NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam / Pengawal / Beda Usia
Popularitas:60.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Mulai Dekat

.

Anya menatap Riko dengan tatapan menyelidik, seolah sedang menilai kesungguhan pria yang duduk di sampingnya. Beberapa detik hening menyelimuti.

Riko menarik kembali uluran tangannya, kedua matanya menatap Anya dengan penuh harapan, lalu mengusap lehernya seolah sungguh gugup.

Anya mengerutkan kening, masih menatapnya dengan tatapan yang tidak terlalu percaya.

"Teman?" bisik Anya dengan nada meragukan. "Kamu baru saja masuk hari ini, dan langsung ingin berteman denganku?"

"Ya... iya," jawab Riko dengan suara pelan. "Maaf kalau aku tidak sopan. Tapi seperti kamu lihat sendiri di dalam kelas tadi, teman yang lain, semua mengejekku sejak aku memperkenalkan diri. Aku … Aku tidak yakin ada satu di antara mereka yang mau berteman denganku. aku lihat... kamu berbeda... Kamu satu-satunya yang tidak mencemooh aku, jadi aku berpikir mungkin kamu bersedia menerima aku sebagai teman."

Anya diam sejenak, menilai setiap kata yang keluar dari mulut Riko. Ia melihat wajah pria itu yang tampak tulus, bahkan sedikit bersalah. Perlahan, ekspresi wajahnya mulai melunak.

"Hah… Ya Sudahlah," ucap Anya dengan nada lebih lunak. "Tapi kamu tidak perlu mengikutiku terus-terusan. Jujur saja aku merasa tidak nyaman!"

"Maafkan aku," kata Riko dengan sopan. "Aku… aku hanya takut tersesat. Tempat ini benar-benar besar untukku."

Anya menghela nafas lelah mendengarnya. "Ya sudah. Aku mau ke kantin. Kalau kamu mau ikut ya ikut saja, tapi jangan dekat-dekat!"

"Tidak akan dekat-dekat!" jawab Riko mengangguk dengan cepat. Senyum lebar menghiasi wajahnya yang benar-benar tampak seperti mahasiswa miskin yang polos. Tapi bohong, tentu saja ia akan membuat supaya mereka bisa lebih dekat. Karena itu tugasnya.

Keduanya memasuki kantin kampus yang sudah cukup ramai. Anya memesan makanan lalu memilih meja di sudut yang agak sepi dan duduk. Riko dengan cepat mengambil makanan sederhana untuk menunjukkan bahwa dia adalah mahasiswa miskin sesuai dengan identitas palsunya, lalu bergabung dengan Anya.

Saat mereka sedang makan, beberapa mahasiswa laki-laki mendekati meja mereka. Yang paling depan adalah seorang pria tampan dengan gaya rambut yang trendy dan mengenakan baju branded.

"Hai, Anya," ucap pria itu dengan senyum yang cukup menawan. "Kenapa kamu makan dengan mahasiswa kadaluarsa ini? Padahal kamu bisa saja makan dengan aku dan teman-teman."

Beberapa teman Rio yang mengikutinya langsung tertawa terbahak-bahak. Riko tetap tenang, hanya tersenyum tipis tanpa mengeluarkan kata-kata apa pun.

"Rio, jangan keterlaluan!" Ucapannya dengan gigi tertahan.

"Apa karena aku sudah 30 tahun lalu aku tidak boleh kuliah?" tanya Riko dengan wajah tertunduk tampak sedih.

Rio terlihat sebal dengan tanggapan Riko. Menurutnya Riko hanya orang yang sedang cari muka di hadapan Anya.

"Aku hanya bicara fakta saja. Jangan salah paham ya, 'Paman," ucap Rio dengan nada menyindir sambil menekankan kata terakhirnya. "Tapi harusnya kamu sadar diri. Kamu sama sekali tidak pantas untuk berteman dengan Anya. Dia berasal dari keluarga yang berbeda denganmu."

"Aku tahu," jawab Riko dengan wajah sedih. "Tapi aku benar-benar hanya butuh teman."

Rio semakin kesal mendengarnya. Ia mulai menggerakkan tubuhnya lebih dekat ke Riko, seolah ingin mengancam. Tapi sebelum ia bisa melakukan apa pun, Anya berdiri dengan cepat.

"Rio, cukup!" ucap Anya dengan suara tegas. "Jangan membuat aku kehilangan selera makan!"

Rio melihat wajah Anya yang marah, lalu kembali menatap Riko dengan tatapan penuh dendam. Kedua tangan cowok itu terkepal dengan erat. Sudah sejak zaman putih abu-abu ia mengejar Anya, tapi Gadis itu sama sekali tidak merespon sedikitpun. Berteman saja tidak, lalu sekarang hanya tiba-tiba berteman dengan Riko?

.

Setelah itu, Rio dan teman-temannya pergi meninggalkan mereka. Anya menghela napas panjang dan duduk kembali.

"Maaf ya, Riko. Rio itu suka seperti itu. Dia selalu merasa paling benar dan jagoan hanya karena keluarganya kaya raya," ucap Anya dengan nada kesal.

"Tidak apa-apa, Anya," jawab Riko dengan tenang. "Aku sudah terbiasa dengan orang yang merendahkan aku." Wajah sendu dipasang sebaik mungkin.

Tentu saja bagi Riko kata-kata Rio dan teman-temannya tadi bukanlah apa-apa. Dia pernah mengalami penghinaan yang lebih pahit dari itu ketika bersama dengan Laras. Dikhianati, dijadikan budak. Rio yang masih anak bau kencur jelas hanya hal kecil bagi Riko.

