"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "
Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.
Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Keadilan di Akhir Hidup
Napas terakhir Meylie terhembus, sebuah hembusan pelan yang nyaris tak terdengar di atas meja operasi baja yang dingin. Matanya, yang kini kosong, menatap langit-langit ruangan tersembunyi itu, tempat simbol gagak mata satu terukir. Pisau bedah di tangan Senator Adrian Thorne berkilauan di bawah cahaya redup, meneteskan darah yang kini membasahi tubuh Meylie. Ia tewas. Sama persis seperti Yu. Tubuhnya hancur, martabatnya diinjak-injak, tetapi di detik-detik terakhir hidupnya, ia telah memastikan kebenaran segera terungkap.
Siaran langsung yang diaktifkan Meylie terus mengalir, tanpa jeda. Kamera lubang jarum di brosnya, yang kini mungkin sudah berlumuran darah, terus merekam. Mikrofon di kerahnya, yang telah menangkap erangan kesakitan Meylie, tangisan pilunya, dan ejekan kejam Senator Thorne, terus menyiarkan. Dunia kini menyaksikan adegan brutal yang mengerikan itu secara real-time.
Di dalam ruangan, Senator Thorne, dengan wajah tanpa topeng yang kini dipenuhi kegilaan dan keserakahan, tertawa. Tawa yang hampa, tawa kemenangan. Ia mengangkat pisau bedahnya tinggi-tinggi, cairan merah menetes dari ujungnya. "Persembahan yang sempurna!" raungnya, suaranya menggema di ruangan. "Kekuatan baru telah datang! Kita akan abadi!"
Para pengikutnya, yang juga kini tanpa topeng, dengan wajah-wajah yang dikenal publik—politisi, jenderal, taipan—turut merayakan, mata mereka berkilat dengan fanatisme yang mengerikan. Mereka mengelilingi meja operasi, bersorak, bertepuk tangan, seolah-olah mereka sedang menyaksikan sebuah pertunjukan seni yang paling agung. Bau darah, bau antiseptik, dan bau busuk dari ritual itu kini memenuhi ruangan, menjijikkan dan memuakkan.
Adegan pelecehan brutal secara beramai-ramai yang dialami Meylie alias Xiao Fei, kekasih sang aktor Yu sebelum kematiannya, kekejian yang menghancurkan harga dirinya, kini terekspos ke seluruh dunia. Kamera itu tidak berkedip. Mikrofon itu tidak membungkam. Setiap detik penderitaan Meylie, setiap penghinaan yang ia alami, setiap tetes darah yang menetes dari tubuhnya, terekam jelas untuk disiarkan secara langsung, tanpa sensor, tanpa filter. Senator Thorne dan kroni-kroninya, yang terlalu mabuk oleh kemenangan dan kegilaan ritual mereka, tidak menyadari bahwa mereka sedang ditonton. Mereka percaya mereka tak tersentuh, diisolasi di pulau pribadi mereka, aman dari mata dunia.
Ribuan kilometer jauhnya, di markas besar Justice Tower (JT), lembaga hukum internasional yang beroperasi di seluruh dunia, suasana berubah dari rutinitas malam yang tenang menjadi kekacauan yang mendadak. Layar-layar besar di ruang operasi yang biasanya menampilkan data intelijen dan laporan keamanan, kini menyala dengan sebuah siaran langsung yang mengerikan.
Kepala JT, seorang wanita paruh baya dengan tatapan tajam dan reputasi tak tergoyahkan, berdiri membeku di depan layar. Wajahnya pucat pasi, matanya membelalak, melihat adegan yang tak terlukiskan itu. Meylie, seorang wanita yang mereka tidak kenal, terbaring tak berdaya di meja operasi. Senator Adrian Thorne, seorang politisi yang mereka hormati, berdiri di atasnya, memimpin ritual keji. Dan di sekelilingnya, wajah-wajah yang dikenal publik, para elit yang berkuasa, merayakan kekejaman itu.
"Apa... apa ini?" salah satu operator JT berbisik, suaranya gemetar.
"Siaran langsung," jawab Kepala JT, suaranya dingin, namun dipenuhi kemarahan yang membara. "Siaran langsung dari neraka."
Data mulai membanjiri server JT. Rekaman audio yang bersih, identifikasi frekuensi suara Tuan Z, bukti transfer dana ilegal, kontrak budak, dan semua yang ada di "THE DEEP STATE" milik Yu. Semuanya dirilis secara otomatis, dipicu oleh sinyal darurat dari transmitter Meylie, diperkuat oleh "dead man's switch" Fernandez yang otomatis aktif setelah kehilangan kontak.
"Identifikasi lokasi!" perintah Kepala JT, suaranya lantang, memecah keheningan. "Identifikasi semua individu yang terlihat di layar! Segera!"
Para ahli IT dan analis JT bekerja dengan kecepatan luar biasa. Mereka melacak sinyal transmisi, mengidentifikasi pulau pribadi Senator Adrian Thorne. Mereka menggunakan teknologi pengenalan wajah canggih untuk mengidentifikasi para tamu yang bertopeng dan yang kini telah melepaskan topeng mereka. Nama-nama besar mulai muncul di layar: seorang jenderal militer, seorang taipan media, beberapa hakim, bahkan seorang pemimpin agama. Semuanya terlibat.
