NovelToon NovelToon
Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Trauma masa lalu / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku butuh istri untuk mendapatkan warisan Kakek, dan kamu butuh uang untuk pengobatan ibumu. Adil, kan?" — Aksara Danendra.

Bagi Aylin, pernikahan ini hanyalah transaksi pahit. Ia rela membuang harga dirinya dan menjadi 'Istri Bayaran' demi pengobatan sang ibu. Ia berjanji tidak akan melibatkan hati, apalagi pada pria dingin dan penuh rahasia seperti Aksara. Bagi Aylin, semua lelaki sama saja brengsek.

Namun, bagaimana jika di atas kertas kontrak yang dingin itu, benih cinta justru tumbuh secara perlahan? Dan bagaimana jika saat cinta itu mulai mekar, Aylin menyadari bahwa dirinya hanyalah tameng untuk rahasia gelap suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.32

Beberapa saat kemudian, pintu IGD terbuka. Seorang dokter keluar sambil melepas maskernya. Aksara langsung menghambur menghampiri dokter tersebut.

"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Aksara mendesak.

Dokter menghela napas panjang, menatap Aksara dengan sorot simpati. "Istri Anda mengalami Medusa Syndrome, atau dalam istilah medis kami disebut Tonic Immobility."

"Apa itu, Dok? Apa itu berbahaya?" tanya Aksara dengan suara serak, jantungnya berdegup kencang menanti jawaban.

"Secara sederhana, itu adalah kondisi di mana seseorang 'membeku' karena rasa takut yang luar biasa. Tubuhnya lumpuh secara mendadak, dia tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak, bahkan matanya pun sulit berkedip meskipun dia dalam keadaan sadar," jelas Dokter sambil melirik ke arah tirai IGD.

Dokter itu menjeda sejenak sebelum melanjutkan, "Ini adalah mekanisme pertahanan terakhir otak saat seseorang merasa terancam nyawanya atau mengalami trauma hebat yang mengingatkannya pada kejadian kelam di masa lalu. Jiwanya seolah-olah dipaksa keluar dari raganya agar dia tidak merasakan sakit yang sedang dialami tubuhnya."

Aksara mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-bukunya memutih. Penjelasan dokter itu terasa seperti sembilu yang menyayat hatinya.

"Lalu, kapan dia bisa sadar, Dok?"

"Kami sudah memberikan obat penenang melalui infus untuk membantunya beristirahat. Namun, untuk pemulihan mentalnya, itu butuh waktu. Dia merasa dunianya tidak aman, Pak Aksara. Dan saat ini, dia hanya butuh seseorang yang benar-benar dia percayai untuk meyakinkan bahwa bahaya itu sudah lewat."

Aksara terhuyung mundur, bersandar pada dinding koridor yang dingin. Penjelasan dokter itu seperti vonis yang menyatakan bahwa dialah orang yang paling berdosa atas hancurnya dunia Aylin malam ini. Lebih tepatnya, karena kedatangan Reynan dan keluarganya.

"Pak Aksara, setelah kondisi fisiknya stabil, saya sangat menyarankan Anda untuk membawa istri Anda ke Psikolog. Luka batin seperti ini tidak bisa sembuh hanya dengan obat-obatan medis," ucap Dokter itu memberikan saran terakhir sebelum berpamitan pergi.

Aksara tertunduk lesu di kursi tunggu koridor yang dingin. Kata 'Psikolog' terngiang-ngiang di kepalanya, seolah menegaskan bahwa ia telah merusak sesuatu yang sangat berharga dalam diri Aylin. Ia hanya bisa menatap nanar saat brankar Aylin didorong keluar dari IGD untuk dipindahkan ke ruang perawatan VIP. Wajah istrinya masih pucat, masih membeku tanpa ekspresi.

*

*

Di dalam mobil yang melaju membelah malam, Rosalind terus menggenggam tangannya sendiri. Perasaannya tidak keruan. Dadanya terasa sesak, seolah ada ikatan batin yang memberitahunya bahwa sesuatu yang buruk telah menimpa putri tunggalnya.

