Squel novel lanjutan dari BUDAK CINTA.
Bagi yang belum membaca di karya ku sebelumnya silahkan mampir dulu ya !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MICHELLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Tiba-tiba Irgy mengacuhkan ku ketika menatapnya dengan senyuman.
Ada apa dengan nya? kenapa dia tiba-tiba seperti sedang marah padaku?
Kemudian aku menghampirinya, menarik lengan Irgy untuk menghadapku.
" Irgy, ada apa? kau marah? " tanya ku.
" Tidak. " jawab nya dingin padaku.
Dia benar-benar marah. Ini pasti karena ucapan Khery tadi. Tapi kenapa harus marah padaku?
" Irgy, " panggil ku menatapnya. Dia masih mengacuhkan ku.
" Ya sudah, kalau kau marah dan mengacuhkan ku begitu. Aku akan keluar, " Jawab ku dengan membalikkan badan. Aku memang berniat keluar, rasanya tidak nyaman dia tiba-tiba mengacuhkan ku begitu.
Dan betapa terkejutnya aku ketika dengan tiba-tiba Irgy memelukku dari belakang, langkahku terhenti sampai rasanya ini jantungku ikut terhenti berdetak.
" Jangan pergi dulu, " Ucapnya lirih di telingaku.
" Jika kau masih mengacuhkan ku seperti tadi aku akan tetap keluar, " Jawab ku memaksa.
" Maafkan aku, "
" Kenapa minta maaf? " Aku memutar tubuhku menghadapnya. Ku tatap mata nya yang terlihat sedang menahan amarah.
" Aku cemburu. "
Apa? cemburu? oh ya ampun Tuhan, jadi dia cemburu, maka dari itu mengacuhkan ku tadi. Aku ingin menertawainya, tapi takut dia kembali marah dan mengacuhkan ku.
" Apa yang membuatmu cemburu begitu, sayang? "
Seketika ekspresi wajahnya berubah senang, saat mendengarku memanggilnya dengan sebutan sayang untuk pertama kalinya.
" Mas Khery selalu memandangmu dengan tatapan penuh makna. Aku tidak menyukai itu, "
Oh my God. Dia sungguh menggemaskan, aku semakin melayang-layang dibuatnya. Duuh, suami ku. . .
" Hahaha, masa sih? aku tidak pernah memperhatikannya, tapi biarlah dia melakukan hal sesukanya. Karena mulai saat ini di mata ku akan selalu ada kamu. Hehe, " semoga mempan dengan rayuan dasarku ini.
" Kau memang sudah pintar dalam hal ini, baik lah. Aku tidak akan marah dan mengacuhkan mu lagi. Tapi, kau masih ingat kan kesepakatan kita tadi pagi? " Tanya nya dengan senyuman nakal, mengedipkan matanya padaku.
" Apa ? " Tanya ku singkat.
" Nanti malam, bersiaplah. "
Blush. . . !!!
Aku tersipu malu menghindari tatapan matanya, uugh. Dasar bocah, dia sudah tidak canggung lagi padaku. Kini, aku yang justru selalu dibuatnya canggung karena rasa malu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
POV KHERY
Aaarght, sial. Brengsek !!!
Kenapa aku selalu melihat mereka bercumbu mesra di setiap sudut bumi ini. Aku semakin kesal tak terkendali.
Kemudian dengan menyalakan mobilnya, Khery melajukannya dengan tergesa-gesa keluar dari halaman parkir di toko. Sesampainya di sebuah apartemen milik seorang wanita yang kini dijadikan kekasihnya itu. Khery memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu. Itu memang sudah menjadi kebiasaan buruknya.
" Yank, biasakan ketuk pintu dulu dong sebelum masuk. Aku terkejut tau, " Jawab seorang wanita yang tak lain adalah pacar Khery saat ini, sebut saja namanya Winda.
" Kenapa? kau takut ketahuan jika suatu hari kau berbuat gila dengan laki-laki lain? hah? begitu, iya? " Khery semakin kalap dengan emosinya.
" Yank, apaan sih kau ini? datang marah-marah gak jelas. Ada apa? ada masalah lagi di toko? " Jawab Winda berusaha menenangkan, menghampiri Khery memberinya sebuah kecupan di bibir.
Khery terdiam, mengalihkan wajahnya dengan kesal. Nafasnya seolah naik turun menahan puncak amarahnya.
" Sayang, kenapa sih? "
" Lupakan. Aku tidak ingin membahasnya, membuatku semakin marah saja nantinya. " Jawab nya dengan sikap dingin.
" Yank, temenin aku shoping yuk. Udah lama nih, gak beli baju, celana, sepatu dan tas baru. Keluaran terbantu bulan ini udah di rilis di toko-toko terkenal. " Ucap Winda dengan manja pada Khery, bergelayutan genit pada leher Khery. Membuat Khery tersenyum menyeringat menyentuh pipi Winda.
