NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuktikan

Zayn duduk di ruang makan menunggu istrinya pulang, dia juga ditemani bi Inem sembari membicarakan urusan rumah. Raras Mengatakan hari ini dia ada lembur dan akan pulang terlambat.

Tak lama Raras pulang dengan wajah lelahnya, begitu melihat Zayn dan bi Inem dia langsung menghampirinya ke ruang makan.

“Bu.” Sapa bi Inem tersenyum.

“Bi, apa kalian menungguku? Kenapa gak makan duluan aja.” tanya Raras merasa tak enak hati.

"Tidak apa-apa bu, saya sudah makan tadi. Pak Zayn saja yang menunggu Anda.”

“Oh begitu.” Raras duduk dihadapan suaminya.

“Kalau gitu bibi kebelakang dulu.” Pamit bi Inem.

“Tunggu bi.” Sela Zayn.

Bi Inem mengurungkan langkahnya kembali menatap Zayn. “Iya, pak?”

“Bibi duduk saja.” Ucap Zayn. “Berhubung kemarin bibi juga tahu permasalahan diantara kami, saya mau bibi juga mendengarkan apa yang akan saya sampaikan.” Lanjutnya.

Raras dan bi Inem hanya diam menatap Zayn, lalu Zayn menyodorkan tab miliknya kehadapan sang istri.

“Ini rekaman cctv yang memperlihatkan pelaku.”

Raras mengangguk dan menerimanya, “Ayo bi, sini.” Ajaknya.

“Ah tidak bu, saya tidak perlu ikut melihat saya percaya pada kalian. Lebih Baik selesaikan berdua saja, bibi pamit ke belakang.” Ucap bi Inem tak enak, dia pikir itu permasalahan pribadi kedua majikannya yang tak perlu ia ketahui.

“Loh, tapi bi.” Ucap Raras menatap kepergian bi Inem.

Bi inem hanya mengangguk sambil tersenyum, melanjutkan langkahnya kebelakang.

Tersisa Zayn dan Raras dalam keheningan, keduanya terasa canggung apalagi Raras masih teringat perkataannya tadi pagi yang telah mengomeli sang suami.

Raras menatap suaminya sebentar, lalu menunduk menatap rekaman cctv yang memperlihatkan Mega sedang membolak balik jas milik Zayn, dan memasukan lipstik ke dalam sakunya lalu meninggalkannya pergi keluar.

“Ternyata benar, mas Zayn hanya butuh waktu sehari untuk membuktikan kebenarannya.”

Raras menatap Zayn yang juga tengah menatapnya.

“Sudah?” Tanya Zayn memastikan.

Raras mengangguk, mengembalikan tab pada Zayn.

“Sekarang yang ini.” Zayn menyodorkan alat perekam suara ke hadapan istrinya.

Meski merasa bingung, Raras menerima dan memutarnya. Terdengar rekaman suara suaminya dan juga Mega.

Raras mendengarkan dengan seksama apa yang keduanya bicarakan, bahkan Raras beberapa kali terkejut mendengar pengakuan Mega yang mencintai suaminya. Lebih parahnya lagi Mega bersedia menjadi simpanan suami orang. Tak lupa juga ucapan Zayn yang mengakui dirinya telah menikah.

“Dia mencintai mas Zayn?”

“Bahkan dia rela jadi simpanan mas Zayn, meski tau sudah menikah. Kenapa ada wanita yang merendahkan dirinya begitu saja?”

Zayn mengangkat satu alisnya melihat ekspresi Raras yang sesekali cemberut atau mengerutkan kening karena tercengang.

Raras mengembalikan alat perekam, lalu menunduk meremas tangannya.

“Gimana, apa masih tidak percaya?” Tanya Zayn.

Raras melengos. “Pasti orangnya cantik banget, ya?”

Zayn melongo, kenapa perkataan Raras sangat jauh dari konteks permasalahannya.

“Kenapa nanya seperti itu, bukankah itu bukan point utama permasalahan kita?” Tanya Zayn heran.