*

*

*

Beberapa hari telah berlalu. Riko selalu berada di dekat Anya, meskipun Gadis itu masih selalu menjaga jarak. Ia berusaha menunjukkan dirinya sebagai teman yang bisa dipercaya, bukan hanya seseorang yang mengikutinya terus-menerus.

Pada hari itu, mereka sedang berada di ruang studio fakultas untuk mengerjakan tugas kelompok mata kuliah Desain Grafis. Anya duduk di depan meja kerja dengan wajah penuh kesusahan, tangan mengusap-usap kepalanya yang sedang pusing.

"Anya kenapa? Apa ada masalah?" tanya Riko yang sedang duduk tidak jauh darinya, melihat ekspresi wajah gadis itu yang kurang baik.

Anya menghela napas panjang dan menunjuk ke arah laptopnya yang terbuka di atas meja. "Laptopku tiba-tiba bermasalah, Riko. Aku sudah bekerja keras selama tiga hari untuk menyelesaikan desain poster ini, tapi tiba-tiba saja file utama tidak bisa dibuka. Bahkan laptopnya juga mulai lambat banget dan sering mogok."

Riko mendekat dan melihat layar laptop Anya. Ia melihat beberapa pesan error muncul setiap kali Anya mencoba membuka file proyeknya. "Kamu sudah coba restart atau periksa virusnya belum?"

"Iya sudah berkali-kali, tapi tetap saja tidak bisa," jawab Anya dengan suara kecewa. "Kalau ini tidak bisa diperbaiki, aku akan ketinggalan tenggat waktu pengumpulan. Dosen sudah bilang kalau tugas ini jadi nilai tengah semester."

Riko mengangguk paham. Ia sedikit memiringkan badannya untuk melihat pengaturan sistem laptop Anya. Sebagai tangan kanan Profesor Rahmat di SENTINEL, Riko jelas memiliki keahlian dalam teknologi informasi.

"Aku coba periksa, boleh gak?" tanya Riko dengan sopan.

Anya melihatnya dengan ragu. "Emangnya, kamu paham soal laptop? Ini sudah kubawa ke tukang servis kemarin, tapi mereka bilang perlu waktu beberapa hari untuk diperbaiki. Padahal aku harus mengumpulkannya besok pagi."

"Aku pernah belajar sedikit tentang perawatan dan perbaikan komputer waktu kuliah dulu. Biar aku coba, ya," ucao Riko sambil menarik kursinya lebih dekat ke meja Anya.

Tanpa banyak bicara, Riko mulai bekerja. Ia memeriksa sistem operasi, memindai virus, dan mencoba mengakses file yang rusak menggunakan beberapa aplikasi pemulihan data yang sudah ia ketahui. Anya hanya bisa menatap dengan mata penuh harap, dan sedikit takjub melihat tangan Riko yang terampil mengoperasikan laptopnya.

Setelah sekitar setengah jam, Riko menarik napas lega. "Untungnya tidak terlalu parah. File utama kamu tidak benar-benar rusak, hanya korupsi sedikit karena ada aplikasi yang tidak kompatibel. Aku sudah berhasil memulihkannya dan juga membersihkan sistem laptop kamu agar tidak lagi lambat."

Anya langsung membuka file yang sudah dipulihkan dan melihatnya dengan seksama. Wajahnya yang tadinya muram segera bersinar dengan senyum yang lebar. "Benar! Semua desainnya masih utuh, bahkan lebih lancar saat dibuka dari sebelumnya!"

"Aku juga sudah memasang beberapa aplikasi keamanan dan membersihkan file sampah yang membuat laptop kamu lambat," ucap Riko dengan senyum tipis. "Sekarang kamu bisa melanjutkan mengerjakannya dengan tenang."

Tanpa sadar Anya memeluk Riko dengan tiba-tiba, membuat pria itu sedikit terkejut. "Terima kasih banyak, Riko! Kamu benar-benar menyelamatkan hidupku kali ini. Aku sudah khawatir tidak bisa mengumpulkan tugasnya."

Riko hanya tersenyum dan sedikit mengusap tengkuknya. "Tidak apa-apa. Gunanya teman untuk saling membantu, kan?"

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
maryam jadi mary ya,,, 🤭 huusst dilarang julid
Wanita Aries
bner deh feelingku nntinya prof rahmat ketemu bu maryam ada sesuatu.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
umyang apaan??
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ini bagaimana, paragrap atas sebelum riko menyapa, lg nonton tivi sambil dzikir, setelah riko menyapa kenapa jd menutup novel dan melepas kacamata? eta terangkanlah
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Joyful//Joyful//Joyful//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
total 2 replies
nayla tsaqif
Mantan terindah kah,,,?? 🤭
Rama's mom
cinta belum usai nich
Icha Arlita
jangan lama lama ya Thor
Icha Arlita
keren abis
Cindy
lanjut
Dew666
👍👍👍👍👍
ora
Wah ... ada cinta masa lalu😀❤❤
Patrick Khan
cie cie prof pasti lagi lope lope ya 😍😍😍
Ayu Padi
Cinta Lama Belum Kelar CLBK ya thor
Aidil Kenzie Zie
hm hm ada yang CLBK nich
Hary Nengsih
ada apa nih
Masha 235
cie cie....ada yg teringat masa lalu ni
dewi rofiqoh
Tetap semangat mak
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
nyoba mampir lah
Riko kenapa bodoh sekali ya 🤦
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: humm... hanya pada awalnya saja
total 1 replies
Cindy
lanjut
LING
gatau nya si prof mantan ibu nya terus clbk jadi lah si riko pewaris sentinel 🤣 tamat
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wah... ide bagus ini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!