Jo, asisten pribadi Aksara, sesekali melirik lewat spion tengah. Ia bisa melihat raut kecemasan yang mendalam dari ibu mertua bosnya itu. Meski matanya terasa berat karena kantuk yang menyerang, Jo tetap berusaha fokus pada jalanan.

"Kalau lelah, kamu istirahat saja dulu, Nak Jo. Jangan dipaksakan," ujar Rosalind lembut, mencoba memecah keheningan.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya masih kuat. Apa Ibu ingin membeli sesuatu sebelum kita sampai?" tanya Jo menawarkan bantuan.

Rosalind terdiam sejenak, lalu sebuah senyum tipis yang sarat akan kesedihan muncul di bibirnya.

"Tolong carikan penjual martabak telur ya? Itu makanan kesukaan Aylin."

Ingatan Rosalind seketika melayang ke belasan tahun yang lalu. Ia teringat Aylin kecil yang menatap gerobak martabak dengan mata berbinar, namun saat itu ia tidak punya cukup uang untuk membelinya. Rosalind hanya bisa pulang dan membuatkan martabak telur alakadarnya dari telur dadar dan sedikit daun bawang.

“Nanti kalau Ibu punya uang, Ibu beli martabak yang asli ya, Sayang,” bisiknya kala itu dan Aylin kecil mengangguk antusias.

Kini, ia punya uang. Ia bisa membeli martabak sebanyak apa pun yang Aylin mau. Namun, kenyataan bahwa ia menuju rumah sakit untuk menemui putrinya yang tak sadarkan diri.

Rosalind memeluk erat kantong plastik berisi martabak telur yang masih mengepulkan uap hangat. Aroma gurih telur dan daun bawang dan manisnya coklat memenuhi kabin mobil, membuat Rosalind tersenyum kecil. Ia membayangkan binar mata Aylin saat melihat oleh-oleh ini nanti.

Perjalanan Jakarta-Jatinangor tengah malam itu terasa sangat cepat karena jalan tol yang lengang. Sekitar pukul 01.00 dini hari, mobil yang dikendarai Jo mulai melambat. Namun, Rosalind tidak melihat papan nama hotel mewah. Ia justru melihat gerbang besar dengan tulisan "RUMAH SAKIT UNIVERSITAS PADJAJARAN" yang lampunya berpendar dingin di bawah langit gelap.

Jantung Rosalind mencelos. "Nak Jo... kenapa kita ke rumah sakit?"

Jo tidak menjawab. Ia hanya memarkirkan mobil tepat di depan lobi utama gedung perawatan, lalu menuntun Rosalind menuju lantai VIP tempat Aylin dirawat. Setiap langkah di lorong rumah sakit yang sunyi itu membuat perasaan Rosalind makin menciut.

"Silakan masuk, Bu. Tuan Aksara dan Nona Aylin ada di dalam," ucap Jo sambil membukakan pintu kayu yang berat itu.

Saat pintu terbuka, aroma obat-obatan menyambut mereka. Pandangan Rosalind jatuh pada sesosok tubuh yang terbaring kaku di atas ranjang dengan selang infus. Bungkusan martabak di tangannya hampir jatuh ke lantai. Tubuh Rosalind melemas seketika, untung saja Jo dengan sigap menahan lengannya.

"Mama..." Aksara segera menghampiri dan memeluk ibu mertuanya itu dengan erat.

"Maafkan aku, Ma. Ini semua salahku," bisik Aksara penuh penyesalan. Ia melirik ke arah Jo, memberi kode agar asistennya itu meninggalkan mereka berdua untuk bicara secara pribadi.

"Kenapa Aylin bisa begini, Aksara? Kenapa?!" tanya Rosalind dengan suara bergetar, matanya tak lepas dari wajah pucat sang putri.

Aksara menghela napas berat, bingung harus memulai dari mana. "Tadi, saat kami sedang beristirahat, tak disangka pria itu—Papanya Aylin—datang menghampiri kami."

Aksara pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Tentang perselisihan mereka, tamparan untuk Azkia, balasan dari Lusi, hingga momen mengerikan saat ia menemukan Aylin nyaris dilecehkan di sebuah rumah kosong.

