NovelToon NovelToon
Elizabeth Vale

Elizabeth Vale

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Action / Cinta Terlarang / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.

Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EV — BAB 32

RASA SAKIT YANG MASIH ADA

Meski mendengarnya langsung, namun Vale tak percaya saat dia bisa melihat dari mata Eliza. Pria itu nampak tenang saat berjalan mendekatinya. “Kau tidak pandai berbohong, Taylor tidak mengajarkan hal itu.”

Tubuh Eliza menegang saat pria itu semakin dekat. Tapi entah kenapa dia tidak mundur ataupun menghindarinya. Bahkan saat tangan Vale menyibak rambut panjangnya yang berwarna cokelat itu, sampai dia pria itu bisa melihat luka sundut di leher Eliza.

“Ini hanya luka kecil— ”

“Saat kau membakar kertas dengan sebuah rokok, maka itu akan meluas. Jangan pernah meremehkan musuhmu walaupun itu kecil.” Ujar Vale yang mengusap luka itu dengan ibu jarinya dan membuat Eliza sedikit meringis sakit.

Pria itu kembali menarik tangannya dari Eliza.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

Sungguh, Eliza tak menyangka pria bernama Nathaniel Vale itu sangat cekatan, dan 11.12 seperti Luis Holloway. Eliza menelan ludahnya sedikit susah saat Vale dan mata peraknya tak berpaling darinya.

“Aku... Aku tidak yakin, tapi... Ada sesuatu yang aku lihat di rumah Holloway.” Eliza menunduk sedikit ragu. “Kalian seperti keluarga.”

Pria itu diam, matanya tajam seolah tengah menguliti Eliza.

“Ya.”

Hanya jawaban singkat yang tidak memuaskan. Eliza masih berani menatapnya tanpa ragu, karena dia ingin mengetahui sesuatu sebelum menjalin hubungan bersama Vale.

“Apa kau bertemu seorang wanita berambut pirang di sana?” tanya pria itu balik yang masih menatapnya lekat.

Eliza mencoba memikirkannya, dan dia ingat, akan selalu ingat. “Hm, aku melihatnya.”

“Veronica Vale. Dia bagian dari Vale” Ucap Nathaniel yang kini berjalan ke arah meja panjang, menuangkan wine di gelas.

Ya, itu cukup mengejutkan bagi Eliza. Dia pikir pria itu akan berbohong atau menutupi darinya, tapi nyatanya tidak.

“Siapa Veronica?”

Vale meletakkan gelas kosong yang wine nya sudah dia teguk habis. Tatapannya semakin tajam namun dia membelakangi Eliza. “Adikku. Dan akan selalu menjadi adikku.”

Eliza terdiam, dan perlahan dia akan mengetahui semuanya dan memahaminya. Namun untuk saat ini, dia masih tak bisa melihat jelas apa dan kenapa?

“Kenapa dia menemui Luis?”

“Apa aku perlu menjawab nya?” tegas Vale yang seketika menoleh dan menatapnya tajam. Kali ini Eliza tak takut, karena rasa penasarannya lebih besar daripada ketakutannya. Dia tidak ingin tertipu lagi dan jikalau itu terjadi, dia tidak ingin menjadi wanita bodoh yang bertahan terlalu lama di sarang musuh.

“Ya. Karena aku... Tidak ingin tertipu lagi.”

Tatapan tajam Vale merendah mendengar keberanian itu. Ia berhasil menenangkan dirinya dan mencoba menyeimbangi Eliza.

“Dia membenci Vale dan membelot ke Holloway. Jika sudah selesai, maka pergilah ke kamarmu, besok aku pastikan perceraian mu dan Holloway akan lebih cepat, begitu juga dengan pernikahan kita.” Jawab Vale sembari melangkah pergi seolah dia tak ingin membahas masa lalu yang masih belum ada kemenangan untuknya.

Ia menahan amarahnya dan memilih pergi daripada memukuli seorang wanita, apalagi Elizabeth.

Tentu saja wanita itu terdiam, jawaban Vale cukup mengejutkan dan membingungkan. “Veronica... Membelot? Bagaimana mungkin keluarga seperti itu?” heran Eliza yang akhirnya memilih duduk dan enggan ke kamar.