Dalam hitungan menit, siaran langsung itu tidak hanya menyebar ke JT, tetapi juga ke jaringan media investigasi terenkripsi di seluruh dunia, yang telah diatur oleh Fernandez. Layar-layar berita di seluruh benua, dari New York hingga Tokyo, dari London hingga Sydney, tiba-tiba memotong siaran rutin mereka, menampilkan adegan brutal dari Pesta Topeng Terakhir. Dunia bergejolak.
Sementara itu, di sebuah bunker tua yang tersembunyi di pinggir kota, Fernandez tergeletak lemas di lantai, tubuhnya babak belur dan berlumuran darah. Ia telah disiksa dengan brutal oleh agen-agen Senator Thorne. Tulang rusuknya mungkin patah, dan kepalanya terasa berdenyut-denyut, kebanggaannya juga telah dipotong secara brutal setelah dilecehkan beramai-ramai, menyisakan kesakitan dan kehinaan luar biasa. Ia hampir kehilangan kesadaran, namun di detik-detik terakhir, ia mendengar suara tembakan dan keributan.
Seorang sosok tak dikenal, mengenakan pakaian serba hitam dan topeng gas, tiba-tiba muncul dari kegelapan. Sosok itu bergerak cepat, melumpuhkan agen-agen Senator Thorne yang tersisa dengan presisi yang mematikan. Sosok itu mendekati Fernandez, memeriksa kondisinya.
"Anda aman sekarang," suara sosok itu terdengar, terdistorsi oleh topeng gas, namun Fernandez bisa merasakan nada kepedulian. "Yu meminta saya untuk mengawasi Anda. Dan dia bilang, jika ada sesuatu yang terjadi padanya, dan pada kekasihnya, saya harus memastikan Anda selamat."
Fernandez, yang berada di ambang kesadaran, hanya bisa mengerang. Ia melihat sosok itu merogoh saku jaketnya, mengeluarkan sebuah suntikan. "Ini akan membantu Anda. Tapi Anda harus bertahan. Xiao Fei ... dia telah selesai melakukan sesuatu yang luar biasa."
Sosok itu menyuntikkan sesuatu ke lengan Fernandez. Rasa sakit di tubuh Fernandez sedikit mereda, dan ia merasakan energi baru mengalir dalam dirinya. Sosok itu membantu Fernandez bangkit, membimbingnya keluar dari bunker yang hancur.
Saat mereka melangkah keluar, Fernandez melirik ke langit. Sebuah suar merah melesat ke angkasa, lalu meledak, menciptakan cahaya yang terang benderang.
"Meylie..." Fernandez berbisik, matanya membelalak. "Dia... dia berhasil."
Sosok tak dikenal itu mengangguk. "Ya. Sinyalnya sudah aktif. Dunia akan tahu."
Fernandez, meskipun dalam kondisi kritis, segera meminta sosok itu untuk membawanya ke lokasi yang aman, tempat ia bisa mengakses komputer. Dengan tangan gemetar, ia terhubung ke server cadangan. Ia melihat siaran langsung dari Justice Tower. Ia melihat wajah Meylie dan foto aktor Yu, serta wajah-wajah para monster yang merayakan kematian mereka.
"Dia berhasil, Meylie, usaha dan pengorbanannya ..." Fernandez terisak, air mata mengalir di pipinya. "Kau berhasil."
Ia segera mengaktifkan protokol rilis data terakhirnya, memastikan bahwa semua bukti yang mereka kumpulkan—video penyiksaan Yu, rekaman audionya sendiri, pengakuan Tuan Z, "daftar hitam" yang Yu kumpulkan—membanjiri internet, tidak hanya ke JT, tetapi juga ke setiap sudut dunia yang bisa dijangkau. Tidak ada yang bisa membungkam ini lagi.
Kematian tragis Meylie, yang terekspos secara brutal di depan mata dunia, adalah sebuah pengorbanan yang menghasilkan bukti tak terbantahkan. Tubuhnya mungkin hancur, tetapi semangatnya menang. Ia telah menjadi katalisator bagi keadilan global, sebuah mercusuar kebenaran yang menerangi kegelapan yang selama ini disembunyikan.
Di Justice Tower, Kepala JT membanting tinjunya ke meja. "Cukup! Ini sudah melampaui batas! Tidak ada lagi tawar-menawar! Tidak ada lagi diplomasi!"
Ia menatap layar, di mana wajah Senator Adrian Thorne yang tanpa topeng kini terlihat jelas, merayakan kematian Meylie.
"Hubungi setiap unit operasi khusus di seluruh dunia," perintah Kepala JT, suaranya tegas dan tanpa kompromi. "Aktifkan protokol darurat global. Perintah penangkapan massal. Untuk setiap individu yang hadir di Pesta Topeng Terakhir. Untuk Senator Adrian Thorne. Untuk semua yang terlibat dalam kekejaman ini."
Layar-layar di markas besar The Justice Tower menyala, menampilkan perintah darurat global. Sebuah peta dunia muncul, dengan titik-titik merah berkedip di sekitar pulau pribadi Senator Thorne, dan di setiap lokasi yang terkait dengan para pelaku. Pasukan khusus dari berbagai negara mulai bergerak, helikopter-helikopter tempur disiapkan, kapal-kapal patroli berlayar.
"Dunia telah melihat. Dunia telah muak. Dan dunia akan bertindak."
Keadilan untuk Yu dan Fei ( Meylie) yang kerap dipanggil Ling oleh para predator kotor dan keji tersebut, yang telah mengorbankan segalanya, kini berada di tangan seluruh umat manusia. Pesta Topeng Terakhir telah berakhir. Dan yang tersisa hanyalah kehancuran bagi para monster yang percaya mereka tak tersentuh.