“Bisa saja.” Balas Raras cuek.

Dahi Zayn semakin mengerut dalam, “Mau dia cantik atau tidak juga bukan urusan saya.” Jawab Zayn pura-pura acuh.

Raras semakin manyun, “Bisa saja jadi peluang kalau memang dia cantik.”

"Dia mungkin bisa dianggap cantik oleh orang lain, tapi bagi saya tidak ada apa-apanya." sambungnya singkat. "Yang jelas, dia sudah saya pecat hari ini. HRD akan segera mencari penggantinya."

Raras menoleh ke samping, sambil ngedumel dalam hati. "Pasti aja kamu bilang begitu..."

Zayn mengangkat bahu acuh. "Saya hanya bilang yang sebenarnya.”

Raras menghembuskan napas panjang. “ Tapi, apa gak berlebihan kalau sampai dipecat? Kan bisa di kasih peringatan lebih dulu?”

Zayn menatap Raras dengan tatapan dingin dan tidak bisa ditawar. "Berlebihan? Dia masuk ruangan saya tanpa izin, dan dia berusaha menggoda saya dengan rela menjadi simpanan saya. Apa itu bukan masalah besar?”

“Tapi setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua, kalau dia mau berubah kenapa tidak?”

“ Aku gak mau jadi penyebab orang kehilangan pekerjaan, dan akan menambah jumlah pengangguran di negara ini.”

Zayn tersenyum, benar-benar tersenyum yang dapat Raras lihat dengan jelas.

“Nyonya Zayn, anda sepertinya cocok menjadi advisor di perusahaan.” Ucapnya seraya tertawa kecil.

Raras terbelalak melihat tawa Zayn yang tak pernah terlihat. Raras bangkit mendekatkan wajahnya ke hadapan Zayn.

“Kamu tertawa?”

“Tidak!” Jawab Zayn cepat langsung mengatupkan mulutnya.

“Apa ada yang salah dengan perkataanku?”

“Nggak kok.” Jawab Zayn menatap lurus ke manik mata Raras.

“Semua yang kamu katakan memang benar, mungkin semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Tapi tidak dengan saya, saya tidak akan memberikan kesempatan kedua bagi orang yang tidak sungguh-sungguh, apalagi membahayakan!” Ujar Zayn penuh penekanan di akhir kalimatnya.

“Membahayakan, apa maksudnya?”

“Dia berniat menjadi simpananku, apa tidak membahayakan? Ada lipstik di saku jas saja kamu sampai minta cerai.”

Raras melengos malu, kembali duduk di kursinya sambil salah tingkah sendiri.

Raras tak lagi menjawab, dia mulai mengambil nasi untuk Zayn dan untuk dirinya sendiri. Berusaha mengabaikan suaminya yang terus menatapnya sambil tersenyum tipis.

“Ayo makan!” Ucap Raras lalu menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

Sementara Zayn terus memperhatikan istrinya yang salah tingkah. “Baru kali ini aku tau sikap wanita ada yang menggemaskan seperti ini.”

“Makan!” Ucap Raras lagi, merasa tak enak terus diperhatikan.

Zayn mulai menyendok nasi, dan keduanya makan dengan khidmat. Sesekali Zayn masih menatap Raras yang hanya diam.

“Apa dia gak sadar kalau cemberut gitu terlihat sangat menggoda.”

Selesai makan keduanya beranjak masuk kedalam kamar, Zayn duduk ditepi ranjang memperhatikan istrinya yang terlihat sangat lelah.

"Apa semuanya sudah jelas? Apa kamu masih mau minta cerai?" tanya Zayn.

Raras menggeleng, "Aku minta maaf, mungkin aku kenak-kanakan."

"Tidak apa-apa, yang penting kamu tidak lagi berpikiran macam-macam pada saya."

Raras mengangguk, lalu berpamitan untuk membersihkan diri lebih dulu.

"Menggemaskan." gumam Zayn tersenyum miring.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!