NovelToon NovelToon
Dear Unforgettable Story

Dear Unforgettable Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.

Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.

langsung baca aja dear😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apartemen Sebagai Saksi

Pintu apartemen itu terbanting menutup dengan bunyi dentum yang menggema, mengunci dunia luar dan menyisakan kesunyian yang mencekam di antara mereka. Alarick tidak menyalakan lampu utama, ia membiarkan ruangan itu hanya diterangi oleh pendar lampu kota yang masuk melalui jendela kaca raksasa tempat yang sama di mana Lima tahun lalu mereka saling menukar janji di tengah pelukan hangat.

Alarick melepaskan cengkeraman tangannya di lengan Kate dengan sentakan kasar. Ia berjalan menuju bar, menuangkan wiski ke dalam gelas kristal dengan gerakan yang gemetar karena amarah yang tertahan.

"Selamat datang kembali di kandang yang dulu kamu sebut sebagai surga, Nona Ayudia," suara Alarick terdengar seperti goresan logam, tajam dan menyakitkan. Ia menatap Kate yang berdiri mematung di tengah ruangan, masih dengan gaun hitam mahalnya.

Alarick melangkah mendekat, mengitari Kate seperti seekor predator yang sedang mengamati mangsa yang telah lama ia incar. "Aku penasaran... berapa harga yang pria-pria itu bayar untuk tubuh yang dulu hanya boleh kusentuh ini? Apa mereka memberimu riset yang lebih besar? Atau mereka memberimu kemewahan yang tidak bisa kuberikan saat aku masih menjadi pangeran bodohmu?"

Mata Kate berkaca-kaca. Setiap kata yang keluar dari mulut Alarick terasa seperti belati yang dihunus tepat ke jantungnya. Ia ingin berteriak bahwa semua itu fitnah, bahwa ibunya, Victoria Valerius adalah iblis yang merancang skenario ini. Namun, ia teringat janji dan ancaman Victoria Lima tahun lalu Jika kamu membuka mulut, aku tidak hanya akan menghancurkanmu, tapi aku akan memastikan Alarick membenci ayahnya sendiri dan menghancurkan keluarga ini dari dalam.

"Kenapa diam, Kate? Mana kecerdasanmu yang dulu selalu kamu banggakan?" Alarick mencengkeram dagu Kate, memaksanya mendongak. Napas Alarick yang berbau alkohol menerpa wajahnya. "Kalau dari dulu kamu memang sudah sangat ingin dimasuki dan merasakan kenikmatan yang lebih jauh, kenapa tidak bilang padaku? Aku siap memuaskanmu sampai kamu tidak bisa memikirkan pria lain. Tapi kenapa kamu lebih memilih orang asing di luar sana? Apa aku tidak cukup jantan untukmu?"

Hinaan itu begitu rendah, begitu menjijikkan, hingga Kate merasa mual. Ia menyadari betapa hebatnya rencana Victoria; ibunya telah berhasil mengubah cinta suci Alarick menjadi kebencian yang murni. Alarick benar-benar percaya bahwa Kate adalah gadis hina yang menjual diri.

Hati Kate berdarah. Ia merasa sesak, oksigen di ruangan itu seolah habis. Ia ingin menangis dan bersimpuh di kaki Alarick, namun harga dirinya, dan rasa takutnya akan ancaman Victoria memaksanya untuk memasang topeng paling keras yang pernah ia miliki.

Kate menepis tangan Alarick dengan gerakan yang tidak kalah kasar. Ia tertawa kecil, sebuah tawa kering yang terdengar sangat menyakitkan bagi dirinya sendiri.

"Kamu ingin tahu kenapa aku pergi, Alarick?" Kate menatap mata Alarick dengan pandangan menantang, meski di dalamnya ia menjerit kesakitan. "Kamu bicara soal memuaskanku? Jangan konyol. Lima tahun lalu, aku hanya berpura-pura menikmati sentuhanmu karena aku merasa kasihan padamu."

Alarick membeku, rahangnya mengeras hingga otot lehernya menonjol.

Kate melangkah maju, memperpendek jarak hingga dada mereka hampir bersentuhan. Ia menatap tajam ke bawah, ke arah bagian tubuh Alarick yang dulu pernah ia puja. "Kamu terlalu percaya diri dengan junior yang kamu bangga-banggakan itu. Asal kamu tahu, dia terlalu kecil. Dia sama sekali tidak akan pernah bisa membuatku puas, apalagi membuatku susah berjalan seperti yang dulu sering kamu bualkan."

Kalimat itu keluar seperti racun yang mematikan. Kate bisa melihat luka yang mendalam di mata Alarick sebelum kilatan kemarahan mengambil alih sepenuhnya.

"Pria-pria yang kutemui di luar sana... mereka jauh lebih tahu cara memperlakukan wanita daripada seorang anak manja yang hanya bisa bersembunyi di balik nama besar ayahnya," lanjut Kate, suaranya bergetar namun tetap stabil.

"Jadi berhenti bertingkah seolah kamu adalah kehilangan terbesar dalam hidupku. Bagiku, malam-malam di apartemen ini hanyalah eksperimen yang membosankan."

Alarick melempar gelas wiskinya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Suara pecahan kaca itu seolah menjadi simbol dari sisa-sisa cinta mereka yang kini telah menjadi debu.

"Begitu rupanya..." Alarick berbisik dengan suara yang sangat rendah, namun penuh ancaman. Ia menyudutkan Kate ke tembok, kedua tangannya mengunci tubuh gadis itu. "Kalau begitu, mari kita lihat... apakah pria-pria hebatmu itu sudah melatihmu dengan baik, atau kamu masih tetap gadis kecil yang gemetar hanya karena aku mencium lehermu."

Alarick tidak lagi mencium Kate dengan kelembutan. Ia menyerang bibir Kate dengan penuh amarah, sebuah ciuman yang terasa seperti hukuman. Kate mencoba memberontak, namun di dalam hatinya, ia merasa hancur. Ia membenci dirinya sendiri karena harus menyakiti Alarick dengan kata-kata kejam itu, dan ia membenci Victoria yang telah mencuri satu-satunya hal berharga yang pernah ia miliki.

Malam itu, di apartemen yang dulu penuh dengan tawa dan gairah manis, hanya ada dua jiwa yang saling menyakiti di bawah bayang-bayang kebohongan yang sangat rapi.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading😍😍😍

1
anggita
ikut ng👍like aja+iklan☝. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!