Di sisi lain dari kota Birmingham. Sebuah asap rokok mengepul di udara. Ruangan gelap dan musik samar serta aroma alkohol begitu menyengat. Namun kesenangan ada di masing-masing keinginan mereka yang menyukainya.

“Bagaimana? Kau suka?!” tanya seorang transgender cantik yang menunjukkan beberapa wanita baru.

Veronica merokok tanpa henti, memandangi satu persatu wanita malang yang ia dapatkan dari hasil yang luar biasa untuk dia jadikan pekerja di club malam nya.

“Dia terlalu kurus,” kata Veronica menunjuk ke arah gadis berdress putih.

“Kita bisa menyuntikkan ke dokter agar lebih berisi Nyonya!” kata si transgender itu berbisik. Veronica Vale yang kini hanya ingin dipanggil Veronica, wanita itu tersenyum miring dan mengangguk setuju.

“Baiklah. Simpan mereka dan kita akan adakan pesta pelelangan. Sisanya untuk kerjasama sebagi hadiah!” pinta wanita pirang itu beranjak dari duduknya.

“Jadi... Anda juga akan mengundang Tuan Vale?”

Sebuah tamparan keras mendarat ke wajah transgender tadi hingga bulu mata yang ia kenakan miring, namun dia fokus ke rasa sakitnya. Ya, Veronica sangat kejam, lebih kejam dari Soraya.

“Tutup mulutmu, jangan ucapan kata kotor itu dihadapan ku.” Tegas Veronica menatap marah sehingga si transgender tadi mengangguk faham dan harus menahan rasa malu.

Veronica melangkah pergi, sementara wanita alias pria itu menoleh ke para gadis yang menahan tawa saat bulu matanya masih miring.

“Apa yang lucu hah? Bawa mereka pergi.” Kesalnya memberikan perintah kepada anak buah Veronica.

Langkah kaki jenjang Veronica perlahan mulai melambat. Mengingat nama yang tersebutkan tadi membuatnya meremas tas jinjingnya, antara marah, namun rindu.

“Shit!” kesalnya yang memilih pergi.

.

.

.

Di sisi lain kota, Veronica berdiri di balkon club-nya, menatap lampu-lampu Birmingham yang berkedip seperti luka terbuka.

Angin malam mengibaskan rambut pirangnya, membawa aroma alkohol dan keringat manusia dari lantai bawah.

Ia menyalakan rokok baru. Asap mengepul pelan dari bibirnya. “Vale…” gumamnya lirih, seperti mengutuk sekaligus memanggil.

Bayangan Nathaniel muncul begitu saja di benaknya—anak laki-laki dengan tangan berdarah yang dulu berdiri membeku di halaman rumah mereka, menatap api yang melahap ayah dan Cedrik anak laki-laki yang tergeletak bersimbah darah tanpa nyawa lagi.

“Kau selalu dapat yang tersisa,” bisiknya pahit.

Seorang anak buah mendekat ragu. “Nona, Luis Holloway mengirim pesan. Dia menanyakan tentang… Anda dan Elizabeth Taylor.”

Veronica tersenyum tipis. Senyum yang tidak menyentuh matanya. “Katakan padanya,” ucapnya pelan, “istrinya sudah memilih kandang baru.”

“Dan Anda?”

“Aku?” Ia menghembuskan asap rokok ke udara. “Aku memilih menonton kandang itu terbakar.”

...***...

Jawaban Nathaniel singkat, rapi, namun menyisakan terlalu banyak ruang kosong—ruang yang dipenuhi bayangan tentang pengkhianatan, keluarga yang saling membunuh, dan seorang wanita pirang yang berdiri di antara dua nama besar: Vale dan Holloway.

Ia mengusap lehernya pelan. Luka bakar itu berdenyut halus, seperti pengingat kecil bahwa masa lalunya belum selesai menagih.

-‘Veronica Vale…’

Nama itu bergema di kepalanya, beradu dengan senyum sinis wanita yang ia lihat keluar dari ruang kerja Luis.

Eliza bangkit perlahan. Ia tidak menuju kamarnya. Kakinya justru membawanya ke koridor panjang, tempat potret keluarga Vale tergantung rapi di dinding—wajah-wajah dingin dengan mata yang sama: perak, tajam, dan penuh rahasia.