"A-apa?" Rosalind syok. Ia mencengkeram dadanya yang mendadak terasa sakit, seolah jantungnya baru saja diremas.

"Ma!" seru Aksara khawatir.

"Kenapa dia menemui anakku lagi?! Apa maunya pria berengsek itu?!" pekik Rosalind dengan suara serak menahan amarah.

"Mereka ingin meminta bantuan perusahaanku untuk memberikan dukungan, karena perusahaan Pa—maksud saya, Reynan..."

"Jangan panggil dia Papa! Dia bukan Ayah Aylin! Dia bukan Ayah yang baik!" potong Rosalind dengan tatapan tajam yang penuh kebencian.

Aksara tertegun, lalu menunduk. "I-iya, Ma. Maafkan aku."

"Dokter menyarankan agar Aylin dibawa ke Psikolog, Ma. Katanya, ini cara agar dia bisa melepaskan trauma berat itu," lanjut Aksara hati-hati.

Rosalind menggeleng lemah, air matanya tumpah. "Tidak semudah itu, Aksara. Selama ini Aylin selalu menutupinya dariku. Aku sering bertanya siapa yang telah menyakitinya dulu, tapi dia..." Rosalind terisak, "dia tidak pernah menjawab. Dia menanggung semuanya sendirian."

"Ini semua salah Mama. Seandainya dulu Mama tidak gila dan depresi karena lelaki berengsek itu, mungkin Aylin akan tumbuh menjadi wanita normal tanpa rasa takut yang menghancurkan jiwanya seperti ini," isak Rosalind meratapi nasib.

Aksara menatap ibu mertuanya dengan tatapan pedih. Di sisi lain, dari ranjang pasien, tanpa mereka sadari, setetes air mata jatuh membasahi bantal dari sudut mata Aylin yang masih terpejam. Meski tubuhnya kaku tak bisa bergerak, indranya mendengar setiap patah kata menyakitkan itu.

Maafkan aku, Mama... isak Aylin dalam diam.

Bersambung ....

1
jumirah slavina
astagaaaaaa... bughhh...
Jumi menabok mulut Lusi ..
Nenek lampir itu pun pingsan seketika

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
Aks... tegak kn keadilan buat Aay...

kebiri Rendra !!!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌿
/Heart//Heart//Heart/
jumirah slavina
kau yang s!alan bedeb4h
jumirah slavina
wwoooiii Emil dan Vanu...
dengar itu baik²....
jangan pupura tuli kalian.....
endang sumiati
dari pertama bc bikin jantungan
AriNovani: Makasih ya sudah baca, jangan lupa jempolnya diklik 🥰
total 1 replies
jumirah slavina
naj!s Lu
jumirah slavina
dasar bedeb4hhhhh...
ko' bisa masukkkk....
Aksara wwoooiii., selamatkan istri'muuuuuu....
jumirah slavina: Kakekkkk... habisin aja bedeb4h s!alan 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
semua ini gegara Otor Ay... gegara Otor...

Aay : hhuuuuaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
kamu baj!n9an pemerkaos Aay kan...
ngaku Kamu bedeb4hhhhh.....
AriNovani: Dan masuk penjara /Facepalm/
total 4 replies
jumirah slavina
sokorrrrrrrr....
jumirah slavina
Aksa : emang gue pikirin
Epi Widayanti
pengen nampol 😡
jumirah slavina
semua part Thor bikin sesak🤭🤣
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
menyebalkan
AriNovani: Bangetttt 😌
total 1 replies
jumirah slavina
idihhhhh... naj!s
jumirah slavina
kau yang murahan...
dasar laki² bedeb4hhhhh...
jumirah slavina
tuhkannnnnnnnnn.....
astagaaaaaaaa......
hhuuaaaaaaaaaa.....
Otorrrrrrr tegaaaaa......
jumirah slavina: k e b i r i i i i i
total 2 replies
jumirah slavina
sebaik'y kamu sama Otor Ay...
terlalu banyak beban berat d'berikan...

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
gak usah iri sama duo LanSia Ay....

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: ulat bulu LanSia

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!