberapa potong baju baru.. Lagipula kain baju-baju ini sangat lembut dan bagus."

"Ahhh Tuan muda, selamat datang di toko bajuku.. Silahkan dilihat-lihat, semua baju yang ada di toko ini dirajut dan dibuat hanya oleh bahan-bahan berkualitas tinggi." Ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja menghampiri Xiao Chen ketika ia sedang memilih milih baju.

"Kalau ini, terbuat dari kain apa?"

"Mata tuan muda begitu jeli, itu dibuat dari sutra yang didatangkan langsung dari negeri di seberang lautan, sangat lembut tapi kuat. Sedangkan rajutannya menggunakan serat dari benang emas yang melambangkan kemewahan. Sungguh sangat cocok dengan wajah tuan muda yang begitu tampan."

"Ehh, hehehehe... Baiklah aku ambil yang ini.. Juga yang ini dan ini.." Xiao Chen mengambil tiga potong pakaian, dua potong lainnya ia bungkus sedangkan yang satu langsung ia pakai.

Sebuah baju berwarna biru muda dengan goresan benang emas yang membentuk kepala naga di punggung, serta sepasang sepatu berwarna putih.

"Totalnya dua keping koin emas tuan muda.."

Xiao Chen membayar pemilik toko dan bergegas keluar, untuk menghirup udara segar karena di dalam toko terasa begitu pengap.

"Huff.. Sekarang aku hanya harus melangkah ke paviliun bangau.."

Matahari perlahan terbenam, lampion beraneka warna mulai menampakkan sinarnya. Membuat Xiao Chen terkesima, karena ini adalah pertama kalinya ia menikmati dunia malam di kehidupan keduanya.

Tak jauh dari tempat Xiao Chen, ia melihat seorang lelaki paruh baya tengah duduk di atas becak miliknya.

"Tuan, apa kau bisa membawaku ke paviliun bangau??"

"Ten.. Tentu bisa tuan muda, silahkan duduk.." Lelaki setengah baya itu membersihkan tempat duduk di becaknya sebelum akhirnya mengayuh becaknya menuju ke arah paviliun bangau.

Dengan pakaian baru dan rambut yang di atur rapi, aura bangsawan Xiao Chen makin terlihat jelas. Kini siapapun yang melihatnya pasti akan menyangka bahwa Xiao Chen adalah seorang pangeran, atau anak seorang bangsawan terkemuka.

1
y@y@
⭐👍🏾💥👍🏾⭐
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏿💥👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏿💥👍🏼
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Ayu Ayunitasari
lanjutkan..😍😍
Ayu Ayunitasari
sungguh kerenn..
Ayu Ayunitasari
kerennn😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!