" Baik lah, kita shoping sepuasmu setelah ini. Tapi imbalan buatku apa kali ini? "
" Heemm, selalu. Aku akan membuatmu sampai memohon ampun padaku kali ini. " Jawab Winda dengan genitnya.
" Apa kau yakin? Huuh, paling juga kau yang memohon ampun lebih dulu sayang. " Ucap Khery menarik tubuh Winda ke pangkuannya kali ini.
" Kau sangat agresif. Lembut lah sedikit, aku pasti mampu menyeimbangi permainan mu di atas ranjang. "
" Ah, kau memang paling pintar merayuku. " Jawab Khery tersenyum puas. Kemudian dia mencium bibir wanita nya itu dengan sedikit liar, dengan kedua tangannya yang mulai asli menggerayangi tubuh Winda.
Seakan Winda tak mau kalah, dia sudah sangat mengenal karakter kekasihnya itu. Yang mudah terbujuk rayuan genit wanita, dan hanya dia satu-satunya wanita yang mampu bertahan akan sikap egois dan sikap playboy Khery. Karena bagi nya, Khery cukup royal soal materi. Winda selalu terpenuhi segala keinginannya semahal apapun segala bentuk yang diinginkannya.
Puas memberikan segala sentuhan mesra di tubuh Khery, hingga ada beberapa bekas kecupan di dada nya saat ini. Winda menatapnya serius, Khery tersenyum puas.
" Yank, ceritakan padaku. Apa yang membuatmu semarah itu tadi? Ini sudah yang ketiga kalinya kau semarah itu, tanpa sebab. " tanya Winda dengan pelan.
" Apa kau akan marah jika aku ceritakan? "
" Tidak, aku percaya kamu yank. "
" Makasih ya yank, ehm. Ini tentang Irgy dan istrinya, " Jawab Khery menundukkan wajah dengan tarikan nafas sangat dalam.
" Oh iya, dia adik sepupu mu itu kan? bukan kah pesta pernikahannya baru beberapa hari yang lalu? Lalu kenapa dengan istrinya? " Tanya Winda dengan penasaran.
" Kau tau, istrinya teman SMP ku dulu. Entah bagaimana mereka bisa saling kenal lalu menikah dengan begitu cepat. Irgy itu bukan lah laki-laki yang gampang dekat dan menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita. Pacaran saja dia tidak pernah, tapi kali ini. . . "
" Eh, yank. Tunggu, teman SMP mu? Hahaha, berarti Irgy dan dia? astaga, jadi adik sepupu mu menikah dengan wanita yang lebih tua darinya? kasihan sekali, " ucap Winda tersenyum menyeringai menyela.
" Bukan itu saja masalahnya, wanita itu sungguh genit pada Irgy di hadapan ku. Seolah sengaja, aku jadi muak. Begitu juga Irgy, dia semakin berani pamer kemesraan pada ku. "
" Yank, " Panggil Winda dengan serius.
" Hem? " Tanya Khery dengan tatapan heran.
" Wanita itu bukan mantan mu kan? " Winda menatap Khery dengan mata melotot. Tampak Khery sedikit gelagapan.
" Bu,bukan lah. Justru dia wanita yang sedari SMP dulu mengejar ku terus. Sampai sebelum dia akhirnya menikah dengan Irgy, kita sempat bertemu secara tidak sengaja. Dia begitu senang dan terus menggangguku. "
" Oh ya, berani sekali wanita itu hah? jangan-jangan dia menikahi adik sepupumu karena tau Irgy itu anak konglomerat dan seorang CEO. Atau justru sengaja ingin membuatmu cemburu? "
" Entah lah, aku tidak peduli itu. Aku hanya sedikit tidak suka dengan sikapnya yang genit itu setiap kali di hadapan ku. Huh, dia pikir aku akan tergoda apa? "
" Katakan dengan jujur, apa dia lebih cantik dariku? "
" Hey, tentu lebih cantik dirimu lah yank. Secara, aku juga tampan. Tidak ada yang bisa menandingi kecantikan mu, maka dari itu aku lebih memilihmu menjadi kekasihku dari sekian banyak nya wanita yang mengejarku dari dulu, termasuk istrinya Irgy. " Ucap Khery dengan lantang dan penuh percaya diri.
" Uuuh, ayank. Kau memang paling bisa membuatku bahagia. "
" Ayo, " Ajak Khery kemudian.
" Kemana? shoping? sekarang? ayooo. "
" Eeh, layani aku dulu di ranjang. " Bisiknya yang kemudian menggendong tubuh Winda menuju ranjang.
Tapi aku salut dengan cinta kalian yang abadi meski hingga akhir tetap tak bisa bersatu.
Aku rindu dengan cerita ini, aku datang lagi.
Masih, sama, aku selalu terbawa suasana.
Sedih, Kevin, Irgi, Amar, aku merindukan kalian.