Ia berhenti di depan satu bingkai besar.

Nathaniel muda berdiri di sisi seorang pria tua. Di belakang mereka, dua gadis pirang yang satunya tersenyum bengkok menatap kamera seolah menantang dunia. Itu adalah Veronica.

“Jadi itu kau…” bisik Eliza.

“Dia tidak suka disebut bagian dari keluarga itu.”

Suara datar Nathaniel terdengar dari belakang. Eliza sedikit kaget, tapi dia balik menatap foto tersebut.

“Aku pikir kau sudah tidur...” Ucap Eliza pelan.

Namun tiba-tiba, sebuah plester luka, baru saja ditempel oleh Vale ke luka di leher Eliza. Wanita itu hanya diam dan tegang, namun untung saja Vale tidak mencekik lehernya seperti yang dilakukan Luis.

1
Tiara Bella
ya Allah Carlitos skrng yg meregang nyawa..... Esperance bener² bunuh semua orng....
Kinara Widya
jangan meninggal kak Carlitos...kasian kim...belum juga bersatu keluarga mereka..
sleepyhead
Vale said : Oooowwh gosh she's driving me crazy
Four.: gila cinta gpp kali yaaa 😁
total 1 replies
Jelita S
semoga Soraya menjadi penyelamat keluarga Vale dan Holloway dari salah paham ini semua
Four.: semoga saja.
total 1 replies
Kinara Widya
bener2 wanita biadap esperanse...
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
gilaa nih ibu macam apa mau anaknya sendiri dibunuh.. berrti Esperance ini kakaknya ibu Nathaniel ..dia menjadikan orang lain untuk jadi kambing hitam nya padahal dia yang bunuh suaminya sendiri benar' ambisi 😤😤
Four.: ho,oh
total 1 replies
Tiara Bella
Soraya akhirnya tw kebenaran nya....betapa sedihnya dia....
Four.: ho, oh
total 3 replies
sagi🏹
uhui Vale diam² kamu mulai menyimpan perasaan pada Eliza lanjutkan Vale aku dukung,,tapi ambigu banget saat Vale mengatakan Eliza kesayanganku 🥴
Four.: yaudah nanti bilang gini aja si Vale. Eliza cintaku 😁😅
total 1 replies
Hennyy Handriani
padahal bab ini menegangkan...tapi karena ada cili jadi ngakak🤣
Four.: biar gak tegang² terlalu 😁😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
kasian cili kalo bebas di GK bisa nguping lagi untuk selamanya 🤭
Four.: iyakan, dia juga mikir begitu lohh😅
total 1 replies
vnablu
bingung dehhh kalo di keluarin bisa metongg kalo tetep di sana salah .. jdinya serba salah nihh🤣🤣
Four.: iya nih, authornya jadi ikut bersalah nih
total 1 replies
Kinara Widya
jangan bebasin Soraya Vale...dengarkan penjelasan Eliza.
Four.: ho,oh
total 1 replies
vnablu
mulai tumbuh nih benih" cinta di hati tuan Vale kayaknya 😄😄
Four.: tapi masih terhalang sesuatu uyyy/Grimace/
total 1 replies
vnablu
kira" nanti Soraya berpihak kepada siapa yaa ...🤔
Four.: yaaa semoga saja dia tidak membelot
total 1 replies
Jelita S
Eliza adalah orang baik,,biarkan Soraya tetap hidup y thor
Four.: kalau Soraya hidup, berarti Cili atau yang lainnya bisa tewas kapan saja lohhh /Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
mudah²an Vale ngizinin ya....
Four.: semoga aja, tapi harus bertengkar dulu 😌
total 1 replies
Tiara Bella
bebasin Soraya sm Cili kah Eliza....
Four.: mungkin sih
total 1 replies
Kinara Widya
apa yang akan d lakukan eliza
Four.: apa yaaaa
total 1 replies
Eci Rahmayati
wanita gila😔
Four.: ho, oh asal jangan aku yang gila 😌
total 1 replies
vnablu
jadi kebongkar dehh kalau Carlitos yang pertama kali memberitahu kalau Esperance ini gilaa dan tidak waras...hati" Carlitos nanti kamu yg akan menjadi korban selanjutnya takutnya 😥😥
Four.: yaaa hanya bisa pasrah /Sweat/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!